Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Pemeriksaan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Dua hari kemudian)


Setelah melakukan perjalanan dua hari penuh, kelompok Theo akhirnya sampai di perbatasan wilayah menuju pintu keluar dari labirin alami perbukitan Merak.


Saat ini, tak jauh dari lokasi mereka. Tepatnya di deretan jurang terakhir, pintu keluar dari perbukitan Merak, sekelompok Knight dengan pakaian serba hitam, terlihat tengah melakukan penjagaan serta pemeriksaan bagi siapapun yang akan keluar dari bukit Merak.


Hal ini menyebabkan kondisi pintu keluar tampak sangat padat, banyak rombongan pedagang yang harus berhenti untuk mengantri, menunggu giliran di periksa oleh kelompok tersebut.


"Hmmm… sepertinya kelompok ini memiliki pengaruh yang tidak sederhana! Mereka bahkan bisa membuat para pedagang dari berbagai wilayah besar menurut dengan patuh untuk mengantri!" Kata Theo, setelah mengamati untuk beberapa waktu.


Theo pantas heran, para pedagang kaya dari wilayah besar biasanya sangat sombong. Karena mereka bisa menyewa beberapa Knight kelas tinggi untuk menjadi pengawal. Hal ini menyebabkan pedagang-pedagang ini kerap berperilaku seenaknya sendiri.


Kini, melihat para pedagang yang memiliki penjagaan Knight kelas tinggi, dengan patuh rela mengantri giliran di periksa, Theo menjadi sangat heran.


"Itu normal, kau saja yang terlalu udik!" Jawab Aria.


"Apa maksudmu?" Tanya Theo tak mengerti.


"Kau bertindak seenaknya sendiri, dan secara sembarangan mencampuri urusan orang lain! bahkan sebelum tahu identitas sebenarnya dari orang tersebut!" Dengus Aria.


"Jelaskan langsung tanpa berbelit-belit!" Dengus Theo, mulai tak sabar.


"Pria tua yang bernama Alejandro itu memiliki marga Black, dan berasal dari Dark Guild. Itu artinya dia adalah Alejandro Black yang tersohor, pemimpin tertinggi dari Dark Guild!"


"Asal kau tahu, Dark Guild sendiri adalah satu dari dua organisasi Knight netral, yang tidak termasuk maupun menjadi anggota dari kelompok besar manapun!"

__ADS_1


"Mereka adalah organisasi besar yang memiliki berbagai cabang, di hampir semua wilayah Gaia Land."


"Bahkan saking besarnya pengaruh mereka, kedua kelompok ini dikatakan memiliki kekuatan yang setara dengan 10 Biggest Knight Group."


"Yang paling penting dan harus kau ketahui, spesialisasi dari Dark Guild adalah pembunuh bayaran!" Aria menutup penjelasannya.


"Jadi kau mau bilang, Senior Alejandro adalah pemimpin dari Guild pembunuh bayaran ini?" Tanya Theo.


"Yah.. dengan kata lain, putranya yang bernama Santiago, yang setelah ini akan kau cari, adalah tuan muda dari Dark Guild. Calon pewaris utama dari Guild tersebut." Lanjut Aria.


"Sialan! berarti aku secara tak sengaja masuk kedalam pusaran pergolakan, dari rencana kudeta Guild pembunuh bayaran ini!" Gumam Theo.


"Secara tak sengaja kepalamu! Bukankah itu kau sendiri yang secara sengaja bersikap sok pahlawan mencampuri urusan orang lain?" Dengus Aria.


"Hahhaha… aku hanya bercanda, meskipun aku tahu identitas Senior Alejandro yang sebenarnya di awal, aku mungkin tetap akan melakukan hal yang sama!" Jawab Theo dengan senyum santai.


"Kau… dasar maniak pencari masalah!" Maki Aria, ketika tak tahu lagi harus menjawab seperti apa.


"Baiklah, dengan ini dapat kusimpulkan bahwa orang-orang di depan adalah kelompok Dark Guild dari faksi yang ingin melakukan kudeta."


"Apa sebaiknya kita mencoba melewati pemeriksaan dengan bersikap normal saja? Kurasa selain Beladro yang sempat merasakan auraku, orang-orang ini tak akan bisa menyadari keterkaitan kita dengan Alejandro." Kata Theo, memberi saran.


"Begitu saja boss... Jangan terlalu berbelit, aku sudah tak sabar untuk segera melihat ibu kota!" Jawab Arthur.


***


"Hmmm… apa ini? Sekelompok bocah keluar dari perbukitan Merak tanpa pengawalan? Cepat jelaskan identitas kalian!" Kata salah satu anggota Dark guild. Ketika kelompok Theo mendapat giliran untuk diperiksa.


Aria yang tak biasa mendapat bentakan dari orang yang tak dia kenal, segera mulai tersulut emosi. Dia hendak maju untuk menghardik orang dihadapannya, namun Theo dengan cepat mendahului.


"Mohon maaf senior, kami adalah bagian dari rombongan House Braveheart yang tengah melakukan perjalanan kembali dari wilayah Hutan Pinus Beku." Kata Theo. Mulai memperkenalkan diri dengan sopan.


Dia kemudian memberi salam tangan singkat, sebelum mulai melanjutkan. "Gadis yang ada di sebelahku adalah Aria Braveheart, Nona muda dari House of Braveheart. Dalam perjalanan, karena suatu insiden, kami terpisah dari rombongan." Kata Theo melanjutkan.


"Ohh… insiden macam apa?" Tanya orang dari Dark Guild.


"Itu… di tengah perjalanan, Nona muda kami ingin mencari tempat untuk buang air kecil. Tetua menyuruh kami untuk menemani. Sebenarnya kami tak telalu jauh meninggalkan rombongan, namun hal aneh terjadi."

__ADS_1


"Sebuah kabut berwarna biru tiba-tiba muncul. Bersamaan dengan munculnya kabut ini, entah kenapa kami berpindah ke lokasi lain, sehingga terpisah dari rombongan."


Anggota dari Dark Guild yang tahu bahwa kabut biru yang di maksud Theo adalah Kabut Mistis Abadi, yang biasa muncul untuk menyesatkan orang-orang di perbukitan Merak. Hanya mengangguk singkat, kemudian kembali bertanya.


"Hmmm… lalu bagaimana kalian menemukan jalan keluar dari bukit tanpa peta? Dan tanpa pengawalan?"


"Itu karena kami cukup beruntung, tak jauh dilokasi tersesat, kami bertemu rombongan pedagang yang sebelumnya selesai senior periksa!" Jawab Theo, dengan ekspresi wajah meyakinkan.


"Jadi seperti itu! baiklah, sekarang keluarkan semua barang bawaan kalian! Termasuk juga barang yang tersimpan di Spacial ring!" Kata orang tersebut kemudian.


Sesuai intruksi, ketiganya segera mengeluarkan barang bawaan masing-masing. Tak banyak yang mereka keluarkan, karena sebelum memasuki antrian periksa, Theo sudah meminta barang-barang penting milik Aria dan Arthur, sehingga bisa ia pindahkan kedalam gelang ruang-waktu miliknya.


Setelah beberapa pemeriksaan singkat, dan mengetahui yang ada di hadapannya cuma kelompok anak kecil, yang dipimpin oleh seorang nona muda dari salah satu 10 Biggest Knight Group. Penjaga dari Dark Guild dengan mudah mempersilakan mereka lewat. Tak mau mencari masalah yang tak perlu.


**


"Hahhaha… itu mudah sekali! Boss kau sungguh berbakat mengarang cerita!" Kata Arthur, dengan ekspresi pemujaan kearah Theo. Setelah mereka berada agak jauh dari lokasi pintu keluar perbukitan Merak.


"Lupakan itu sekarang, sebaiknya kita cepat pergi sebelum…."


Theo hendak mengingatkan kembali tentang pria tua bernama Beladro yang bisa muncul kapan saja, namun belum selesai ia memberi peringatan, jauh dari lokasi mereka, Theo bisa merasakan aura kuat milik Beladro sedang melaju cepat mendekat.


"Sial..! Ice Projection!"


Dengan cepat Theo merilis tekniknya. Menyelubungi kelompoknya dengan kubah penyamaran.


"Ada apa?" Aria segera bertanya waspada.


"Dia datang! tekan aura kalian! Jangan biarkan bocor sedikitpun!" Kata Theo cepat.


Aria dan Arthur yang mengerti maksud Theo tentang siapa yang datang, dengan cepat menekan aura masing-masing. Dalam seketika, suasana hening tercipta.


Sesaat kemudian, Beladro mendarat dengan mantap di tanah tak jauh dari lokasi kubah penyamaran Theo.


Begitu pria tua ini mendarat, tak ada diantara kelompok Theo yang berani bersuara, mereka bahkan menahan nafas masing-masing, takut untuk bernafas terlalu keras. Suasana menjadi sangat menegangkan bagi mereka.


"Hmmm… tidak salah lagi, tadi adalah aura yang sama yang muncul sesaat sebelum Alejandro menghilang." Kata Beladro, kemudian terlihat memindai area sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2