Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
180 - Formasi Menjepit


__ADS_3

"Pasang formasi segel sangkar Es!" Teriak Issabela, memberi intruksi pada anggotanya untuk mengaktifkan formasi segel pelindung Basecamp.


"Baik!"


Secara serentak, Knight ahli formasi dari House Alknight segera menjawab untuk melaksanakan perintah Issabela. Kelompok ini membentuk segel tangan rumit, yang diakhiri dengan mengalirkan Mana mereka masing-masing kearah jimat formasi yang terpasang memanjang di wilayah perbatasan Basecamp House Alknight.


Ketika ritual pengaktifan segel formasi selesai, sebuah dinding es raksasa segera muncul dan terbentuk. Dinding es ini memanjang mengikuti lokasi di pasangnya kertas jimat segel. Menutup semua area perbatasan Basecamp.


"Hohohoho… sungguh konyol! Memakai formasi segel sangkar es untuk menahanku?" Kata Eric Alknight dengan nada sinis. Saat melihat dinding es raksasa yang membentang di hadapannya.


"Apa tak ada yang memberitahu pada kalian wahai generasi muda? Siapa yang menciptakan segel formasi ini!"


"Itu adalah aku! Dan kalian pikir segel formasi ini akan bisa menahanku? Aku bahkan bisa membongkarnya sambil memejamkan mata! Hohohoho…!"


"Kita lihat, sampai berapa lama kalian bisa mempertahankan formasi segel ini saat aku berhasil mencapainya!" Kata Eric, menutup kalimatnya dengan senyum licik. Kemudian ikut maju menerjang kedepan, mengekor pasukannya yang telah lebih dulu bergerak.


Melihat Eric ikut maju kedepan, Gregoric yang bardiri di barisan paling depan garis pertahanan, mulai memasang senyumnya juga. Namun itu bukan senyum licik seperti milik Eric, melainkan seringai, seringai seperti penjahat jalanan.


"Siapa bilang kami cuma akan bertahan! Pak tua ini memakan umpannya!" Gumam Gregoric.


"Bagi kalian saudara-saudaraku yang merupakan Meridian Knight! Dengarkan aku!" Teriak Gregoric kemudian.


"Tegarkan hati kalian! Aku selalu percaya bahwa Knight sejati dari House kita adalah Knight dengan keteguhan hati bagaikan baja!"


"Jadi, kita tunjukan pada gerombolan tikus pengkhianat ini! Apa itu yang namanya keteguhan hati! Apa itu yang namanya menjaga kehormatan House!"


"Kita tunjukan pada mereka, ujung jalan dari sebuah pengkhianatan adalah kematian tanpa kehormatan!" Seru Gregoric.


"Hooooaaarrggggg….!!!!"


"Tuan muda! Segera pimpin!"


"Kita habisi para pengkhianat itu!"


"Tanpa belas kasihan!"


"Tanpa ampun!"


"Jangan sisakan satu orangpun!"


Tepat setelah Gregoric menyelesaikan kalimat pembakar semangatnya. Teriakan perang segera pecah, begitu menggelora.


Mendengar itu, seringai di wajah Gregoric menjadi semakin lebar, ia menatap kelompok besar House True Alknight yang saat ini bergerak maju kearahnya, dengan sorot mata penuh kebengisan.


"Baiklah! Sekarang, mari antarkan tikus-tikus ini ke alam baka! Biarkan mereka bertemu dan mendapat hukuman tambahan dari para leluhur!" Teriak Gregoric sekali lagi, kemudian tanpa menunda, menjadi yang pertama bergerak maju menerjang memasuki medan pertempuran.

__ADS_1


"Majuuu…!!!!"


"Ikuti tuan muda…!!!"


"Jangan sampai tertinggal…!"


"Hoaaaarggg….!!!!"


Teriakan keras yang begitu menggebu kembali terdengar dari kelompok House Alknight ketika melihat tuan muda mereka dengan gagah berani dan tanpa rasa takut, maju menerjang terlebih dahulu. Tindakan Gregoric ini membuat hati setiap orang langsung menjadi panas, begitu menggelora.


Bagaimana orang-orang ini tidak panas hatinya, sudah umum dalam sebuah medan pertempuran, bahwa biasanya seorang tuan muda hanya akan memberi intruksi dan bergerak di belakang pasukan. Namun, saat ini Gregoric justru melakukan sebaliknya. Hal ini membuat setiap pasukan yang mengikutinya, menjadi begitu bersemangat. Ingin memberi semua yang mereka miliki agar tak mengecewakan tuan mudanya tersebut.


"Hoaaaarggg….!!!!"


Disisi lain, anggota House True Alknight yang awalnya begitu percaya diri maju menyerang karena merasa memiliki jumlah pasukan lebih banyak. Kini menjadi sedikit bergetar hatinya saat mendengar teriakan perang menggelora yang di teriakkan pihak lawan. Beberapa yang memiliki mental lemah, bahkan terlihat menghentikan langkah kaki mereka.


*Sriinggg….!


*Splaasss…!!!


*Jlepp.. jlepp.. jleep…!


Namun, hanya sesaat orang-orang bermental lemah ini menghentikan langkah mereka, seperangkat senjata rahasia segera menghujam masing-masing dari orang-orang ini.


Senjata-senjata rahasia ini tanpa ampun menghabisi setiap dari mereka, memenggal kepala, menembus dada, bahkan ada yang meledak menghancurkan kepala.


Mendengar kata-kata Eric tersebut, beberapa anggota House True Alknight yang awalnya hendak menghentikan langkah mereka, segera mengurungkan niatnya, kembali fokus untuk maju menyerang kedepan.


Karena kedua kelompok saat ini secara bersamaan menerjang kearah lawannya masing-masing, tak butuh waktu lama sampai akhirnya bentrokan pun terjadi.


"Habisi sampah-sampah ini!"


*Booommm…!!!


Ledakan yang di picu dari bentrokan berbagai teknik segera terjadi di medan pertempuran. Hal ini membuat suasana dari pertempuran sangatlah semarak.


Satuan Meridian Knight dari House Alknight yang di pimpin langsung oleh Gregoric, tampak sangat beringas menghujam lawannya masing-masing.


Meskipun setiap dari mereka harus melawan 3-4 musuh sekaligus, karena memang kalah dalam hal jumlah, tapi tak terlihat rasa gentar sedikitpun pada sorot mata setiap Meridian Knight ini. Mereka justru tampak seperti sedang kerasukan iblis, sangat menikmati pertarungannya masing-masing.


Sementara Gregoric sendiri, saat ini tampak seperti raja iblis. Dengan bentuk tubuh beruangnya yang garang, ia tak henti-hentinya melakukan lompatan-lompatan besar, dan setiap lompatan ini, selalu diakhiri dengan hujaman gelombang pukulan keras, menghancurkan area luas begitu ia mendarat.


*Booommmm….!!!


*Booommmmm…!!!

__ADS_1


*Booommmmmmm….!!!


Gregoric terus melompat dan melompat, membelah lautan manusia di depannya. Masuk semakin dalam pada garis pertahanan musuh. Tanpa sekalipun menoleh kebelakang.


Melihat aksi heroik Gregoric tersebut, satuan Meridian Knight yang mengikuti di belakangnya, menjadi lebih bersemangat lagi. Mereka tak henti-hentinya mengumandangkan teriakan perang. Mengibaskan lawannya masing-masing, mengeluarkan semua yang mereka punya untuk terus mengikuti Gregoric.


"Maju terus….! Jangan sampai tertinggal terlalu jauh dari tuan muda!"


Berbeda dengan anggota House Alknight yang menjadi semakin bersemangat, satuan Knight penyerang dari House True Alknight kini terlihat semakin tertekan.


Selain tertekan secara mental, mereka juga dibingungkan oleh tindakan para Meridian Knight yang di pimpin Gregoric, karena lawannya ini seperti mengabaikan garis depan, terus maju menerjang semakin dalam.


"Biarkan saja mereka masuk! Tujuan tuan muda bodoh ini adalah diriku yang ada di garis pertahanan paling belakang!" Teriak Eric, mulai memahami apa yang direncanakan Gregoric.


"Bersiap untuk membentuk formasi kura-kura!" Teriak Eric lagi.


"Kalau kau ingin masuk, maka masuklah! Tapi jangan harap untuk bisa keluar lagi! Darah mudamu yang panas itu, akan membawa seluruh pasukanmu menemui dewa kematian!" Gumam Eric, sambil memandang Gregoric dengan tatapan meremehkan.


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmmm….!!!


Namun, ketika kelompok House True Alknight yang ada di barisan depan hendak kembali untuk mengikuti intruksi tetuanya dalam membentuk formasi kura-kura, guna menyegel para Meridian Knight yang di pimpin Gregoric ke dalam lingkaran kematian, sebuah gelombang serangan hebat tiba-tiba menghujam dari arah belakang mereka.


"Apa-apaan!"


Gelombang serangan ini, membuat eric menjadi kehabisan kata-kata. Dia sama sekali tak menduga, satuan Soul Knight milik House Alknight yang awalnya terlihat dalam posisi bertahan menjaga tembok es, kini dengan dipimpin oleh Issabela, ikut maju menerjang kedepan. Meninggalkan garis pertahanan Basecamp mereka.


"Saatnya berbalik!"


Saat Eric masih termenung, berusaha mencerna situasi yang terjadi, Gregoric tiba-tiba berteriak lantang, memerintahkan satuan Meridian Knight yang ia pimpin untuk melakukan manuver berbalik.


Tindakan dari para Meridian Knight ini segera membuat Eric tercengang, kini ia baru sadar bahwa telah masuk kedalam perangkap musuh.


Eric yang pada awalnya ingin menjepit Gregoric beserta satuan Knight yang ia pimpin, dimana telah secara ceroboh masuk terlalu dalam di garis pertahanan pasukannya, kini malah mendapati pasukan garis depannya berada dalam posisi terjepit balik.


----


Note : Teman-teman, mohon bantuannya biar popularitas cepat naik menjadi 1 M dengan cara menyempatkan menekan tombol like dan memberi komentar di setiap chapternya.


Terserah deh mau komen seperti apa, misal kalian ketik satu huruf "A" saja, itu juga sudah termasuk komentar kok wkwkwkk.


Dan seperti biasa, ketika saya meminta bantuan sesuatu, pasti ada imbal baliknya, entah itu nanti crazy up, atau saya buka lagi satu Spin off sebagai chapter khusus ^^

__ADS_1


Itu saja, TERIMA


__ADS_2