Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Akademi Surga


__ADS_3

Catatan penulis :


Selamat malam, dalam catatan kali ini, penulis cuma kembali sedikit mengingatkan, bahwa besok malam, bersamaan dengan rilis chapter terbaru, akan saya umumkan pemenang dari event Spin Off.


Pemenangnya adalah 3 besar vote tertinggi (Yang telah memfollow back saya, untuk keperluan komunikasi) dan juga 3 pembaca beruntung yang saya pilih dari kolom komentar.


Mengenai batas waktunya, untuk 3 besar vote tertinggi, akan saya stop sabtu sore, pukul 15.00.


Spin off yang tersedia ada enam, pemenang event bisa memilih satu diantaranya :


Gregoric Alknight : Sang Perkasa.


Arthur Wild : Putra Kegelapan.


Issabela Alknight : Bertambah kuat.


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (1)


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (2)


Desa Tersembunyi : Tim Penjelajah (1)


Spin off yang penulis buat, akan selalu berhubung dengan cerita utama, jadi mereka yang memenangkan event, secara eksklusif akan bisa menikmati beberapa kisah yang tak sempat penulis jabarkan di alur utama. ^^


Sekian catatan kali ini, selamat membaca chapter terbaru ^^


------


Gerbang megah yang ada di hadapan Theo dan Arthur saat ini, tak lain adalah gerbang dari akademi surga Glaire Empire.


"Ohh... Boss, kau punya kakak?" Tanya Arthur.


"Kau belum tahu? Aku punya dua orang kakak!" Jawab Theo.


"Ahh… Kalau begitu, aku punya dua Boss besar?"


"Tapi boss... kenapa kau hanya ingin memperkenalkan kakakmu yang bernama Gregoric?" Tanya Arthur.


"Hehe... Itu karena seperti yang kubilang sebelumnya, kau mungkin akan lebih cepat akrab dengannya!"


"Dia adalah kakak lelaki yang asik!" Jawab Theo.


"Memang kakakmu satunya tidak asik?"


"Itu… kakak pertamaku adalah seorang wanita! Namanya Issabela. Dan sikapnya hampir sama menyebalkan seperti Aria!"


"Bahkan lebih parah lagi! Dia suka mengatur dan memukulku waktu aku masih kecil!"


"Kakak pertamaku ini, adalah gambaran nyata seorang monster wanita! Hahahha…"


*Bleeetaaaaakkk…..!


Bersamaan dengan Theo menyelesaikan kata-katanya, sebuah batang kayu mendarat dengan keras, tepat di tengah kepalanya.


"Auchhh…. Siapa…!!"


Theo yang segera merasa kesal, karena seseorang tiba-tiba memukul kepalanya, langsung menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang kurang ajar ini.


"Ahh…."


Namun, begitu ia melihat orang yang memukulnya, kata-kata makian yang sebelumnya sudah ia siapkan untuk diarahkan ke orang tersebut, segera dengan cepat ia telan kembali.

__ADS_1


"Wanita sialan! Beraninya kau memukul Boss!"


Berbeda dengan Theo, Arthur yang merasa tak kenal dengan wanita tersebut, segera memakinya.


"Ohh… bagus! Seorang bocah ingusan berani memakiku!" Dengus wanita tersebut, kemudian mulai memasang seringai lebar, seperti penjahat jalanan.


Bersamaan dengan seringainya, hawa dingin yang sangat intens juga mulai menyebar dengan kuat disekitar wanita ini.


"Ahh… wanita ini berbahaya!" Kata Arthur, ketika merasakan tekanan aura yang sangat kuat keluarkan dari tubuh wanita di depannya.


"Boss! Kita harus bekerjasama untuk menghadapi wanita sialan ini!" Kata Arthur kemudian.


Namun, tak seperti harapan Arthur, ketika ia menoleh kearah Theo, ternyata Theo sudah mundur sangat jauh. Meninggalkannya sendiri.


"Boss…?"


"Kau bodoh! Berani sekali kau memakinya?" Kata Theo dari kejauhan.


"Apa?"


ketika Arthur masih tak mengerti dengan maksud kata-kata Theo, sebuah gelombang es mulai menerjang kearahnya.


"Sialan!"


Arthur yang merasa terkejut dengan serangan tiba-tiba ini, segera mulai mengalirkan elemen kegelapannya untuk menahan serangan.


*Kraaakkkkk…


"Hahh…? Apa-apaan?"


Kejadian selanjutnya membuat Arthur menjadi sangat terkejut. Gelombang es ini ternyata tak bisa dihentikan oleh elemen kegelapannya, itu justru mulai membekukan kegelapan miliknya.


"Tidak mungkin?" Seru Arthur, sangat terkejut.


"Ahhh... Tidak! Jangan mendekat!" Teriak Arthur kemudian, ketika melihat wanita menyeramkan di hadapannya mulai mendekat.


*Kraaaakkkk…


Tanpa memperdulikan kata-kata Arthur, wanita ini mengirim gelombang es lainnya yang dengan cepat membekukan separuh tubuh Arthur, mencegahnya untuk melarikan diri.


Arthur yang telah terjebak, kini hanya bisa memandang ngeri wanita di hadapannya, senyum seringai penjahat jalanan dari wanita tersebut, mulai tampak semakin menyeramkan baginya.


"Boss…!" Arthur yang ketakutan, kembali mencoba meminta bantuan Theo.


"Maafkan aku, aku tak mau ikut campur! Itu salahmu sendiri sudah dengan sangat berani memakinya!" Kata Theo.


"Kakak! Dia milikmu sepenuhnya!" Teriak Theo lagi, kemudian mundur beberapa langkah lagi kebelakang.


"Kakak?" Arthur yang kini mulai sadar siapa wanita yang ada di hadapannya, hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Arthur Wild, tuan muda dari House of Wildbear, rumor tentangmu sudah sangat sering kudengar!"


"Dan ternyata benar! Kau adalah berandal tengik! sama persis seperti rumor yang beredar!"


"Sekarang katakan! Kau mau dihukum dengan cara apa?" Kata Issabela, masih dengan seringai menyeramkannya.


"Mon... monster!" Gumam Arthur terbata lirih. Ketika melihat dari dekat seringai menyeramkan Issabela.


"Apa kau bilang?" Seringai Issabela semakin melebar lagi.


"Ahhh… Boss… Boss besar! Maksudku adalah boss besar! Kau adalah boss besar! Maafkan aku, itu tadi hanya keceplosan!" Kata Arthur terburu-buru.

__ADS_1


*Bletakkkk….!!!


*Bletakkkk…!!!


*Bletakkkk….!!!


Suara pukulan benda tumpul bergema sangat keras.


***


"Hehhee... Kakak! Apa kau sudah tenang! Maafkan Arthur, dia tak pernah bertemu denganmu sebelumnya!" Kata Theo, ketika melihat Issabela sudah sedikit tenang.


*Bletaakkkk….!!!!


Namun bukannya menjawab, Issabela justru memukul kepalanya lagi dengan lebih keras.


"Diam kau ******** kurang ajar! Siapa tadi yang kau perkenalkan pada anak ini sebagai monster wanita?" Bentak Issabela. Sambil menunjuk Arthur yang kini berwajah babak belur di hadapannya.


"Kakk… ituu….! Sebenarnya begini…"


*Bletaaaakkk…..!!!


Pukulan lain kembali mendarat sebelum Theo menyelesaikan kata-katanya.


"Aku tak butuh pembelaanmu! Katakan siapa monster wanita itu?" Bentak Issabela lagi.


"Sudah cukup, iya.. iya… aku minta maaf!" Kata Theo, kini kembali mundur beberapa langka, sambil terus menggosok-nggosok kepalanya yang sakit.


"Hmmm….!"


Mendengar itu, Issabela hanya memberi tatapan tajam sesaat, sebelum membuang potongan kayu yang dari tadi ia pegang.


'Benar kata Boss! Dia adalah gambaran nyata seorang monster wanita! di masa depan, aku benar-benar tak akan membuat masalah dengan Boss besar pertama!' Gumam Arthur dalam hati.


**


"Kak, gelombang es yang kau keluarkan tadi, apa itu berasal dari Kristal Plant bunga Udumbara?" Tanya Theo.


Saat ini, Theo dan Arthur tengah berjalan di dalam akademi surga, ditemani oleh Issabela, mereka sedang menuju ketempat Gregoric.


Sebelumnya, ketika Issabela mengeluarkan gelombang es murni, yang bahkan bisa membekukan elemen kegelapan milik Arthur, Tiankong yang melihatnya, segera menyadari bahwa gelombang ini bukanlah gelombang es biasa.


Menurut Tiankong, hanya salah satu Variant bunga Udumbara, yakni Udumbara beku yang akan bisa mengeluarkan gelombang es semurni itu. Dan untuk memastikannya, dia menyuruh Theo bertanya.


"Ohh... Kau tau itu? Benar sekali! Aku mendapatkan Kristal Plant dari Bunga Udumbara beku!" Jawab Issabela, mengonfirmasi kebenaran dari dugaan Tiankong.


"Menarik sekali! Dari mana kau mendapatkannya?" Tanya Theo lagi.


"Aku mendapatkannya secara tak sengaja!"


"Dalam perjalanan kembali ke akademi, ketika sampai di perbukitan Merak, rombonganku di hadang oleh kelompok House Ironhead."


"Dalam kejadian itu, aku yang terpisah dari rombongan, secara kebetulan menemukan bunga ini!"


"Dan yang menarik, entah kenapa bunga ini seperti memanggilku! Perasaanku mengatakan bunga ini ingin agar aku mengambil Kristal Plantnya!" Kata Issabela, menutup penjelasannya.


"Sungguh menarik!" Jawab Theo singkat, ketika mendengar penjelasan Issabela.


"Bunga udumbara adalah salah satu spesies yang sangat misterius, banyak hal aneh yang terjadi di sekitar bunga ini! Sungguh kejadian mistis yang menarik!" Tiankong ikut berkomentar sebelum Theo sempat bertanya kepadanya.


"Hmmm…."

__ADS_1


Mendengar bahkan masternya tak tahu apa yang terjadi hingga Issabela mendapat perasaan seperti yang di jelaskan tadi, Theo yang awalnya ingin bertanya, segera menelan lagi pertanyaannya.


"Kakak... Setelah ini aku akan membantumu melebur Kristal Plant itu kedalam senjata yang cocok, agar kau bisa menggunakannya lebih efisien lagi!" Kata Theo setelah terdiam beberapa saat.


__ADS_2