Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
457 - Terlalu Liar!


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"GROOOOOAAAAHHH…..!!!"


Joy Kecil yang kini telah mengalami transformasi, terus berteriak liar sembari mulai bergerak menghancurkan deretan perbukitan yang ada di sekitarnya.


Dengan tubuh yang berukuran layaknya bukit, Joy Kecil yang pada dasarnya memiliki tubuh sangat keras, tanpa kesulitan berarti membuat kerusakan berat di wilayah sekitar Benteng Osiris. Setiap satu langkah yang ia ambil, akan dibarengi dengan hancurnya dua atau tiga bukit sekaligus.


"Ini gawat! Benar-benar sudah terlalu jauh lepas kendali! Dia sepenuhnya kehilangan kesadaran!" Gumam Theo, saat telah berada dekat dengan posisi Joy kecil.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah Master pernah bilang, bahwa Tranformasi pertama pada Guardian Beast hanya akan terjadi ketika Host nya telah memasuki kelas Emperor! Jadi kenapa sekarang?" Gumam Theo. Benar-benar tak memahami situasi yang sedang terjadi pada Joy Kecil saat ini.


Theo tampak melihat perkembangan situasi untuk beberapa waktu, sampai kemudian, secara tiba-tiba mengaktifkan sepatu kilat, sembari membuat segel tangan rumit.


*BBbzzzzzttt….!!!!


Sepatu kilat aktif, membawa Theo yang awalnya masih mengambil jarak tertentu dengan Joy Kecil, kini mendadak muncul tepat di depan wajah sang Guardian Beast. Tampak belum menyelesaikan segel tangan yang sedang ia buat.


Melihat kemunculan tiba-tiba Theo, Joy Kecil segera memfokuskan kedua bola matanya untuk melihat kearah Theo.


"GROOOOOAAAAHHH….!!!!"


Kemudian, Ia sekali lagi berteriak lantang. Dengan satu hawa menekan berat dari aliran Mana Besi, menerjang keluar bersamaan dengan teriakannya tersebut. Menyebabkan Theo yang menerima teriakan, tentu saja menjadi sedikit tak fokus. Tubuhnya bergoyang untuk sementara waktu. Proses pembentukan segel pun terhenti.


Tak berhenti sampai disitu, teriakan Joy Kecil nyatanya terus menerjang wilayah sekitar, berubah menjadi satu medan kejut yang mulai meluluh-lantakkan kondisi geografis arah jalur terjangannya.


Joy Kecil yang sedang dalam mode Transformasi, dimana selain menyebabkan ukuran tubuhnya berubah menjadi sangat besar, juga membuat beberapa bagian tubuhnya mengalami perubahan bentuk. Yang paling mencolok tentu saja adalah dua taring perak yang kini menjulang keluar dari dalam mulutnya.


Selain itu, warna kulit tubuhnya yang diawal adalah hijau muda, kini berubah semakin gelap, begitu pula warna cangkangnya. Menjadi sepenuhnya perak murni yang mengkilap, bukan lagi perak kepucatan.


"Joy Kecil! Jangan memaksaku!" Gumam Theo, masih berusaha menahan tekanan berat yang sedang membebani tubuhnya.


Bagaimanapun juga, teriakan sang Silver Turtle bahkan mampu menghancurkan deretan perbukitan di wilayah agak jauh. Otomatis, Theo yang saat ini menghadap langsung pada mulut Joy Kecil dalam posisi sangat dekat, dimana merupakan sumber dari semua kehancuran yang terjadi, tentu saja merasakan tubuhnya benar-benar menerima beban yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Bahkan meskipun tubuh Theo telah mengalami beberapa kali penempaaan dan bisa dikatakan adalah salah satu tubuh murni paling keras di atas Gaia Land, ia masih saja tak kuasa menahan tekanan yang saat ini mendera tubuhnya. Satu titik darah segar mulai mengalir keluar dari dalam mulut Theo. Tekanan yang terus mendera tubuh, telah sedikit menggoncang ranah jiwanya, menyebabkan Element Seednya terluka.


"GROOOOOAAAAHHH….!!!!"


Theo yang tampak masih berusaha untuk menahan diri agar tak perlu menggunakan metode yang harus menyakiti tubuh Joy Kecil, nyatanya harus kembali menerima satu teriakan keras dari sang Guardian Beast begitu ia menyelesaikan kalimatnya.


*Baaammmm….!!!


Teriakkan kedua, menyebabkan tubuh Theo yang sudah tak tahan, segera terpental keras, menabrak deretan wilayah perbukitan.


"Uhuuukkkk…! Sialan!" Bentak Theo. Begitu mendarat. Sembari menekan erat dadanya yang terasa sangat sakit, Theo memuntahkan banyak darah segar.


"Jika terus begini, bahkan bila Benteng Osiris ini sangat kuat, akan tetap menerima kerusakan berat!" Gumam Theo, saat melihat Joy Kecil mulai kembali melangkah perlahan, tampak sedikit demi sedikit mendekat kearah benteng.


"Tak ada pilihan lain! Aku harus secara paksa menahan pergerakannya terlebih dahulu!" Gumam Theo. Kemudian sekali lagi mengaktifkan sepatu kilat.


*Bzzzzzttt….!!!


Untuk kedua kalinya, Theo muncul di hadapan Joy Kecil, namun kali ini ia memutuskan untuk mengambil beberapa jarak tertentu. Sebelum membuat segel tangan.


"Formasi Mana Besi Kuno! Pilar penahan!" Gumam Theo. Tepat ketika ia menyelesaikan segel tangannya.


Dan bersamaan dengan selesainya segel tangan Theo, jauh diatas langit, dari empat arah yang berbeda, satu suara menderu mulai terdengar memekakkan telinga. Sampai kemudian….


*Bammmm….!!!


*Baaaammmm…!!!


*Baaammmmmm….!!!


Empat pilar besi raksasa jatuh disekeliling tubuh Joy Kecil, beriringan dengan terbentuknya satu kubah berbentuk kubus formasi raksasa yang tercipta dari tersambungnya aliran Mana Besi pekat yang terus keluar dari empat pilar tersebut.


*Wuunggg….!!!


"GROOOOOAAAAHHH…..!!!!"


*BOOOOMMMMMM…..!!!!


*BOOOOOOMMMMM…!!!


*BOOOOOOMMMMM….!!!


Tepat ketika formasi kubus besi raksasa terbentuk dengan diakhiri satu suara dengungan keras, Joy Kecil yang kini telah terperangkap di dalam, kembali berteriak liar. Tampak sangat marah, sebelum kemudian beberapa kali mendobrak formasi penahan yang membelenggunya.

__ADS_1


"Tekan!" Gumam Theo, sekali lagi membuat segel tangan lain, saat melihat Joy Kecil masih berusaha melawan.


*Sraaaakkkk…..!!!


Bersamaan dengan gumaman Theo, dari puncak empat pilar besi raksasa, menerjang keluar empat rantai besi panjang. Dengan segera mengikat empat kaki Joy Kecil. Sepenuhnya menahan pergerakannya. Menekan aliran Mana Besi di dalam tubuh Joy Kecil.


"GROOOOOAAAAHHH….!!!"


Joy Kecil sekali lagi berteriak marah saat keempat kakinya dibelenggu Theo menggunakan rantai. Namun, kali ini teriakan liar Joy Kecil, tak menyababkan efek kejut berdaya hancur berat seperti sebelumnya.


"Aku tau itu sakit! Tapi kau tak memberiku pilihan!" Gumam Theo.


"Sekarang diam! Dan biarkan aku memasang formasi yang akan membantu menahan gejolak liar yang sedang mendera ranah jiwamu!" Tambah Theo. Tanpa menunda kembali bergerak menuju tepat di depan wajah Joy Kecil. Mulai membuat gerakan segel tangan yang tadi sempat dihentikan Joy Kecil dengan teriakannya.


"Grrrrrr……!!!!"


Theo masih belum menyelesaikan segel tangannya, sampai kemudian, Joy Kecil mulai menggerang. Dan bersamaan dengan itu, secara tiba-tiba aliran Kabut Serbuk Besi yang berada di luar wilayah perbukitan, kini dengan cepat terbang mengalir kearah mulut Joy Kecil.


"Sialan! Apalagi yang akan kau lakukan?" Dengus Theo. Semakin mempercepat gerakan segel tangannya. Merasa apapun yang sedang ingin dilakukan oleh Joy Kecil saat ini, tak akan berakhir baik untuknya.


Namun, perlombaan adu cepat yang sedang terjadi, tampaknya dimenangkan oleh Joy Kecil, dengan sekali hisap, Sang Guardian Beast mengkonsumsi hampir sebagian besar Kabut Serbuk Besi yang ada di sekitar, membuat kabut yang tersisa menjadi sangat tipis, kemudian dengan gerakan menggetarkan tubuh, Joy Kecil membuat satu hentakan keras, dimana dalam detik itu juga menghancurkan rantai pengikat serta seluruh kubus besi formasi.


*Boooooommmmm….!!!!


Hancurnya kubus formasi, menyebabkan Theo sekali lagi terhempas jauh. Memuntahkan banyak darah segar.


Tubuh Joy Kecil yang telah mengkonsumsi Kabut Serbuk Besi dalam jumlah banyak, kini berubah menjadi semakin besar. Tampak benar-benar mengerikan. Aliran Mana Besi Kuno yang keluar dari dalam tubuhnya, kini juga bertambah semakin pekat dan menekan.


"GROOOOOAAAAHHH…..!!!!"


Joy Kecil kembali berteriak lantang. Dimana teriakannya kali ini, bahkan mencapai Benteng Osiris. Menggetarkan seluruh bangunan.


"Uhuuukkkk…!!! Ini benar-benar kacau!" Dengus Theo.


"Belphegor! Keluar!" Seru Theo kemudian.


Dengan sorot mata tajam memandang kearah tubuh raksasa Joy Kecil, Theo yang kini telah menggenggam erat Palu Raksasa Belphegor dengan kedua tangan, menerjang maju kedepan.


"Teknik kedua Dosa Kemalasan!"


-----


Note : Seperti biasa, hari minggu, satu chapter ^^

__ADS_1


__ADS_2