Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
419 - Membimbing


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Apa yang terjadi?" Ucap Serigala Perak. Dengan ekpsresi wajah tampak kebingungan.


Bukan hanya sang Serigala, setiap orang yang ada di lokasi, meskipun memang sedikit bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi karena tadi melihat semua aksi yang dilakukan oleh Theo, tetap saja kini memasang ekspresi wajah terkejut. Benar-benar tak menyangka Serigala metalik yang ada di hadapan mereka, saat ini akan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi.


"Boss?" Ucap Razak pada akhirnya, memecah keheningan.


"Hmmmm… Seperti yang telah kalian semua pikirkan, aku memasukkan jiwa sisa dari Leluhur suku Osiris kedalam Serigala metalik!" Jawab Theo. Ketika semua tatap mata kini sedang terarah kepadanya.


"Boss! Jadi teknik boneka bernyawa milikmu juga bisa digunakan untuk menyerap roh manusia?" Tanya Darsa. Sedikit tergugup.


"Benar! Tapi perlu roh yang cukup kuat bila untuk manusia! Setidaknya ia harus memiliki kelas Emperor!" Jawab Theo.


"Kelas Emperor?" Gumam Darsa.


"Yahh, aku bisa saja membunuh seorang Emperor dan memasukkan rohnya kedalam Boneka Bernyawa! Hahhahaha….!" Tanggap Theo.


Mendengar kata-kata Theo, ekspresi wajah setiap orang kini menjadi semakin terkejut.


"Tuan muda! Teknikmu ini benar-benar terlalu mengerikan!" Ucap Guan Zifei.


"Aku tak akan menyangkalnya! Tapi selama kau bukan musuhku, tak ada alasan untuk takut bukan?" Tanya Theo. Sambil mulai memasang seringai lebar di wajahnya.


Setelah menanggapi perkataan Guan Zifei, Theo segera kembali mengalihkan pandangannya kearah Serigala perak.

__ADS_1


"Pak tua! Aku memenuhi keinginanmu! Dengan berada di dalam Serigala metalik itu, kau akan tetap bisa hidup! Terlebih memiliki tubuh fana!" Ucap Theo.


Kata-kata Theo, segera membuat Serigala Perak yang kini merupakan penjelmaan dari Leluhur suku Osiris, mulai menunjukkan ekspresi wajah tak menentu. Tak tahu harus merasa senang atau menyesal telah mengatakan semua yang tadi ia ucapkan mengenai ingin melihat realm yang lebih tinggi.


Bagaimanapun juga, dengan terjebak dalam tubuh sebuah boneka, otomatis roh nya tak akan lagi bisa beristirahat dengan tenang untuk menuju alam baka. Padahal ia sudah cukup lama menanti momen untuk kembali bersatu dengan roh utamanya, menunggu selama puluhan ribu tahun di dalam segel formasi untuk memberi petunjuk pada keturunan terakhir sukunya.


Namun, setelah penantian lama tersebut, kini ia justru harus rela ditempatkan pada segel formasi lain, hidup di dalam sebuah boneka. Terlebih lagi, dengan mendiami boneka tersebut, itu sama saja ia telah menjadi budak pemuda di hadapannya.


"Boss! Tolong jangan lakukan ini!" Ucap Razak, tampak mulai akan memohon untuk Leluhur agungnya.


"Razak! Untuk sementara, kau tutup dulu mulutmu!" Jawab Theo cepat. Tanpa menoleh kearah Razak. Masih sepenuhnya fokus menatap Leluhur suku Osiris yang kini dalam wujud Serigala Perak.


"Pak tua! Aku tak akan membiarkanmu melepas tanggung jawab begitu saja! Kau harus ikut andil untuk membantu keturunan terakhirmu ini mencapai misi balas dendamnya!" Ucap Theo.


"Bagaimanapun juga, apa yang menimpa suku Osiris hari ini, itu semua imbas dari kekacauan yang terjadi pada generasimu!" Tambah Theo.


"Jadi, mulai sekarang, kau harus membimbing secara langsung Razak Khan! Wariskan serta ajari semua teknik milik suku Osiris kepadanya!"


"Bagaimana? Apa kau bersedia?" Tanya Theo.


"Hmmmmm… Anak muda! Apa kau tahu, bahwa teknikmu ini terlalu jahat?" Ucap Leluhur suku Osiris.


"Tapi, mendengar semua yang kau katakan, sebenarnya itu cukup masuk akal! Kami generasi terdahulu, punya hutang besar pada generasi saat ini!" Tambah leluhur suku Osiris.


"Oleh sebab itu, aku akan menerima nasibku! Mulai hari ini, aku akan secara langsung membimbing Razak!" Tutup Leluhur suku Osiris.


Mendengar jawaban Leluhur suku Osiris, seringai lebar di wajah Theo kini mulai berangsur menghilang. Diganti dengan satu senyum tipis sederhana.


"Jawaban yang cukup bijaksana!" Ucap Theo.


"Begini saja, kau akan membimbing Razak sampai disaat aku mampu membawanya ke realm yang lebih tinggi! Dan begitu telah berhasil mencapai realm yang lebih tinggi, aku akan membebaskanmu! Membiarkan rohmu beristirahat dengan tenang!"


"Dan kupastikan padamu, itu tak akan terlalu lama, mungkin hanya 10-20 tahun lagi!"


"Tak masalah bukan? Lagipula kau telah terjebak dalam formasi sebelumnnya selama puluhan ribu tahun! Jadi, menunggu sekitar 20 tahun lagi kurasa tak terlalu lama!"

__ADS_1


"Sebagai bonus, kedepan, kau akan berkesempatan untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Razak, keturunan terakhir suku Osiris, menuntaskan misinya! Dengan kata lain, kau bisa melihat sendiri, bagaimana Endless Heavens Sect yang telah menghancurkan suku Osiris di masa lampau, ganti di hancurlah oleh keturunan sukumu!"


"Bagaimana? Bukankah balas dendam memang akan terasa nikmat jika di sajikan dalam keadaan dingin?" Tutup Theo. Dengan tatapan mata penuh ketajaman.


"Hahhahahhaah….! Anak muda! Harus kuakui, kau benar-benar sesuatu! Hanya beberapa kalimat! Namun kau telah berhasil membangunkan hasrat dalam jiwaku yang telah lama membeku di makan waktu!" Seru Leluhur suku Osiris. Kini mulai memasang senyum lebar. Membuat wujudnya yang berupa Serigala Perak, tampak sangat menyeramkan dengan taring-taring tajam menghiasi seringainya.


"Oke, masalah selesai! Mulai sekarang aku berjanji, meskipun berada di dalam Boneka Serigala metalik, kau akan tetap memiliki kehendak bebas! Aku tak akan membelenggumu pada aturan apapun!" Ucap Theo.


"Terimakasih kasih! Aku sangat menghargainya!" Jawab Leluhur suku Osiris. Sambil sedikit menundukkan wajah.


"Ohhh, ngomong-ngomong, bisa kau memperkenalkan diri? Kita masih belum tahu namamu!" Tanya Theo.


"Ahhhh, nama ya? Kebetulan aku sudah sangat lama melupakannya! Lagipula, itu bukanlah satu hal penting! Kalian boleh memanggilku dengan sebutan apapun!" Jawab Leluhur suku Osiris.


"Hmmm…. Tetap saja kita perlu satu panggilan tetap untukmu, agar bisa lebih mudah untuk berkomunikasi kedepannya!" Ucap Theo. Kemudian mulai mengerutkan kening. Tampak sedang memikirkan satu nama yang cocok.


"Boss! Kita panggil saja beliau dengan sebutan tuan Leluhur!" Ucap Razak tiba-tiba. Sebelum Theo menemukan satu ide nama, ia tampak berusaha mencegah agar Theo tak memberi leluhurnya nama yang aneh-aneh.


"Tuan Leluhur? Hmmmm… Baiklah! Itu juga boleh!" Tanggap Theo.


"Baiklah Tuan Leluhur, karena semua telah ditentukan, bagaimana jika kau mulai memimpin didepan? Kita tentunya perlu perkenalan lebih pada reruntuhan benteng kuno sukumu ini!" Ucap Theo.


"Hmmmm… Tentu saja aku yang akan memimpin!" Jawab Tuan Leluhur. Kini mulai berjalan menuju pintu masuk reruntuhan kuno suku Osiris.


Melihat Tuan Leluhur sudah mulai berjalan, tanpa menunda Theo bersama tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala, mengikuti di belakang.


Ekspresi wajah setiap orang kini tampak bersemangat, begitu penasaran dengan sumberdaya berharga apa yang nantinya akan mereka panen di dalam reruntuhan kuno ini. Bagaimanapun juga, suku Osiris adalah suku legendaris di wilayah Gurun East Region, warisan yang mereka simpan tentunya bukan sumberdaya yang biasa saja.


"Hehhehe…! Ini benar-benar mendebarkan!" Gumam Zhou Kang. Dengan wajah antusias.


Satu gumamam yang sebenarnya kini juga berada di dalam benak setiap orang. Meskipun mereka hanya diam selama perjalanan masuk.


Sementara itu, ketika masing-masing anggota tim ekspedisi masih penasaran dengan panen yang akan mereka dapatkan, Theo disisi lain benar-benar merasa telah mendapatkan panen besar saat ini.


'Heehhehe…! Panen besar! Dengan adanya si Leluhur ini, Bandit Serigala secara tak langsung telah mendapatkan seorang Emperor!' Gumam Theo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2