Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Klan Kuno


__ADS_3

Perjalanan melewati ladang formasi jebakan di lanjutkan dengan lebih lancar pasca insiden yang disebabkan oleh Joy Kecil.


Theo melakukan lompatan terakhir untuk menghindari Formasi jebakan di ujung area tanah lapang, diikuti Aria dibelakangnya yang kini terlihat sedang memeluk Joy Kecil erat sambil sesekali menciumnya.


"Hmmm... kita telah melewati semua formasi jebakan." Kata Theo kepada Aria.


"Yahh, lanjutkan saja yang ingin kau lakukan." Kata Aria singkat. Terlihat tak tertarik lagi dengan formasi-formasi dihadapannya. Dia terlihat sibuk dengan Joy Kecil.


"Dasar wanita." Gumam Theo melihat sikap Aria.


"Master, bisa kita mulai membongkar formasi penghalau ini?" Tanya Theo antusias.


"Tentu saja, ikuti intruksiku!" Jawab Tiankong cepat, terlihat antusias juga.


Pasangan Master-Murid ini kemudian disibukkan dengan membongkar formasi yang ada di hadapannya. Tiankong sangat antusias memecahkan formasi karena dari awal dia memang mempunyai ketertarikan dengan mempelajari formasi, apa lagi formasi di hadapannya adalah formasi baru yang jarang dia lihat.


Sementara Theo, semenjak dalam perjalanan kembali dari dasar jurang misterius, di lorong sempit yang penuh dengan formasi jebakan kuno, sekarang juga ikut memiliki ketertarikan dengan formasi. Sama dengan hobi Masternya.


*Kraaakkkk….. Kraaakkkk…. Tangggg…. !!


Suara aneh mekanis terdengar terus menerus bersamaan dengan percobaan membongkar formasi yang di lakukan Theo dengan panduan Masternya. Menandakan mereka dalam jalur yang benar untuk membongkar Formasi tersebut.


"Hmmm sungguh menarik, meskipun tak terlalu susah, Formasi ini memiliki kerumitan yang unik." Kata Tiankong.


"Ohhh, ada juga yang membuatmu tampak begitu antusias. Selama ini ketika membongkar formasi, kau selalu saja terlihat bosan." Kata Theo menanggapi Masternya.


"Setiap orang punya hobi nya sendiri, aku selalu tertarik dengan hal baru yang belum pernah kulihat sebelumnya." Jawab Tiankong.


"Hebat, mirip denganku." Jawab Theo.


"Hmmm... jangan samakan aku denganmu, bukankan sebelum bertemu denganku, kau hanyalah pemuda idiot yang kerjanya hanya tiduran santai seharian." Dengus Tiankong.


"Hahhahahha…." Theo hanya tertawa canggung mendengar ejekan Masternya, tak mampu menyanggah.


"Hampir selesai, setelah segel terakhir ini terbuka, kita akan mampu membongkar formasi unik ini sepenuhnya." Kata Tiankong tiba-tiba di tengah obrolan santai.


"Bagus..!" Theo tampak antusias. Dia penasaran dengan hal apa yang ada di balik Formasi besar ini.


Dia kemudian melanjutkan mengikuti intruksi Masternya. Proses pembongkaran segel terakhir ini ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama, karena lebih rumit dari segel-segel sebelumnya.

__ADS_1


***


(Dalam Formasi Segel)


Sekelompok orang yang berpakaian mirip seperti yang dikenakan dengan gadis kecil, terlihat sedang mengawasi Theo yang berada di luar formasi.


Mereka berdiri diatas bangunan yang terbuat dari kayu, bangunan ini memanjang membentuk pagar penghalang sederhana, dengan pos-pos penjagaan disudut-sudutnya.


Gadis kecil yang sebelumnya di kejar-kejar oleh Theo, berdiri dengan gugup di salah satu pos penjagaan, ekspresinya terlihat ketakutan.


"Hmmm, kita tak bisa membiarkannya begitu saja. Tak kusangka, bocah itu mempunyai kemampuan untuk membongkar Formasi Altar kehidupan yang sudah melindungi desa kita selama ribuan tahun." Kata salah satu penjaga.


Penjaga ini bebadan kekar dan berkulit gelap, dipunggungnya sebuah bendera terpasang dan berkibar diterpa angin. Bendera ini berwarna hijau dan memiliki lambang ular yang melingkar, memakan ekornya sendiri.


"Kita awasi dulu sebentar. Bagaimanapun, segel terakhir tidak akan mudah untuk di bongkar. Bila dia bisa membongkarnya juga, maka akan kuakui bakatnya dalam bidang formasi segel. Terlebih usianya terlihat masih sangat muda." Jawab penjaga lain yang berdiri disamping penjaga sebelumnya.


Penjaga satu ini, memiliki penampilan kontras dengan kawannya. Dia bertubuh agak kurus dengan kulit sawo matang. Persamaan keduanya adalah, sama-sama memiliki bendera yang ada dipunggungnya. Namun, bendera yang berkibar dipunggung penjaga ini tampak berbeda, itu berwarna putih cerah dengan lambang pohon pinus berada di tengah bendera.


Keduanya tampak merupakan pemimpin kelompok penjaga dari orang-orang yang menjaga pagar penghalang. Secara umum kelompok ini di bagi menjadi dua, kelompok bendera hijau, dan kelompok bendera putih.


Kelompok bendera hijau semuanya berkulit gelap dan berbadan kekar, sementara kelompok bendera putih bertubuh kurus dan berkulit sawo matang.


"Bagaimanapun juga, bila bocah ini membuat kekacauan, itu karena gadis kecil dari sukumu yang ceroboh.!" Dengus penjaga bertubuh kekar.


"Yang dilakukannya juga merupakan hal yang berguna untuk menjaga keamanan desa kita, jadi jangan salahkan gadis itu." Penjaga berbadan kurus mendengus balik.


Setelah berkata demikian, penjaga bertubuh kurus kembali melihat kearah Theo. Ekspresinya berubah serius ketika Theo terlihat hampir berhasil membongkar formasi segel terakhir.


Sementara penjaga bertubuh kekar yang awalnya ingin menyanggah bantahan kawan di sebelahnya itu, ikut melihat kearah Theo ketika menyadari perubahan ekspresinya.


"Ini gawat, kita harus menghentikannya!" Kata penjaga bertubuh kurus. Segera melompat dari pagar dan menuju keluar penghalang.


Penjaga bertubuh kekar yang juga menyadari situasi tersebut segera mengikuti di belakangnya.


**


"Bagus, sedikit lagi." Kata Tiankong ketika tinggal selangkah lagi berhasil membongkar formasi.


"Ini sangat mendebarkan, hal apa yang ada dibalik penghalang ini." Kata Theo antusias.

__ADS_1


Aria yang melihat Theo begitu antusias, mulai memasang wajah aneh.


"Dasar lelaki." Katanya singkat. Kemudian mulai bermain lagi dengan Joy Kecil di genggamannya.


"Hmmm… serbuk apa ini?" Namun ketika Aria sedang asyik bermain dengan Joy Kecil. Dia melihat serbuk aneh bertebaran di area sekitarnya.


Sementara Tiankong dan Theo yang masih tenggelam asyik dalam upaya memecah formasi segel, tak menyadari serbuk aneh tersebut.


"Theo, serbuk apa ini?" Aria berteriak panik, merasa serbuk di sekitarnya bukan serbuk biasa. Entah kenapa dia merasakan bahaya.


"Hmmm??" Theo dan Tiankong secara bersamaan menoleh setelah mendengar teriakan panik Aria.


"Berbahaya..!!" Tiankong berteriak memperingatkan ketika melihat serbuk-serbuk tersebut.


"Perintahkan Joy Kecil untuk membuat pelindung segera!" Teriak Tiankong lagi.


Tanpa menunda, Theo yang terbiasa percaya sepenuhnya terhadap Masternya, segera memerintahkan Joy Kecil.


"Joy Kecil, pelindung Aura sekarang!" Teriak Theo.


Mendengar teriakan perintah dari Theo, Joy Kecil segera melompat dari telapak tangan Aria. Dalam sekejap kemudian dia membentuk kubah pelindung yang melingkupi area lokasi sekitar.


*Wooooshhhhh…..!!! Wooooshhhhh….!!!! Woosshhh…!!!!


Suara nyaring terdengar begitu Joy Kecil selesai membentuk kubah pelindung. Suara nyaring tersebut berasal dari kobaran api yang mulai menyala melingkupi area yang sebelumnya di penuhi serbuk-serbuk aneh.


*Booooommmmm……!!!!!


Begitu api menyala dengan ganas, ledakan besar terjadi berbarengan dengan nyala api tersebut. Menggetarkan area sekitar dengan hebat.


**


Tak jauh dari lokasi ledakan, dua orang terlihat berdiri diatas pohon pinus. Memperhatikan area ledakan yang masih di penuhi oleh kepulan debu.


"Hmmm seharusnya itu cukup untuk menghabisi mereka berdua." Kata orang bertubuh kekar diatas pohon.


"Aku meragukannya." Orang bertubuh kurus yang berada disamping orang sebelumnya ikut berkomentar.


"Apa maksudmu?" Tanya orang bertubuh kekar.

__ADS_1


Namun bersamaan dengan pertanyaan orang tersebut, kepulan debu mulai menghilang.


"Itu tadi berbahaya! Serbuk macam apa yang dapat memicu ledakan sebesar itu?" Suara seorang pemuda terdengar dari balik kepulan debu.


__ADS_2