Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
201 - Menyergap


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi V.S House Helsinsberg)


*Woooshh….!!!!


Sebuah asap beracun berwarna hijau pekat, menjalar cepat kearah Alexis, membuat dirinya yang masih tampak tertegun karena melihat daya hancur dahsyat dari gelombang panah es milik Issabela, menjadi sedikit terkaget begitu kepulan asap ini hampir mencapai posisinya. Dengan cepat Alexis kemudian melompat mundur, menghindari kepulan asap hijau ini.


"Tuan muda! Apa anda baik-baik saja?" Teriak tetua House Helsinsberg, saat melihat Alexis nyaris terselubung oleh asap hijau pekat.


"Hmmm… aku baik-baik saja! Tapi itu nyaris!" Dengus Alexis, kemudian melihat kearah orang yang barusan menyerangnya.


"Mohon maaf karena pria tua ini melakukan serangan menyelinap! Hanya saja, itu tidak baik mengalihkan perhatikan ketempat lain disaat kau sendiri sedang berada di medan pertempuran!" Kata Ketua Arsegio, saat ini ia sedang berdiri gagah diatas kepala katak Hijaunya yang besar.


Ketua Arsegio sendiri, dari awal sudah menduga serangan kepulan asap yang ia lancarkan akan mampu di hindari oleh Alexis, bilapun ia tak mampu bergerak tepat waktu, tetua berkelas King yang sedang menemaninya pasti akan segera bergerak membantu.


Tetua Arsegio memang sengaja membuat serangan pembuka ini hanya untuk membuat lawan-lawannya kembali fokus kepertempuran dihadapan mereka. Bagaimanapun juga, tetua Arsegio adalah orang dengan prinsip kuno. Ia selalu menekankan pertarungan Knight yang adil dan beradab.


"Hmmm… karena kakak baik-baik saja! Sekarang kita kembali fokus ke tugas masing-masing!"


"Kelompok Meridian Knight! Serang secara bersamaan pria tua ini! Jangan sekalipun mencoba meremehkannya! Dia adalah pria tua berbahaya yang memiliki berbagai teknik racun dibalik lengan bajunya!" Teriak Alexis.


Belajar dari pengalaman Legalus dalam pertempuran sebelumnya, Alexis memilih untuk bersikap hati-hati ketika melawan ketua dari Klan Asura yang tersohor ini.


Mendengar perintah Alexis, dipimpin langsung oleh tetua mereka yang memiliki kelas King, pasukan Meridian Knight dari House Helsinsberg langsung berubah ke mode Meridian Knightnya masing-masing. Kemudian bergerak cepat menerjang kedepan secara bersamaan.


*Bbzzttt….!


*Blaaazzz…!!!


*Brrrrrzzz…!!!!


Berbagai suara derakan listrik yang memekakkan telinga mulai terdengar riuh saat sekumpulan Meridian Knight dengan atribut listrik ini bergerak secara bersamaan.


"Hmmm… aku sudah menjamu dan memberi niat baik untuk melakukan pertarungan yang adil dan beradab, tapi kalian malah bertindak tercela dengan menyerang pria tua ini secara bersamaan."

__ADS_1


"Hahh...! Kalian sungguh melukai hati tuaku yang sudah rapuh ini!" Gumam ketua Arsegio. Kemudian mulai mengangkat tangannya. Seperti memberi suatu isyarat tanda.


*Grakkk….!


*Graakkk…!


*Krataak….!!!


Bersamaan dengan tanda yang dilakukan Ketua Arsegio, suara retak dari tanah dan juga pepohonan pinus yang ada disekitar lokasi, mulai terdengar.


Tak lama kemudian, dari dalam tanah dan batang-batang raksasa pepohonan pinus, pejuang-pejuang muda Klan Asura yang dipimpin oleh Armadillo, mulai bermunculan.


"Hahhaha… paman! Akhirnya kau memberi tanda! Kami sudah sangat bosan menunggu di dalam sana!" Kata Armadillo, dengan senyum lebar begitu keluar dari dalam tanah.


Bersamaan dengan senyum lebar Armadillo, seekor laba-laba besar seukuran telapak tangan pria dewasa, tampak sangat mengerikan dengan bulu-bulu lebatnya, kini mulai berjalan merayap keluar dari balik lengan bajunya.


***


(Dimedan pertempuran sisi lain, tempat sebelumnya panah es raksasa Issabela mendarat.)


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmmm….!!!


Victor yang awalnya mengkoordinir kelompok Soul Knight dari Housenya untuk melakukan serangan sergapan kepada ketua Aurelas, kini berakhir menjadi bulan-bulanan serangan jarak jauh dari jimat formasi tipe ledakan, yang terus-menerus dilemparkan ketua Aurelas dan anggota Klan Agila lainnya dari arah atas sambil menunggangi Spirit Beast tipe terbangnya masing-masing.


Serangan sergapan yang di rencanakan Victor sendiri, sebelumnya gagal total karena mendapat terjangan dahsyat anak panah es milik Issabela, dimana membuat posisi regu kecil yang ia pimpin untuk menyelinap diantara gerombolan pasukan House Helsinsberg lainnya dimedan tempur, menjadi terpapar seketika.


Situasi kemudian berakhir dengan regu kecil Soul Knight yang di pimpin Victor, menjadi bulan-bulanan berbagai serangan jimat segel formasi peledak dari Anggota Klan Agila, begitu mereka keluar dari reruntuhan penjara es yang membekukan mereka.


Ditambah dengan kondisi pasukan House Helsinsberg yang belum sepenuhnya pulih dari hawa dingin menusuk tulang, efek ledakan hawa dingin dari panah es Issabela, membuat situasi kelompok kecil ini menjadi semakin tak berdaya.


"Apa kalian belum selesai memulihkan diri?" Teriak Victor, kearah pasukannya yang masih tampak letih. Menggigil kedinginan.


*Booommmm….!!!


Setelah Victor meneriakkan kata-kata, sebuah serangan jimat formasi kembali mendarat kearahnya. Namun mampu di tahan oleh pemuda ini menggunakan tameng besar yang dari awal pertempuran, tak pernah lepas dari genggaman tangannya.


"Sialan!" Maki Victor kesal. Sambil melihat dengan tatapan penuh amarah kearah puluhan pejuang Klan Agila yang terbang tinggi diatasnya. Kemudian ganti melihat kearah pasukannya yang tampak compang-camping akibat berbagai serangan segel formasi ledakan yang mereka terima.


"Kalian adalah Knight elite dari House Helsinsberg! Satu dari 10 Biggest Knight Group! Jadi, berhenti bertindak seperti seorang amatir!" Bentak Victor dengan wajah memerah karena sangat marah.


*Bbbbzzzztttt……!!!!

__ADS_1


"Uggghhhh….!!!"


Setelah berteriak marah, Victor mengalirkan seluruh aliran Mana listrik keseluruh tubuhnya. Bersamaan dengan tindakannya itu, pemuda ini tampak mengerang kesakitan untuk beberapa saat, sebelum terlihat kembali ber energi.


Aliran listrik yang menyengat tubuhnya, selain memberi rasa sakit, juga memberi gesekan hawa panas di dalam badan Victor, membuatnya mampu mengusir hawa dingin yang dari tadi mendekam dalam tubuhnya.


"Hmmm….!!! Hanya sedikit rasa sakit! Kurasa itu tak seberapa bila dibandingkan dengan jatuhnya kebanggan milik House agung kita!" Bentak Victor lagi. Kemudian mulai berubah kewujud Soul Knightnya.


Mode Soul Knight Victor sendiri, tampak sangatlah mengesankan. Aliran Mana listrik kuning, menyelubungi tubuhnya, membentuk perwujudan seekor Banteng raksasa, yang memiliki sepasang sayap dipunggungnya.


"Hmmm… Houseku telah bersusah payah dan mengorbankan banyak orang hanya untuk mendapatkan Kristal Beast dari Banteng Neraka Bersayap petir ini untukku!"


"Kita lihat apa yang akan bisa kalian lakukan sekarang!" Dengus Victor, seraya mengangkat tameng raksasa miliknya, kemudian mulai melakukan lompatan tinggi, mengepakkan sayap listriknya, menerjang keatas langit.


"Hooaahhhh….!!!"


*Bzzzzzttt…..!!!


Tindakan dan aksi heroik Victor, segera menyulut semangat seluruh pasukan House Helsinsberg. Tanpa menunda mereka segera mengikuti aksi Victor sebelumnya, yakni menyengat tubuh mereka sendiri dengan aliran listrik. Berusaha menghilangkan hawa dingin yang mendekap tubuh mereka.


**


*Booommmm….!!!


*Booommmm…..!!!


*Boommmm…..!!


*Bzzzttt….!


Dilokasi lain lagi, di daerah perbukitan tempat Issabela dan Gregoric sebelumnya melakukan serangan menyelinap jarak jauh, terjadi pertempuran kecil yang sangat sengit antara Gregoric melawan anggota House Helsinsberg yang mendapat perintah dari Victor untuk melenyapkan penyerang jarak jauh.


"Hahhaaha… majulah! Maju! Serang dengan semua yang kalian punya!" Seru Gregoric lantang, sambil mengayunkan Gada raksasanya kearah kelompok penyerang.


Dengan tubuh mulai penuh luka, karena meskipun telah memakai armor pemberian Theo, tetap saja Gregoric yang hanya seorang Immortal Surga, harus melawan 5 orang Knight dengan kelas General, tentu pertarungan menjadi tak berimbang dan sangat membebani tubuh Gregoric.


Meskipun begitu, Gregoric tampak sangat menikmati pertempuran ini, berusaha tak menyia-nyiakan kesempatan menempa tubuhnya lebih lanjut dengan terus menerima serangan-serangan kuat yang mengarah padanya.


"Hahhahaha….!!! Kurasa ini sudah cukup! Waktunya pesta yang sebenarnya dimulai!" Teriak Gregoric lantang, kemudian mulai memberi tanda sinyal dengan tangannya.


*Boooommmm….!!!!


"Sialan apa itu!" Teriak salah satu anggota House Helsinsberg saat sebuah pendaratan besar, tiba-tiba menggetarkan area sekitarnya.


Tak lama setelah Gregoric memberi tanda, seekor makhluk raksasa yang berbentuk tulang belulang dengan enam kepala dan enam ekor, mendarat mantap di hadapan kelompok House Helsinsberg.

__ADS_1


"Hehehhe… Boss besar sudah memberi tanda! Skull Hydra! Saatnya bermain!" Kata Seorang pemuda, yang saat ini tampak berdiri diatas kepala makhluk menyeramkan ini.


__ADS_2