Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
439 - Saling Menyelidik


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Mendengar tawaran kedua dari Lord Satan, Theo sekali lagi tampak jatuh dalam pemikiran mendalam. Membuat situasi tiba-tiba berubah hening.


Bagaimanapun juga, Theo saat ini membutuhkan satu atau dua hal tambahan di dalam lengan bajunya. Karena dengan kekuatannya yang sekarang, ternyata itu masih belum cukup untuk dapat melindungi orang-orang terdekatnya. Kematian Yaseya, tampaknya kembali membangkitkan trauma mendalam yang pernah ia alami pasca perang besar hutan Pinus Beku.


Kebutuhan Theo akan kekuatan tambahan tersebut, menyebabkan ia saat ini menjadi sedikit bimbang. Tawaran dari Lord Satan jelas memiliki motif tersembunyi, karena ia terlihat sedikit bersikeras. Bahkan rela mengajukan kontrak darah. Namun, Theo sendiri juga perlu segera melakukan upgrade, atau paling tidak, menambah beberapa trik tersembunyi lain di balik lengan bajunya.


"Hmmmmm…. Sebelum aku membuat keputusan, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu!" Ucap Theo, setelah lama diam.


"Ohhh… Tanyakan saja!" Jawab Lord Satan cepat. Menyadari Theo saat ini mulai sedikit membuka jalan.


"Salomon!" Ucap Theo.


"Tadi kau sempat menyebut tentang nama tersebut, apakah Salomon yang kau maksud ini, adalah orang yang sama dengan Sage Lord Salomon?" Tanya Theo.


Mendengar pertanyaan Theo, Lord Satan tampak terdiam untuk beberapa saat, tak segera menjawabnya. Sampai kemudian…


"Anak muda! Dari mana kau mengetahui tentang nama tersebut?" Tanya Lord Satan. Degan intonasi nada menyelidik.


Pertanyaan Lord Satan, disambut Theo dengan menaikkan salah satu ujung alisnya.


"Suara rentah! Disini aku yang bertanya! Kenapa menjawab dengan pertanyaan lain?" Gumam Theo.

__ADS_1


"Hanya sekedar memastikan! Karena itu adalah hal yang cukup aneh bila ada makhluk di masa ini mengetahui tentang keberadaan Sage Lord Salomon!" Ucap Lord Satan.


"Memastikan? Ohhh,,. Biar kutebak! Sekarang kau mulai berfikir bahwa aku adalah salah satu bawahan Sage Lord Salomon?" Tanya Theo.


"Kikikikikii…!!! Bukankah itu cukup masuk akal? Sage Lord Salomon hanya akan muncul di akhir dari suatu jaman! Dan bisa kurasakan, dari aliran Mana yang menyebar di sekitar, periode waktu pada masa ini bukanlah puncak suatu jaman! Bahkan bisa di bilang masihlah awal dari satu jaman!" Ucap Lord Satan.


"Ditambah dengan keberadaan item penyimpanan ini dimana bisa dibilang memiliki keistimewaan yang tak sesuai jamannya! Dan lagi, teknik yang kau gunakan saat ini! Semua fakta tersebut, cenderung membuatku berfikir bahwa kau adalah salah satu bawahan Sage Lord Salomon! Atau paling tidak, bawahan dari salah satu 7 panglimanya!"


"Hanya itu kesimpulan terbaik yang bisa kutarik saat ini! Karena selain orang-orang Salomon yang telah melewati berbagai jaman puncak sebelum di hancurkan olehnya, tak mungkin ada yang memiliki item atau teknik seperti yang kau miliki saat ini!"


"Bagaimana? Apakah kau punya sanggahan?" Tutup Lord Satan.


Mendengar semua yang telah di ucapkan oleh Lord Satan, Theo tampak mulai memasang senyum sederhana.


"Memangnya, jika aku benar-benar salah satu orang dari Sage Lord Salomon, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Theo.


"Cukup sederhana, mungkin aku akan melancarkan satu teknik rahasia yang akan mengorbankan sebagian energi kehidupan dalam tubuhku, untuk membuat kerusakan berat pada tempat ini!" Jawab Lord Satan.


Namun, keseriusan dari jawaban Lord Satan, justru membuat Theo semakin melebarkan senyumnya.


"Hahahhaa…! Setelah mendengar jawabanmu, setidaknya aku punya satu alasan tambahan untuk mempertimbangkan tawaranmu!" Jawab Theo. Begitu bisa memastikan posisi dan sudut pandang Lord Satan terhadap Sage Lord Salomon.


Sekarang, ia tahu bahwa Lord Satan adalah salah satu pihak yang bermusuhan dengan Sage Lord Salomon. Sedari tadi, itu bukan hanya Lord Satan yang sedang ingin memastikan, hal yang sama juga sedang di lakukan oleh Theo.


"Ohhhh… Bagaimana bisa begitu?" Tanya Lord Satan.


"Satu hal yang perlu kau ketahui, aku adalah salah satu orang yang memiliki keinginan untuk menghentikan kebangkitan Sage Lord Salomon!" Ucap Theo.


"Nada bicaramu terdengar menyakinkan! Tapi, kau tahu bahwa itu saja tak akan cukup untuk meyakinkanku bukan?" Ucap Lord Satan.


"Sebagian besar bawahan Sage Lord Salomon, adalah sekumpulan orang-orang kuat yang telah hidup jutaan tahun melewati beberapa jaman puncak! Jadi, itu akan cukup mudah bagi mereka bila hanya sekedar mencoba mengucapkan kalimat tipuan yang terdengar menyakinkan!"


"Yang mungkin saja tengah kau lakukan saat ini! Kikikikikii….!" Tutup Lord Satan.

__ADS_1


Jawaban Lord Satan, kini justru membuat Theo semakin melebarkan senyumnya. Menjadikan senyum tersebut berubah menjadi satu seringai lebar.


"Aku tak punya kewajiban atau ketertarikan untuk memberi bukti apapun padamu!" Gumam Theo.


"Namun, ada satu kalimat yang sempat di sampaikan oleh salah satu orang yang paling kuhormati!


"Kalimat ini selalu kujadikan sebagai pedoman hidup!"


"Orang tersebut, yang tak lain adalah Masterku, pernah berkata, untuk mencapai puncak tertinggi, kau harus berani mengambil semua resiko! Menyambar semua kesempatan yang tersaji di hadapanmu!"


"Untuk mencapai salah satu tujuanku, yakni menghentikan kebangkitan dari Sage Lord Salomon, aku bersedia mengambil resiko dengan mempertimbangkan tawaranmu yang jelas memiliki motif tersembunyi!"


"Sekarang, apakah kau, seorang makhluk yang dipanggil Lord Satan, salah satu eksistensi puncak ras iblis yang bahkan membuat Gusion berlutut penuh penyembahan dihadapanmu, berani mengambil resiko yang sama untuk mencapai tujuan yang kau inginkan?" Tanya Theo. Menutup kalimatnya dengan masih mempertahankan seringai lebar bagai iblis di wajahnya.


Pertanyaan Theo, segera membuat suasana kembali hening. Lord Satan terdiam cukup lama, tak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan. Disisi lain, Gusion yang masih berada di dalam formasi penahan, hanya bisa menatap kearah Theo dengan sorot mata sedikit bergetar. Benar-benar tak menyangka akan ada seorang makhluk, terlebih itu adalah seorang manusia yang merupakan ras rendah di mata kaum iblis, berani melontarkan satu kalimat tantangan tajam kepada Lord Satan.


"Kikikikikii….!!! Anak muda! Kau benar-benar telah menarik minatku!" Gumam Lord Satan pada akhirnya, setelah terdiam cukup lama.


Dan tepat ketika Lord Satan menyelesaikan kalimatnya, satu tetes darah merah gelap yang memiliki energi kehidupan begitu mendalam, terbang keluar dari ujung tudung jubah merah darah. Melayang tepat di hadapan Theo.


"Itu adalah energi inti dari Element Seedku! Juga bisa dibilang sebagai salah satu inti penyangga kelangsungan hidupku!" Ucap Lord Satan.


"Kau tadi bertanya apakah aku berani mengambil resiko bukan? Maka, dengan tetes darah di hadapanmu itu, kunyatakan bahwa Lord Satan ini akan mengambil resiko!"


"Kau tinggal menelannya, dengan begitu, proses kontrak darah akan berlangsung!" Tutup Lord Satan.


"Hehhee… Begitu? Baiklah…!" Gumam Theo. Seraya meraih tetes darah di hadapannya.


"Namun, camkan ini baik-baik! Meskipun memang tujuan akhir kita tampak sama, yakni berniat mengalahkan Sage Lord Salomon, aku tetap tak akan menganggapmu sebagai sekutu!"


"Jika suatu saat aku menemukan satu metode yang bisa digunakan untuk mengenyahkannmu, tanpa ragu akan kulakukan!" Tutup Theo. Seraya menelan tetes darah Lord Satan.


"Begitu kah? Kikikikikii….!!!" Gumam Lord Satan.

__ADS_1


__ADS_2