
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Markas House True Alknight)
"Braaakkkk….!!!"
Suara keras dari benturan yang menghancurkan deretan meja terdengar lantang di dalam aula utama House True Alknight.
"Kau bodoh! Bagaimana bisa dirimu membiarkan adik ketiga mati di tempat antah berantah seperti ini!" Teriak seorang wanita.
Dihadapan sang wanita, Legalus Estrabat mengerang kesakitan diantara deretan meja yang hancur.
"Kakak…! Dengarkan dulu penjelasanku!" Kata Legalus, sambil mengerang memegang dadanya.
"Diam! Aku tak butuh penjelasanmu! Asal kau tahu, begitu mendengar kabar ini, ayah menjadi marah besar!"
"Dia langsung membunuh pengantar pesan dengan cara mencincangnya menjadi beberapa bagian!" Jawab sang wanita. Yang tak lain adalah nona muda pertama dari House Estrabat, Bethany Estrabat.
"Andai saja paman dan para tetua tak menghentikannya, itu pasti ayah sendiri yang sekarang berada di hadapanmu!"
"Bisa kau bayangkan bila ia sendiri yang ada disini, bukan hanya tendangan keras yang akan kau terima! Mungkin kepala semua anggota House yang ada di ruangan ini sudah akan ia penggal! Dan tidak menutup kemungkinan kau juga akan kehilangan beberapa bagian dari tubuhmu yang tak berguna itu!" Bentak Bethany. Menutup semua makiannya dengan bocornya sedikit aura yang tak mampu ia tahan.
Mendengar hal itu, seluruh anggota House Estrabat yang ada di dalam aula, langsung menundukkan kepala masing-masing. Selain menyesal, mereka juga takut terhadap hukuman dari kemarahan Lord yang akan mereka terima ketika kembali dari misi di Hutan Pinus Beku ini.
Ketika anggota House Estrabat masih saling berseteru, para pemimpin dari kelompok House lain yang dari tadi juga berada di dalam ruangan, hanya memperhatikan semua keributan yang sedang terjadi di hadapan mereka. Memilih untuk tak ikut campur. Sambil terus memperhatikan Bethany Estrabat dengan tatapan waspada, menjurus kearah menyelidik.
"Hmmm… jadi itu dia Bethany Estrabat, wanita yang di juluki sebagai ratu seribu racun!" Gumam Ivanovic. Sambil terus memperhatikan dengan seksama wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Kakak… apa benar dia si wanita seribu racun itu? aku banyak mendengar rumor tak sedap tentang wanita ini sebelumnya!" Tanya Alexis kepada kakaknya Victor.
"Yah itu memang dia! Kusarankan kedepan kau tak terlalu banyak berinteraksi dengan wanita ini!" Jawab Victor dengan nada serius.
"Meskipun hanya berasal dari salah satu House besar di wilayah Glaire Empire yang tak signifikan, harus kuakui, dia masihlah terlalu berbahaya! Satu dari sedikit orang di wilayah Glaire Empire yang patut di perhitungkan!"
"Hmmm… seberbahaya apa memang? Sampai kau menilainya setinggi itu! Aku hanya mendengar beberapa rumor tak sedap darinya! Dan itu tak membuatku berfikir harus terlalu waspada kepadanya!" Jawab Alexis.
Mendengar kata-kata Alexis, Victor langsung mengerutkan keningnya. "Adik, aku sudah sering bertemu dengan wanita ini di medan pertempuran, baik itu sebagai kawan atau lawan! Jadi camkan ini baik-baik!"
"Berhenti meremehkan wanita di hadapanmu! Aku kenal banyak orang yang memiliki pemikiran sepertimu tentang wanita ini sebelumnya! Dan setiap dari mereka, tidak berakhir baik!" Jawab Victor, dengan nada serius.
"Hmmm… beri aku alasan! Kenapa?" Tanya Alexis, masih meragukan kakaknya.
"Cukup sederhana! Selain bakatnya yang diatas rata-rata, karena telah mencapai kelas King di usianya, yang merupakan capaian cukup tinggi bahkan untuk ukuran Knight dari 10 Biggest Knight Group seperti kita, juga yang paling berbahaya dari wanita ini adalah bagaimana ia bisa memanipulasi pikiran dari orang-orang di sekitarnya!"
"Dia bisa dengan mudah menggiring opini untuk mengorbankan nyawa ratusan pasukan hanya untuk membuat kelompok kecilnya bisa bersinar di medan pertempuran!"
"Belum lagi di tambah jalan pikirannya yang bisa di bilang agak sinting! Kau mungkin sudah mendengar rumor tentang ini! Dimana dia dengan santai bisa menguliti lawan-lawannya dalam keadaan hidup, kemudian memasungnya dengan kondisi terbalik untuk di pamerkan di garis depan medan pertempuran, hanya untuk menjatuhkan mental lawan-lawannya!"
"Kami justru lebih sering menyebut wanita ini sebagai ratu psikopat gila!"
"Bila disuruh memilih, aku sebenarnya tak akan mau bekerja sama dengan wanita ini!" Kata Victor, menutup penjelasannya dengan tatapan tajam kearah Bethany Estrabat.
Mendengar semua penjelasan Victor, Alexis yang tak pernah melihat kakaknya ini menilai terlalu tinggi kepada Knight yang satu generasi dengannya, apalagi dengan nada sangat serius seperti itu. Mau tak mau ikut melihat kearah Bethany dengan tatapan waspada, semua pikiran meremehkan yang tadi ada di dalam kepalanya, hilang seketika.
"Kalau aku tak salah, kau pastilah Ivanovic, Lord dari House True Alknight!"
Ketika setiap orang masih diam memperhatikan keributan yang terjadi, Bethany tiba-tiba mengalihkan pandangannya kearah Ivanovic. Bertanya dengan nada sombong.
"Wanita muda! Jaga sikapmu! Meskipun kau memiliki identitas tertentu! Kau masihlah tamu di dalam ruangan ini!" Bentak salah satu tetua House True Alknight yang merasa tak terima dengan nada bicara Bethany.
*Sriiinggg…!!!
*Jleepp…!!!
Mendengar bentakan dari sang tetua, Bethany langsung melemparkan senjata rahasia yang tanpa kesulitan berarti menancap tepat di lengan pria ini.
__ADS_1
"Kauu….!!!"
Sang tetua yang tak menduga wanita ini akan berani menyerangnya, hanya bisa mengucapkan satu kata sebelum rasa panas yang teramat sangat tiba-tiba menyerang tenggorokannya, membuat ia tak bisa meneruskan kalimat yang akan ia ucapkan.
"Uurrrgggghhh….!!!"
Kejadian berikutnya, sang tetua jatuh berlutut, sambil terus menggaruk tenggorokannya, membuat kulit lehernya mulai berdarah-darah.
"Gadis muda! Apa yang kau lakukan? Beraninya kau…!"
Melihat salah satu tetuanya di serang, Ivanovic langsung berdiri, tampak sangat marah, namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat makiannya, Bethany segera memotong.
"Apa? Aku hanya menyerangnya dengan satu senjata rahasia kecil, yang juga hanya dilumuri dengan sedikit racun lidah api! Itu hanya akan membuatnya tak bisa bicara lagi seumur hidup! Tak membuatnya mati!"
"Dibandingkan dengan kami yang harus kehilangan salah satu tuan muda! Kerugian kalian tidaklah seberapa!" Bentak Bethany.
"Kauu….!!"
Mendengar kata-kata Bethany, Ivanovic tak mampu membantah sama sekali. Hanya merasa kesal karena gadis ini sungguh lihai dalam memainkan kalimat. Membuat dirinya yang seharusnya diposisi salah, menjadi tampak benar.
"Hmmm… anggaplah itu hanya hukuman kecil dariku! Kalian bahkan belum memberi pernyataan tanggung jawab atau permintaan maaf apapun pada House kami! Dan begitu aku ingin menagihnya! Tetuamu ini malah dengan lancang membentakku!" Dengus Bethany. Dengan lihai melempar semua kesalahan pada House True Alknight.
"Sikap dari tetuamu tadi sungguh membuat moodku jadi tidak baik! Jadi dengarkan aku! Aku tak akan menuntut permintaan maaf apapun dari kalian! Namun karena korban di kelompok kami sangat besar! Maka setelah ini, ketika pertempuran berakhir, kalian harus melipat gandakan apa yang telah kalian janjikan pada kami!"
"Dan mulai sekarang! Aku yang akan mengambil alih pucuk pimpinan dari kelompok House Estrabat!" Kata Bethany dengan suara lantang.
"Melipat gandakan?"
Ivanovic ingin menanyakan maksud dari kata-kata Bethany, sampai suara langkah terburu dari salah satu penjaga mengalihkan perhatiannya.
"Tuanku! Ada situasi mendadak yang sangat genting!" Kata sang penjaga dengan nada panik, sambil berlutut.
"Hmmm…! Katakan langsung situasi genting macam apa?" Dengus Ivanovic, dengan nada kesal. Merasa terganggu dengan kemunculan tiba-tiba penjaga ini.
"Tuanku! Sekelompok besar Knight saat ini sedang bergerak dari tiga arah, menuju kemarkas!"
"Dalam beberapa menit lagi, kita akan sepenuhnya terkepung!"
__ADS_1