Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
222 - Distorsi Ruang


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan tempur selatan, kelompok Desa tersembunyi+Issabela, Gregoric, dan Arthur+House Braveheart V.S House Helsinsberg V.S Eks Dark Guild)


*Woooosshhhh….!!!!


*Woooshhhh…..!!!!


*Woooooshhhh…..!!!


Elemen kegelapan liar, menerjang keberbagai arah saat Beladro serta seluruh Assassin nya melancarkan serangan menggunakan iblis Kontrak nya masing-masing. Serangan terdahsyat tentu berasal dari Malpas, Iblis kontrak milik Beladro yang telah dalam wujud 50% nya.


Kondisi ini segera membuat keadaan terbalik seketika. Kelompok House Braveheart pimpinan Sirius yang diawal berhasil merebut momentum dalam jalannya pertempuran, kini di paksa untuk mengambil sikap bertahan. Tak sedikit pula anggota Sirius yang saat ini mati termakan oleh atribut kegelapan ganas.


"Hmmm… makhluk-makhluk yang mereka sebut sebagai iblis itu benar-benar sesuatu! Bisa meningkatkan kemampuan tempur milik orang yang memiliki nya menjadi berkali kali lipat!" Gumam Sirius, sambil terus melakukan gerakan menghindar dari aliran Mana kegelapan liar yang terarah padanya.


"Tak heran bila Dark Guild disebut sebagai salah satu kelompok netral selain Gaia Son Paviliun yang di sejajarkan dengan 10 Biggest Knight Group!" Lanjut Sirius. Ekspresi wajah santai penuh kecongkaan yang dari tadi menghiasi wajahnya, kini menghilang seketika. Diganti dengan ekspresi wajah serius.


"Aria! Kami butuh kabutmu lagi!" Teriak Sirius kemudian.


"Cihh….! Tak bisa diandalkan! Apa susahnya hanya mengulur waktu sebentar!" Dengus Aria, tampak kesal. Kemudian mulai mengeluarkan dua pisau kecilnya lagi.


*Woooooshhhhh…. !!!!


*Woooshhhhhh…. !!!!


*Wooooshhhh… !!!


Namun, belum sempat Aria mengeksekusi tekniknya, rentetan serangan elemen kegelapan menerjang kearahnya. Membuat ia dengan cepat memasukkan kembali kedua pisau tersebut, kemudian dengan sigap mendekap Issabela yang masih tak sadarkan diri. Membawanya melompat menghindari serangan kegelapan tersebut.


Sementara Arthur, memilih tinggal ditempat, menggunakan aura kegelapan miliknya sendiri, ia menangkis serangan-serangan yang terarah padanya. Melindungi Gregoric yang juga masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Jangan harap kami akan terjebak kedalam lubang yang sama dua kali! Kalian terlalu meremehkan Assassin Dark Guild!" Dengus salah satu tetua Dark Guild bawahan Beladro.


Saat ini ia memimpin kurang lebih 20 anggotanya yang lain untuk membuat formasi mengepung, mengelilingi kelompok 4 pemuda di hadapannya.


"Sialan! Pria ini lagi!" Dengus Arthur balik. Tampak sangat kesal kembali di pojokkan oleh lawannya.


Disisi lain, beberapa anggota House Braveheart pimpinan Sirius yang juga melihat situasi tak baik Aria tersebut, segera akan bergerak untuk membantunya, namun Sirius dengan cepat menghentikan langkah beberapa pasukannya ini.


"Diam di tempat!" Dengus Sirius. Sambil menatap tajam anggotanya.


"Tapi tuan muda! Nona Aria sedang dalam bahaya!"


"Kubilang diam ya diam! Kau adalah anggotaku! Sekali lagi mempertanyakan perintahku, akan kupotong lidahmu itu!" Dengus Sirius, dengan nada dingin yang mencekam.


Kata-kata Sirius barusan membuat beberapa Knight House Braveheart lain yang tadi juga akan bergerak kearah Aria, segera menghentikan langkah masing-masing, tak berani membantah instruksi tuan mudanya.


Lagipula, mereka memang adalah Knight dari keluarga yang sama dengan Sirius, hanya menyandang nama Braveheart dari pernikahan politik. Hal ini membuat orang-orang ini akan lebih mendengar kata-kata Sirius dari pada anggota House Braveheart yang lain.


Bahkan kata-kata dan perintah dari Sirius, lebih utama kedudukannya dimata pasukan ini dari pada kata-kata atau perintah dari tetua House berkedudukan tinggi. Walaupun memang, mengesampingkan alasan-alasan tadi, pada dasarnya orang-orang ini juga takut kepada tuan mudanya tersebut.


"Fokus saja pada pertarungan di depan! Dengan bekerjasama, kita pasti akan bisa kabur dari sini!" Kata Sirius, yang segera dibalas dengan anggukan serentak oleh kelompoknya.


Dalam benak Sirius, situasi yang sedang dihadapi kelompoknya saat ini cukuplah berbahaya. Sejak awal, bila diukur dari jumlah ataupun kekuatan tingkat kultivasi, orang-orang Dark Guild sudah unggul jauh. Sebelumnya mereka bisa mengambil momentum hanya karena kedatangan tiba-tiba yang mereka lakukan memanfaatkan Kabut Mistis Abadi milik Aria.


Sirius sendiri pada dasarnya memiliki otak tak kalah licik dari Lucius kakak tirinya, dengan otak liciknya ini, ia sudah mulai memikirkan bagaimana memanfaatkan anggotanya untuk bisa kabur.


Saat Sirius masih terlihat berfikir keras, Beladro yang tampak sudah tak sabar lagi, mulai memerintahkan anggotanya untuk menyerang. Mulai membantai lawan-lawannya yang sudah dengan kurang ajar menjebak kelompok elite seperti mereka dalam kubangan lumpur. Terlebih ditambah dengan tatapan merendahkan setelah itu.


"Sialan! Tidak baik! Tahan orang-orang ini!" Teriak Sirius kepada beberapa anggota yang ada di sekitarnya, saat kelompok Assassin Dark Guild mulai bergerak menyerangnya.


Disisi lain, kondisi yang hampir sama, atau bahkan lebih parah, harus di hadapi oleh kelompok Aria yang hanya terdiri dari Arthur serta Issabela dan Gregoric yang sedang tak sadarkan diri.


"Skull Hydra!"


Dalam kondisi frustasi menahan semua elemen kegelapan menghujam kearahnya, Arthur yang tidak bisa bergerak pergi atau melakukan serangan balasan apapun karena harus melindungi Gregoric, hanya bisa memanggil Skull Hydra nya sekali lagi.


"Grooooaahhh…..!!!!"


Skull Hydra segera berteriak liar begitu dipanggil keluar. Sementara Aria yang dari tadi sibuk melompat kesana kemari menghindari serbuan aliran Mana kegelapan yang terarah padanya sambil menggendong Issabela, segera melompat kearah Skull Hydra, bersembunyi kebelakang tubuh raksasanya sesaat setelah Arthur memanggil makhluk tersebut.


*Booommmm….!!!!

__ADS_1


*Booommmmm …!!!


*Booommmmmm….!!!


Namun, begitu Skull Hydra selesai berteriak liar, rentetan serangan kegelapan dahsyat segera menghujami keenam kelapanya tanpa jeda sama sekali. Membuat makhluk ini tak bisa melakukan serangan balik. Mulai terdorong mundur kebelakang.


Bagaimanapun juga, meskipun tampak ganas, Skull Hydra hanya memiliki kelas yang sama dengan Arthur. Serangan-serangan beruntun dari para Assassin Dark Guild yang semuanya memiliki kelas General, dan bahkan sang tetua yang memimpin adalah seorang King, mau tak mau membuat Skull Hydra menjadi tak punya kesempatan apapun.


Hanya bisa terus berteriak liar sambil menahan gempuran serangan tersebut agar tak mengenai tuannya yang sedang bersembunyi di belakang punggungnya.


"Bagaimana sekarang?" Tanya Arthur tampak mulai panik saat merasa situasi semakin lama semakin tak baik bagi kelompoknya.


"Hmmmm… si Sirius sialan itu! Kita sebenarnya bisa saja kabur bila bekerja sama! Tapi tak kusangkah dia akan se egois ini, hanya memikirkan keselamatan diri sendiri!"


"Sekarang aku jadi tau kenapa kak Lucius begitu membencinya!" Dengus Aria, sambil menatap kearah Sirius dan kelompok Knight nya.


Setelah mengatakan itu, Aria mengeluarkan dua pisau kecilnya lagi, berniat mengaktifkan Kabut Mistis Abadi miliknya. Namun….


"Masa bodoh! Aku tak peduli dengan kondisi keluargamu! Kalian semua sama saja! Kumpulan orang egois!" Bentak Arthur. Tampak makin frustasi saat mendengar keluhan Aria.


"Kauu…!!!" Aria segera menoleh saat mendengar bentakan Arthur, tampak akan membalasnya. Namun, dengan cepat Arthur tiba-tiba mendorongnya kesamping. Berakhir jatuh terjerembab ketanah.


"Sialan! Apa yang kau….!" Bentak Aria tampak semakin emosi, namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya.


*Wooooshhhh…..!!!!


Satu serangan dari kelompok Dark Guild lolos dari hadangan Skull Hydra, mendarat tepat dimana Aria sebelumnya berdiri. Serangan ini juga segera membuat lengan kanan Arthur yang di pakai untuk mendorong Aria, menjadi hitam legam. Terkena dampak dari korosi elemen kegelapan milik musuh.


Aria kehabisan kata-kata. Andai saja Arthur tak mendorongnya, ia pasti telah terluka parah saat ini. Serangan tadi sangatlah ganas karena berasal dari tetua Dark Guild berkelas King, serangan ini bahkan membuat Arthur yang merupakan seorang pengguna atribut kegelapan juga. Saat ini tampak terluka cukup parah pada lengannya.


"Sialan!" Dengus Arthur, mencoba menahan elemen kegelapan pekat yang terus dengan liar menggerogoti energi kehidupan pada lengan kanannya.


"Hey Arthur!" Melihat kondisi Arthur, Aria hendak maju untuk membantunya. Namun tiba-tiba.…


*Kraaaaakkkkkk……!!!!!


Sebuah suara keras dari benda pecah, terdengar diatas langit. Hal ini segera membuat Arthur dan Aria menoleh keatas. Melihat sumber dari suara keras tersebut.


Tindakan menoleh keatas ini, tak hanya di lakukan oleh Arthur dan Aria, tapi juga seluruh kelompok Dark Guild dan juga Sirius beserta satuan Knight nya. Semua yang ada di lokasi mendongak untuk melihat apa yang terjadi.


Dan begitu mereka melihat keatas langit, satu pemandangan mencengangkan segera tersaji dihadapan setiap orang. Dimana langit mulai pecah dengan retakan-retakan panjang, yang kemudian mulai memunculkan distorsi ruang aneh berbentuk lubang hitam.

__ADS_1


Pemandangan mencengangkan ini ditutup dengan sebuah kapal raksasa, kini secara perlahan bergerak keluar dari dalam lubang hitam.


__ADS_2