
EVENT KHUSUS MINGGU INI : POPULARITAS 800K BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!
Caranya mudah, cukup sempatkan beri like serta komentar di tiap chapternya novel Seven Deadly Child ini. Atau sempatkan buka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like untuk sekedar memberi like atau komentar.
Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!
Periode event : Minggu 28 Juni - Sabtu 04 Juli 2020.
Sekian, selamat menikmati Chapter terbaru ^^
------------
"Senior Alejandro bilang padaku bahwa keluarga Blacknya adalah keluarga yang tahu bagaimana cara membalas budi!"
"Apakah kata-katanya itu hanya isapan jempol belaka?" Dengus Theo dingin, tatapan tajamnya lurus kearah mata Santiago.
"Tatto Pentagram! Di dahi mereka adalah tatto Pentagram!"
Belum sempat Santiago menanggapi kata-kata Theo, suara wanita tua disebelahnya tiba-tiba memecah keheningan yang tercipta dari keterkejutan setiap orang.
"Tatto pentagram?" Gumam Santiago.
Kini, bersamaan dengan gumaman Santiago, setiap orang yang ada di dalam ruangan mulai memperhatikan dengan teliti tatto yang menyala di dahi Theo dan Arthur.
"Apakah itu benar-benar Tatto pentagram? Tatto yang hanya muncul ketika seorang berhasil mengontrak 10 iblis terkuat?" Kata salah satu tetua.
"Hmmm… omong kosong! Bagaimana orang luar seperti mereka berhasil mengontrak iblis terkuat? bila kita, keluarga Black! yang telah memegang Hell Orb selama ribuan tahun, bahkan belum pernah ada yang berhasil melakukannya!" Tetua ke 17 yang merasa malu, karena tertekan oleh aura seorang junior mulai berteriak tak terima.
"Akan kutunjukan pada kedua bocah ini, apa itu iblis yang sebenarnya!"
"Kontrak Jiwa! Dengan ini aku memanggil iblis ke Limapuluh Tujuh dari Hell Orb! Ose keluarlah!" Teriak tetua ke 17.
Tatto di dahi tetua ke 17 mulai menyala terang bersamaan dengan dia menyelesaikan kalimatnya. Diiringi dengan munculnya gambar formasi aneh pada tanah yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Dari gambar formasi, kemudian mulai merangkak keluar sesosok iblis. Iblis kontrak dari tetua ke 17 yang di panggil Ose ini, memiliki bentuk tubuh manusia berkepala Leopard. Dia juga terlihat memegang dua pedang kembar di tangannya.
Bersamaan dengan munculnya iblis tersebut, aura kegelapan yang terpancar dari tubuh tetua ke 17 bertambah semakin kuat. Mulai kembali menekan Theo dan Arthur.
Mendapat tekanan kuat macam ini, meskipun terlihat mulai kesusahan, Theo masih mampu menahannya. Sementara Arthur yang pada dasarnya hanyalah seorang Knight dengan kelas Pioneer, kini tampak mulai bergetar kedua kakinya, tak tahan lagi dengan aura kuat yang menekannya.
"Sialan…!!!"
Arthur memaki dengan keras ketika merasa tak mampu lagi menahan kedua kakinya untuk tetap berdiri tegak.
Namun, sesaat sebelum dia jatuh berlutut, aura kegelapan yang dahsyat menyembur keluar dari tubuhnnya. Bersamaan dengan itu, formasi bintang pentagram juga mulai terbentuk pada tanah di bawah kaki Arthur. Dan tak butuh waktu lama, sekelebat bayangan hitam terbang keluar dari dalam formasi.
"Sudah kubilang padamu! Jangan pernah berlutut di hadapan siapapun!" Suara serak aneh terdengar, bersamaan dengan keluarnya bayangan hitam tersebut.
"Bagaimanapun juga, aku…! Barbatos yang maha agung! terikat kontrak denganmu! Jadi, jangan pernah sekalipun mempermalukanku!" Kata Barbatos dingin.
"Bar….Barbatos?" Nenek tua disebelah Santiago, bergetar mulutnya ketika menyebut nama dari iblis yang baru saja dikeluarkan Arthur.
"Hmmm… bocah manusia! Katakan padaku siapa yang membuatmu hampir jatuh kedalam kondisi memalukan seperti ini?" Tanya Barbatos kepada Arthur, tak memperdulikan nenek tua yang baru saja menyerukan namanya.
Mendapat pertanyaan itu, Arthur tak memberi jawaban apapun, kondisinya kini justru tampak lebih buruk dari sebelum keluarnya Barbatos. Dengan wajah pucat pasih, seluruh tubuhnya bergetar hebat, namun meskipun begitu, terlihat juga kegigihan di sorot matanya yang tajam, untuk bertahan agar tak jatuh dalam kondisi berlutut.
"Hmmm… benar-benar tak bisa diandalkan! Hanya untuk memanggil 5% sosok asliku, kau sudah dalam kondisi sememalukan ini!" Dengus Barbatos, sambil memandang remeh kearah Arthur.
Setelah memandang Arthur sebentar, dia mulai mengalihkan pandangannya kearah tetua ke 17 yang sedang berdiri di belakang iblis kontraknya.
"Ose?" Gumam Barbatos, ketika melihat sosok iblis kontrak milik tetua ke 17.
"Oh jadi itu kau, manusia tua bau tanah yang berusaha menekan bocah ini?" Tanya Barbatos kemudian.
Mendapat pertanyaan itu, tetua ke 17 tak memberi jawaban apapun, dia hanya memandang lurus kearah Barbatos dengan sorot mata penuh ketakutan.
Bukan hanya tetua ke 17, begitu tau yang di keluarkan oleh Arthur adalah salah satu dari 10 iblis terkuat, kini setiap orang yang ada di dalam ruangan juga menatap ngeri kearah Barbatos. Membuat suasana seketika kembali menjadi hening.
__ADS_1
"Anggaplah ini pelajaran bagi kalian semua yang ada disini! Selama aku masih hidup, selain diriku! tak ada yang boleh menekan bocah ini!" Seru Barbatos dingin.
Kemudian dengan gerakan ringan, dia mengacungkan jari tengah tangan kirinya keatas. Bersamaan dengan itu, api hitam pekat mulai menyala diujung jari tersebut. Setelah api menyala, Barbatos menunjuk tetua ke 17.
"Mati!" Gumam Barbatos pelan.
*Wooshhhh….
Api hitam terbang keluar dari ujung jarinya, dan dalam sekejap membakar tetua ke 17 beserta iblis kontraknya. Proses ini berlangsung sangat cepat, tetua ke 17 yang terbakar bahkan tak sempat mengeluarkan suara kesakitan apapun sampai tubuhnya hangus terbakar berubah menjadi tumpukan abu.
Melihat kejadian ini, setiap tetua yang lain tanpa sadar mulai mundur satu langkah, mereka tampak semakin ketakutan.
Bagaimana mereka tidak takut, tetua ke 17 adalah salah satu eksistensi puncak di dalam Dark Guild, melihat rekan mereka yang bisa dianggap memiliki kekuatan di level yang sama dengan hampir setiap orang yang ada di dalam ruangan ini, mati secara mengenaskan, mau tak mau membuat setiap orang merinding ketakutan.
"Hmmm… dasar sampah!" Dengus Barbatos untuk terakhir kalinya, sebelum berubah menjadi seberkas bayangan hitam, menghilang dalam ketiadaan.
Bersamaan dengan menghilangnya Barbatos, Arthur yang mendapat tekanan dari biaya pemanggilan Barbatos, dimana ternyata harus di bayar dengan energi kehidupannya, jatuh dengan keras kelantai.
"Arthur..!!!"
Theo yang dari tadi hanya termenung dalam keterkejutan, akibat pergantian peristiwa tiba-tiba dihadapannya, segera berteriak cemas begitu melihat Arthur tumbang.
Kemudian dengan cepat dia bergegas menuju kearah bocah ini, berniat memeriksa kondisinya. Namun, belum sempat ia mencapai posisi Arthur, nenek tua yang dari tadi berdiri di samping Santiago bergerak lebih cepat, mendahuluinya.
"Nenek tua! Jangan macam-macam! Bila terjadi sesuatu dengannya, aku tak akan memaafkan kalian semua!" Bentak Theo, kini terlihat sangat marah. Diiringi letupan dahsyat aura kegelapan dengan liar menyembur keluar lagi dari tubuhnya.
"Anak muda! Tenangkan dirimu! Aku tak berniat buruk! Sama sepertimu, aku ingin membantu merawat bocah ini!" Kata Wanita tua, mencoba menenangkan Theo.
Mendengar itu, dan juga melihat sorot mata tulus dari wanita tua tersebut, Theo segera menjadi sedikit lebih tenang, meskipun masih tampak waspada, ia perlahan menarik auranya.
'Pemuda satu ini lebih berbahaya!' Gumam Wanita tua dalam hati.
Dengan aura yang dikeluarkan Theo barusan, dia bisa menduga bahwa iblis kontrak milik Theo tak akan lebih lemah dari Barbatos. Membuatnya sangat penasaran, dari 10 iblis terkuat, jenis mana yang berhasil di kontrak oleh pemuda di hadapannya ini.
__ADS_1