
Catatan penulis :
Saya cuma mau mengingatkan, bahwa mulai minggu depan, event Spin off 2 mingguan akan kembali bergulir. Pemenang event akan saya ambil dari 3 orang beruntung yang saya pilih secara acak, berdasarkan komentar paling menarik menurut saya.
Selain dari kolom komentar, tentu saja para voter tertinggi 3 besar akan menerima jatah spin off. Baik itu voter mingguan, atapun voter secara keseluruhan. Sekian pengumuman hari ini. Selamat menikmati chapter khusus spin off malam ini ^^
_____________________________________________
"Tuanku, saya mendapat informasi bahwa Beladro dan para pengkhianat saat ini sedang bersembunyi di wilayah perbukitan Merak!" Kata Cassio. Saat ini ia sedang dalam posisi menunduk, memberi laporan pada Santiago.
"Hmmm… kebetulan sekali! Tetua Rielsa, bukankah kita memang akan mengirim beberapa pembunuh terbaik untuk melewati wilayah itu?" Jawab Santiago. Tanpa melihat kearah Cassio, fokus memainkan Hell Orb yang sedang di pegangnya.
"Benar sekali tuanku! Untuk mencapai Hutan Pinus Beku, satu-satunya jalan adalah melewati perbukitan tersebut!" Jawab Tetua Rielsa yang saat ini sedang duduk dengan anggun di samping singgasana Santiago.
"Hmmm… kalau begitu, sekalian tambah anggota kita yang dikirim ke wilayah Hutan Pinus Beku, kita akan sekalian melakukan penyisiran secara menyeluruh di perbukitan Merak!" Kata Santiago.
"Baik, aku sendiri yang akan mengaturnya setelah ini!" Jawab Rielsa.
"Sebelum aku melenyapkan tikus-tikus itu, Dark Guild akan selamanya terancam perpecahan! Jadi, segera selesaikan masalah ini, agar cabang-cabang kita di beberapa kekaisaran lain, tak bisa disusupi oleh mereka!" Kata Santiago dingin.
"Serahkan saja padaku!" Jawab Rielsa, kemudian mulai berdiri dari duduknya.
"Aku akan pergi mengatur semuanya, sekalian memasang misi yang telah di minta oleh tuan muda Theo!" Kata wanita tua ini, sebelum berjalan meninggalkan aula utama.
"Cassio!" Kata Santiago setelah Rielsa meninggalkan tempat. Kini mengalihkan pandangannya yang dari tadi terfokus ke Hell Orb, ganti kearah Cassio.
"Siap tuanku!"
Melihat tindakan Santiago, Cassio yang merasa Lord nya ini akan menyampaikan hal penting, segera memasang sikap serius.
"Aku ingin memberi misi khusus padamu!" Kata Santiago.
"Apapun itu, akan kulaksanakan sebaik mungkin!" Jawab Cassio.
"Hmmm... Aku tau bahwa selain nenek Rielsa, kau adalah orang yang paling bisa diandalkan! Jadi, aku ingin kau yang nanti menjadi pemimpin dan juga sekaligus pengawas, untuk memastikan misi di wilayah Hutan Pinus Beku berjalan lancar!"
__ADS_1
"Apa kau bersedia kembali turun ke lapangan dan menerima misi khusus ini?" Tanya Santiago.
"Tuanku, bukan bermaksud lancang, tapi bagaimanapun juga, aku sudah mengabdi kepada ayahmu semenjak aku masih anak-anak!"
"Ayah anda, mengangkatku dari jalanan, melatihku secara pribadi, dan menjadikanku seperti saat ini!"
"Jadi... ketika anda lahir, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri!" Kata Cassio sambil memasang wajah sedikit haru. Sangat tak cocok dengan perawakannya yang menyeramkan.
Mendengar itu, Santiago hanya memandang Cassio dengan tatapan kosong, seperti sedang menerawang.
Cassio yang melihat tatapan Santiago, tampak tak tersinggung sama sekali, dia justru mulai memasang sedikit senyuman di wajahnya.
"Selama aku melihatmu tumbuh, tak pernah sekalipun aku melihatmu menunjukkan suatu ekspresi tertarik terhadap sesuatu!"
"Mungkin itu karena kau memang tak pernah punya seorangpun teman! Selain ayahmu dan nenek Rielsa, bisa dibilang aku adalah salah satu orang yang paling mengerti apa yang kau rasakan!"
"Jadi, ketika wakti itu aku mendengar kau mengambil inisiatif pertama, dalam menawarkan pertemanan kepada anak bernama Theo ini, perasaanku menjadi campur aduk!"
"Dan begitu pemuda ini menerima tawaranmu untuk menjadi temannya, sejak saat itu aku memang sudah berniat tak akan membiarkan sesuatu hal buruk terjadi padanya."
"Jadi, bila itu menyangkut teman pertamamu ini, tentu saja aku akan bersedia! Jangankan kembali turun kelapangan! Bila kau memerintahkanku untuk kembali mengambil gelar, sebagai -Cassio sang penjagal- yang telah lama kuletakkan! Aku tetap akan bersedia!" Jawab Cassio, dengan ekspresi penuh semangat.
"Dengan ini, aku ingin kau memakai gelarmu kembali sebagai -Cassio sang penjagal- dan menjadi pemimpin sekaligus pengawas dalam misi di wilayah Hutan Pinus Beku!" Kata Santiago, kemudian kembali menatap Hell Orb yang ada ditangannya.
"Cassio sang penjagal, mematuhi perintah Lord!" Jawab Cassio dengan nada tegas, kemudian segera berdiri dan mulai meninggalkan tempat.
***
(Beberapa saat setelah kepergian Cassio)
Santiago masih memandangi Hell Orb di tangannya ketika Nenek Rielsa kembali ke aula utama. Ia terlihat akan kembali duduk pada kursi yang ada disebelah singgasana Santiago sampai tiba-tiba Santiago bertanya padanya.
"Tetua, aku ingin menanyakan sesuatu padamu!"
Mendengar itu, nenek Rielsa segera tersenyum. Sangat jarang keponakannya ini membuka obrolan diluar agenda pertemuan resmi seperti ini.
__ADS_1
"Tuanku, silahkan!" Jawab Rielsa.
"Bila aku melakukan kontrak ulang dengan Hell Orb, seberapa besar kemungkinan berhasilnya?"
Mendengar pertanyaan itu, senyum di wajah Rielsa seketika menghilang.
"Santiago! Apa yang kau katakan? Itu terlalu berbahaya!" Kata Rielsa, kini menyebut keponakannya ini dengan nama.
"Bibi… sebagai seorang Lord, aku masih terlalu lemah!" Jawab Santiago.
"Apa yang kau katakan! Kau adalah Lord dengan bakat terbaik dalam beberapa dekade terakhir! Kau bahkan sudah melampaui pencapaian ayahmu ketika ia berada di usia yang sama denganmu saat ini!" Tegur Rielsa.
"Hmmm… bibi, tak kau lihatkah pemuda bernama Theo dan Arthur yang berkunjung kapan hari?"
"Jangan terlalu memaksakan diri, kontrak dengan Hell Orb adalah sebuah takdir! Kau tak bisa mengukur takdirmu dengan melihat garis takdir orang lain!" Jawab Rielsa. Kini mulai memahami kearah mana pemikiran Santiago.
"Bibi… ketika aku minum-minum dengan Brother Theo kapan hari, ada satu kalimat dari mulutnya yang membuat hatiku berdebar!"
"Bila kau ingin mencapai puncak tertinggi, maka kau harus berani mengambil resiko!"
"Itu…."
Mendengar kata-kata terakhir keponakannya, Rielsa mulai kehabisan kalimat untuk memberi tanggapan. Bagaimanapun juga, ia sendiri juga bisa melihat bahwa pemuda bernama Theo ini memiliki suatu karisma yang tak banyak di miliki orang biasa. Itu seperti pemuda ini bisa menarik garis takdir terus berada di sekitarnya.
Dan dalam kasus saat ini, Rielsa merasa, bahwa keponakannya juga telah mulai masuk dan terseret dalam arus takdir besar ini.
"Hmm… bibi… melihat perkembangan yang terjadi di Gaia Land belakangan ini, dimana bakat-bakat monster muda mulai bermunculan dan menancapkan namanya, kurasa memakai capaian ayahku dalam mengukur pencapaianku hari ini, sudah tak relevan lagi?"
"Bila terus begini, aku akan tertinggal ketika ombak besar generasi muda Gaia Land, mulai menunjukkan taringnya masing-masing!"
"Oleh karena itu, aku harus bertambah kuat, mendaki ketempat dimana tak ada seorangpun leluhurku pernah capai sebelumnya!"
"Jadi, sudah kuputuskan! Dalam beberapa bulan kedepan, aku akan melakukan ritual kontrak ulang!" Kata Santiago penuh keteguhan, kemudian kembali menatap Hell Orb yang ada di tangannya.
Mendengar semua penjelasan serta keputusan akhir Santiago itu, Rielsa tak mampu memberi tanggapan lain untuk menghentikannya. Sorot matanya justru berubah menjadi serius dan penuh ketajaman.
__ADS_1
"Keponakanku! Aku akan menemanimu dan memberikan semua yang kupunya untuk membantumu mencapai semua yang kau inginkan!"
"Kau akan menjadi Lord terkuat yang pernah memimpin Dark Guild sepanjang sejarah!"