Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
378 - Saling Tatap


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Wilayah sekitar kemah besar kelompok Bandit Langit Hitam)


Saat ini, hari dimana pertempuran besar yang akan menjadi langkah awal kelompok Bandit Serigala dalam menaklukkan Gurun Kematian, akhirnya tiba.


Dengan ratusan panji Serigala menyalak berkibar gagah di terpa angin, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang berniat melakukan serangan pada kemah besar kelompok Bandit Langit Hitam, telah berdiri tegak menatap perkemahan yang berada tak jauh di hadapan mereka.


Ribuan anggota kelompok Bandit Serigala tersebut, tampak sudah membentuk satu formasi pada tiap-tiap divisinya. Dipimpin langsung oleh setiap wakil ketua yang mengambil posisi pada bagian paling depan ujung tiap formasi.


Sementara itu, Theo yang merupakan Boss Besar kelompok Bandit Serigala, berada tepat di tengah pusat formasi. Sambil memanggul tongkat logam Baal, Theo memandang dengan tatapan penuh ketajaman kearah targetnya.


Disisi lain, pihak lawan, yakni Kelompok Bandit Langit Hitam, terlihat telah siap menyambut tamu mereka.


Dengan jumlah pasukan yang tak kalah banyak, dimana merupakan gabungan dari seluruh kelompok Bandit lain yang berada di bawah komando kelompok gabungan yang mereka pimpin, setiap anggota Bandit Langit Hitam tampak memperlihatkan ekspresi wajah penuh percaya diri, sepenuhnya percaya bahwa mereka akan mampu menyapu lawannya.


Namun, meskipun tampak percaya diri, kelompok Bandit Langit Hitam terlihat tak mau mengambil terlalu banyak resiko dalam susunan formasi yang di terapkan oleh kelompoknya.


Hal ini dapat dilihat dari divisi strategi Bandit Langit Hitam yang menempatkan kelompok-kelompok Bandit lain pada barisan formasi paling depan, sementara anggota inti Bandit Langit Hitam, berada di posisi paling belakang.


Kibaran ratusan panji serigala menyalak, di balas dengan kibaran berbagai jenis panji dengan lambang yang berbeda-beda dalam kelompok gabungan ini.


Kedua sisi masih saling tatap satu sama lain, belum ada yang membuat langkah pertama, sampai kemudian, secara tiba-tiba Theo yang masih berdiri di pusat formasi kelompok Bandit Serigala, meraih salah satu panji serigala menyalak yang ada disebelahnya.

__ADS_1


Dilanjutkan dengan ia melompat tinggi, mendarat di lokasi yang berada tepat di tengah antara dua kelompok besar yang saling tatap satu sama lain. Tanpa terlihat ada setitik rasa takutpun di sorot matanya, Theo yang menggenggam tongkat logam Baal pada tangan kanan, dan tiang panji serigala menyalak ditangan kiri, menatap tajam ribuan musuh yang saat ini berada tak jauh di hadapannya.


Aksi Theo, tentu saja mengejutkan setiap orang, bukan hanya seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang merasa cemas karena Boss Besar mereka bergerak seorang diri mendekat pada kelompok musuh, bahkan pihak lawan, juga ikut terkejut. Menjadi heran dengan maksud dari tindakan pemuda di hadapan mereka tersebut.


Dibawah tatapan heran setiap orang, Theo menancapkan panji serigala menyalak dan juga tongkat logam Baal pada tanah berpasir dihadapannya. Kemudian mulai menyilangkan kedua tangan.


"Aku adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala! Sebelum pertempuran ini di mulai, ada beberapa hal yang ingin kubicarakan pada Boss Besar Bandit Langit Hitam!" Ucap Theo.


"Berbicara? Sebelum bertempur?"


"Sungguh konyol!"


"Kau pikir kita ini adalah kelompok Knight suatu kerajaan yang memegang norma-norma dalam pertempuran?"


"Bodoh sekali! Seorang Bandit tak perlu banyak bicara! Cukup bantai setiap lawan!"


Mendengar kata-kata Theo, kelompok pasukan besar yang ada di hadapannya segera menjadi gaduh. Beberapa orang menyuarakan bahwa Theo terlalu menganggap tinggi dirinya, sementara beberapa yang lain, meneriakkan agar pasukan segera bergerak untuk menghabisi pemuda konyol di hadapan mereka.


Suasana masih sangat gaduh sampai tiba-tiba, suara Theo yang kali ini terdengar sangat dingin dan mendalam di telinga setiap orang, kembali menggema keras. Meskipun di ucapkan dengan intonasi nada santai.


Kata-kata provokasi yang diucapkan Theo, segera membuat suasana gaduh menjadi hening. Setiap anggota kelompok Bandit yang tergabung dalam aliansi Bandit Langit Hitam, mulai memasang ekspresi wajah geram.


Disisi lain, berbeda dengan pihak lawan yang kini benar-benar terprovokasi oleh kata-kata Theo, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala yang juga mendengar kalimat yang diucapkan sang Boss Besar, kini mulai berdebar kencang dadanya.


Dada mereka bergetar bukan karena cemas dengan keselamatan Theo yang tanpa rasa takut sama sekali memprovokasi ribuan lawan di hadapannya. Namun, getaran kencang di dada masing-masing anggota Bandit Serigala, disebabkan oleh adrenalin mereka yang kini justru memuncak. Merasa aksi yang dilakukan oleh Boss Besar mereka saat ini, amat sangatlah keren.


"Hahahha…! Boss Besar memanglah sesuatu!" Ucap Thomas.


"Divisi pendobrak! Siap bergerak kapan saja! Jika ternyata Boss Besar dari Bandit Langit Hitam yang tersohor adalah benar-benar seorang pengecut dan memerintahkan kelompok lawan di depan untuk melakukan pergerakan kearah Boss Besar kita, maka tanpa menunda, segera bunyikan genderang pertempuran!" Seru Thomas, dengan suara yang dibuatnya cukup lantang. Terlihat sengaja melakukan hal tersebut agar pihak lawan mendengar setiap kata yang ia ucapkan.


Mendengar kata-kata provokasi dari Thomas dimana tak kalah tajam dengan yang keluar dari mulut Theo. Boss besar kelompok Bandit Langit Hitam yang dari tadi hanya berdiri diam di posisi paling belakang formasi pasukannya, segera memasang ekspresi wajah geram. Kemudian tanpa menunda melakukakan lompatan tinggi. Mendarat tepat di hadapan Theo.


Namun, tak seperti Theo yang bergerak seorang diri, Boss Besar Bandit Langit Hitam tampak ditemani oleh dua orang wakil pemimpin di kanan dan kirinya.

__ADS_1


Dengan langkah yang diambil oleh Boss Besar kelompok Bandit Langit Hitam tersebut, Kini dua Boss Besar dari dua kelompok Bandit yang akan melakukan pertempuran, akhirnya saling tatap satu sama lain.


"Bocah! Katakan dengan cepat sekarang juga apa yang hendak kau bicarakan!" Ucap Boss Besar Bandit Langit Hitam tanpa basa-basi.


Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Boss Besar kelompok Bandit Langit Hitam, Theo yang masih mempertahankan seringai lebar di wajahnya, tak segera memberi jawaban. Hanya terus menatap dengan tajam mata dari Boss Besar Bandit Langit Hitam.


"Hmmmm… Sebenarnya aku hanya ingin memastikan beberapa hal, dan juga memberi satu penawaran terakhir!" Ucap Theo pada akhirnya, setelah dari tadi hanya diam.


"Hal pertama, aku ingin melihat dari dekat, seperti apa sorot mata seorang Boss Besar salah satu kelompok Bandit tersohor di wilayah Gurun Kematian yang katanya memiliki lingkungan begitu ganas!"


"Dan ternyata, sorot matamu cukup biasa saja! Begitu dangkal! Setidaknya Zota sebagai mantan Boss Besar, memiliki tatapan mata yang cukup mendalam ketika pertama kali bertemu denganku!" Ucap Theo. Dengan mulai memperlihatkan sorot mata merendahkan pada lawan bicaranya.


"B*jingan!" Bentak Boss Besar Bandit Langit Hitam begitu mendengar kata-kata Theo. Tampak sangat marah.


Ia tampak akan kembali mengatakan sesuatu sampai kemudian, dengan cepat Theo memotong.


"Tenang dulu! Masih ada satu hal yang ingin kubicarakan! Ini berkaitan dengan tawaran yang tadi sempat kusebut di awal, siapa tahu kau tertarik!" Ucap Theo.


Kata-kata Theo, hanya disambut dengan tatapan penuh kebencian dari Boss Besar Bandit Langit Hitam. Ia tak memberi jawaban apapun.


"Cepat katakan saja! Berhenti basa-basi agar pertempuran segera di mulai dan Boss Besar kami bisa memenggal kepalamu dengan tangannya!" Ucap salah satu wakil pemimpin yang menemani Boss Besar Bandit Langit Hitam.


"Cukup sederhana! Sebagai Boss Besar Bandit Serigala, aku menawarkan pada kelompok Bandit Langit Hitam untuk tunduk pada Bandit Serigala! Jika tidak, kalian boleh mati!" Ucap Theo.


Kalimat terakhir yang diucapkan Theo, tentu saja membuat Boss Besar Bandit Langit Hitam yang dari tadi sudah kesulitan menahan amarah, akhirnya tak bisa mengendalikan emosi.


"Mati!" Dengus Boss Besar Bandit Langit Hitam, seraya mengarahkan pukulannya pada wajah Theo.


Melihat apa yang dilakukan oleh lawannya, seringai lebar di wajah Theo justru semakin mengembang. Dengan gerakan cepat, ia mengalirkan Mana Besi di sekitar pada kepalan tangan kanan. Kemudian ikut mengarahkan tinju kedepan. Menahan tinju lawannya dengan tinju lain.


*Boooooommmmm….!!!!


 

__ADS_1


Note :


Mohon maaf, cukup sibuk hari ini, jadi up cuma satu chapter saja. ^^


__ADS_2