
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Hhahaha….! Akhirnya aku bisa juga memasuki Istana Emas ini!" Ucap seorang pria berperawakan garang dengan banyak bekas luka sayatan di wajahnya. Pria ini adalah seorang Knight dengan kelas King tahap langit.
"Kenapa begitu senang hanya dengan berhasil masuk? Itu akan percuma bila kau tak bisa bergerak cepat!" Sahut seorang pria lain, dimana memiliki perawakan kurus dan pendek.
"Karena di dalam Istana ini tersimpan banyak sumberdaya berharga, maka siapa cepat, ia dapat!" Tambah pria kurus, kemudian dengan dua kaki kecilnya, ia bergerak sangat cepat meninggalkan tempat, menuju kesalah satu lorong.
"Bodoh sekali bila menganggap hanya butuh kecepatan untuk mendapatkan sumberdaya berharga! Mengingat ini adalah tempat yang terlihat cukup sakral" Sahut seorang wanita muda berpenampilan seperti layaknya pendeta penjaga kuil.
Bersamaan dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita tersebut, sebuah lubah berukuran sedang diatas langit-langit Istana emas, tiba-tiba terbuka. Dan dari dalam lubang, pria kurus yang sebelumnya bergerak cepat meninggalkan tempat mendahului yang lain, terjatuh keluar dari dalamnya.
*Buuggg….!!!
"Sialan! Formasi jebakan kurang ajar!" Bentak pria kurus.
"Hmmmmm…. Tak kusangka akan memberikan kesempatan bagi tiga Boss Besar Bandit seperti kalian untuk bisa ikut masuk kedalam sini!" Gumam Tetua Moon Tribe. Menatap tajam pada tiga orang dihadapannya.
"Yahh, mau bagaimana lagi, tadi kita cukup terburu-buru! Mengingat tua bangka yang ada di sana melakukan satu pergerakan mencurigakan!" Jawab Tetua Sun Tribe. Sambil menatap tetua Black Rock Tribe yang berada tak jauh di hadapannya.
"Diam kau! Dasar gerombolan pengacau!" Bentak tetua Black Rock Tribe. Dengan ekspresi wajah sangat geram. Dari tadi ia tampak sudah sangat kesal ketika menyadari bahwa ada kelompok lain diluar Rock Tribe yang ikut masuk kedalam Istana Emas.
Apalagi, selain Sun and Moon Tribe, kini juga terdapat beberapa kelompok Bandit besar ikut masuk. Dari beberapa kelompok Bandit tersebut, yang paling menarik perhatian tentu saja adalah tiga orang yang tadi sempat berbicara.
__ADS_1
Ketiga orang ini tak lain adalah Boss Besar Bandit yang cukup tersohor karena merupakan 3 dari 10 Boss Besar kelompok Bandit paling kuat di wilayah Gurun Kematian. Masing-masing kelompok mereka, memimpin aliansi besar Bandit gurun kematian.
Yang pertama berbicara, pria berperawakan garang dengan banyak bekas luka sayatan pada wajah, merupakan Boss Besar kelompok Bandit Wajah Iblis, Feizel sang Penyayat.
Sementara pria bertubuh kurus dan pendek, tak lain merupakan Boss Besar kelompok Bandit Rakun Gurun, Drani si kaki tak kasat mata. Terakhir, wanita berpenampilan pendeta, adalah Boss Besar kelompok Bandit Haus Darah, Meirin pendeta sesat.
Sebagai 3 Boss besar kelompok Bandit yang memimpin 3 dari 10 aliansi Bandit paling besar di wilayah Gurun Kematian, keberadaan mereka tentunya tak bisa di remehkan. Karena ketiganya merupakan petarung yang handal dimana memiliki tingkat kultivasi seorang Knight berkelas King tahap langit puncak.
Selain itu, ketiga orang Boss Besar kelompok Bandit yang tersohor ini, berhasil memasuki Istana Emas dengan di temani beberapa wakil pemimpin mereka yang rata-rata memiliki kelas King tahap Bumi.
Feizel membawa masuk 3 orang wakil pemimpin Bandit Wajah Iblis, Drani dengan 2 orang wakil pemimpin Bandit Rakun Gurun, sementara Meirin berhasil memasukkan 5 orang wakil pemimpin kelompok Bandit Haus Darah.
Dengan komposisi tersebut, tentu saja kelompok Bandit yang memasuki Istana Emas tak bisa di anggap sepele, karena dari total 30 orang yang masuk, 13 diantaranya adalah dari kalangan Bandit Gurun.
Kelompok Sun and Moon Tribe sendiri yang juga berhasil menerobos masuk kedalam portal Istana Emas di detik terakhir, membawa total 8 orang, 4 orang masing-masing baik dari pihak Sun Tribe maupun Moon Tribe.
Sementara Black Rock Tribe yang bergerak lebih dahulu, tentu saja membawa masuk jumlah pasukan paling banyak. Yakni 9 orang.
"Jadi bagaimana sekarang? Karena semua sudah masuk, itu akan percuma saling bunuh untuk saat ini! Hanya akan membuang tenaga dan waktu yang tentunya cukup berharga!"
"Hmmm… Untuk kali ini aku sepakat dengan Bandit gurun sampah ini!" Jawab tetua Moon Tribe.
"Lebih baik bergerak sendiri dengan kelompok masing-masing! Saling bunuh atau rebut sumberdaya berharga bisa dilakukan nanti setelah kita keluar!" Tambah tetua Moon Tribe. Terlihat cukup percaya diri dengan kemampuan kelompoknya.
"Terserah! Tapi karena kelompokku memiliki jumlah orang lebih banyak, maka kami akan bergerak dan memilih arah lebih dahulu! Kalian cari saja arah yang berbeda!" Dengus tetua Black Rock Tribe.
Kemudian tanpa menunggu jawaban dari orang-orang yang ada di sekitar, ia mulai memimpin kelompoknya bergerak kesatu lorong yang memiliki aliran aura Mana begitu tebal.
"Sebaiknya kita ambil arah sebelah sana!" Ucap tetua Sun Tribe, bersama kelompok Moon Tribe, mereka bergerak kearah berlainan.
Kini, setelah dua kelompok Tribe meninggalkan tempat, di dalam ruangan hanya menyisahkan para Bandit Gurun yang masih belum bergerak.
"Kalian berdua, karena kita sama-sama Bandit, aku menawarkan kerjasama! Bagaimana kalau ketiga kelompok kita bergerak dalam satu tim secara bersamaan?" Saran Drani. Kepada dua Boss Besar Bandit lainnya.
__ADS_1
"Teruslah bermimpi!" Jawab Feizel singkat, tanpa menoleh. Ia memimpin 3 anggota kelompok Bandit Wajah Iblisnya untuk bergerak meninggalkan tempat. Menuju kesalah satu lorong.
"Dasar keras kepala!" Dengus Drani. Seraya menoleh kearah Meirin dan kelompoknya yang masih belum bergerak.
"Jadi Meirin! Bagaimana? Apakah kau sepakat dengan ideku?" Tanya Drani.
Mendengar pertanyaan tersebut, Meirin tampak tak memberi reaksi apapun, hanya menatap kearah langit-langit ruangan.
"Cukup basa-basinya! Aku tau kau hanya ingin memanfaatkan kelompok lain karena membawa anggota lebih banyak!" Jawab Meirin pada akhirnya. Menyudutkan Drani dengan fakta bahwa ia hanya berhasil membawa masuk 2 orang anggotanya. Menjadi kelompok dengan jumlah orang paling sedikit.
"Lagipula, itu percuma bergerak lebih dahulu!" Tutup Meirin. Sebelum secara tiba-tiba, langit-langit Istana Emas, kembali terbuka. Kali ini dengan beberapa lubang sekaligus.
Dan dari lubang-lubang tersebut, seluruh kelompok yang tadi bergerak lebih dahulu, terjatuh dengan satu hentakan keras. Mendarat cukup berat pada lantai ruangan.
Pada saat setiap orang yang baru saja terlempar keluar dari dalam lubang masih memasang ekspresi wajah antara marah dan malu, sebuah suara misterius yang terdengar sangat mendalam, tiba-tiba terdengar lantang.
"Selamat datang di Istana Emas!" Ucap suara misterius. Memotong makian yang sempat akan keluar dari mulut beberapa orang yang jatuh dengan posisi memalukan.
"Perkenalkan! Aku adalah pemilik asli dari Istana Emas! Dan di dalam Istana Emasku, kalian tidak bisa bergerak semaunya sendiri!"
"Akan ada aturan serta beberapa permainan yang harus kalian jalankan jika ingin mendapatkan sumberdaya berharga yang ada di dalam Istana Emas! Dan akulah yang akan memutuskan bagaimana kalian harus bergerak!" Tutup suara misterius. Dengan intonasi nada dingin.
***
(Ruang pusat formasi Istana Emas)
"Tuan, itulah masalah penting yang sebelumnya kukatakan padamu! Jiwa sisa dari panglima Cinta-Kasih yang bersemayam di dalam Istana Emas, tampaknya mulai mendapatkan beberapa kesadaran!"
"Sepertinya, hal ini di sebabkan karena dalam beberapa waktu belakangan, Istana Emas terus dipergunakan. Sehingga menyerap begitu banyak Mutiara Mana!"
"Energi sisa rembesan dari ratusan juta Mutiara Mana tersebut, bergerak secara otomatis dan mulai memperkuat kesadaran Jiwa sisa panglima Cinta-Kasih!" Ucap Sasi.
Mendengar penjelasan Sasi, Theo yang berdiri di sebelahnya, tak segera memberi jawaban apapun. Tampak sedang memikirkan sesuatu. Sampai kemudian, tiba-tiba ia mulai memasang senyum licik.
__ADS_1
"Untuk sementara, biarkan dulu berjalan seperti ini! Aku akan mengamati perkembangan situasi! Lagipula, ini cukup bagus dengan banyak ikan besar yang terkait pada kail yang kita lempar!"
"Bisa dibilang, ini adalah satu tangkapan besar! Hahahhah….!" Ucap Theo.