Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Memecah Formasi Segel


__ADS_3

Catatan Penulis :


Selamat malam.


Sedikit coretan dari penulis lagi. Kali ini, penulis kembali menyapa kawan-kawan semua dengan tujuan yang sebenarnya cukup jelas, yakni ingin menyampaikan "Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin." Maafkan bila selama ini penulis ada salah-salah kata ya ^^


-------


*Krakkk….


*Kraakkk….


Suara robek terus terdengar setiap kali Theo memecah formasi, suara ini berasal dari kain perban yang membalut tubuh Arthur, kain-kain perban itu mulai robek di beberapa bagian. Bersamaan dengan robeknya kain perban, aura kegelapan yang ditahan oleh segel formasi kini juga mulai terus bergejolak terlihat siap meledak kapan saja.


"Tuanku, apa ini baik-baik saja?" Master Dario bertanya cemas saat melihat aura kegelapan dari tubuh Arthur bergejolak dengan hebat.


"Hmmmm….." Lord Bernard yang mendapat pertanyaan, tak menjawab. Dia masih fokus melihat semua yang dilakukan Theo.


*Klang…


*Klang….


*Klang….


Suara mekanis aneh terdengar beberapa kali, disertai dengan getaran ringan ketika Theo selesai memecah formasi terakhir.


*Wooooshhhhh…


Bersamaan dengan segel formasi terakhir yang terbongkar, elemen kegelapan di tubuh Arthur segera bergejolak lebih hebat lagi.


"Bersiaplah! Kondisinya kali ini agak sedikit berbeda!" Kata Tiankong, ketika melihat elemen kegelapan mulai meraung-raung liar.


Sesuai intruksi Masternya, Theo mengarahkan elemen kegelapan miliknya sendiri untuk menyelubungi seluruh tubuhnya.


Dan ketika Theo selesai menyelubungi seluruh tubuh dengan aura kegelapan miliknya, aura kegelapan di tubuh Arthur juga mulai meringsut mengecil, memfokuskan diri menyelubungi tubuh Arthur, sama seperti yang di lakukan oleh Theo.


Pemandangan selanjutnya, membuat setiap orang yang ada di dalam ruangan membelalakkan mata, di hadapan mereka saat ini, Arthur yang awalnya tak sadarkan diri, tiba-tiba membuka matanya dan mengambil posisi duduk. Dengan mata hitam legam yang dingin, dia memandang tajam kearah Theo.

__ADS_1


Aura kegelapan yang berada di sekujur tubuh Arthur juga mulai menari-nari, membentuk sebuah sosok bayangan hitam di belakang punggungnya, bayangan ini terus menerus mengeluarkan aura yang mengerikan, membuat siapapun yang melihatnya, akan segera merasa ngeri.


"Hmmmm…. Master, ini semakin aneh, aura kegelapannya seperti memiliki kehidupan sendiri!" Kata Theo sedikit kaget ketika melihat yang terjadi kepada Arthur.


"Bukankah sudah kubilang, ini akan berbeda dari sebelumnya." Kata Tiankong dingin.


"Di dalam perpustakaan Kastil gelang ruang-waktu, ada sebuah buku yang menyinggung tentang Jiwa Element Seed. Apa kau pernah membacanya?" Tanya Tiankong kemudian secara tiba-tiba.


"Ya, aku pernah membacanya. Tapi, bukankah itu masihlah sebuah hipotesis? Di dalam buku tersebut bahkan dikatakan, sesuatu yang di sebut Jiwa Element Seed ini hanyalah sebuah mitos!" Jawab Theo.


"Hmmmm… itu di sebut hipotesis atau mitos karena memang belum bisa di buktikan kebenarannya. Namun, bila kebenarannya sudah bisa di buktikan, seperti yang ada di hadapanmu sekarang, maka mitos itu harus di ganti untuk di sebut sebagai fakta!" Kata Tiankong.


Didalam buku yang di maksud Tiankong sendiri, dijelaskan bahwa ada suatu itentitas tersembunyi yang sebenarnya hidup di dalam setiap Element Seed yang dimiliki oleh seorang Knight.


Itentitas tersembunyi ini disebut sebagai Jiwa Element Seed. Makhluk ini akan muncul bila suatu Element Seed memiliki energi kehidupan terlalu kuat, sehingga kemudian mulai ingin mengambil alih tubuh pemiliknya dengan terus mencoba untuk memakan jiwa sang pemilik.


Sebenarnya kasus seperti ini akan sangat jarang atau bahkan tidak mungkin terjadi, karena Element Seed sendiri pada umumnya bergantung hidup pada jiwa sang pemilik, bila jiwa sang pemilik hilang, maka Element Seed juga akan mati. Oleh karena itu, selama ini teori tentang adanya Jiwa Element Seed di sebut sebagai mitos, hanya sebuah hipotesis tanpa dasar.


Namun, di dunia yang sangat luas dengan berbagai macam misterinya, akan selalu ada singularity atau sesuatu hal spesial yang belum bisa di jelaskan oleh nalar pikiran manusia. Seperti yang ada di hadapan Theo sekarang.


"Ini sungguh menarik! Kita harus mempelajari tubuh dan Element Seed bocah ini lebih seksama untuk kedepannya!" Kata Tiankong. Ekspresinya menunjukkan dia sangat tertarik dengan kondisi Arthur.


*Bleetaaakkkkk….


"Tutup mulut kotormu!" Dengus Tiankong setelah memukul kepala Theo dengan keras.


"Auchhhh….." Sementara Theo, hanya bisa menggosok-gosok kepalanya yang sakit. Tak berani menjawab.


Namun, ketika Theo sedang menggosok kepalanya, suara Tiankong kembali terdengar.


"Ohhh, bersiaplah! Dia datang!"


"Hoaaarrrgggggg…….."


Bersamaan dengan peringatan Masternya, Theo kini bisa melihat Arthur mulai berdiri. Di bawah kendali Jiwa Element Seednya, dia berteriak liar, kemudian melompat meninggalkan ranjang, menerjang kearah Theo.


*Boooommmmm….

__ADS_1


Bentrokan tak terhindarkan.


Theo yang sebelumnya telah bersiap, segera memblokir pukulan Arthur dengan cara menyilangkan kedua tangannya di area dada. Dia berhasil memblokir pukulan, tapi efek dari bentrokan ini membuat area di sekitar ruangan hancur berantakan.


Elemen kegelapan milik Arthur yang bentrok dengan elemen kegelapan milik Theo, membuat gelombang kegelapan ganas membungkus liar area sekitar. Mulai mengancurkan dan membusukkan apapun dalam ruangan.


"Lord Bernard! Segera amankan area sekitar! Ruangan ini tak akan bertahan lama, aku tak ingin ada orang lain yang melihat ini!" Teriak Theo, ketika merasa situasi menjadi agak di luar kendalinya.


"Dan beri tanda bila kalian selesai mengamankan area, aku akan menahan putramu ini sedikit lebih lama, tapi tolong bergegas!" Teriak Theo lagi menambahkan, ketika Lord Bernard dan Master Dario akan meninggalkan ruangan.


"Baik!" Jawab keduanya hampir bersamaan.


***


(Beberapa saat kemudian, tak jauh diluar ruang perawatan)


"Tuanku! Ini benar-benar kacau!" Kata Master Dario.


Saat ini, Lord Bernard dan Master Dario yang telah selesai mengamankan area, sedang dengan cemas menatap kearah ruang perawatan Arthur, yang semakin lama semakin terlihat bisa hancur kapan saja, di makan oleh efek bentrokan elemen kegelapan ganas milik Theo dan Arthur.


"Sudah sampai sini, percuma untuk mengeluh! Sekarang diam saja dan percayakan semuanya pada pemuda dari House Alknight itu!" Kata Lord Bernard.


"Tapi tuan…."


"Sudah diam, jangan membuatku semakin panik! Sekarang cepat beri tanda kepada pemuda itu!" Bentak Lord Bernard, memotong kata-kata Master Dario.


Ketika Master Dario masih bingung untuk membuat tanda seperti apa, ledakan Elemen kegelapan yang sangat besar tiba-tiba terdengar keras, menghancurkan ruang perawatan dihadapannya.


Lord Bernard dan Master Dario yang melihat hal itu, secara reflek bergerak mundur menjauh, menghindari gelombang elemen kegelapan sisa yang bertebaran dimana-mana.


"Hoooaaarrgggg….. hahahahaha…." Begitu gelombang ledakan mereda, suara teriakan lantang mulai terdengar, diiringi dengan tawa serak.


"Hoaaaarrgggg.… Jadi itu kau lagi, pemuda kurang ajar yang pernah dengan tak sopan menyerap kegelapanku!" Bentak Arthur, dengan suara serak yang aneh, kepada Theo yang berdiri tak jauh di hadapannya.


"Hmmm… dan itu kau lagi, bocah bodoh yang tak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri!" Jawab Theo dingin, dengan senyum meremehkan.


"Hooaaaarrgggggg… kurang ajar! masih berani memanggilku bocah! Kau mencari kematian!" Bentak Arthur lagi, masih dengan suara seraknya yang aneh dan menyeramkan.

__ADS_1


"Hahhahahah… kalau aku memanggilmu bocah terus kenapa? Kau bocah ingusan tak berguna!" Jawab Theo santai, masih dengan senyum meremehkannya.


__ADS_2