
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Beberapa minggu setelah kepergian Theo, House Alknight)
"Jasia, apa kau serius ingin masuk kedalam gua misterius sekali lagi? Dalam kondisi kultivasimu yang seperti saat ini?" Tanya Master Bosweric.
"Itu benar, pertimbangan sekali lagi! Terlebih saat ini kau ingin mengajak Kalina bersamamu!" Tambah Master Aegric. Dengan ekspresi wajah cemas.
Hanya 3 minggu setelah kepergian Theo, berkat Foundation Pill serta beberapa Pill obat lainnya, juga dengan kerja keras latihan tanpa henti setiap hari. Jasia yang harus mengulang dari awal jalan kultivasinya, kini telah berhasil masuk ke kelas Pioneer tahap awal. Secara resmi kembali menapaki dunia Knight.
Selain Jasia, perkembangan yang lebih mencengangkan, terjadi pada Kalina, setelah secara rutin meminum Pill buatan Tiankong, gadis kecil ini akhirnya bisa membuat Element seednya tumbuh. Dan begitu Element Seednya tumbuh, tingkatan Kalina berkembang sangat cepat, terlalu cepat hingga diluar akal sehat.
Hanya beberapa hari setelah Element Seed Kalina tumbuh, tanpa terlalu banyak berlatih, itu seperti punya kehendak dan kehidupan, terus tumbuh menyerap energi Mana di sekitarnya dengan sendirinya. Perkembangan tersebut, membuat Kalina saat ini telah mencapai kelas Pioneer tahap bumi.
"Kedua master, mohon maaf, keputusanku sudah bulat! Untuk bisa berlatih secara maksimal, aku memutuskan untuk memasuki dan melakukan kultivasi tertutup di dalam Jurang Misterius!" Jawab Jasia.
Mendengar gadis muda di hadapannya bersikap keras kepala, Master Bosweric dan Aegric hanya bisa mengerutkan kening dan saling tatap satu sama lain untuk beberapa saat.
"Berlatih itu hal yang bagus! Tapi tidak dengan cara seperti ini! Kau membahayakan diri sendiri dan juga adikmu dalam prosesnya!" Ucap Master Aegric. Pria tua ini tampak benar-benar menyayangi Kalina, tak rela saat mendengar Jasia akan membawa Kalina untuk ikut memasuki tempat berbahaya macam Jurang Misterius.
Jasia hanya memasang senyum sederhana saat Master Aegric menyelesaikan kalimatnya. Kemudian mulai menatap pria tua itu dengan tatapan hangat.
__ADS_1
"Master Aegric, aku benar-benar sangat bersyukur ada orang sepertimu di dunia ini selain tuan muda yang begitu peduli pada Kalina. Sebagai seorang kakak, aku sangat berterima kasih!"
"Tapi tuan muda pernah bilang padaku, untuk mencapai puncak tertinggi, seorang Knight harus berani mengambil resiko! Menyambar semua kesempatan yang ada di hadapannya!" Ucap Jasia.
Kalimat yang diucapkan Jasia, menjadi penutup pada jalannya diskusi kecil antara ketiga orang dalam ruang santai House Alknight.
***
(Keesokan harinya, Aula utama House Alknight)
Aula utama House Alknight masih tampak megah seperti biasa, pemandangan dari deretan lukisan para leluhur, terpajang dengan bangga berderet diseluruh dinding aula.
Saat ini, ditengah aula utama, Lord Arduric duduk diatas singgasananya. Diapit oleh Master Bosweric dan Master Aegric di kanan-kirinya.
"Jasia menghadap Lord!"
"Kalina menghadap Lord!"
"Berdirilah! Setelah ini, tak perlu terlalu sungkan lagi padaku!" Ucap Lord Arduric.
Mendengar kata-kata sang Lord, Jasia dan Kalina hanya terdiam, masih mempertahankan posisi berlutut dan menundukkan wajah, tak berani melihat kearah Lord Arduric.
Bagaimanapun juga, keduanya hanya pasangan dua bersaudara anak dari orang tua yang berasal dari keluarga cabang kecil. Kesempatan bertemu Lord adalah hal yang jarang terjadi. Oleh karena itu, baik Jasia dan juga Kalina, kini benar-benar gugup. Meskipun Lord Arduric memerintahkan berdiri, keduanya tak berani untuk beranjak.
"Apa yang kalian lakukan? Bukankah kubilang untuk tak terlalu sungkan! Cepat berdiri!" Ucap lord Arduric sekali lagi.
Jasia dan Kalina yang kembali mendapat intruksi untuk berdiri, saling tatap satu sama lain untuk sesaat. Sebelum akhirnya memberanikan diri mengambil posisi berdiri. Namun begitu, keduanya masih menunduk dengan dalam, tak berani menatap langsung kearah Lord Arduric.
"Jasia! Kalina! Putraku Theo tak punya banyak teman semenjak dia kecil! Semua teman sebaya menjauh darinya, karena menganggap Theo hanyalah sampah yang tak mampu menumbuhkan Element Seed!
"Tuan muda sampah! Itulah julukan yang umum ditujukan padanya! Aku yakin kalian juga pernah mendengar tentang kisah ini!" Ucap Lord Arduric.
__ADS_1
Mendengar kata-kata Lord Arduric, baik Jasia maupun Kalina, kini mulai mengepalkan tinjunya masing-masing dengan erat. Jika saat ini masih ada yang berani memanggil tuan mudanya dengan sebutan tersebut, tak peduli siapapun orangnya, keduanya pasti akan menjadi yang pertama untuk maju menghajar orang tersebut.
"Jadi, Jasia, Kalina, bisa dikatakan bahwa kalian berdua adalah teman pertama yang mau berkawan secara tulus dengan Theo!" Ucap Lord Arduric. Kini dengan tatapan dan senyum hangat.
Kalimat yang segera disambut dengan kedua bersaudara secara serentak kini reflek menatap kearah Lord Arduric. Benar-benar terharu dengan kalimat tersebut, ditambah dengan ekspresi wajah hangat Lord mereka yang menatap dengan ketulusan. Kedua wanita muda ini kini mulai merasa sembab di matanya.
"Oleh karena itu! Hari ini, sebelum kalian pergi melakukan latihan tertutup, aku memanggil kalian menghadap terlebih dahulu! Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan!" Ucap Lord Arduric.
Mendengar Lord Arduric ingin menyampaikan sesuatu, seluruh orang yang ada di dalam aula utama, baik itu puluhan tetua, dan juga kedua Master yang berdiri disamping Lord, kini segera mengambil sikap berlutut.
Tindakan yang segera diikuti oleh Jasia dan Kalina yang baru saja berdiri, mereka segera ikut untuk kembali berlutut.
Lord Arduric menatap sekilas pada seluruh orang di aula utama yang saat ini sedang berlutut, sebelum akhirnya mulai berdiri dari singgasananya. Berjalan turun secara perlahan dan penuh wibawa kearah dimana Jasia dan Kalina sedang berlutut, berhenti tepat di hadapan keduanya.
Setelah sampai di hadapan Jasia, Lord Arduric meneruskan dengan menarik pedang yang terpasang di pinggangnya. Menempatkan ujung pedang tersebut tepat di atas kepala Jasia, sedikit menyentuh ujung rambutnya.
"Atas jasa-jasa yang telah kau berikan pada House dalam pertempuran besar! Atas jiwa patriotmu yang tak memperdulikan apapun sehingga rela mempertaruhkan nyawa! Dengan aku sebagai saksi nyata dalam semua aksi heroikmu tersebut!"
"Maka dengan ini, aku Lord Arduric! Pemimpin tertinggi House Alknight! Menetapkan kau sebagai anggota keluarga resmi! Mulai sekarang, kau akan menyandang nama Alknight!"
"Berdirilah! Jasia Alknight!" Seru Lord Arduric.
Seruan yang segera membuat seluruh tubuh Jasia bergetar hebat. Sensani merinding aneh tiba-tiba menyebar keseluruh bagian tubuhnya. Ia kemudian mulai menatap Lord Arduric yang berdiri dihadapannya dengan sorot mata bergetar. Sebelum akhirnya secara perlahan mulai berdiri.
"Selamat datang Jasia Alknight!"
Seru seluruh orang yang ada di dalam aula utama, tepat setelah Jasia berdiri. Sebuah seruan yang lagi-lagi membuat Jasia tak mampu berkata apapun. Titik-titik air mata mulai jatuh dari kedua bola matanya. Sebelum dengan cepat diusapnya.
"Terimakasih! Jasia Alknight akan mengabdi sepenuh hati untuk House!" Ucap Jasia.
"Kalina! Karena anakku Theo, orang yang paling berjasa dalam kemenangan kita dipertempuran sebelumnya telah menganggapmu sebagai adiknya sendiri, dengan ini aku juga akan menganugerahkan nama Alknight padamu!"
__ADS_1
"Berdirilah! Kalina Alknight!"