
(Keesokan paginya, Ruang Pribadi Lord Arduric)
Setelah semua keributan yang terjadi karena kepulangan Theo dan Aria pada hari sebelumnya selesai, dan ketika suasana sudah kembali menjadi lebih tenang, pagi ini Theo sedang berada di ruangan khusus Lord milik ayahnya. Dia duduk semeja di temani dengan Lord Arduric, Bosweric, dan juga Aegric.
Mereka terlihat sedang serius mendiskusikan tentang suatu hal penting.
"Ayah, aku punya rencana besar kedepannya untuk menyelesaikan masalah house kita." Kata Theo.
"Hmmm… itu tentang Jurang Misterius yang kau maksud sebelumnya?" Tanya Lord Arduric.
"Kalau memang benar, aku sudah memerintahkan Bosweric untuk membentuk unit khusus, yang terdiri dari orang-orang paling loyal dalam faksi kita, untuk melakukan ekspedisi." Kata Lord Arduric lagi. Sambil menoleh kearah Bosweric.
"Itu benar, unit khusus ekspedisi Jurang Misterius ini telah siap, tinggal menunggu arahan darimu tentang bagaimana membuka segel formasinya." Jawab Bosweric, meneruskan kata-kata Lord Arduric.
"Itu bagus, aku akan segera memberi tahu letak segel formasi dan bagaimana cara membongkarnya ketika saatnya sudah tiba. Namun rencanaku kali ini tak berhubungan dengan Jurang Misterius." Kata Theo.
"Yang akan kusampaikan kali ini merupakan rencana yang agak besar, dan rencana ini terkesan agak berjudi. Aku anggap orang-orang yang ada diruangan ini, adalah orang-orang paling bisa di percaya dalam house, oleh karena itu aku ingin berdiskusi dengan kalian." Theo menutup kalimatnya sambil melihat satu persatu dari tiga orang yang ada di dalam ruangan dengan tatapan serius.
"Hmmm… lanjutkan!" Mendengar tatapan Theo, Lord Arduric segera memberi intruksi untuk melanjutkan. Diiringi oleh anggukan singkat dari Bosweric dan Aegric.
"Jadi begini.." Theo mulai menjelaskan rencananya.
Setelah beberapa saat, ketika Theo selesai menjelaskan rencananya, ketiga orang yang mendengarnya mulai terdiam, terlihat hanyut dalam pemikiran masing-masing. Menyebabkan suasana ruangan menjadi hening dan terasa agak berat.
"Tuan muda, rencanamu ini sungguh terkesan eksplosif." Aegric menjadi yang pertama memecah keheningan.
__ADS_1
"Yah, ini tak terlihat seperti dirimu biasanya!" Bosweric ikut menambahi.
Ketika dua orang lain mulai menanggapi rencana Theo, Lord Arduric sendiri terlihat masih tenggelam dalam pemikirannya. Jari-jarinya mengetuk meja beberapa kali, kemudian ikut memberi tanggapan.
"Apa kau serius dengan rencana ini? Pembersihan total?" Tanya Lord Arduric.
"Yah aku serius, dan sudah memikirkannya dengan sangat matang." Jawab Theo dengan tatapan tajam.
Medengar itu, Lord Arduric terlihat mulai tenggelam lagi dalam pemikirannya. Sementara Theo masih menatapnya dengan tatapan tajam penuh keteguhan, tak terlihat sama sekali ada keraguan di matanya.
"Baiklah, aku ikut rencanamu!" Kata Lord Arduric, setelah diam cukup lama.
"Kakak, apa kau yakin?" Bosweric terlihat agak cemas dan bertanya sekali lagi kepada Lord Arduric.
"Tuanku, ini benar-benar perjudian yang sangat besar." Tambah Master Aegric.
"Sudah kuputuskan! Kita ikuti rencana ini, pertaruhkan segalanya!" Kata Lord Arduric tegas.
Mendengar itu, senyum kecil mulai mengembang di bibir Theo, merupakan suatu kehormatan baginya mendapat kepercayaan penuh dari ayahnya. Salah satu tujuan utamanya ketika keluar dari Jurang Misterius kini telah tercapai.
Menjadi bisa diandalkan oleh ayahnya adalah salah satu impian terbesarnya, dan ketika hal itu sekarang benar-benar terwujud, dia berjanji kepada dirinya sendiri, akan mengerahkan semua yang dia punya untuk menjaga kepercayaan ini.
"Hmmm, baiklah. Bila kau sudah memutuskannya, aku akan mendukungmu sepenuhnya!" Kata Bosweric ketika melihat ketegasan di wajah kakaknya.
"Begitu juga pria tua ini!" Master Aegric ikut menganggapi, tatapannya kini mengarah ke Theo. Sebuah tatapan sendu seperti seorang kakek melihat cucunya. Berjanji tak akan mengecewakan sang cucu.
__ADS_1
Melihat kedua orang lain juga sepakat, Lord Arduric memasang senyum hangat. "Baik, karena semua sudah sepakat, kau bisa melanjutkan detail rencana berikutnya." Kata Lord Arduric kepada Theo.
Theo mengangguk singkat, sebelum mulai kembali menjelaskan. "Sebelum aku memulai detailnya, tolong beri aku situasi terkini dari Kak Issabela, Kak Gregoric, dan juga kejadian-kejadian penting yang terjadi ketika aku sedang melakukan pelatihan tertutup."
"Situasi-situasi ini mungkin akan berguna untuk penyesuain detail rencanaku." Kata Theo. Menurut Theo, lebih baik memeriksa ombak terlebih dahulu sebelum mengembangkan layarnya.
Mendengar itu, Bosweric yang merupakan tetua pertama segera mengambil peran untuk menyampaikan situasi.
Dimulai dari Issabela, beberapa hari yang lalu, ketika Issabela melakukan perjalanan kembali ke Akademi Surga, dia mendapat sergapan tersembunyi yang lagi-lagi dilakukan oleh House Ironhead. Nyawa Issabela dan tetua kesembilan Lady Iruana Alknight yang menjadi pengawalnya sempat terancam dalam insiden ini. Namun, di situasi genting, Issabela yang terpisah dengan Lady Iruana malah mendapat suatu berkah tersembunyi di balik bencana yang sedang ia alami.
Dalam pelariannya, Issabela secara kebetulan menemukan suatu lokasi khusus. Dan di lokasi ini, dia menemukan hal langka yang mampu meningkatkan kekuatannya secara drastis.
Bersamaan dengan Issabela yang berencana kembali untuk menolong Lady Iruana, bantuan dari Akademi Surga juga datang. Mereka berhasil memukul mundur orang-orang dari House Ironhead. Dan karena gagalnya sergapan licik mereka itu, saat ini House Ironhead sedang mendapat kecaman dan tekanan dari berbagai pihak.
Kemudian untuk kondisi Gregoric, dengan bangga Bosweric menceritakan, Gregor telah lulus dalam ujian akhir tahun akademi surga, ujian yang dilaksanakan di suatu tempat yang di sebut Menara Surga ini, juga menaikkan pamor Gregoric di Akademi Surga.
Hal ini karena di saat-saat akan berakhirnya ujian, Gregor dan timnya yang mendapat sergapan dari kelompok peserta ujian lain yang terdiri dari gabungan tiga tim, berhasil bertahan dan mengalahkan semua orang yang mengepungnya.
Terlebih lagi, gabungan tim yang menyergapnya ini dipimpin oleh seorang tuan muda paling berbakat dari salah satu house paling besar di Glaire Empire, yakni Lagor Estrabat, dari House of Estrabat yang terkenal.
Oleh karena itu, meskipun juga berakhir dengan kondisi terkapar penuh luka, Gregoric dan dua orang anggota timnya mendapat respek yang sangat tinggi dari orang-orang Akademi Surga. Dia juga mulai mendapat julukan. Yakni, Gregoric Alknight Sang Perkasa.
"Jadi seperti itu situasi terkini dari dua kakakmu!" Bosweric menutup penjelasannya dengan tatapan bangga.
Theo tersenyum, ikut bangga mendengarnya, kemudian dia mengangguk singkat. "Baik, selanjutnya, apakah ada hal besar lain yang terjadi akhir-akhir ini?" Tanya Theo.
__ADS_1
Bosweric terlihat berfikir sejenak. "Hmm.. hal besar, sebenarnya tak terlalu banyak hal yang terjadi, hanya belakangan ini, ada satu kelompok bandit yang sedikit meresahkan."
"Para bandit ini menyebut kelompoknya sebagai bandit Lebah Hitam, memanfaatkan kekacauan yang terjadi di wilayah Hutan Pinus Beku, mereka beraksi dengan melakukan penjarahan di desa-desa kecil pinggiran hutan." Kata Bosweric. Kembali menutup penjelasannya.