
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Mendengar teriakkan pemimpinnya, beberapa Bandit segera maju kedepan. Berniat menyingkirkan bocah kecil. Namun….
*Boooommmm….!!!
Sebelum para Bandit maju kearahnya, sang bocah menerjang terlebih dahulu. Menggunakan tangan kanannya yang saat ini telah bebas dari belenggu rantai, ia mendaratkan pukulan keras pada dada salah seorang Bandit yang berniat menyerangnya.
Pukulan sang bocah, nyatanya mampu membuat tubuh Bandit yang baru saja di pukulnya terhempas jauh. Menabrak keras salah satu tebing yang ada di sekitar lokasi.
Peristiwa ini segera membuat kelompok Bandit terkejut bukan main. Namun, keterkejutan mereka tak bertahan terlalu lama sampai sobekan kain usang yang dari tadi terpasang pada lengan sang bocah, tiba-tiba terlepas dan jatuh bersamaan dengan ia selesai melancarkan pukulan kerasnya barusan. Dengan terlepasnya kain usang ini, tatto aneh yang berada di lengan kanan sang bocah, kini bisa dilihat oleh setiap orang.
Dan begitu melihat tatto tersebut, Pemimpin Bandit, serta seluruh kelompoknya, segera memasang senyum lebar. Mereka kini mulai melihat bocah kecil yang saat ini berdiri tak jauh di hadapannya dengan tatapan liar seperti telah menemukan setumpuk harta karun.
"Suku Osiris! Bocah itu adalah salah satu keturunan Suku Osiris! Jangan biarkan ia lolos! Dibandingkan dengan gadis itu, bocah ini bisa di jual dengan harga ratusan kali lipat!" Teriak pemimpin Bandit. Kini ia mulai berubah kedalam Mode Meridian Knightnya. Berniat ikut turun tangan sendiri menagkap sang bocah.
Dengan teriakan terakhir dari pemimpin Bandit, seluruh anggotanya, bahkan mereka yang awalnya sedang sibuk menguras harta yang ada di dalam kereta, segera melemparkan harta-harta yang ada di tangannya, seolah harta tersebut hanyalah sampah di banding bocah keturunan Suku Osiris dihadapannya.
"Cepat pergi dari sini! Kau masih sempat!" Teriak gadis kecil, begitu melihat identitas dari bocah yang melindunginya telah terungkap.
Namun, teriakan tersebut hanya di sambut tatapan sekilas dari sang Bocah, sebelum ia mulai mengangkat tangan kanannya lagi. Tampak bersiap menghadapi kelompok Bandit yang kini bergerak bersamaan menerjang kearahnya.
__ADS_1
*Booommmm…!!!
Bentrokan dari pertarungan tak seimbang pun tak terhindarkan, dimana seorang bocah kecil yang bahkan bukan seorang Knight, harus menghadapi puluhan Bandit yang merupakan Knight dengan kelas General langit.
Bocah kecil mencoba bertarung dengan gagah berani, memanfaatkan kelebihan kekuatan fisiknya yang benar-benar tak biasa, dimana setiap ia mendaratkan pukulan atau tendangan kearah lawan-lawannya, itu akan berakhir dengan sang lawan terhempas jauh. Bahkan pukulan tangan kanan dari bocah ini, akan berakhir dengan suara tulang patah begitu mendarat pada bagian tubuh manapun dari lawannya.
"Kekuatan tubuh fisik yang luar biasa! Dia benar-benar seekor monster kecil! Keturunan Suku Osiris memang tak bisa diremehkan!" Gumam pemimpin Bandit.
"Kalian berdua! Ambil rantai segel budak sekarang juga! Bila di biarkan terus begini, akan memakan waktu cukup lama untuk menundukkan bocah ini!" Teriak pemimpin Bandit, memberi perintah pada dua orang anggotanya.
Rantai segel budak sendiri, merupakan rantai yang dirancang khusus oleh ahli formasi untuk menekan kekuatan dalam tubuh seorang budak. Rantai ini bisa menekan kekuatan fisik ataupun aliran Mana dari Element Seed bila sang budak adalah seorang Knight.
Selepas memberi perintah, sang pemimpin Bandit segera kembali menerjang kedepan, bersama seluruh anggota kelompoknya, mereka kini melakukan serangan-serangan kombinasi, tak mau lagi meremehkan bocah tersebut dengan menyerang secara sembarangan dan tanpa koordinasi seperti sebelumnya.
Bocah kecil yang menjadi target serangan kombinasi puluhan Knight, awalnya tampak masih mampu bertahan, sampai kemudian ia terlihat mulai kehabisan nafas. Kekuatan tubuh fisiknya yang sangat luar biasa, ternyata tak diimbangi dengan stamina yang ia miliki.
Bagaimanapun juga, ia masihlah seorang bocah dengan tubuh berusia 12 tahun, ditambah selama ini ia hidup sebagai budak, yang tentunya sangat jarang menerima suplai makanan, membuat tubuh kurusnya tak memiliki stamina yang bagus.
Kondisi ini tentu tak di sia-siakan oleh kelompok Bandit, dua orang yang tadi diperintahkan mengambil rantai segel budak, dengan gesit melempar rantai tersebut kearah pemimpinnya. Dan tanpa menunda, sang pemimpin bergerak cepat memanfaatkan kondisi lemah dari bocah kecil untuk melancarkan serangan keras kearah wajahnya. Membuat bocah ini terhempas jauh menabrak tebing.
*Klang…!
*Klang….!
Melihat bocah tersebut sudah tak berdaya, sang pemimpin segera memasang rantai segel budak pada kedua pergelangan tangannya.
"Hehhe… Akhirnya beres juga!" Gumam Sang pemimpin Bandit, ia menginjak kepala bocah kecil di hadapannya sambil memasang senyum penuh kepuasan.
*Boooommm….!!!
Namun, belum sempat terlalu lama sang pemimpin Bandit di hanyutkan oleh perasaan bahagia karena merasa telah mendapat panen besar, sebuah pendaratan keras yang mengguncang wilayah sekitar, segera mengejutkannya.
__ADS_1
"Siapa itu!" Teriak pemimpin Bandit. Segera memasang sikap waspada sambil melihat kearah kepulan debu yang masih bertebaran.
"Hehhehe… Salam kenal! Kami kelompok Bandit yang baru saja berdiri! Kalian bisa menyebut kami Bandit Serigala!" Kata seorang pria gendut, yang saat ini berjalan keluar dari kepulan debu.
"Bandit Serigala? Apa mau kalian dengan muncul secara tiba-tiba seperti ini?" Dengus pemimpin Bandit.
Saat sang pemimpin Bandit kembali bertanya, sesosok lain berjalan keluar dari kepulan debu, kali ini adalah seorang pemuda berambut putih.
"Thomas! Tak perlu terlalu banyak bicara dengan mereka!" Kata pemuda tersebut, yang tak lain adalah Theo.
"Aku adalah pemimpin kelompok Bandit Serigala! Dan dengan ini aku meminta kalian menyerahkan semua barang berharga yang kalian miliki!" Kata Theo.
"Menyerahkan barang berharga? Apa maksudmu?" Tanya pemimpin Bandit, kini ekspresi wajahnya mulai berubah dari waspada menjadi marah.
"Dasar idiot! Apakah perlu bertanya? Ini adalah perampokan!" Jawab Theo, kini seringai lebar mulai menghiasi wajahnya.
"Perampokan? B4jingan! Kelompok Bandit macam apa kalian ini? Merampok sesama Bandit?" Bentak pemimpin Bandit.
"Ohhh… Apa ada yang salah dengan itu? Kedepan, kelompok Bandit Serigalaku memang hanya akan menargetkan kelompok Bandit lain!"
"Kami adalah kumpulan Serigala liar yang memangsa sesama Bandit!" Jawab Theo, diiringi dengan ia mulai membocorkan auranya.
*Woooshhhh….!!!
Tanpa memberi peringatan apapun, ia maju menerjang kedepan, dengan aura Mana besi liar bergejolak di tangan kanannya, Theo memberi pukulan telak tepat pada wajah pemimpin Bandit. Melancarkan teknik Iron Fist yang segera menghempaskan tubuh lawannya terbang jauh dengan seluruh gigi rontok. Hanya berhenti saat menabrak dengan keras tebing kecil yang berada di sekitar lokasi.
Pendaratan keras dari tubuh lawannya sendiri, segera menghancurkan tebing tersebut menjadi berkeping-keping. Sementara pemimpin Bandit yang baru saja mendarat, kini terkapar dalam reruntuhan tebing, jatuh tak sadarkan diri.
"Hmmmm… Bocah kecil, siapa namamu?" Tanya Theo kemudian, kepada bocah kecil bertubuh kurus yang sebelumnya sedang terkapar dengan posisi kepada diinjak oleh pemimpin Bandit.
Mendengar pertanyaan tersebut, sang bocah tak memberi jawaban apapun, hanya terus memandang kearah Theo dengan sorot mata tajam.
__ADS_1