Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
193 - Ombak Besar


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Apa-apaan! Bukankah baru tiga hari yang lalu bocah itu menerobos masuk dan memberi masing-masing kelompok waktu 7 hari dalam setiap ancamannya?" Kata Eric Alknight, begitu melihat tiga kelompok besar yang saat ini mengepung markasnya.


Dari arah Barat, menghadap langsung kedepan pintu gerbang House True Alknight. Sekelompok Knight dengan atribut serta panji-panji lambang kepala Serigala, kini berbaris rapi dalam formasi. Kelompok ini tak lain adalah pasukan House Alknight yang di pimpin langsung oleh tetua pertama mereka. Yakni Bosweric Alknight. Tepat dibelakang Bosweric sendiri, terlihat Jasia dan kawanan keranya juga ikut berdiri dalam barisan.


Sementara dari arah utara, terdapat kelompok House Wildbear, dipimpin oleh Master Dario, yang ditemani dengan gerombolan Bandit Lebah Hitam, dimana saat ini tampak menatap liar serta bengis kearah markas House True Alknight, tak sabar segera melakukan pekerjaan mereka. Yakni merampok.


Dibagian selatan, kelompok Desa tersembunyi yang dipimpin langsung oleh dua ketua klan mereka, yakni Aurelas dan Arsegio, sudah siap bertempur kapan saja, telah memanggil keluar spirit Beast kontrak masing-masing.


"Hmmm… tetua keenam! Tetua kedua! Segera panggil tetua pertama! Perintahkan untuk mengatur pasukan secepat mungkin!" Kata Ivanovic, memberi perintah kepada Eric dan Glaria yang ada di sebelahnya.


Ivanovic yang dalam beberapa hari terakhir agak tak enak hati, memikirkan kenapa Theo tiba-tiba menerobos masuk kedalam markas House True Alknight, dan melemparkan ancaman aneh kesetiap kelompok yang hadir, sekarang mulai menjadi sedikit paham, bahwasannya ancaman 7 hari yang di lontarkan Theo, ternyata hanyalah permainan manipulasi pikiran yang sedang bocah ini lemparkan. Memperngaruhi pikiran setiap orang agar mengira bahwa kelompok House Alknight dan sekutunya tak akan melakukan gerakan apapun dalam 7 hari.


Permainan Theo ini bisa dibilang sangat sukses, karena berhasil mengejutkan setiap lawan-lawannya. Mereka sama sekali tak menduga, House Alknight yang seharusnya berperan pasif dalam jalannya pertempuran karena kalah dalam hal jumlah, kini malah mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu, hanya dalam waktu tiga hari pasca serangan pembuka yang di lakukan oleh kelompok House True Alknight.

__ADS_1


Ketika setiap orang baik itu dari House True Alknight, House Ironhead, bahkan House Helsinsberg masih sibuk mengatur orang-orang mereka yang tersebar di dalam markas, tak siap dengan adanya kondisi pertempuran mendadak, Bethany Estrabat melangkah maju kedepan.


"Kalian atur saja pasukan masing-masing untuk menahan serangan mengapit yang berasal dari samping! Terserah pembagiannya seperti apa! Aku akan memimpin pasukan House Estrabat yang telah siap untuk menghadang yang ada di depan!" Kata Bethany, dengan nada dingin, menatap kearah pasukan House Alknight.


Karena kelompok tambahan dari House Estrabat yang dikirim sang Lord untuk membalas kematian anaknya baru saja sampai, mereka masih dalam kondisi siap siaga dalam barisan. Membuat kelompok House Estrabat secara tak sengaja menjadi yang paling siap menghadapi serangan mendadak ini.


"Dari lambang yang ada di bendera mereka, pasukan di depan pastilah dari House Alknight bukan? Jadi, pastinya dia ada di kelompok itu! Pemuda yang membunuh adikku!"


"Aku sudah tak sabar untuk menguliti bocah bernama Theo itu!" Kata Bethany, dengan tatapan mata aneh yang terlihat amat mengerikan.


Bertepatan dengan berakhirnya kata-kata Bethany, tanpa sempat Ivanovic dan para pemimpin House lain memberi tanggapan atas keputusan sepihaknya untuk mengambil posisi depan dalam pertempuran kali ini, ketiga kelompok yang mengepung markas House True Alknight terlihat telah mulai maju kedepan. Menyerang saat itu juga.


Hal ini membuat para pemimpin kelompok di setiap House, tak mempunyai opsi apapun lagi selain yang di putuskan Bethany barusan. Mereka segera semakin sibuk dengan sedikit panik mengatur pasukan masing-masing.


"Sialan! Bocah ini terus-terusan mempermainkan kita!" Dengus Victor Helsinsberg.


Dan yang paling membuat Victor kesal adalah, dialah orang yang jatuh dalam manipulasi Theo dengan aksinya di detik terakhir. Berakhir membuatnya menjadi pemimpin badut yang mengatur setiap orang untuk menunggu selama lebih dari setengah jam.


"Alexis, kau atur para Soul Knight! Aku akan urus para Meridian Knight!" Seru Victor. Membagi peran kepada adiknya. Dan tanpa menunda, dengan cepat Alexis melaksanakan perintah ini.


Sementara disisi lain, kelompok House Estrabat yang di pimpin oleh Bethany, mulai maju menerjang kedepan. Menyambut kelompok House Alknight yang mengarah langsung ke pintu gerbang markas House True Alknight.


Dengan serangan mendadak ini, ombak besar pertama dalam pertempuran puncakpun tak terhindarkan.


***

__ADS_1


(Beberapa jam sebelumnya. Basecamp House Alknight)


"Theo, apa kau yakin dengan rencanamu ini?" Tanya Lord Arduric, kepada putranya.


Saat ini, semua pemimpin dari kelompok yang beraliansi dengan House Alknight tengah berkumpul melakukan rapat tertutup, membahas langkah selanjutnya dalam pertempuran.


Semua tokoh penting dari setiap kelompok, hadir dalam rapat kali ini, tak ada yang tertinggal satupun. Dari kelompok House Wildbear, Lord Bernard hadir secara pribadi, di temani putranya Arthur serta Master Dario sebagai tetua pertama House Wildbear.


Dari kelompok Desa tersembunyi, hadir kedua ketua klan, yakni ketua Aurelas dari klan Agila, serta ketua Arsegio dari klan Asura. Sementara dari kelompok Bandit Lebah Hitam. Keempat pemimpin Bandit tak mau ketinggalan untuk hadir secara langsung. Ingin mendengar rencana selanjutnya dari mulut Boss besar mereka, Theo.


Anggota rapat terbanyak sendiri, tentu diisi oleh House Alknight sebagai tuan rumah, selain Lord Arduric yang hadir sebagai pemimpin rapat, ada juga adiknya Bosweric serta kedua anaknya, Issabela dan Gregoric. Kemudian juga ada beberapa tetua yang salah satunya adalah Master Aegric. Selain itu tentu hadir Theo, orang yang menyarankan diadakan pertemuan kali ini.


Theo sendiri juga memutuskan untuk mengajak Jasia, meskipun memang gadis ini sempat menolak, karena merasa tak pantas hadir di rapat yang penuh tokoh-tokoh penting, namun karena Theo sedikit memaksa dan mengatakan ini adalah intruksi, gadis ini akhirnya tak kuasa menolak.


"Aku cukup yakin, rencana ini akan berjalan kearah yang benar!" Jawab Theo, dengan sorot mata penuh keyakinan. Tak tampak setitik keraguanpun di dalam sorot matanya ini.


"Hmmm… Boss...! apa tak sebaiknya menunggu orang-orang dari House Braveheart untuk datang terlebih dahulu, baru melakukan rencana ini?" Tanya Arthur, yang kemudian disambut dengan anggukan setuju oleh semua orang yang ada di ruang rapat.


"Tidak! Itu justru memang bagian dari rencanaku! Aku ingin kelompok House Braveheart datang di pertengahan atau akhir! Mereka akan menjadi unsur kejut yang sempurna dalam pertempuran ini!" Jawab Theo.


Mendengar itu, setiap orang langsung jatuh kedalam renungan masing-masing, meskipun rencana Theo ini memang terlihat sempurna, namun juga tetap penuh resiko.


"Hmmm… kalian tak perlu terlalu cemas! Asal semua melaksanakan perannya masing-masing, aku yakin kita akan memenangkan pertempuran ini!" Jawab Theo. Kemudian secara bergantian menoleh kearah ayahnya, Lord Bernard, Issabela, Gregoric, dan Arthur secara bergantian.


"Baiklah! Tapi ingat jangan terlalu memaksakan diri!" Jawab Lord Arduric, menatap Theo dengan tatapan cemas.

__ADS_1


"Ayah, aku cukup yakin dengan teknik gerakanku! Kalau memang situasinya menjadi diluar kendali, aku setidaknya akan tetap bisa kabur!" Jawab Theo, sambil memasang senyum sederhana yang menenangkan.


"Kalau begitu, aku anggap rapat sudah selesai! Kita siapkan pasukan masing-masing di posisi yang telah ditentukan!" Kata Lord Arduric. Menutup rapat.


__ADS_2