
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Ruang pribadi manajer Liu)
"Menukar koin emas dengan Mutiara Mana?" Tanya manajer Liu.
"Itu benar! Jadi apakah memungkinkan?" Jawab Theo, sembari memberi pertanyaan balik.
"Hmmm… Normalnya kami akan menolak pertukaran macam ini! Namun karena anda adalah anggota eksklusif, tentu saja itu memungkinkan!" Jawab manajer Liu.
"Bagus! Untuk lebih memudahkan! Disini aku memiliki 1,2 miliar koin emas! Yang bila di tukarkan dengan Mutiara Mana Perunggu, itu berarti senilai 12 juta Mutiara Mana Perunggu!" Kata Theo, seraya meletakkan sebuah Spacial Ring diatas meja.
"Aku akan menambah 12 juta Mutiara Perunggu yang kutukarkan, dengan 3 juta lagi, sehingga totalnya adalah 15 juta Mutiara Perunggu!" Kata Theo, kemudian meletakkan satu Spacial Ring lagi diatas meja.
"Dengan 15 juta Mutiara Perunggu tersebut, aku ingin membeli bahan-bahan yang telah kucatat pada kertas ini!" Theo menutup kata-katanya dengan kembali meletakkan satu benda diatas meja. Kali ini adalah sebuah kertas catatan.
Mendengar kata-kata Theo, manajer Liu yang dari awal memasang ekspresi agak tak senang karena harus menerima transaksi merugikan bagi cabang Gaia Treasure yang ia pimpin, kini berubah seketika ekspresinya karena ternyata transaksi yang diinginkan Theo, merupakan salah satu transaksi terbesar yang pernah ia dapatkan selama menjabat sebagai manajer.
Tanpa di duga oleh manajer Liu sebelumnnya, ternyata Theo tak hanya ingin menukarkan koin emas, melainkan juga ingin sekalian belanja menggunakan hasil penukaran yang ia dapatkan. Dengan begini, manajer Liu tentu segera menjadi sumringah.
'Bagus, dengan begini aku tak akan di rugikan! Justru malah mendapat untung besar dari hasil penjualan bahan-bahan ini!' Gumam manajer Liu dalam hati. Sambil membaca catatan belanja yang diserahkan Theo sebelumnnya.
"Tuan muda! Semuanya akan segera saya bereskan! Kebetulan bahan-bahan yang kau minta, tidaklah terlalu susah di temukan, sehingga kami memiliki stok cukup banyak di dalam gudang penyimpanan!" Jawab manajer Liu, dengan senyum lebar di wajahnya.
__ADS_1
"Tentu saja tak susah di temukan, itu hanya bahan dasar untuk meracik obat serta bahan-bahan pendukung untuk aktivitas menempa!" Ucap Theo.
"Jadi, berapa lama kau bisa menyiapkan semua bahan tersebut?" Tanya Theo.
"Hmmmm… Meskipun kami memiliki seluruh bahan yang kau minta, namun karena jumlah yang kau inginkan sangat amat banyak, dimana akan segera menguras seluruh simpanan digudang, maka kami membutuhkan waktu untuk proses memilah serta pemindahannya!"
"Beri kami waktu kurang lebih satu hari!" Jawab manajer Liu.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan kembali lagi esok hari!" Ucap Theo.
"Tapi ingat untuk memberikan bahan terbaik! Karena setelah ini, aku berencana rutin membeli bahan-bahan yang kutulis tadi satu bulan sekali!"
"Bila kau sampai memberi bahan yang tak layak, dan bila dalam satu bulan kedepan kalian tak bisa menyediakan bahan yang kuminta, maka aku akan mencari kelompok lain yang bisa memenuhi kebutuhanku!" Lanjut Theo.
Kalimat Theo yang sebenarnya sedikit memberi peringatan dan ancaman, nyatanya bukan disambut manajer Liu dengan ekspresi tertekan, melainkan justru membuatnya semakin sumringah. Senyum lebar tak bisa lepas dari wajahnya.
"Tuan muda tenang saja! Aku tak cukup bodoh untuk melewatkan kesempatan bisnis yang bisa dibilang cukup besar ini! Apalagi membiarkannya jatuh ke tangan kelompok lain! Itu tak akan terjadi! Jadi kau bisa mengandalkan kami dalam memenuhi semua kebutuhanmu!" Ucap manajer Liu. Dengan muka memerah sangking senangnya dengan transaksi bisnis menguntungkan yang tengah mengetuk pintu depan rumahnya.
"Orang-orang Gaia Son Paviliun memang selalu menarik dan cukup cekatan!" Tanggap Theo.
"Tolong kirim surat ini ke Gaia Inn cabang Ice Lotus City! Pastikan hanya memberikan surat ini pada manajer Xiao Shiu!"
"Hmmmm… Bukan perkara sulit! Dengan jaringan kami, surat ini akan sampai di Gaia Inn cabang Ice Lotus City kurang dari satu minggu!" Ucap Liu Kang.
Mendengar itu, Theo hanya memberikan anggukan singkat sebagai tanggapan. Sebelum berbalik, bersama dengan Thomas dan Razak meninggalkan ruangan. Menyisahkan Liu Kang yang saat ini masih diam memandang punggung Theo yang berjalan menjauh sambil terus mempertahankan senyum lebar di wajahnya.
"Jadi itu dia pemuda bernama Theodoric Alknight yang beberapa waktu lalu sempat menyebabkan keributan internal dalam Gaia Son Paviliun!"
"Hanya bertemu sekilas, dan melihat bagaimana cara ia bersikap serta melakukan kesepakatan bisnis, kupikir pemuda ini memang layak mendapatkan perhatian lebih!"
"Nona Xiao benar-benar mempunyai mata yang jeli dalam melihat investasi jangka panjang!" Gumam Liu Kang. Sebelum mulai berjalan kearah pintu belakang, berniat segera menyiapkan bahan-bahan yang ada di dalam catatan pemberian Theo.
"Hmmm… Tapi apa yang sedang dilakukan pemuda ini di East Region? Bukankah beberapa minggu yang lalu dikabarkan dia masih berada di North Region?" Gumam Liu Kang, sejenak menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Ahh… Sudahlah! Kita urus bisnisnya dulu!"
***
(Gaia Inn cabang Kota Gurun Zordan)
Selepas meninggalkan Gaia Treasure, Theo mengajak Thomas dan Razak untuk singgah di Gaia Inn. Menyempatkan mengisi perut dengan menikmati hidangan terbaik lantai tiga, sebelum akhirnya melepas penat dengan beristirahat di kamar terbaik lantai enam.
"Boss! Kita hanya akan beristirahat disini saja sampai esok hari?" Tanya Thomas. Kepada Theo yang saat ini tampak sedang mengambil posisi rebahan santai.
Pertanyaan Thomas ini, segera menarik perhatian Razak yang saat ini tengah melakukan proses kultivasi. Bocah ini sedikit membuka matanya untuk ikut memperhatikan jawaban dari Theo.
Sementara Theo, masih mempertahankan posisi rebahannya. Hanya kini mulai membuka mata, melihat kearah Thomas.
"Sebenarnya aku punya rencana nanti malam! Ada satu tempat yang ingin kukunjungi, karena kudengar tempat ini hanya ada di wilayah East Region!" Jawab Theo.
"Ohhh... Kau mau kemana? Tempat apa itu yang membuat dirimu sangat tertarik?" Tanya Thomas lagi.
Pertanyaan yang membuat Razak kini tak lagi sedikit membuka mata, tapi sepenuhnya membuka mata. Ia menghentikan proses kultivasi yang ia lakukan dan melihat kearah Theo. Tampak sama penasaran dengan Thomas.
"Tempat yang ingin kukunjungi adalah tempat yang sangat bagus untuk digunakan sebagai sarana latihan sekaligus mendapatkan Mutiara Mana tambahan!" Kata Theo, yang segera disambut oleh tatapan antusias oleh Thomas saat mendengar Theo menyebut tentang Mutiara Mana tambahan.
"Mungkin kau sudah pernah mendengarnya, tempat ini di sebut sebagai Death Arena! Salah satu aset milik Dark Guild!" Ucap Theo.
Mendengar Theo menyebut Death Arena, ekspresi Thomas menjadi ragu untuk sesaat, sebelum tiba-tiba kembali menjadi cerah dan antusias saat melihat Theo saat ini tersenyum dengan seringai lebar kearahnya.
"Hehehhe… Ini akan menarik, bila itu kau yang masuk kesana, kurasa tak ada yang perlu di takutkan!" Ucap Thomas.
"Nanti malam aku ingin kalian berdua ikut bersamaku! Ada tugas berbeda yang akan kuberikan pada kalian berdua!"
"Thomas, kau akan mengatur di samping! Pada area penonton! Tak perlu kujelaskan bukan apa yang harus di lakukan?" Tanya Theo.
"Hehehe… Aku paham! Dan kini malah sudah tak sabar lagi!" Jawab Thomas.
__ADS_1
"Bagus! Dan kau Razak! Nanti ikut bersamaku menjadi peserta! Aku ingin kau menggunakan kesempatan ini untuk melakukan latihan sekaligus menambah pengalaman bertarung!"