Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
403 - Mengejar Ekor Sendiri


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Serang! ***** mereka semua!" Seru Thomas lantang. Seraya mengarahkan Gajah metalik yang ia tunggangi, untuk maju menerjang di barisan paling depan.


Mendengar intruksi Thomas tersebut, kelompok divisi pendobrak yang ia pimpin, sempat termenung untuk beberapa saat, tak menduga sama sekali bahwa mereka yang dari awal sudah siap dengan formasi pertahanan sempurna, kini justru melakukan langkah serangan.


Namun, begitu melihat ketua divisinya telah melangkah maju terlebih dahulu, mereka tanpa menunda segera mengikuti di belakang.


"Hahhahaha….! Satu tanda yang tak biasa! Boss Besar memang sesuatu!" Ucap Darsa.


"Divisi Thousand Beast! Ikut maju menyerang sekarang juga!" Seru Darsa, kemudian dengan menunggang Spirit Beast Kalajengking Merah Raksasa, ia bergerak maju cepat kedepan.


Langkah Darsa, tentu saja segera diikuti oleh divisi Thousand Beast yang ia pimpin. Setiap True Knight ini menunggang Spirit Beast masing-masing, dan bergerak cepat kedepan.


Kelompok divisi Thousand Beast yang melaju dengan menaiki berbagai jenis Spirit Beast tersebut, tentu saja bergerak lebih cepat dan gesit dari pada divisi pendobrak yang seluruhnya adalah Meridian Knight. Dalam sekejap mereka mendahului divisi pendobrak untuk menjadi yang paling depan dalam formasi serangan acak yang di lakukan oleh kelompok Bandit Serigala saat ini.


Sementara Zota, bersama divisi serangan jarak jauh yang ia pimpin, memilih tetap menjaga jarak, karena memang posisi mereka adalah sekelompok Soul Knight yang berperan sebagai pendukung dengan teknik serangan jarak jauhnya.


*Baaammm….!!!


Benturan besarpun tak terhindarkan ketika kelompok 20 penunggang Gajah metalik yang berada di posisi paling depan, sejajar dengan kelompok divisi Thousand Beast yang menyusul dari belakang, akhirnya bentrok langsung dengan gelombang pasukan musuh, dimana saat ini sedang dalam kondisi porak poranda akibat baru saja menerima daya ledak dahsyat segel jebakan empat mata angin yang di eksekusi Theo.


"Sialan! Ini benar-benar kacau! Bagaimana bisa ada segel formasi jebakan sebesar ini!" Ucap Boss Besar kelompok Bandit Elang Merah. Dimana kini mulai mengatur kembali formasi dari sisa-sisa pasukanya yang porak poranda.


Disisi lain, Boss Besar Bandit Sisik Ular yang masih dalam kondisi baik karena berhasil mengeksekusi teknik pertahanan tepat ketika ledakan akan terjadi, justru tampak mulai memasang ekspresi wajah geram.

__ADS_1


"Formasi jebakan sebesar ini, hanya bisa di pasang dalam waktu yang cukup lama!" Gumam Boss Besar Bandit Sisik Ular.


"Itu benar! Dimana artinya, mereka telah siap dan tahu kapan tepatnya kita akan melancarkan serangan! Sehingga telah mempersiapkan formasi jebakan ini sebelumnya!" Jawab pria tua yang selalu senantiasa menemani Boss Besar Bandit Sisik Ular.


"Ada pengkhianat busuk diantara kita!" Tambah sang pria tua.


"Dan jelas, itu bukan pria t*lol yang ada disana!" Tanggap Boss Besar Bandit Sisik Ular, sembari melihat kearah Boss Besar Bandit Elang merah yang saat ini sedang berpenampilan kacau dengan banyak bekas luka bakar pada tubuhnya.


Karena tadi tetap memerintahkan anggotanya untuk menerjang maju, kelompok aliansi yang dipimpin oleh Bandit Elang Merah, menderita kerugian paling besar ketika ledakan terjadi. Boss Besar mereka menderita luka parah, sementara banyak anggotanya yang mati ditempat. Dari fakta tersebut, pemuda yang merupakan Boss Besar kelompok Bandit Sisik Ular, dapat mengambil kesimpulan bahwa pengkhianat bukanlah pria tersebut.


"Tuan muda, dengan adanya pengkhianat, rencana penyerangan kali ini bisa dianggap sudah cacat dari awal! Kusarankan untuk menarik mundur pasukan saja!" Ucap pria tua.


"Hmmmm… Tak semudah itu! Jika memang mereka sudah tahu kita akan menyerang dan telah menyiapkan semuanya, maka bisa kupastikan, dibelakang juga sudah ada pasukan yang menunggu!" Ucap Boss Besar Bandit Sisik Ular.


Dan benar saja, hampir bertepatan dengan kalimat yang ia ucapkan, sekelompok besar pasukan mantan aliansi kelompok Bandit Pasir Merah yang telah bergabung dengan kelompok Bandit Serigala, dipimpin langsung oleh Guan Zifei, bergerak keluar dari Ceruk perbukitan. Ribuan orang ini menutup jalur kabur pasukan aliansi Bandit Elang Merah dan Bandit Sisik Ular. Trio Razak, Hella, dan Gerel, ikut serta dalam rombongan pasukan tersebut.


"Hahaha…!!! Kita bagaikan rusa yang telah digiring masuk kedalam sarang singa! Benar-benar kacau!" Ucap Boss Besar kelompok Bandit Sisik Ular. Kini mulai mengeluarkan kipas dari dalam Spacial Ringnya. Justru memasang sikap santai.


"Pilih pasukan elite para wakil pemimpin untuk membentuk barikade pertahanan ketat! Kita bentuk pertahanan kecil yang kokoh! Mencoba bertahan dari gencetan dua arah ini! Hanya itu yang bisa dilakukan untuk sekarang!" Ucap Boss Besar Bandit Sisik Ular.


***


"Hmmmm… Tak kusangka, mereka benar-benar menyerang dari sisi ini juga! Melihat dari perkembangan situasi, pastinya bukan sisi utara saja, di sisi selatan seharusnya juga sama!"


"Jadi, ini bukan hanya dua kelompok Bandit besar yang bersatu! Tapi empat atau lima sekaligus!" Ucap Sanir, saat melihat pasukan aliansi Kelompok Bandit Duri Kematian, merengsek turun dari atas tebing bagian utara kemah besar Bandit Serigala.


Sementara itu, disisi kelompok aliansi Bandit Duri Kematian, sang Boss Besar yang merupakan nenek tua, kini memimpin kelompoknya untuk bergerak turun dengan langkah berderap tanpa keraguan sama sekali.


Mereka yang berniat melancarkan serangan kejut pada kemah besar kelompok Bandit Serigala dari sisi utara tebing yang tak terduga, belum menyadari bahwa sebenarnya kelompok divisi penyergap Bandit Serigala, saat ini sedang mengamati dari lereng bukit. Tersembunyi memanfaatkan barikade pertahanan yang telah mereka siapkan dalam dua minggu terakhir.


***


(Sisi tebing bagian selatan)


"Hahhaha….! Semua bejalan lancar! Drani benar-benar cocok jika ditempatkan sebagai tikus dalam kelompok lawan!" Ucap Feizel, ketika melihat aliansi kelompok Bandit Racun Abadi, saat ini bergerak menuruni perbukitan dengan langkah senyap.

__ADS_1


"Hmmmm… Jadi ini alasan kenapa ia selalu mengajakku dalam diskusi tentang barikade pertahanan jenis kamuflase!" Ucap Shadex, mulai paham kenapa Theo sering mengajaknya melakukakan diskusi tentang formasi pertahanan.


"Kombinasi ya? Hahhaah…! Dasar licik! Kau mencuri berbagai formasi pertahanan yang kubagikan dalam diskusi untuk membuat formasi-formasi pertahanan jenis baru yang lebih sempurna!" Tambah Shadex, kini tak bisa menyembunyikan ekspresi wajah terkesannya.


"Baiklah! Kalian semua bersiap! Sebentar lagi kita akan menyergap pasukan musuh yang berniat melakukan sergapan ini!" Ucap Shadex.


"Hahahha…! Jika jadi pihak lawan, aku lebih baik mati bunuh diri dari pada harus berakhir mendapati kelompok yang kupimpin jatuh pada hal semacam ini!"


"Sungguh lucu! Sekelompok anj*ng yang sedang mengejar ekornya sendiri!" Tutup Shadex.


***


(Arah belakang perkemahan besar kelompok Bandit Serigala)


"Boss! Ribuan pasukan bergerak dari arah belakang!" Teriak salah satu anggota Bandit Serigala yang berjaga diatas menara pengawas. Begitu melihat ada satu gelombang pergerakan besar menuju kemah Bandit Serigala dari arah tersebut.


"Hmmmm… Buka pintu belakang! Biarkan mereka masuk!" Ucap Theo, dengan nada santai. Fokusnya masih tertuju pada pertempuran besar yang ada di hadapannya.


"Boss? Buka pintu?" Tanya anggota Bandit Serigala sekali lagi, merasa salah dengar.


"Kau tak salah dengar! Biarkan mereka masuk!" Ucap Theo.


Mendengar intruksi tersebut, para penjaga pintu belakang, akhirnya hanya bisa dengan ragu menuruti intruksi aneh Theo. Membuka gerbang belakang markas mereka.


Dan tak lama kemudian, pasukan yang bergerak dari arah belakang tersebut, akhirnya memasuki kemah besar kelompok Bandit Serigala. Dipimpin langsung oleh seorang bertubuh kecil pada barisan paling depan.


"Kerja bagus! Ambil tempat yang nyaman untuk pasukanmu!" Ucap Theo tanpa menoleh, begitu pria kurus tersebut bersujud di belakangnya.


"Hehhe…! Siap Boss!"


Pria tersebut tak lain adalah Drani. Bersama kelompok aliansi Bandit Rakun Gurun yang dalam rencana serangan pihak lawan kali ini, seharusnya menjadi musuh yang melancarkan gempuran pada kemah besar kelompok Bandit Serigala dari arah belakang.


----


Note :

__ADS_1


Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^



__ADS_2