Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
306 - Bocah Biadab!


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Baaammm….!!!


Pukulan Razak membuat jarum jam kembali berputar cepat dan berhenti tepat di angka 00.00. Dan bersamaan dengan bocah ini selesai mengeksekusi teknik pukulannya, seperti yang terjadi pada Thomas, tubuhnya mulai kembali ke wujud manusia normal.


Dalam wujud manusia normal, tubuh Razak jatuh kedepan dengan posisi tengkurap. Tak sadarkan diri. Bagaimanapun juga, selain stamina yang sangat terbatas, fakta bahwa bocah ini hanyalah Knight dengan kelas Pioneer, membuatnya hanya memiliki sedikit sekali simpanan Mana.


Sehingga mengeksekusi teknik Menempa Tubuh Surgawi berkali-kali dalam satu waktu, menyebabkan tubuh dan Element Seed miliknya sangat terbebani. Ia langsung kehabisan tenaga dan kesadaran begitu selesai mengeksekusi teknik pukulannya di saat terakhir.


*Klang…!!!


*Klaang…!!!


*Klanggg…!!!


Namun, bertepatan dengan robohya tubuh Razak, suara berisik segera terdengar. Suara-suara berisik ini tak lain berasal dari puluhan patung emas yang mulai hancur berantakan. Tubuh emas mereka terlepas satu sama lain, berserakan di lantai ruangan.


"Haha…! Bocah! Kau memang bisa diandalkan jika menyangkut pertarungan! Instingmu itu sungguh tajam dalam melihat suatu celah dan kesempatan!" Ucap Thomas. Sebelum matanya mulai terasa berat. Si Gendut ini ikut jatuh tak sadarkan diri tak jauh dari lokasi tubuh Razak roboh.


***


(Beberapa jam kemudian)


"Hmmmm… Urggghhh…! Benar-benar sakit!" Gumam Razak. Ia baru sedikit membuka mata sampai kemudian merasakan rasa sakit menjalar diseluruh tubuhnya.


"Sudah bangun? Makan dulu!" Ucap Thomas. Dengan santai menyodorkan beberapa makanan instan khas milik para pedagang yang biasanya disimpan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.


"Aku tak ada nafsu makan!" Ucap Razak. Sebelum mulai bangun dan mengambil posisi duduk bersila.


Ia mengeluarkan beberapa simpanan Mutiara Mana Perunggu yang ada di dalam Spacial Ring, kemudian mulai melakukan proses kultivasi. Berusaha memulihkan diri dengan mengisi ulang simpanan Mana di dalam Element Seednya.

__ADS_1


"Hmmm… Dasar Maniak berlatih! Padahal mengisi perut juga penting!" Dengus Thomas. Seraya kembali melanjutkan kegiatan makannya dengan sangat lahap.


Situasi ini bertahan untuk beberapa waktu, Thomas sibuk makan dengan lahap, sementara Razak berkultivasi. Menyebabkan hanya suara mulut Thomas yang saat ini makan dengan sangat berisik menjadi penghibur dari situasi hening yang terjadi di dalam ruangan.


Beberapa saat kemudian, Razak akhirnya selesai melakukan proses kultivasi. Membuka mata dengan suara perut keroncongan yang terdengar agak lantang.


"Masih banyak makanan tersisa! Makan dulu!" Ucap Thomas. Saat mendengar suara perut Razak. Si Gendut ini tampak sedang sibuk mengamati lingkungan sekitar ruangan.


"Hmmm… Apa kau tak mengisi ulang simpanan Manamu?" Tanya Razak, sambil mulai menyantap makanan yang dimaksud Thomas.


Selain mulai makan, Razak juga menyempatkan menyapu kondisi sekitar ruangan untuk sesaat, dimana ia melihat tak ada satupun sisa-sisa dari tubuh puluhan patung emas kini berada di ruangan.


Razak bisa menduga, sementara ia sedang sibuk berkultivasi, tampaknya Thomas telah membersihkan puluhan tubuh patung yang seluruhnya terbuat dari emas murni tersebut kedalam Spacial Ringnya.


"Kondisi tubuhku sedikit tak normal, aku bisa menyerap Mana disekitar dengan tanpa banyak usaha. Sehingga sembari menyerap Mana secara perlahan, aku memilih menghabiskan waktu untuk mengisi perut! Itu akan lebih efisien dan menghemat waktu!" Jawab Thomas.


Mendengar jawaban Thomas yang sebenarnya cukup mengejutkan bila didengar oleh Knight lain, Razak yang masih baru-baru ini bisa membangkitkan jalan Knightnya, tampak tak terlalu memikirkan. Ia mengangguk singkat sembari melanjutkan kegiatan makannya.


Razak juga tak mempertanyakan perihal puluhan potong bagian tubuh dari patung emas yang menghilang. Bocah ini dengan polos berfikir bahwa Thomas menyimpan seluruh emas tersebut untuk kas tambahan kelompok Bandit Serigala.


Padahal bila itu Theo yang saat ini bersama dengan Thomas, tentu saja ia akan segera membuat Thomas menyerahkan seluruh emas-emas tersebut. Mengingat si Gendut ini adalah orang yang cukup serakah dan kikir.


"Bila kau sudah selesai makan, kita lanjutkan menjelajah tempat ini!" Ucap Thomas.


"Bocah! Kau seolah ingin bilang bersama dengan ku membuatmu merasa tak aman!" Dengus Thomas begitu mendengar jawaban Razak.


"Nyatanya seperti itu! Bersama dengan Boss, situasi seberbahaya apapun, akan ada jalan keluarnya! Ia sangat bisa diandalkan!" Jawab Razak dengan ekspresi wajah polosnya yang khas.


"Bahhh…!!! Lupakan saja!" Dengus Thomas. Ia tahu bocah itu tak berniat mengejek atau merendahkannya. Hanya saja ia terlalu polos sehingga dengan gampang menyampaikan semua apa yang terlintas di dalam kepalanya.


"Jadi kita akan kemana?" Tanya Razak sekali lagi.


"Kesana!" Jawab Thomas. Sambil menunjuk pada sebuah lubang yang berada di tempat sebelumnya jam raksasa berada.


"Lubang apa ini? Apakah aman melompat kedalamnya? Kita bahkan tak tahu seberapa dalam lubang ini!" Tanya Razak, saat sudah berada di depan lubang yang di maksud Thomas.


"Aku juga tak tahu! Hanya saja, ini satu-satunya jalan yang ada!" Jawab Thomas.


"Sudahlah! Berhenti bertanya terus! Cukup lompat masuk kesana!" Ucap Thomas lagi.


Mendengar kata-kata Thomas yang bahkan tak bisa memastikan keamanan lubang tersebut, Razak segera akan menoleh kearahnya, kembali ingin menanyakan sesuatu, sampai tiba-tiba, dari arah belakang, tangan gendut Thomas menepuk punggungnya.

__ADS_1


Dengan sekali dorongan ringan, Thomas mendorong tubuh Razak. Menyebabkan Razak jatuh kedalam lubang dengan mata terbuka lebar saking terkejutnya.


"Kau Gendut b4jingan!" Bentak Arthur, saat tubuhnya jatuh bebas di dalam lubang.


"Hahhaha…! Jika tak begitu, mulutmu yang cerewet itu akan terus bertanya! Aku benar-benar sudah tak tahan mendengarnya!" Ucap Thomas. Ia melihat kearah lubang untuk sesaat, menatap tubuh Razak yang jatuh bebas sambil tersenyum puas, sebelum akhirnya ikut melompat memasuki lubang.


***


(Beberapa saat kemudian)


*Bammm….!!!!


Tepat ketika Razak yang jatuh bebas melihat dasar dari lubang, ia segera mengalirkan Mana Besi disekitar untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Melapisi seluruh bagian tubuhnya agar terlindung dari efek buruk membentur lantai. Menyebabkan pendaratan Razak berakhir dengan benturan keras yang sungguh memekakkan telinga.


Razak masih menstabilkan aliran Mana Besi dalam tubuhnya yang saat ini bergerak tak beraturan efek dari pendaratan keras yang baru saja ia lakukan, sampai kemudian suara keras Thomas terdengar dari atas lubang.


"Bila kau tak ingin tergencet, sebaiknya segera menyingkir!" Teriak Thomas.


Mendengar teriakkan tersebut, Razak yang masih kesal dengan tindakan Thomas yang mendorongnya tanpa peringatan kedalam lubang, segera menoleh kearah atas.


"Mati saja kau Gendut sialan!" Bentak Razak. Sebelum mulai mengalirkan Mana besi didalam tubuhnya yang masih bergerak tak beraturan, kearah kedua kepalan tangannya.


Melihat aksi dan kuda-kuda yang sedang dilakukan Razak, Thomas yang saat ini sudah melapisi seluruh tubuhnya dengan armor Tanah buatan, bersiap untuk melakukan pendaratan keras sama seperti Razak, segera memelototkan matanya.


"Apa yang kau lakukan!" Bentak Thomas.


"Menempa Tubuh Surgawi! Tinju Dewa Besi!"


Bentakan Thomas, nyatanya hanya di jawab Razak dengan ia mulai mengeksekusi teknik tinju terkuatnya. Bocah ini tampak sangat dendam pada si Gendut.


*Boooommmm….!!!


Aliran Mana atribut Besi yang begitu intens, menerjang dan membentur keras tubuh Thomas yang masih jatuh bebas. Menyebabkan sebuah suara ledakan keras yang menggema disekitar lubang. Pukulan ini meskipun tak berhasil menghancurkan armor Tanah buatan milik Thomas, namun mampu menciptakan retakan di beberapa bagian.


Razak yang selesai melakukan serangan tinju, segera bergerak kesamping untuk menghindar ketika melihat tubuh si Gendut yang sempat tertahan ledakan kini kembali jatuh bebas.


*Baaaammmmm….!!!


Suara pendaratan keras terdengar bersamaan jatuhnya tubuh gendut Thomas. Dalam pendaratannya tersebut, armor tanah yang ia ciptakan dimana sudah retak di beberapa bagian, tak kuat menahan bobot tubuhnya, hancur berantakan dalam sekejap.


Menyebabkan Thomas yang mendarat dengan posisi p4ntat menyentuh lantai terlebih dahulu. Harus merasakan rasa sakit yang teramat sangat pada p4ntat gendutnya.

__ADS_1


"Arrrggggghhh…!!! Razak! Kau bocah biadab!" Maki Thomas, sambil berteriak kesakitan memegangi p4ntatnya.


__ADS_2