Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
421 - Api Surgawi


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Hmmmm…. Sungguh sangat di sayangkan!" Gumam Theo, sambil menatap lekat kearah rongsokan Glory Land Warship yang terlihat sudah sangat usang.


"Sudah kehendak langit! Hancurnya kapal perang ini juga menjadi pertanda awal kekalahan Suku Osiris dalam pertempuran melawan Endless Heavens Sect puluhan ribu tahun yang lalu!" Ucap Tuan Leluhur.


"Baiklah! Selain kapal ini, aku juga melihat ada satu hal menarik di sebelah sana!" Ucap Theo, seraya mengalihkan tatapan matanya pada sudut lain ruangan.


"Ohhh, kau benar-benar punya mata yang tajam!" Jawab Tuan Leluhur. Mulai berjalan ketempat yang dimaksud Theo. Sementara Theo sendiri, dengan tenang mengikuti di belakang.


Tak berapa lama kemudian, ketika Theo dan Tuan Leluhur sampai di lokasi yang mereka tuju, tepat di hadapan keduanya, terdapat sebuah tungku perak usang yang di dalamnya tampak memiliki satu nyala api kecil berwarna keemasan.


Api berwarna keemasan itu sendiri, selain menyala dengan kobaran kecil, saat ini terlihat bergoyang dengan tenang mengikuti irama angin. Seperti menyatu dengan angin itu sendiri, menyebabkan nyala api yang meskipun tampak redup, namun seperti tetap akan bertahan untuk selamanya.


"Suku Osiris, menyebut api ini sebagai api emas! Bisa melebur segala macam logam! Sangat berguna untuk proses penempaan! Yang mana merupakan salah satu keahlian khusus suku kami!" Ucap Tuan Leluhur. Memberi penjelasan kepada Theo sebelum ia sempat bertanya.


Mendengar penjelasan Tuan Leluhur, Theo terlihat tak memiliki ekspresi terkejut sama sekali. Kini justru menatap dengan tatapan penuh keantusiasan pada api emas di hadapannya.


"Api ini memang sangat berguna untuk proses penempaan! Namun, jika kalian hanya menggunakannya untuk penempaaan, itu sungguh sangat disayangkan!" Ucap Theo.


"Itu sama halnya dengan mencoba menebang rumput, menggunakan pedang raksasa!" Tambah Theo.


"Hmmmmm… Kau pernah melihat api jenis ini sebelumnya?" Tanya Tuan Leluhur, dengan tatapan penuh keraguan.


"Salah satu leluhur Suku kami, menemukan api ini secara tak sengaja ketika sedang melakukan perjalanan mencari sumberdaya! Jatuh dari atas langit, yang mana dalam sekejap menghanguskan seluruh wilayah pendaratannya! Melenyapkan 5 desa dalam satu malam!"


"Pada catatan kuno peninggalan suku, tertulis bahwa sang Leluhur memerlukan waktu yang cukup lama hanya untuk bisa menemukan satu metode khusus guna menyegel api emas!"

__ADS_1


"Dan meskipun pada akhirnya benar-benar berhasil menyegel serta membawa api ini kembali ke suku, perlu satu pengorbanan besar untuk melakukannya! Karena dalam proses percobaan menyegel api ini, Leluhur kami harus kehilangan salah satu tangannya!"


"Kami sebenarnya telah lama menyadari bahwa api ini memiliki potensi yang begitu besar, namun itu juga beriringan dengan besarnya bahaya yang tersimpan di dalamnya!"


"Oleh karena itu, pada akhirnya Suku Osiris hanya memakai api emas untuk proses penempaan. Diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya!" Tutup Tuan Leluhur.


"Jadi seperti itu!" Gumam Theo.


"Aku paham bila kau meragukan kata-kataku sebelumnnya! Karena memang bisa di pastikan tak ada lagi api dengan jenis yang sama seperti ini di muka Gaia Land!" Tambah Theo.


"Namun, meskipun tak ada lagi api seperti ini di Gaia Land, bukan berarti api ini adalah satu-satunya!"


"Apa maksudmu?" Tanya Tuan Leluhur, tak bisa memahami maksud dari kata-kata Theo.


"Maksudku adalah, kalian memang tak akan menemukan api dengan jenis yang sama di Gaia Land! Karena api ini, memang bukan berasal dari tempat kita! Bukan berasal dari Realm kelas rendah!" Jawab Theo.


"Realm yang lebih tinggi?" Tanya Tuan Leluhur. Kembali di buat begitu penasaran tiap kali Theo menyinggung satu hal tentang Realm yang lebih tinggi.


"Benar! Dalam catatan Masterku, Api ini hanya ada di Realm kelas menengah dan juga kelas utama! Biasa di sebut sebagai Api Surgawi!" Ucap Theo.


"Api Surgawi?" Gumam Tuan Leluhur.


"Dan kegunaannya, benar-benar tak terbatas! Terlebih bila itu di realm kelas rendah kita!" Tambah Theo. Kini dengan tatapan penuh minat.


"Tuan Leluhur, apakah kau memperbolehkan bila aku mencoba untuk menaklukkannya?" Tanya Theo.


"Menaklukkan Api emas?" Tanya Tuan Leluhur balik.


Satu pertanyaan yang segera di jawab oleh Theo dengan anggukan kepala ringan serta sebuah senyum sederhana.


"Hmmmmm…. Cukup menarik!" Gumam Tuan Leluhur.


"Sebenarnya, seperti yang kusebut diawal, api emas hanya akan di wariskan secara turun temurun kepada generasi suku Osiris! Namun, karena kau bisa di bilang telah berjasa besar mengantarkan Razak sampai di titik ini, satu pengecualian mungkin bisa di buat!" Ucap Tuan Leluhur.


"Hanya saja, semua kembali kepada Razak! Bagaimanapun juga, bocah itu saat ini adalah Khan dari Suku Osiris!" Tutup Tuan Leluhur.


Mendengar kata-kata Tuan Leluhur, tanpa menunda Theo segera mencari keberadaan Razak, dan begitu melihat sosoknya yang saat ini sedang mengamati berbagai tumpukan perlengkapan tempur di salah satu sudut ruang harta, Theo segera memanggilnya.

__ADS_1


"Razak, bisa kemari sebentar?" Seru Theo.


Satu seruan yang bukan hanya membuat Razak menoleh, namun semua orang anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya masih mengamati gunungan Mutiara Mana, kini ikut berjalan mendekat kearah Theo. Merasa ada satu hal penting yang telah Boss Besarnya temukan.


"Apakah aku boleh mencoba menaklukkan api kecil ini?" Tanya Theo, begitu Razak telah sampai di hadapannya.


Pertanyaan Theo, segera di sambut dengan Razak menoleh kearah Tuan Leluhur.


"Hmmmm… Kenapa menatapku? Kau adalah Khan! Kedudukannmu lebih tinggi dariku yang hanya sekedar jiwa sisa! Belajar untuk membuat keputusan sendiri!" Ucap Tuan Leluhur.


"Boss! Silahkan!" Ucap Razak singkat tanpa keraguan sama sekali setelah mendengar kata-kata Tuan Leluhur.


"Terimakasih!" Jawab Theo.


"Kalian semua! Menyingkir sekarang juga! Ambil jarak aman sejauh yang bisa kalian dapat dalam ruangan ini! Juga, pakai teknik pertahanan terkuat yang kalian miliki!" Seru Theo. Seraya mulai mengambil bentuk Rage buatan.


*Woooshhhh….!!!


Mendengar intruksi Theo, terlebih melihat ia kini kembali berubah menjadi sosok yang bagaikan dewa Surgawi, setiap anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang menyadari Boss Besarnya sedang sangat serius dengan intruksinya, tanpa menunda segera mengikuti apa yang ia perintahkan.


Sambil memasang ekspresi wajah penasaran, setiap orang menjauh menuju sudut lain ruangan, merapat pada dinding-dinding ruang harta sembari mengeksekusi teknik bertahan terbaiknya masing-masing.


"Api Surgawi! Raja dari segala jenis atribut Api!" Gumam Theo.


"Master pernah bilang, bila sudah berada di realm yang lebih tinggi, aku harus mendapatkan jenis api ini! Tak kusangka, ketika masih berada di realm kelas rendah, aku sudah berkesempatan untuk mendapatkannya!" Tambah Theo, seraya kemudian mulai menarik semua aura segala jenis Mana yang keluar dari dalam tubuhnya, kembali kedalam ranah jiwa.


Mengalirkan seluruh energi Mana liar tersebut, hanya terfokus pada batang cabang atribut Mana Api di Element Seed tipe Netral miliknya. Menyebabkan batang Mana Api tersebut, kini mulai berkobar dengan hebat.


Kobaran api yang telah tercipta, kemudian mulai menjalar keseluruh tubuh Theo, menyebabkan ia kini bagaikan iblis api yang terbungkus dengan Mana api intens. Tampak sangat mengerikan.


Dan ketika tubuhnya telah sepenuhnya membara, Theo melompat tepat di depan tungku perak usang, kemudian, menggunakan ujung jari telunjuk, ia mulai menyemburkan Mana api liar kearah Api Surgawi.


*Woooshhhh….!!!!


Semburan api Theo, segera mendapat reaksi dari Api Surgawi. Bentuknya yang diawal cukup kecil, kini mulai membara semakin besar dan liar. Seperti sedang melakukan perlawanan balik. Api bertemu api, satu berwarna merah membara, sementara satu lagi berwarna emas terang.


Kondisi saling bakar ini bertahan untuk beberapa saat, Api Surgawi sempat mendominasi dan menjalar lebih besar dari api yang dikeluarkan Theo, menyebabkan Theo mulai memasang raut wajah pucat pasih.

__ADS_1


Namun, kondisi itu tak bertahan terlalu lama, Theo yang segera menambah intensitas Mana api miliknya dengan menyerap Mana api milik seluruh orang yang terikat kontrak Tuan-hamba dengannya, perlahan mulai bisa menekan balik Api Surgawi.


Sampai pada akhirnya, setelah perjuangan panjang saling bakar selama kurang lebih 2 jam, nyala bara Api Surgawi mulai meredup, sedikit demi sedikit terserap kedalam api milik Theo.


__ADS_2