
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Sekarang juga, aku sendiri yang akan membantumu meleburkannya!" Kata Theo.
Mendengar kata-kata Theo, serta melihatnya mengeluarkan seperangkat alat penempaan. Aria dan Arthur memasang wajah sedikit terkejut.
"Boss, kau bisa melakukan praktek forging?" Tanya Arthur.
"Yah, aku sedikit banyak tau tentang forging!" Jawab Theo singkat.
"Hmmm…. Anggaplah kau tau tentang forging, tapi Kristal Plant ini harus diolah dengan cara yang tidak biasa, kau tak boleh sembarangan dan menggunakannya untuk bahan percobaan!" Kata Aria memperingatkan.
"Aku tahu itu, dan bukankah disini aku adalah orang yang bersusah payah mendapatkannya? Kau pikir aku akan begitu saja dengan sembarangan menggunakannya sebagai bahan percobaan?" Kata Theo.
"Aku justru akan lebih tenang meleburnya sendiri dari pada harus menyerahkan pada orang lain!" Tambahnya kemudian.
"Hmm… kau benar-benar yakin?" Tanya Aria lagi, tampak masih ragu.
"Hei..! Dari awal itu punyaku! Kenapa malah kau yang terlalu protektif!" Dengus Theo.
"Bukan begitu…!"
"Sudah, berikan padaku!" Dengus Theo, kemudian dengan cepat menyambar Kristal Plant dari tangan Aria.
"Berikan kedua pisaumu juga!" Kata Theo kemudian.
"Apa kau benar-benar yakin? Bila terjadi sesuatu dengan kedua pisauku ini, aku akan membunuhmu!" Dengus Aria, kemudian dengan ragu-ragu menyerahkan kedua pisaunya kepada Theo.
Melihat sikap Aria, kini Theo tau, alasan sebenarnya gadis ini bersikap sangat hati-hati, bukan cuma karena Kristal Plant, tapi lebih karena kedua pisaunya.
Theo mulai merasa ada suatu sejarah tersendiri yang tersembunyi pada kedua pisau milik Aria ini. Sehingga membuat dia sangat menyayanginya, merawatnya dengan baik setiap ada kesempatan.
Namun karena gadis ini terlihat tak mau membicarakannya, dan tak ada alasan juga baginya untuk ikut campur urusan orang, dia tak mempertanyakannya lebih lanjut.
"Aku menjamin, tak akan ada yang terjadi pada dua pisaumu ini! meskipun aku bilang hanya sedikit tau tentang praktek forging, aku masih cukup percaya diri dengan kemampuanku dibidang ini!" Kata Theo.
__ADS_1
Memang benar, selama ini, Theo akan selalu bilang dia hanya sedikit tahu tentang praktek forging bila ada yang bertanya kepadanya. Itu karena disampingnya selalu ada Tiankong, dia tak akan pernah punya nyali atau muka untuk mengaku ahli dalam bidang ini, karena bila di bandingkan dengan Masternya, praktek forgingnya memanglah masih sangat rendah.
Namun itu bukan berarti Theo tidaklah berbakat di bidang ini, semua karena memang Tiankong yang terlalu mahir. Jadi, bila dibandingkan dengan para penempa di era kekacauan ini, tentu kemampuan forging Theo masihlah diatas rata-rata, bahkan bisa dibilang jauh diatas rata-rata.
"Hmm… bila kau masih ragu, lihatlah ini!" Kata Theo, kemudian dengan satu ayunan tangan santai, mengeluarkan sebuah Spacial Ring dari dalam gelang ruang waktu. Dan tanpa berkata lagi, dia melempar Spacial Ring tersebut kepada Aria.
"Sungguh Spacial Ring yang tak biasa!" Aria sedikit berseru kaget ketika memeriksa Spacial ring yang dilempar Theo kepadanya.
Spacial Ring itu tampak memiliki kualitas diatas rata-rata Spacial Ring biasa yang dijual dipasaran pada umumnya. Yang paling mencolok adalah kapasitas penyimpanan di dalamnya yang sangatlah luas.
"Memangnya kenapa dengan Spacial Ring ini?" Tanya Aria, masih tak paham dengan alasan Theo menunjukkan Spacial Ring tersebut.
"Memangnya apa lagi? Spacial ring itu, aku yang membuatnya!" Kata Theo singkat. Dengan wajah santai.
"Ahh…."
Aria yang sebelumnya sudah terbiasa dibuat kaget oleh semua hal mengejutkan yang ada disekitar Theo, kini tak bisa untuk tak kembali kaget. Dia sampai tercekat kata-katanya sendiri, tak tahu harus memberi tanggapan seperti apa.
Sampai akhirnya hanya bisa bergantian memandangi antara Theo dan Spacial ring kualitas bagus yang ada ditangannya. Dia tak habis pikir, setelah bakat Alchemy, kemudian bakat formasi, kini Theo ternyata masih memiliki bakat juga dalam bidang forging.
"Dasar monster!" Gumam Aria pelan, sambil menatap ngeri kearah Theo.
"Berikan padaku, aku ingin melihatnya!" Mendengar Theo bisa membuat Spacial Ring, Arthur segera menjadi antusias.
Meskipun dia merupakan seorang tuan muda dari salah satu House besar di sekitar wilayah hutan pinus beku, Arthur yang masih terlalu muda tentu belum mendapat Spacial ring pribadi miliknya sendiri. Ayahnya, yakni Lord Bernard, baru menjanjikan akan memberikan Spacial ring ketika usianya menginjak 17 tahun.
Seperti kebanyakan anak-anak seusianya, dia sangat mengagumi Spacial ring, sebuah cincin kecil yang mempunyai fungsi ajaib, dimana bisa digunakan untuk menyimpan berbagai benda di dalamnya. Sungguh menakjubkan.
"Ohh, kau belum mempunyai Spacial ring?" Tanya Theo, ketika melihat ekspresi Arthur.
"Boss.. tentu saja belum, kau pikir berapa usiaku!" Tanya Arthur.
"Hmmm, memang apa hubungannya dengan usia?" Tanya Theo heran, ketika mendengar jawaban Arthur.
"Hahh? Bukankah hanya Knight dengan usia 17 tahun keatas yang bisa menggunakan Spacial ring?" Tanya Arthur balik.
"Hahh? Siapa yang mengatakan itu padamu?" Theo menjawab pertanyaan Arthur dengan pertanyaan lainnya.
"Ayahku!" Jawab Arthur polos.
"Pffttt…. Hahahahha… hahhahahah….." Mendengar jawaban Arthur, Theo justru tertawa lepas.
"Pfftt.. Sungguh konyol." Aria ikut menganggapi dengan ekspresi mengejek.
"Apanya yang lucu? Apa yang salah?" Tanya Arthur, kini mulai merasa ada yang salah.
__ADS_1
"Hmmm… apa lagi? Kau di tipu oleh ayahmu! Dasar idiot!" Jawab Aria, masih dengan ekspresi mengejek, namun kini ditambahi dengan nada mencibir.
"Ap... apaa? Jadi?"
"Hahhahaha… apanya yang apa? Kau sendiri sebenarnya sudah paham kan? Tidak ada batasan umur untuk memakai Spacial ring. Ahhahahha…. Lord Bernard sungguh pelit, sampai rela menipu putranya sendiri! Hahahha…." Theo tertawa semakin keras.
"Dasar orang tua sialan! Beraninya menipuku! Tunggu saja bila aku pulang besok!" Arthur yang sangat malu, karena terlihat bodoh di depan Aria dan theo, hanya bisa memaki ayahnya sendiri.
"Hahhaha… sudahlah, jangan kesal begitu! Bagaimanapun juga, Spacial ring memang termasuk barang langka, itu normal Lord Bernard menipumu!"
"Begini saja, kau ambil Spacial ring itu untukmu! Dan ini ada beberapa lagi!" Kata Theo, seraya mengeluarkan dua Spacial ring lagi.
Arthur yang mendengarnya, segera merasa girang bukan main, dengan cepat dia melupakan rasa kesalnya. Sejurus kemudian dia maju untuk mengambil dua Spacial ring lain yang akan di berikan Theo padanya. Namun, dengan gerakan lebih gesit, Aria mengambil satu Spacial ring.
"Nenek sihir! Apa yang kau lakukan! Itu punyaku!" Bentak Arthur, ketika melihat Aria mengambil satu Spacial Ringnya.
"Hmmm…. Kau sudah punya dua, aku cuma meminta satu, kenapa begitu ribut!" Dengus Aria.
"Tetap saja itu punyaku! Boss memberikannya padaku! Cepat kembalikan!" Bentak Arthur, masih merasa tak terima.
"Tidak! aku juga mau hadiah darinya!" Jawab Aria, dengan ekspresi angkuh.
"Kau…! sikap egois macam apa itu! Bukankah kau sudah punya Spacial ring sendiri!" Bentak Arthur, semakin kesal melihat sikap Aria.
"Hahhh… sudah! sudah!"
"Arthur biarkan saja, lain kali aku akan membuatkanmu lagi yang berkualitas lebih baik!" Kata Theo, mencoba menengahi.
"Hmmm… baiklah! Dasar nenek sihir gila!" Dengus Arthur, masih sedikit tak terima barangnya diambil.
"Bodoh amat!" Jawab Aria singkat.
"Kau…!"
"Hahh…" Theo hanya bisa menghela nafas melihat dua orang ini kembali bertengkar.
Kemudian, tanpa memperdulikan keduanya lagi, dia memulai proses forgingnya.
*Tang….
*Tang….
*Tang…
*Wooshhh….
__ADS_1
Suara benturan logam yang diiringi oleh semburan api dari tungku penempaan, mulai terdengar di dalam gua.