
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aaaa… apa itu"
"Apakah itu Hydra yang legendaris?"
"Tidak! Bentuknya sedikit berbeda dari yang di gambarkan pada beberapa catatan Guild!"
"Lalu apa lagi?"
"Sialan! Itu tampak seperti zombie Hydra!"
"Zombie? Maksudmu adalah mayat hidup seperti yang sedang dikembangkan oleh divisi penelitian Guild?"
"Yahh…! Tapi Zombie ini sedikit berbeda!"
Gerombolan Knight yang awalnya hendak menyerang Arthur, menjadi terkejut dan mulai melakukan diskusi mendadak, ketika melihat makhluk yang baru saja di panggil keluar oleh Arthur.
"Hahahahha… Skull Hydra! Maju! Habisi mereka semua!" Teriak Arthur, tampak tak memperdulikan ekspresi terkejut lawan-lawannya.
"Groooaahhhhh…..!!!!"
Dengan perintah dari Arthur, makhluk yang di sebut sebagi Skull Hydra olehnya tersebut, mulai mengaum keras. Kemudian mengepakkan sayapnya dan maju menerjang kedepan. Menyerang gerombolan Knight yang masih sedikit tertegun.
Makhluk ini sendiri, memang sekilas tampak seperti Hydra, memiliki enam kepala, dan juga enam ekor raksasa. Namun, ia tak memiliki daging atau anggota organ apapun lainnya, hanya sebentuk makhluk yang sepenuhnya terbuat dari rangka tengkorak, di selimuti Mana Api hitam pekat berkobar menyala.
__ADS_1
"Hahhahha… sungguh teknik yang luar biasa!" Teriak Tiankong, sangat antusias begitu melihat Skull Hydra di depannya
Pemanggilan Skull Hydra sendiri adalah salah satu efek dari teknik baru yang di berikan Barbatos kepada Arthur. Teknik baru yang di sebut sebagai Hell Fire tersebut, memiliki fungsi untuk membangkitkan kembali Demonic Beast yang telah mati, asal ada sisa bagian tubuhnya yang bisa di bakar menggunakan Hell Fire.
Sama seperti Gusion, Barbatos tampaknya juga malas, atau lebih tepatnya tak sudi dipanggil-panggil keluar oleh Arthur. Oleh karena itu, ia meminjamkan salah satu teknik andalannya ini kepada Arthur.
Dalam kondisi normal, harusnya Arthur mencapai kelas General terlebih dahulu seperti halnya Theo untuk bisa meminjam teknik dari Iblis Kontraknya. Namun, ketika Barbatos merasakan sedikit aura Jiwa element Seed kegelapan yang ada di dalam tubuh Arthur, ia memutuskan untuk memberi teknik pinjaman pada Arthur saat itu juga, begitu bocah ini mencapai kelas Immortal.
Karena menurut Barbatos, Jiwa Element Seed adalah sesuatu yang jarang dimiliki oleh manusia, selama ini, makhluk yang memiliki jiwa Element Seed hanyalah iblis dan malaikat. Dan dengan Arthur memiliki jiwa Element Seed, dia bisa menggunakan teknik pinjaman milik Barbatos lebih awal.
Jiwa Element Seed ini pula yang membuat Arthur dapat melakukan terobosan lebih cepat dan tak terduga sehingga akhirnya mampu mencapai kelas Immortal tahap surga. Karena dalam proses kultivasi tertutup nya beberapa waktu yang lalu, Arthur secara tak sengaja membuka segel yang di buat Theo, sehingga jiwa Element Seed ini lepas kendali.
Didalam kondisi membahayakan tersebut, Barbatos muncul dan mau tak mau menyelamatkan Arthur, untuk kembali menekan segel yang ada di Element Seednya. Karena bila bocah ini jatuh dimakan oleh jiwa Element Seed miliknya, Barbatos juga akan menerima dampak buruk dari hal tersebut.
Namun, kejadian terlepasnya jiwa Element Seed yang terjadi pada Arthur, selain hampir membahayakan nyawanya, ternyata juga memberi efek kejutan yang menyenangkan. Karena dalam kondisi di rasuki oleh Jiwa Element Seed, proses kultivasi Arthur berkembang dengan cepat seketika. Membuatnya menerobos kedalam beberapa tingkat sekaligus.
Begitulah bagaimana akhirnya Arthur yang di targetkan Theo minimal menembus Immortal Bumi, malah berhasil menjadi Immortal Surga begitu ia keluar dari latihan tertutup.
Dan yang membuat Theo serta Tiankong lebih terkejut lagi adalah, sesaat ketika Arthur keluar dari ruang pelatihan, ia segera meminta kepada Theo untuk memberinya salah satu dari sisa tubuh Hydra yang ia miliki.
Dengan sedikit keraguan, karena Arthur menolak untuk memberi penjelasan lebih lanjut, hanya mengatakan ingin menunjukkan teknik barunya yang luar biasa, Theo akhirnya memberi bocah ini satu sisik Hydra yang masih ia simpan.
Dengan perasaan ngeri, mereka menatap makhluk yang di ciptakan Arthur, kemudian beralih menatap pemuda dihadapannya dengan tatapan serakah. Ingin melakukakan penelitian pada tubuhnya. Untuk mengetahui rahasia di balik bagaimana Arthur bisa menggunakan teknik tersebut.
Melihat itu, Theo segera memerintahkan Arthur menarik kembali Skull Hydranya, kemudian dengan tatapan tajam, melihat kearah setiap tetua House Braveheart yang memandang Arthur. Seolah memberi peringatan pada mereka untuk melupakan apa yang sedang mereka pikirkan.
Dari situlah, hari dimana Tiankong dan Theo, mulai sering menatap Arthur dengan tatapan penuh minat dimulai.
"Grrroaaaahhhh….!!!"
Saat ini, dengan gerakan liar nan menggelora, Skull Hydra tak hentinya melakukan serangan kearah para Knight yang ada di hadapannya, membuat Knight-knight ini menghindar tunggang langgang kesegala arah.
Namun karena wilayah sekitarnya sangat sempit, mereka tak memiliki banyak ruang gerak, berakhir sering bentur satu sama lain.
Dalam kondisi tersebut, salah satu Knight yang frustasi, memusatkan perhatiannya kearah Skull Hydra, dan akhirnya menyadari sesuatu.
__ADS_1
"Teman-teman! Jangan terlalu takut pada makhluk ini! Meskipun wujudnya sangat ganas, ia hanyalah makhluk yang berada pada puncak kelas C! Sama seperti bocah itu!" Teriak sang Knight, memberi informasi pada kawan-kawannya.
Mendengar itu, Knight-Knight lain yang akhirnya juga sadar, mulai berhenti menghindar, kemudian mengeluarkan iblis kontraknya masing-masing, mengganti posisi bertahan mereka menjadi menyerang.
"Ohhh... Akhirnya sadar juga? Tapi itu sudah sedikit terlambat, hahahha...!" Kata Arthur.
**
(Lokasi lain, pertarungan Theo melawan Beladro)
"Teknik kedua dosa kerakusan!" Teriak Theo lantang.
Bersamaan dengan itu, Beladro yang dari awal pertempuran dipermainkan oleh Theo menggunakan campuran antara Teknik langka siput dan Eye of Agamoto. Kini menatap kearah Theo yang saat ini sedang melompat tinggi keudara. Terlihat mengarahkan tongkat logamnya yang bergetar hebat kearah bawah.
*Wuuungggg….!
Dengan suara mendengung keras, tongkat logam dilepaskan Theo kearah Beladro berdiri.
*Graaakkkk… graaakkk... Graakkk….
Hampir berbarengan dengan suara mendengung keras dari tongkat logam, setiap tanah yang ada di sekitar Beladro mulai terangkat naik. Membentuk bukit-bukit kecil baru yang tampak memiliki kontur rapuh.
*Boommmm….!!
Tak lama kemudian, tongkat logam akhirnya mendarat dengan keras pada tanah tak jauh dari lokasi Beladro berdiri. Masih dalam kondisi bergetar hebat, mengacaukan setiap energi elemen tanah yang ada di sekitarnya.
"Sikap memakan Dunia!" Gumam Theo pelan, Mengarahkan ujung jarinya kearah tongkat yang telah mendarat di bawah. Dengan gesture menarik ujung jari, ia memanggil kembali Baal.
*Wuuuungggg…!
Bersamaan dengan itu, tongkat logam terangkat naik lagi. Sambil mengeluarkan dengungan keras, melepas segala energi elemen tanah yang dari tadi ditahannya. Hal ini membuat bukit-bukit kecil yang tadi tercipta secara instan, hancur berantakan dalam seketika. Mengubur Beladro yang masih ada di lokasi tersebut.
Sementara di udara, Theo yang telah menangkap kembali Tongkat Logam Baal ditangannya, tanpa menunda mengeluarkan sesuatu dari dalam gelang ruang waktu. Ia membentuk segel tangan singkat, setelah itu melempar benda yang baru ia keluarkan kearah tumpukan tanah yang mengubur Beladro.
*Boooooommmmm…!!!!!
__ADS_1
Dan begitu benda yang di lempar Theo mendarat, Ledakan sangat keras yang dibarengi dengan gas beracun pekat segera meluluh lantakkan lokasi tersebut sekali lagi.
Yang dilempar Theo barusan tak lain adalah satu dari lima bola formasi bom Hydra simpanannya yang masih tersisa.