
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aku disini berniat untuk memberi penawaran yang mungkin bisa membantu dalam menyelesaikan permasalahan kelompok kalian!" Ucap Theo, masih dengan senyum sederhana, tanpa menunjukkan sikap mengancam sama sekali.
Mendengar kata-kata Theo, tiga orang kelompok Eleanor Tribe tak segera memberi tanggapan, mempertahankan sikap waspada. Bagaimanapun juga, pihak lawan yang sedang mereka hadapi saat ini, adalah Boss Besar kelompok Bandit Serigala yang sedang naik daun.
Sepak terjang serta nama besar Boss Besar kelompok Bandit Serigala dimana hanya seorang pemuda berkelas King yang mampu membunuh 2 orang Emperor dalam satu waktu pertempuran, telah menyebar dan menjadi desas-desus hangat di seluruh wilayah Gaia Land. Otomatis, Eleanor Tribe yang merupakan kelompok penghuni wilayah kepulauan East Region, dimana berbatasan langsung dengan wilayah Gurun East Region, menjadi satu dari beberapa kelompok paling awal yang mendengar desas-desus tersebut.
"Santai saja! Bukankah kalian hanya perlu mendengarkan! Jika memang tak tertarik, bisa menolak kapan saja! Tentu aku juga tak kuasa untuk mempersulit jika itu akhirnya menjadi keputusan pihak Eleanor Tribe!" Ucap Theo. Saat Iris dan dua pengawalnya, terlihat masih belum juga mengambil keputusan.
Dengan gerakan kaki ringan, Theo kemudian membenarkan posisi meja di hadapannya yang sempat terbalik akibat benturan aura antar dua pengawal Iris, dengan Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih.
Bersamaan dengan kembalinya posisi meja seperti semula, Theo perlahan mengambil posisi duduk bersila. Mengeluarkan dua buah cangkir giok serta satu teko teh yang juga terbuat dari giok indah berwarna hijau tua dari dalam gelang ruang-waktu, sebelum mulai menuangkan teh di dalam teko, pada masing-masing cangkir.
Theo meletakkan satu cangkir teh yang telah terisi di hadapannya. Sementara cangkir yang lain, ia sodorkan pada sudut lain meja.
__ADS_1
"Silahkan! Anggap sebagai permohonan maaf atas keributan sepele yang sempat terjadi antar kedua kelompok pada sapaan awal!" Ucap Theo. Masih mempertahankan senyum sederhananya.
Tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya, anggota kelompok Bandit Serigala lain yang saat ini sedang menemani di dalam ruangan, segera mengambil posisi agak kebelakang. Duduk bersila menghadap punggung Theo.
Sikap sopan yang di tunjukkan Theo, menyebabkan Iris mengerjapkan mata untuk beberapa saat. Tampak sedikit terpesona. Benar-benar tak menduga akan mendapat satu jamuan berkelas yang penuh dengan sikap tata krama dari seorang Boss Besar Bandit.
Satu jamuan yang tentu tak akan pernah terlintas di dalam benaknya akan di lakukan oleh seorang Bandit. Jamuan berkelas dan sikap tata krama yang seperti ini, biasanya hanya akan ia temui ketika berkunjung ke suatu kelompok Knight besar.
Keheranan Iris ini sebenarnya sangat berdasar. Karena ia hanya tau bahwa Theo adalah Boss Besar kelompok Bandit. Sementara identitas sesungguhnya dimana Theo juga merupakan seorang tuan muda salah satu House besar di wilayah Glaire Empire, sampai saat ini belum ada yang tahu selain dua organisasi netral, Dark Guild dan Gaia Son Paviliun, serta dua wanita yang sempat menemani Theo ketika melakukan perjalanan ke wilayah North Region dalam upaya membantu situasi genting House Braveheart. Yakni Hella dan Gerel.
Setelah tampak berfikir untuk beberapa saat, dengan raut wajah tertarik, Iris akhirnya mulai melangkah maju kedepan.
"Nona muda!"
Melihat Iris tampak hendak menerima jamuan yang di tawarkan oleh Theo, dua orang wanita tua pengawalnya segera memasang ekspresi wajah cemas. Hendak memberi saran agar Iris mengurungkan niatnya.
Kemudian tanpa menunggu jawaban dari kedua pengawal, ia mulai mengambil posisi duduk bersila berhadap-hadapan dengan Theo.
Disisi lain, dua wanita tua pengawal Iris yang merasa tak punya kuasa untuk menghentikan keputusan sang nona muda, hanya bisa mengikuti dibelakang, mengambil posisi duduk bersila menghadap punggung Iris sembari tak menurunkan kewaspadaan masing-masing. Menatap tajam kearah Theo. Satu hal yang sama dimana juga sedang dilakukan oleh para anggota kelompok Bandit Serigala yang sedang dengan tenang duduk di belakang Theo, Boss Besarnya.
"Silahkan!" Ucap Theo. Begitu melihat Iris telah duduk di hadapannya. Kemudian mulai mengangkat cangkir teh, meminumnya dengan anggun dalam sekali tegukan.
"Terimakasih!" Jawab Iris singkat. Sembari ikut meminum teh yang telah di sajikan Theo dengan cara anggun yang sama.
Diam-diam, Iris menjadi semakin terkesan dengan sikap penuh tata krama yang ditunjukkan Theo. Ia kini mulai merasa tak sedang berhadapan dengan seorang Boss Besar Bandit. Melainkan seorang Tuan muda dari sebuah keluarga besar lain. Ditambah dengan umur mereka yang tampak dalam generasi sama, Iris semakin merasa rileks dengan Theo sebagai lawan bicaranya.
__ADS_1
"Sebelum membuka obrolan, apakah kau berkenan untuk memperkenalkan identitas yang sebenarnya? Setidaknya, itu akan membuatku sedikit lebih rileks lagi karena memahami dengan benar siapa lawan bicaraku!" Ucap Iris. Dengan ekspresi wajah tertarik.
"Sebenarnya, tuan muda dari keluarga besar manakah kau ini?" Tutup Iris. Mengakhiri dengan satu pertanyaan langsung.
Sikap penuh tata krama yang dari tadi ditunjukkan oleh Theo, dengan jelas mengkonfirmasi bahwa pemuda di hadapannya saat ini adalah seorang dari keluarga terhormat. Membuat Iris yang benar-benar penasaran, mencoba untuk membuat Theo mengatakan identitas aslinya.
Pertanyaan dari iris, disambut Theo dengan semakin mengembangkan senyumnya.
"Mohon maaf, meskipun ketika sedang berada di tempat Gaia Son Paviliun bisa dikatakan cukup aman bagiku, tapi sebagai seorang yang memiliki identitas Boss Besar kelompok Bandit, terlebih kelompok Bandit Serigala yang kupimpin dalam beberapa waktu belakangan banyak melakukan pergerakan-pergerakan besar dimana mengganggu stabilitas wilayah Gurun East Region, aku jelas tak ingin mengambil resiko!" Ucap Theo.
"Cukup banyak mata dan telinga yang saat ini sedang mencoba untuk mencari keberadaan serta mengungkap identitasku. Jadi, kuharap kau sedikit memberi pengertian jika aku tak bisa menjawab pertanyaanmu itu!" Tutup Theo.
"Hmmmm... Baiklah! Cukup masuk akal!" Jawab Iris. Memutuskan untuk tak lagi mengejar.
"Terimakasih atas pengertiannya! Lagipula, dengan identitasku yang saat ini sebagai Boss Besar kelompok Bandit Serigala, kupikir itu sudah cukup memberi satu kredibilitas tertentu yang mana bisa kupakai untuk berbicara denganmu, seorang nona muda Eleanor Tribe, satu dari 10 Biggest Knight Group!" Ucap Theo. Sembari memasang satu ekspresi wajah penuh maksud tertentu.
Mendengar kalimat penuh kepercayaan diri yang baru saja dikatakan oleh Theo, ekspresi wajah kedua pengawal Eleanor Tribe segera berubah, mulai menatap Theo dengan sorot mata merendahkan.
'Hanya seorang Boss Besar kelompok Bandit! Terlebih bisa di bilang merupakan kelompok yang masih cukup baru! Kenapa sudah merasa begitu tinggi!' Gumam salah satu pengawal, dalam hati.
'Darimana sumber kepercayaan diri pemuda ini!' Gumam pengawal lainnya.
Sementara itu, ketika dua pengawalnya saat ini menatap Theo dengan penuh penghinaan, Iris disisi lain, justru mulai memasang satu senyum tipis yang begitu cerah, terlihat sungguh mempesona.
"Tentu! Kau memiliki kredibilitas yang cukup!" Ucap Iris pada akhirnya. Mulai terpesona dengan aura serta tatapan penuh ketajaman dari sorot mata Theo.
__ADS_1
Ekspresi wajah serta jawaban yang dengan segera membuat Hella yang berada di belakang Theo, kini menatap tajam kearah Iris dengan tatapan mata penuh maksud. Mulai merasa bahwa nona muda Eleanor Tribe ini, akan menjadi sosok Gerel kedua baginya.
Sebagai sesama wanita, Hella tentu tahu bahwa Iris mulai terpikat pada Theo. Segera menganggap wanita tersebut, sebagai saingan.