
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Ini adalah kisah saat pertama kali kelompok Desa Tersembunyi melakukan ekspedisi keluar dari desa mereka pertama kali setelah Theo menghapus kutukan di desa tersebut)
*Booommmmm….
Suara ledakan keras terdengar, bersamaan dengan ledakan yang membawa asap hitam membumbung tinggi, sesosok Spirit Beast tipe terbang berbentuk burung gagak raksasa, jatuh dengan suara berdebum keras ke tanah.
"Hmmmm…. Dunia luar memang cukup berbahaya!" Seorang pemuda berbadan kurus dengan kulit sawo matang tampak keluar dari kepulan asap.
"Cuma seperti itu, dan kau sudah mengeluh? Dasar payah!" Pemuda lain berkulit gelap dengan badan kekar, menanggapi kata-kata pemuda sebelumnya dengan nada cibiran.
Kedua pemuda ini berjalan beriringan keluar dari kepulan asap, dengan beberapa luka yang terdapat di tubuh mereka.
"Hmmm… tutup mulut busukmu Armadilo! Kalau saja bukan karena formasi jebakanku! Kau sudah pasti mati di terkam Spirit Beast tadi!" Dengus pemuda bertubuh kurus, membalas cibiran rekan di sebelahnya.
"Ohhh… sekarang mau menyombong? Kalau bukan karena racunku, formasi jebakanmu tak akan bekerja secara maksimal! Hanya ledakan kosong! Apa kau pikir dirimu itu adalah pemuda paling hebat di desa hahhh….! Aurega?" Bentak pemuda bertubuh kekar.
Kedua pemuda ini adalah Armadilo dan Aurega, dua generasi muda paling berbakat dari desa tersembunyi. Keduanya saat ini tengah memimpin tim ekspedisi yang di tugaskan untuk melakukan eksplorasi awal keluar desa.
Armadilo memimpin tim dari Klan Asura, sementara Aurega terpilih untuk memimpin tim dari Klan Arsega.
Semenjak Theo berhasil membongkar dan melepaskan desa tersembunyi dari segel kutukan yang telah mengisolasi desa mereka selama ribuan tahun, kedua ketua klan dari desa tersembunyi segera membuat tim eksplorasi, untuk mempelajari pola serta kehidupan yang ada di luar desa.
Dan setelah tim eksplorasi senior selesai memetakan beberapa tempat, kali ini desa tersembunyi mengirim kelompok junior mereka untuk melakukan eksplorasi, dengan harapan kelompok junior ini bisa mendapatkan pelatihan pengalaman.
__ADS_1
"Hmmmm… apa kau lupa kata-kata Brother Theo? Dunia luar adalah tempat yang berbahaya! Sikapmu itu terlalu sombong!" Jawab Aurega.
"Hahhh… Brother Theo memamg mengatakan kita harus waspada, tapi dia juga bilang untuk mengambil semua resiko bila ingin menjadi lebih kuat!" Balas Armadilo tak mau kalah.
Armadilo dan Aurega terus berdebat sambil berjalan kearah kelompoknya masing-masing, yang saat ini sedang menunggu tak jauh dari lokasi ledakan sebelumnya.
Ditengah perdebatan keduanya, ketika mereka baru sampai dikelompok masing-masing, tiba-tiba beberapa aura kuat mendekat dengan cepat.
Merasakan aura ini, Armadilo serta Aurega segera mengambil sikap waspada, segel tatto di lengan mereka juga mulai menyala. Keduanya tampak secara kompak merasakan bahaya datang mendekat.
"Senior, ada apa?" Salah satu pengikut kelompok dari Klan Arsega segera bertanya ketika melihat perubahan sikap Armadilo dan Aurega.
"Semuanya! Bersiap untuk pertempuran! Formasi Kura-kura!"
Bukan menjawab pertanyaan dari anggotanya, Aurega justru memberi perintah untuk membentuk formasi bertahan.
"Klan Asura, persiapkan semua racun terbaik kalian! Ini bukan latihan!" Teriak Armadilo, ikut mengkoordinir anggotanya.
Mendengar kata-kata serta keseriusan di wajah kedua pemimpin mereka, seluruh anggota kelompok tanpa menunda dan tanpa banyak bertanya segera melaksanakan perintah.
*Wosshhh….
*Wooshhh….
*Wosshhh….
Beberapa saat kemudian, tepat setelah semua anggota dari tim ekplorasi desa tersembunyi selesai bersiap. Sekelompok orang dengan memancarkan aura kuat tanpa menahannya sedikitpun, mendarat dibeberapa lokasi, mengelilingi mereka.
Kelompok yang baru datang ini terlihat dipimpin oleh empat orang, pemimpin pertama yang menghadang tepat di depan tim eksplorasi adalah seorang pria berbadan kekar dengan wajah penuh bekas luka, sementara kelompok lain datang dari arah belakang, dipimpin oleh pria kekar berwajah polos.
Dua kelompok lain juga mengepung dikanan dan kiri, dipimpin oleh pria bertubuh kurus berambut panjang di kanan, serta seorang wanita dengan bentuk tubuh sangat indah yang begitu menggoda bagi siapapun yang melihatnya di sebelah kiri.
Empat orang ini memimpin beberapa Knight di belakang mereka, yang tampak mengibarkan bendera dengan lambang Lebah berwarna hitam.
"Hihihihi…. Apa lagi sekarang? Sekelompok pemuda asing yang belum pernah kulihat sebelumnya, berkeliaran di pinggiran hutan Pinus beku?" Kata pemimpin wanita. Sambil terus menatap liar Armadilo yang memiliki tubuh kekar nan eksotik.
__ADS_1
"Hmmmm… sungguh membosankan! Kelompok ini tak memiliki wanita satupun!" Dengus pemimpin bertubuh kurus, tampak sangat kesal.
"Adik ketiga dan adik keempat! Tenangkan diri kalian! Sesuai perintah Boss besar, kita harus memastikan dulu siapa mereka!"
"Jangan sampai salah rampok!" Kata pemimpin bertubuh kekar yang memiliki wajah polos.
"Hmmm… adik kedua benar! Aku tidak pernah melihat ada kelompok berpenampilan aneh seperti gerombolan pemuda ini!" Kata pemimpin kelompok berwajah penuh luka, sambil terus menatap kelompok pemuda di hadapannya dengan tatapan tertarik.
"Anak muda! Dari kelompok atau House mana kalian berasal?"
Mendengar pertanyaan itu, baik Armadilo ataupun Aurega tak memberi jawaban apapun, dengan masih mempertahankan sikap siap tempur mereka, keduanya menatap pemimpin kelompok berwajah penuh bekas luka dengan tatapan dingin tanpa rasa takut.
Intruksi paling utama dari tim ekplorasi adalah, ketika terjadi suatu peristiwa genting, dan berakhir tertangkap oleh musuh, mereka sama sekali tak boleh memberikan informasi apapun kepada pihak lawan tentang keberadaan desa tersembunyi.
Desa tersembunyi masih harus tetap tersembunyi, sampai para tetua merasa mereka telah siap untuk menunjukkan diri di dunia luar.
Dan saat ini, mendengar tak ada jawaban dari pihak lawan.…
"Kami adalah Kelompok Bandit Lebah Hitam yang tersohor! Bila kalian masih sayang nyawa, jawab dengan benar pertanyaan kakak pertama!"
Pemimpin kelompok bertubuh kurus yang dari tadi sudah memasang wajah masam karena tak bisa menemukan wanita segera berteriak membentak.
"Hmmm… kami tak tahu siapa kalian! Dan kami juga tak peduli siapa kalian!" Bentak Armadilo balik. Dengan sorot mata tanpa rasa takut.
Sementara Armadilo bersikap eksplosif, Aurega yang ada di sebelahnya tampak masih menjaga sikap tenang, sambil terus melihat sekeliling. Ia mencari jalan terbaik untuk keluar dari situasi ini.
Bagaimanapun juga, mereka adalah kelompok Junior dengan kelas Immortal tahap awal, hanya Armadilo dan juga Aurega dalam kelompok ini yang sudah mencapai Immortal Bumi.
Sementara di hadapan mereka saat ini, ada sekumpulan berbagai Knight dengan kelas Immortal tahap awal sampai dengan tahap Surga. Belum lagi keempat pemimpin di kelompok ini, kelasnya tak mampu di baca oleh Aurega, yang menandakan setidaknya mereka adalah seorang General.
Bila saja itu hanya kelompok kelas Immortal di belakang tanpa keempat pemimpin mereka, Aurega masih cukup yakin, dengan teknik formasi milik Klannya, serta dikombinasikan dengan teknik racun milik kelompok Klan Asura, mereka masih akan bisa membuka jalan untuk kabur. Namun dengan kehadiran keempat pemimpin dengan kelas General ini, membuat situasi menjadi sulit bagi kelompok desa tersembunyi.
Ditengah situasi tersebut, Aurega yang tampak masih memikirkan cara terbaik untuk keluar dari situasi tak menguntungkan ini, tiba-tiba teringat kata-kata Theo ketika dulu mereka mengobrol di perpustakaan desa tersembunyi.
"Bila kau tak bisa menemukan jalan keluar dari situasi sulit, maka buat sendiri jalan keluarnya!"
__ADS_1