Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
357 - Posisi Boss Besar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Kemah rapat)


"Beri aku laporan terbaru kelompok kita!" Ucap Theo, tanpa basa-basi.


Mendengar pertanyaan Theo, tanpa menunda Thomas segera menjelaskan. Menurut si Gendut, kelompok Bandit Serigala saat ini memiliki jumlah 5430 anggota.


Rata-rata dari sejumlah orang tersebut, memiliki tingkat kultivasi kelas General. Hanya beberapa ratus orang yang memiliki kelas King tahap awal. Sementara untuk yang berkelas King tahap Bumi, dimana merupakan orang-orang terkuat di dalam kelompok, hanya berjumlah puluhan orang. Mereka tak lain adalah para wakil pemimpin tua dan juga beberapa mantan Boss Besar Bandit dari dua wilayah Gurun terakhir yang berhasil di rekrut.


Untuk kas keuangan atau harta dari kelompok Bandit Serigala sendiri, secara total bila di jumlah adalah 11 miliar Koin emas, dan 300 juta Mutiara Mana Perunggu. Dan karena 100 juta koin emas senilai 1 juta mutiara Mana Perunggu, maka total kas Bandit Serigala adalah 410 juta Mutiara Mana Perunggu.


"Perkembangan yang cukup bagus!" Ucap Theo, setelah mendengar laporan Thomas.


"Terutama kalian benar-benar mampu menjalankan tugas yang kuberikan dimana berhasil menaklukkan 2 wilayah gurun lain selama aku melakukan kultivasi tertutup!" Lanjut Theo.


"Ahhh… Boss! Kebetulan kau menyebut kultivasi tertutup, jadi bagaimana? Apakah kau sudah berhasil menerobos ke kelas King?" Tanya Yahuwa.


Mendengar pertanyaan Yahuwa, kelompok wakil pemimpin tua yang merupakan Knight dengan kelas King, segera memberinya tatapan tajam. Ekspresi wajah para pria tua ini seolah menyuruh Yahuwa untuk menutup mulutnya.


"Ahhh… Kenapa menatapku seperti itu? Apa yang salah?" Ucap Yahuwa, begitu merasa mendapat tatapan tajam dari para wakil pemimpin berkelas King.


"Boss! Tak perlu menjawab pertanyaannya! Dan tak usah risau, itu hanya masalah waktu saja sampai kau.."


Salah satu wakil pemimpin tua hendak menyampaikan sesuatu sampai kemudian Theo dengan cepat memotong.


"Hahaha…! Kalian tak usah terlalu serius! Itu bukan masalah!" Ucap Theo, sambil melihat kearah para wakil pemimpin tua.


"Sebenarnya masalah kultivasi…."


Theo hendak memberi jawaban, namun kali ini ganti dirinya yang harus tak sempat menyelesaikan kalimatnya ketika tiba-tiba suara bentakan keras terdengar dari arah luar kemah rapat.

__ADS_1


"Menyingkir! Bagaimanapun, kami juga seorang wakil pemimpin! Jadi tak ada alasan melarang ikut dalam rapat!"


*Braaakkk….!!!


Bentakan keras yang berasal dari luar kemah rapat, diakhiri dengan satu suara hancur perabotan. Kemudian beberapa orang dengan wajah masam tampak memasuki kemah.


"Jadi, itu kau Boss Besar Bandit Serigala!" Ucap salah satu orang yang baru saja masuk. Sambil menatap remeh kearah Theo.


Mendengar kata-kata tajam dan ekspresi wajah meremehkan orang tersebut, setiap orang yang berada di dalam kemah rapat segera mengerutkan kening.


Kelompok beberapa orang yang baru saja memaksa untuk masuk kedalam kemah ini tak lain adalah para mantan Boss Besar Bandit Gurun Pasir Berisik dan Gurun Lima Warna.


"Apa maumu?" Ucap Sanir. Dengan tatapan mata tajam.


"Kau masih bertanya? Sebelumnya kami sepakat bergabung dengan kelompok Bandit Serigala karena merasa tak punya pilihan. Namun, seiring berjalannya waktu, kami dengan tulus akhirnya benar-benar rela bergabung begitu merasa visi dan pergerakan kelompok Bandit Serigala sangat luar biasa!"


"Tapi lihatlah sekarang! Sekian lama kami menunggu untuk bertemu Boss Besar dari kelompok kita, ternyata dia hanyalah seorang pemuda dengan kelas General tahap Surga!"


"Hmmmm… Jadi…"


Sanir hendak kembali menanggapi, sebelum dengan cepat Theo memotong.


"Katakan saja apa yang ingin kalian katakan! Jangan banyak mengoceh seperti bocah! Aku tak punya banyak waktu untuk basa-basi tak penting seperti ini!" Ucap Theo.


"Hmmmm… Tentu saja tidak! Sungguh bodoh memutuskan keluar dari kelompok Bandit Serigala yang tersohor!" Jawab pria tersebut.


"Yang kami inginkan adalah pergantian posisi Boss Besar! Harus mereka yang paling kuat yang pantas menduduki posisi tersebut!"


"Ahhh… Jadi seperti itu!" Jawab Theo.


"Kalau boleh tau, siapa namamu?" Tanya Theo kemudian.


"Aku adalah Guhai, mantan Boss Besar kelompok Bandit Bulan Sabit yang terkenal!"


"Ahh… Jadi Guhai, apakah kau ingin mengambil alih posisi Boss Besar kelompok Bandit Serigala?" Tanya Theo.


"Ohhh…! Seperti yang kubilang tadi, mereka yang terkuatlah yang pantas menjadi pemimpin! Jadi, karena aku memiliki tingkat kultivasi paling tinggi maka sudah sepantasnya aku mengambil alih!" Jawab Guhai.


"Seperti itu!" Gumam Theo.


*Bzzzzzttt…!!!

__ADS_1


Selesai bergumam, aliran listrik merah tiba-tiba menyala di bawah kaki Theo. Dalam sekejap ia berpindah tempat. Kini berdiri tepat di hadapan pria bernama Guhai. Membuat Guhai hanya bisa mengedipkan mata beberapa kali. Tampak sangat terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Theo di hadapannya.


*Kraaakkkk….!!!


Belum sempat Guhai memberi reaksi apapun, suara berderak keras dari tulang-tulang yang sedikit bergeser terdengar nyaring. Dengan seringai lebar diwajahnya, Theo sedikit menarik tinju tangan kanannya kebelakang.


*Boooommmm….!!!!


Kemudian, tanpa memberi peringatan apapun, Theo mendaratkan tinju beraliran Mana Besi Intens tepat di dada Guhai, menyebabkan ia terbang terpental keras keluar dari kemah rapat sambil memuntahkan banyak darah segar.


*Bzzzzzttt….!!!


Bersama dengan terpentalnya tubuh Guhai, aliran listrik merah kembali menyala di kaki Theo. Ia sekali lagi menghilang dari hadapan setiap orang.


*Boommmm….!!


*Booommmmm….!!!


*Boooommmmm….!!


Suara-suara ledakan keras segera terdengar dari luar kemah rapat begitu Theo menghilang. Suara ledakanan tersebut, diiringi dengan teriakan minta ampun kesakitan Guhai. Sebelum akhirnya suara Guhai tak terdengar lagi. Hanya menyisahkan suara ledakan yang terus menggema.


Kejadian tersebut, membuat beberapa orang lain yang tadi masuk secara paksa kedalam kemah rapat bersama dengan Guhai, kini mulai memasang ekspresi wajah ngeri.


"Teknik Iron Fist memang sangat menyeramkan!" Ucap Yahuwa tiba-tiba. Saat situasi di dalam kemah rapat mulai berkembang hening.


"Yahhh… Itu mengingatkanku pada pertemuan pertama kita dengan Boss Besar! Hanya latih tanding dengannya saja sudah seperti berada di dalam neraka!" Tambah Yaseya.


"Tak bisa kubayangkan bila harus menerima pukulan serius darinya! Mencoba mengambil posisi Boss Besar? Kuakui kalian benar-benar punya nyali!" Sahut Oscana.


Ketiga orang ini yang merupakan anggota kelompok Bandit paling awal yang bertemu dengan Theo, sekarang kompak merasakan satu nostalgia ngeri saat mengingat kejadian dimana mereka di paksa menemani Theo melakukan latih tanding yang bagaikan neraka.


*Bzzzzzttt….!!!


Saat para mantan Boss Besar Bandit yang datang bersama dengan Guhai masih memandang kearah trio Yahuwa, Yaseya, dan Oscana dengan tatapan bergetar, suara derak listrik merah kembali terdengar. Bersama dengan itu, Theo kini muncul lagi di dalam kemah rapat.


"Ada lagi yang ingin mengambil posisi sebagai Boss Besar kelompok Bandit Serigala?" Tanya Theo, masih dengan seringai lebarnya yang menyeramkan ia menatap tajam kearah kelompok mantan Boss Besar Bandit. Sementara sekujur tubuhnya, dipenuhi lumuran darah.


"Gu-Guhai?" Tanya salah satu mantan Boss Besar Bandit dengan nada bergetar ketakutan.


"Mati! Hanya ini yang tersisa!" Jawab Theo, seraya melempar jari kelingking Guhai dihadapan para mantan Boss Besar.

__ADS_1


Melihat jari kelingking itu, kelompok mantan Boss Besar Bandit segera memasang ekspresi wajah ngeri. Kemudian dengan cepat mengambil posisi berlutut serempak.


"Salam pada Boss Besar!"


__ADS_2