Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
389 - Dua Pilihan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Baaammmm….!!!


Ledakan riak Mana menyebar keseluruh ruangan, menjadi pertanda Theo naik ke kelas selanjutnya. Masih dalam kondisi Berserk buatan, Theo yang tadi segera mengambil posisi duduk bersila ketika merasa akan mulai naik kelas, mencoba menstabilkan aliran Mana liar di dalam Element Seednya, kini perlahan membuka kedua mata saat aliran Mana kembali stabil.


"Benar-benar tak terduga! Ini baru yang namanya panen besar sesungguhnya!" Gumam Theo. Seraya mulai kembali ke wujud normal.


Selesai mengatakan hal tersebut, Theo beranjak dari posisi duduk bersilanya. Kemudian mengamati dengan tatapan antusias kearah tabung metalik yang sedang ia genggam.


"Hahahhah…! Sebenernya, naik kelas menjadi King tahap Bumi hanyalah bonus! Sementara hadiah yang sesungguhnya adalah ini!" Gumam Theo.


"Meskipun roh sisa, tapi tetap saja, ini adalah roh sisa dari panglima Cinta-Kasih. Satu dari 7 panglima perang Sage Lord Salomon!"


"Kualitasnya pasti tak sembarangan! Aku sudah tak sabar untuk meleburnya kedalam salah satu Boneka Bernyawa!" Tambah Theo. Ekspresi wajah antusiasnya kini semakin menjadi.


"Anak muda! Siapa kau!"


Saat Theo masih menatap dengan tatapan penuh minat pada tabung metalik yang sedang ia genggam, satu suara tiba-tiba kembali menyadarkannya.


Mendengar suara tersebut, Theo segera menyimpan tabung metalik kedalam gelang ruang-waktu. Kemudian melihat kearah sumber suara.

__ADS_1


"Ohhh… Maaf, aku terlalu bersemangat dengan kejadian sebelumnya sampai-sampai sempat melupakan keberadaan kalian! Hahaha…!" Ucap Theo.


Suara yang tadi sempat bertanya, tak lain merupakan suara dari Tetua Sun Tribe. Ia yang sejak awal berada didalam ruangan bersama dengan kelima orang lainnya, yakni tetua Moon Tribe, tetua Black Rock Tribe, serta para Boss Besar Bandit, Feizel, Drani, dan Meirin, dari tadi hanya bergerak kesamping dan mengamati pertempuran antara Theo dan jiwa sisa panglima Cinta-Kasih dalam diam.


Kini, melihat pemuda misterius yang tiba-tiba muncul ini telah mengalahkan roh leluhur Istana Emas, tentu saja membuat setiap orang menjadi penasaran dengan identitas sebenarnya dari pemuda misterius dihadapan mereka tersebut.


Setiap orang di dalam ruangan sepakat, meskipun pemuda ini hanyalah seorang King tahap Bumi yang baru saja naik tingkat, namun ia jelas bukan pemuda biasa. Karena bisa mengalahkan roh leluhur Istana Emas ketika hanya merupakan King tahap awal.


Sementara mereka sendiri, yang merupakan kumpulan Knight kelas tinggi, King tahap Langit untuk ketiga Boss Besar Bandit, dan King tahap Surga awal untuk tiga Tetua Tribe, dari pertama memasuki Istana Emas, sudah dibuat sangat tak berdaya dan terus menjadi bulan-bulanan roh penjaga Istana Emas.


"Perkenalkan, aku adalah tetua dari Sun Tribe! Kawan disebelahku ini adalah tetua Moon Tribe! Kami Sun and Moon Tribe merupakan salah satu kelompok Tribe paling berpengaruh di wilayah Gurun Kematian ini!" Ucap tetua Sun Tribe. Tampak ingin bersikap sopan dan menarik perhatian Theo.


Ia ingin mengenal lebih dekat pemuda di hadapannya. Oleh sebab itu, dari awal membuka percakapan, pria sepuh ini terus bersikap dan memasang ekspresi wajah sopan. Dalam benaknya, jika memang pemuda tersebut belum memiliki kelompok, ia akan bergerak cepat untuk menawarkan bergabung dengan Sun and Moon Tribe.


Bila rencana tersebut benar-benar bisa ia lakukan, tetua Sun Tribe merasa bahwa pemuda misterius dihadapannya ini pasti akan menjadi salah satu pilar penting bagi Sun and Moon Tribe di masa depan. Membantu Sun and Moon Tribe meraih posisi tinggi dalam jajaran antar Tribe wilayah Gurun East Region.


"Ahhh, maaf karena telah tak sopan, belum sempat memperkenalkan diri!" Ucap Theo. Seraya mulai melakukan salam tangan.


"Perkenalkan! Aku adalah pemilik dari Istana Emas ini! Dan di luar, aku adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala!"


Mendengar kata-kata Theo, setiap orang yang ada di dalam ruangan, baik itu para Tetua Tribe maupun tiga Boss Besar Bandit, segera mengerutkan kening masing-masing.


"Bandit Serigala?" Gumam Tetua Black Rock Tribe, kini mulai memasang ekspresi waspada.


Hampir sama dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh tetua Black Rock Tribe, setiap orang lainnya segera menatap tajam kearah Theo dengan tatapan penuh kewaspadaan.


"Hmmmm… Ternyata sampah dari kelompok Bandit lainnya!" Gumam Tetua Sun Tribe, sikap sopannya seketika menghilang saat tau bahwa Theo adalah seorang Bandit.


"Adik kecil! Begini saja! Beri masing-masing dari setiap orang yang ada di sini sumberdaya berharga dari Istana Emas, setelah itu, kami akan pergi meninggalkan Istanamu ini tanpa membuat keributan!" Ucap Drani, Boss Besar Bandit Rakun Gurun.


"Itu terdengar bagus!" Ucap Reizel. Boss Besar Bandit Wajah Iblis.

__ADS_1


"Sepakat!" Sahut Meirin, Boss Besar Bandit Haus Darah.


Ketiga orang Boss Besar Bandit ini paham bahwa Theo bukanlah orang sembarangan. Oleh karena itu, mereka sepakat mencoba memberi penawaran agar bisa mendapat beberapa sumberdaya dan segera keluar dari Istana Emas.


"Bagaimana pihak Tribe? Apakah kalian juga setuju dengan saranku?" Tanya Drani.


"Omong kosong! Istana Emas ini terlalu agung untuk menjadi milik bocah Bandit sepertinya! Sekarang juga, serahkan kendali Istana Emas ini pada Sun and Moon Tribe!" Ucap tetua Moon Tribe. Kini mulai menyebarkan aura serta mengeluarkan pedangnya. Aksinya ini, segera diikuti oleh tetua Sun Tribe yang ada di sebelahnya.


"Hmmmm…! Itu kau yang sedang mengucapkan omong kosong! Istana Emas ini harus menjadi milik Rock Tribe!" Dengus tetua Black Rock Tribe, memandang dengan tatapan sengit kearah dua tetua Sun and Moon Tribe.


"Sekumpulan badut yang sedang mencoba mengeluarkan lelucon tak lucu!"


Saat setiap orang yang ada di dalam ruangan masih saling debat, sedikit melupakannya, Theo tiba-tiba mengeluarkan beberapa patah kata yang segera menarik kembali perhatian setiap orang kepadanya.


"Satu kelompok menginginkan sumberdaya berharga di dalam rumahku! Sementara kelompok lain justru lebih kurang ajar lagi! Meminta untuk memberikan rumahku pada mereka! Hahhahaha….!" Ucap Theo.


"Apa kalian tak melihat nasib Roh penjaga Istana Emas tadi?" Tanya Theo.


"Sasi! Lakukan sekarang!" Tutup Theo. Memberi satu intruksi pada Sasi.


"Siap laksanakan tuan!" Jawab Sasi, suaranya menggema entah berasal dari mana.


Bersamaan dengan suara jawaban Sasi, beberapa lubang diatas langit-langit ruangan tiba-tiba terbuka. Dan dari dalam lubang tersebut, jatuh beberapa sosok raksasa.


Beberapa sosok raksasa yang jatuh ini, tak lain adalah Patung emas super besar dan juga 3 sosok Demonic Beast mengerikan yang terus mengeluarkan hawa membunuh intens. Mereka tak lain adalah para Boss terakhir dari permainan-permainan yang tadi sempat di jalankan oleh tiap-tiap orang yang ada di dalam ruangan.


Hanya untuk mengalahkan para Boss terakhir ini, setiap kelompok berakhir kehilangan hampir seluruh anggotanya. Bahkan orang-orang yang selamat, yakni ketiga Tetua Tribe dan Boss Besar Bandit, harus mengalami luka parah yang sampai saat ini masih mendera tubuh mereka masing-masing.


Kini, melihat para Boss terakhir permainan kembali muncul dihadapan mereka, tentu saja setiap orang segera memasang ekspresi wajah bergetar. Menghirup udara dingin.


"Kalian tahu, didalam Istana Emas ini, aku sebagai pemilik, merupakan tuhan yang bisa melakukan apapun! Terus mengeluarkan makhluk-makhluk sejenis yang sekarang ada di hadapan kalian, bukanlah perkara sulit!" Ucap Theo.

__ADS_1


"Sekarang, aku akan memberi kalian semua dua opsi pilihan! Pertama, terus bertarung dengan makhluk-makhluk ini sampai mati, atau….."


"Kalian bisa tunduk dan menjadi bagian dari kelompok Bandit Serigala!" Tutup Theo, dengan seringai lebar khas penjahat jalanan.


__ADS_2