
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Di sisi lain, Alexis yang juga berada di lokasi, ikut sedikit terkejut ketika ia mendengar nama familiar Theo keluar dari mulut Eric sebagai pelaku yang membunuh Lagor.
"Adik, kau kenal dengan orang yang bernama Theo ini?" Tanya Victor, saat menyadari perubahan sikap adiknya.
"Hmmm… aku dan Brother Lagor sempat bertemu dengannya di Ice Lotus City ketika akan mengikuti acara lelang akbar Gaia Treasure!"
"Pemuda ini memang memiliki beberapa kejanggalan, tapi aku sama sekali tak menduga ia akan mampu membunuh Brother Lagor!"
"Ohh… kenapa begitu?" Tanya Victor.
"Itu karena saat terakhir bertemu, Ia hanyalah seorang Immortal Bumi!" Jawab Alexis.
Mendengar jawaban adiknya, Victor segera mengerutkan kening. Sekarang ia memahami kenapa Alexis tak menduga pemuda ini akan mampu membunuh Lagor, karena setahu Victor, Lagor Estrabat adalah Knight dengan kelas Immortal langit. Ditambah beberapa tetua pengawalnya yang merupakan seorang General, itu akan mustahil seorang Immortal Bumi mampu untuk menyentuhnya, apalagi membunuhnya.
*Braaaakkk….!!!!
Saat suasana aula utama masih sedikit hening. Tiba-tiba dari arah pintu masuk, terdengar suara keras seorang mendobrak masuk.
Hal ini membuat setiap orang yang ada dilokasi langsung teralihkan perhatiannya dan secara serentak memandang kearah pintu masuk. Ingin tau siapa orang kurang ajar yang berani dengan sembarangan membuat keributan ketika sekelompok Knight elite sedang melakukan rapat tertutup.
Dan begitu melihat siapa sosok yang memasuki aula utama begitu pintu ruangan hancur berantakan. Setiap anggota House True Alknight dan juga Alexis, segera berdiri dari duduknya. Merasa yang dilihatnya saat ini adalah hal yang tak mungkin.
"Hahhaaha… ternyata disini cukup ramai juga!"
Yang mendobrak masuk tak lain adalah Theo, orang yang baru saja menjadi topik pembicaraan utama dalam rapat terbatas di aula tersebut.
Sambil memanggul sebuah bungkusan kain hitam besar dipunggungnya, saat ini Theo tampak memasang senyum sederhana, memandang setiap orang yang ada di dalam aula.
"Tidak mungkin! Apa yang di lakukan bocah ini disini!" Seru Alexis kaget. Benar-benar tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.
"Adik?" Melihat reaksi adiknya, Victor segera menuntut penjelasan.
__ADS_1
"Kak, dia orangnya! Dia yang bernama Theodoric Alknight!" Kata Alexis, sedikit keras, agar setiap orang di aula yang tak mengetahui siapa pemuda ini bisa mendengarnya.
Mendengar jawaban Alexsis, aura berat yang dibarengi dengan hawa membunuh intens, segera menyeruak keluar dari arah kelompok House Estrabat.
"Kau berani datang kesini!"
"Bunuh bocah ini sekarang juga!" Teriak Legalus, kemudian menerjang maju kearah Theo. Diikuti oleh seluruh anggota Housenya yang ada di lokasi.
*Traanggg….!!!!
*Booommm….!!!!
Suara ledakan serta benturan senjata segera terdengar nyaring memenuhi aula utama, membuat lantai dan beberapa pilar di dalam aula ini hancur berantakan begitu kelompok House Estrabat menyerang secara bersamaan.
"Tuuu….!!!"
Yang tak terduga adalah, Theo yang menjadi target serangan serentak ini, tampak baik-baik saja ketika kepulan debu yang bertebaran mulai menghilang.
Sebuah aura pelindung bening seperti kaca berbentuk kubus, kini tampak menyelubunginya. Melindungi dari semua serangan yang terarah padanya.
Dengan Joy kecil dipundaknya, Theo masih memasang senyum sederhana, menatap kearah Ivanovic, tampak mengacuhkan semua penyerangnya.
Ketika setiap orang masih terhenyak, karena terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini, Theo tanpa mengatakan apapun, membuat gerakan kaki kanan menginjak tanah.
*Wunnggg….!!!
Dan begitu lawan-lawannya berhenti bergerak karena menjadi waspada ketika merasa sesuatu yang aneh dan tak dapat mereka pahami sedang menjerat tubuhnya, Theo mulai mengangkat kaki kirinya. Dan masih tanpa mengatakan apapun, ia membuat hentakan sekali lagi, kali ini menggunakan kaki kirinya.
*Wuuunggg….!!!
Medan tak kasat mata kembali tercipta menggantikan medan sebelumnya, namun medan tak kasat mata ini tak memberi tekanan berat seperti yang sebelumnya, tapi justru membuat seluruh anggota House Estrabat seolah kehilangan berat badannya, mulai melayang beberapa senti diatas tanah.
Sepersekian detik berikutnya, tanpa memberi waktu sedikitpun pada anggota House Estrabat untuk mengatahui apa yang sebenarnya terjadi. Theo mengucapkan beberapa kata dari mulutnya.
"Aura pelindung, lepaskan!" Gumam Theo.
"Tuuu…!!!"
Bersamaan dengan gumaman Theo, Joy kecil bersuara ringan, sebelum mata kecilnya mulai sedikit menyala. Sejurus kemudian, kubah pelindung yang ada disekitar Theo mulai pecah, berhamburan kesegala arah.
Gelombang kejut dari pecahnya kubah pelindung ini, membuat kelompok House Estrabat yang masih kebingunangan dalam posisi sedikit melayang, segera terpental jauh, menabrak dinding, meja, atau pilar yang ada di dalam aula utama.
"Hmmm... menyerang orang secara bersamaan, dengan serangan tercela dan licik!"
__ADS_1
"Sekarang aku mengerti dari mana Lagor mendapatkan sikap tak tahu malunya itu! Ternyata memang sudah turunan keluarga!" Kata Theo, dengan nada dingin, tapi masih memasang senyum sederhananya.
"Padahal aku datang kesini untuk memberi sedikit oleh-oleh kepada kalian!" Kata Theo lagi, kemudian melempar bungkusan kain besar yang dari tadi dipanggulnya ketengah aula.
Dan begitu bungkusan ini menyentuh lantai, tali pengikatnya segera terbuka, membuat isi dari bungkusan tersebut berhamburan keluar.
*Glundung…
Puluhan kepala tampak menggelinding dari dalam bungkusan.
Melihat pemandangan mengerikan ini, setiap orang yang ada di aula utama segera berdiri dari duduknya masing-masing. Memandang tumpukan kepala tersebut, yang beberapa masih tampak menggelinding di lantai dengan ekspresi ngeri.
"Theo…! Ini sudah keterlaluan!" Bentak Ivanovic, memandang dengan tatapan penuh amarah kearah keponakannya.
"Apa? Aku hanya mengembalikan mereka! Harusnya kalian berterima kasih padaku! Khususnya orang-orang dari House Estrabat! Setidaknya ada bagian tubuh dari anggota kalian yang masih bisa di makamkan dengan layak!"
"Yahh… meskipun hanya kepalanya saja!" Jawab Theo, kemudian mulai memasang senyum mengerikan.
"Kauu…!!!"
Anggota House Estrabat yang mendengar kata-kata Theo, segera kembali terbakar amarah, terlihat akan kembali maju menyerang Theo.
Namun sebelum mereka bergerak, Theo mengeluarkan sesuatu dari dalam gelang ruang-waktu, kemudian dengan cepat melemparnya kearah kelompok House Estrabat.
Melihat hal itu, anggota House Estrabat segera menghindari benda yang dilempar Theo.
*Gedebuk…
"Ohhh… kenapa malah menghindarinya? Kalau tak berkenan aku mengembalikan kepala anggota House kalian, maka setidaknya kalian menghargai ketika aku mengembalikan tubuh dari tuan muda kalian!"
"Yahh… meskipun hanya tubuh tanpa kepala!" Kata Theo, masih dengan senyum dinginnya yang mengerikan.
"Pemuda ini sudah gila!" Gumam Victor Helsinsberg saat melihat semua kegilaan Theo.
Dalam masa hidupnya yang sudah berkali-kali terjun di medan tempur, Victor tak pernah menghadapi lawan segila dan se tak waras Theo.
"Psikopat gila!" Disamping Victor, Alexis ikut menambahi.
-----
Catatan Penulis :
Selamat malam kawan-kawan pembaca sekalian, dalam satu minggu kedepan, kegiatan saya agak sedikit padat. Normalnya akan sulit untuk tetap update, tapi karena saya tak ingin terlalu mengecewakan kawan-kawan semua, saya memutuskan untuk berusaha terus update, meskipun hanya satu chapter setiap harinya.
__ADS_1
Mohon pengertiannya ya, saya pastikan mulai awal bulan tepatnya tanggal 1, akan kembali normal 2 chapter lagi setiap harinya. Jadi perubahan jumlah update chapter hanya untuk satu minggu ini saja. ^^
Terakhir saya ucapkan sekali lagi dan untuk kesekian kalinya, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah mendukung dan setia membaca anak pertama saya ini. Kalian yang terbaik!