Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
214 - Tatapan Ngeri


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur Barat, House Alknight+Bubu dan kawanannya V.S Kelompok Elite House Estrabat)


*Boooommmm….!


*Boooommmmm…!!!


*Boooommmmm….!!!


Lord Bernard terus menerjang maju, memborbardir Betbany dengan tinjunya yang langsung meledak bagaikan bom, saat menyentuh tubuh wanita itu.


Satu pukulan diwajah.


*Booommmm….!!!


Bethany terpental begitu menerima pukulan ini, namun, belum sempat tubuhnya mendarat, Lord Bernard segera menyusul, kemudian memberi pukulan lain.


Pukulan di perut.


*Booommmmm….!!!


Kali ini Bethany menghujam dengan keras pada tanah di bawahnya begitu pukulan Lord Bernard mendarat di perutnya.


Seolah belum puas, Lord Bernard yang melihat Bethany terjerembab pada retakan tanah yang hancur. Mendaratkan pukulan lain lagi.


Satu pukulan diwajah.


*Booommmm….!!!


Dua pukulan di wajah.


*Boommmm…!!!


*Booommmmm….!!!


Tiga pukulan di wajah.


*Boommmmm…!!!

__ADS_1


*Booommmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


Seperti tak mengenal belas kasihan, Lord Bernard terus menghujani wajah Bethany dengan pukulan-pukulan yang semakin lama semakin berlipat ganda.


Membuat tanah tempat Bethany terbaring yang diawal sudah penuh retakan, kini semakin hancur berantakan. Lord Bernard saat ini bagaikan iblis penjaga neraka yang sedang menghukum penghuni baru dari neraka tempatnya bertugas.


Perawakan Lord Bernard yang bagaikan raksasa gila saat dalam bentuk Meridian Knight miliknya, semakin menambah kesan gahar dan tanpa belas kasih dalam sosoknya. Ia memandang kosong kearah Bethany sambil terus melancarkan pukulan peledak dahsyat.


Hal ini membuat setiap orang yang berada di lokasi, baik itu pasukan House Estrabat atau bahkan pasukan House Alknight, dimana yang saat ini adalah sekutunya sendiri, mulai menatap ngeri kearah Lord Bernard, mereka merasa sangat tak nyaman dengan cara Lord tua ini memperlakukan lawannya. Terlebih, yang ia hajar saat ini adalah seorang wanita.


Meskipun begitu, walau orang-orang ini merasa tak nyaman, tak ada seorangpun diantara mereka yang berani maju kedepan untuk menghentikan Lord Bernard, bahkan pasukan House Estrabat sendiri yang mana nona mudanya dihajar habis-habisan didepan mata mereka, juga tak berani mengambil langkah apapun.


Disisi lain, Lord Bernard yang mendapat puluhan tatapan tak nyaman terarah padanya, tampak tak peduli sama sekali, masih terus melancarkan pukulan peledak kearah wajah Bethany. Ekspresi nya sendiri sangatlah santai, terlihat tak seperti sedang memukul manusia, melainkan hanya memukul sebuah karung beras yang tak penting.


"BAJ1NGAN…..!!!!!"


Saat tubuh Bethany masih tergoncang-goncang oleh efek ledakan dari pukulan Lord Bernard, mengambil cela dari saat Lord Bernard sedang sedikit mengatur nafas, sehingga melonggarkan serangannya, wanita ini berteriak lantang. Sangat marah.


Kemudian, sesaat setelah Bethany berteriak marah, ia dengan cepat mengeluarkan senjata rahasia miliknya yang berupa bola-bola besi. Melemparnya tepat kearah muka Lord Bernard.


*Boooommmmmm…..!!!!


Persis di depan wajah Lord Bernard, bola-bola besi ini meledak keras. Menimbulkan rangkaian ledakan yang menggoncang area sekitar. Ledakan ini juga melempar tubuh Lord Bernard agak jauh dari tempatnya semula.


"Hmmmm…..!!!"


"Baj1ngan tua sialan! Apa kau berniat mati bersamaku?" Bentak Bethany. Yang saat ini, dalam kondisi tak jauh lebih baik dari pada Lord Bernard.


Akibat puluhan dari pukulan peledak dari Lord Bernard yang ia terima sebelumnya, luka bakar di wajah Bethany, tampak sangat mengerikan. Wajahnya berlumuran darah hingga tak menyerupai wajah manusia.


"Hmmmm… dengan semua seranganmu barusan, itu memang melukai tubuh fisikku lumayan parah! Tapi aku tetap masih punya waktu untuk memulihkannya dengan beberapa perawatan khusus!" Kata Bethany, menatap tajam kearah Lord Bernard.


"Tapi lihatlah tanganmu! Sekarang bagaimana kau akan mengatasi racun ganas yang telah sepenuhnya menyebar itu!"


"Dasar idiot tua!" Dengus Bethany, penuh kegeraman.


Karena seluruh tubuh Bethany saat ini dalam kondisi di selimuti oleh aura racun ganas, efek dari cairan aneh yang sebelumnya ia minum, kepalan tangan kanan Lord Bernard yang dari tadi digunakan untuk memukul wajah Bethany, saat ini tampak mulai menghijau, teracuni sepenuhnya.


Sementara itu, mendengar semua makian Bethany, Lord Bernard tak memberi jawaban apapun, ia hanya mulai berdiri dari posisi berlutut nya.


"Bagaimana aku mengatasi racun ini?" Gumam Lord Bernard, sesaat setelah ia berdiri.


Kemudian dengan cepat, menggunakan tangan kiri, Lord tua ini membentuk aliran mana api tajam, dan tanpa keraguan sama sekali, tiba-tiba memotong tangan kanannya.


*Slaaaassshhh….!!!


*Bugg….!!!

__ADS_1


Suara ringan dari sebuah tebasan, yang diiringi dengan gedebuk lengan yang jatuh, segera terdengar begitu Lord Bernard melakukan aksinya.


"Hmmm…. Cukup gila!" Gumam Bethany, saat melihat Lord Bernard dengan nekat memotong lengannya sendiri.


"Tapi bagaimanapun juga, meskipun kau sudah memotong lenganmu, sebagian racun pasti sudah menyebar! Jadi tindakanmu itu hanyalah sebuah aksi kosong yang sungguh konyol!" Dengus Bethany, saat ini mulai memandang Lord Bernard dengan tatapan remeh, menganggap Lord tua ini sungguh bodoh.


*Woooshhhh….!!!!


Namun, seolah tak mendengar ocehan Bethany, Lord Bernard tanpa menoleh, mulai membakar bekas luka tebasan di tangan kanannya yang buntung menggunakan Mana api miliknya. Mengeringkan luka tersebut, sehingga darah segar tak terus mengalir dari sana.


Hal ini membuat setiap orang yang ada di lokasi, kembali menatap Lord Bernard dengan tatapan ngeri, mereka menjadi ngilu seketika, tak bisa membayangkan rasa sakit dari daging terluka yang di bakar tersebut.


Ketika setiap orang masih menatapnya dengan ngeri, Lord Bernard yang selesai membakar lengannya, ganti membakar potongan tangan yang ada di bawah kakinya. Menghanguskan potongan lengan berwarna hijau tua tersebut, hingga lenyap menjadi abu.


Karena sikap dingin dan santai yang ditunjukkan Lord Bernard ini, meskipun ia jelas-jelas masih memiliki sisa racun ganas di tubuhnya, Bethany menjadi bertanya-tanya, apakah Lord Bernard memiliki metode tertentu dalam menetralisir racun tersebut.


Saat Bethany tampak masih memandang Lord Bernard dengan tatapan kontenplatif, berusaha menebak jalan pikiran dari pria tua eksentrik itu, dari arah atas, seseorang tiba-tiba melakukan pendaratan besar tepat di samping Lord Bernard berdiri.


"Maaf membuatmu menunggu terlalu lama! Bagaimanapun juga, gadis tadi adalah anggota Houseku, terlebih ia juga adalah salah satu orang kepercayaan Theo, jadi aku tak bisa membiarkan saja saat melihat dia dalam kondisi seperti itu!" Kata Lord Arduric. Sesaat setelah ia mendarat disamping Lord Bernard.


Setelah berkata demikian, Lord Arduric segera mengeluarkan sebuah botol berisi cairan berwarna perak. Kemudian memberikan botol tersebut kepada Lord Bernard.


Dengan cepat Lord Bernard menerima botol tersebut, dan tanpa terihat ragu atau memberi pertanyaan apapun, ia meminumnya dalam sekali teguk.


"Haahhh….!!!! Sangat segar!" Seru Lord Bernard, sesaat setelah meminum cairan berwarna perak dari dalam botol.


Dan bersamaan dengan itu, kulit wajah Lord Bernard yang awalnya tampak sudah sedikit menghijau, efek dari racun yang mulai menyebar di dalam tubuhnya, kini secara perlahan kembali cerah lagi.


Cairan perak yang diminum Lord Bernard tadi, tak lain adalah penawar racun buatan Theo, yang mana juga sempat diberikan Master Bosweric pada Jasia.


"Seandainya saja aku punya putra seperti putramu, atau seandainya saja aku punya seorang putri, aku pasti akan memaksakan pertunangan dengan putramu itu!" Kata Lord Bernard, sambil menatap antusias kearah Lord Arduric.


"Putramu itu sungguh sesuatu! Ia punya banyak bakat yang sungguh tak terduga! Biarkan ia berkembang sedikit lebih lama lagi, dan aku berani bertaruh dengan kepalaku, ia akan mengguncang seluruh Glaire Empire!"


"Ohh… bukan hanya Glaire Empire, bahkan seluruh Gaia Land!" Kata Lord Bernard. Secara terbuka memuji Theo di hadapan ayahnya, Lord Arduric.


"Hahahhha… Lord Bernard, kau terlalu memuji!" Jawab Lord Arduric, mencoba merendah, namun ia tetap tak bisa menyembunyikan sorot mata kebanggan di matanya. Sangat bangga dengan putranya tersebut.


"Lebih baik, sekarang kita kembali fokus pada pertarungan di depan! Gadis ini masih cukup berbahaya meskipun ia telah kehilangan Spirit Beast nya, serta telah terluka cukup parah!"


"Yahh… sebenarnya tak terlalu juga, bagaimanapun, sebagai seorang True Knight, kehilangan Spirit Beast selain melukai ranah jiwa cukup parah, itu juga sama saja telah mengurangi kekuatan dari pemiliknya secara drastis, hampir 50%!"


"Yang merepotkan hanyalah racunnya itu!" Dengus Lord Bernard.


"Hmmmm… kau benar tentang itu, kita bisa mengalahkan wanita ini dengan bekerja sama. Namun, apa kau tak masalah dengan kondisi mu sekarang?" Tanya Lord Arduric, sambil menatap khawatir lengan kanan Lord Bernard yang telah buntung.


"Kondisiku?" Tanya Lord Bernard balik.


"Memangnya kenapa dengan kondisiku!" Kata Lord Bernard, kemudian segera mengalirkan aliran Mana api berbentuk pedang tajam pada tangannya yang buntung.

__ADS_1


"Aku merasa tak ada yang salah pada kondisiku! Jadi berhenti khawatir! Cukup habisi wanita ini secepatnya!" Setelah berkata demikian, Lord Bernard segera menerjang maju kedepan.


Melihat itu, Lord Arduric hanya tersenyum untuk beberapa saat, kemudian dengan cepat berubah kedalam mode Soul Knightnya, tanpa keraguan ikut menerjang maju.


__ADS_2