
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Gaia Inn. Ruang Kultivasi khusus)
*Booommmm….!!!!
Sebuah riak energi Mana yang sangat dahsyat, meledak liar menggetarkan seluruh ruangan. Menyebabkan beberapa retakan panjang kini tercipta pada dinding ruang khusus tersebut.
Getaran keras tersebut, segera membuat seluruh pengunjung Gaia Inn menjadi gempar, karena selain getaran hebat, dari dalam retakan yang tercipta, merembes keluar aliran energi Mana yang begitu murni dan sangat pekat. Rembesan aliran Mana ini menyebar luas keseluruh Gaia Inn, dan terus menyebar ke wilayah sekitarnya.
Beberapa Knight kelas tinggi yang menyewa kamar Gaia Inn tentu saja segera keluar dari kamar masing-masing. Bergerak kearah sumber aliran Mana berasal.
"Siapa yang berada di dalam ruang Kultivasi ini?" Tanya salah satu Knight.
"Aliran Mana yang sangat luar biasa!" Sahut Knight lain yang saat ini juga terpancing datang kelokasi.
"Hmmm… Ini pasti karena ia berhasil melakukan terobosan! Dari auranya, orang tersebut baru saja naik ke kelas King!" Balas Knight lainnya lagi.
"Kau terlalu santai! Apakah pernah kau melihat atau mendengar ada seorang Knight yang mampu membuat ledakan riak aliran Mana sedahsyat ini dalam proses naik tingkatnya?"
"Yang dikatakan tuan itu benar! Jangan lupa bahwa ini hanya rembesan aliran Mana sisa yang menerobos keluar dari retakan ruang Kultivasi!" Ucap Knight kelas tinggi lainnya.
__ADS_1
Kalimat yang diucapkan Knight terakhir, membuat situasi disekitar ruang Kultivasi segera menjadi hening. Setiap orang yang sedang berkumpul sekarang jatuh kedalam pemikirian mendalam, membayangkan sedahsyat dan semurni apa aliran Mana yang sekarang berada di dalam ruang Kultivasi jika yang merembes keluar saja sudah seperti ini.
Bagaimanapun juga, Gaia Inn adalah tempat elite, dimana hanya mereka yang memiliki kedudukan tinggi biasanya bisa menyewa ruang penginapan. Oleh karena itu, para Knight yang sedang berkumpul di depan ruang Kultivasi saat ini, bisa dibilang adalah orang-orang dengan kedudukan serta tingkat Kultivasi paling tinggi yang mengunjungi Kota Gurun Zordan.
Orang-orang berkedudukan tinggi ini biasanya berjumlah tak terlalu banyak, jadi tak mengherankan bila masing-masing dari mereka saling kenal satu sama lain.
Jadi, ketika melihat sekeliling dan menyadari setiap orang yang mereka kenal ada di sekitar, para Knight elite ini tentu saja menjadi heran sekaligus penasaran dengan identitas dari orang yang saat ini sedang menyewa ruang Kultivasi.
"Bagaimana bila kita periksa saja?" Tanya salah satu Knight. Memberi saran.
Saran yang sebenarnya sudah ada dipikiran masing-masing orang lainnya. Karena setiap dari mereka saat ini ingin memastikan, siapa identitas sebenarnya dari orang yang ada dalam ruang Kultivasi. Bila itu adalah musuh dari kelompoknya, maka ini adalah kesempatan terbaik untuk menghabisi siapapun itu yang ada di dalam sebelum sempat berkembang lebih jauh.
Namun, tak ada yang berani membuka suara karena pemikirian mereka itu termasuk tindakan tercela dan tak tahu sopan santun. Sampai kemudian salah satu tuan muda dari Tribe besar membuka untuk memberi saran.
Mendengar akhirnya ada yang berkenan menyampaikan apa yang ada di dalam benaknya masing-masing, para Knight kelas tinggi ini tampak tak memberi jawaban apapun, hanya saling pandang dengan tatapan setuju.
"Kita harus memastikan siapa orang ini! Takutnya ia adalah seorang Bandit! Bila memang benar, sudah tanggung jawab kita sebagai kelompok Tribe untuk memusnahkan ancaman sejak dini!" Ucap salah satu Knight kelas tinggi yang tampak memiliki perawakan sepuh.
Bersama pria sepuh yang kini memimpin di depan, mereka maju mendekati pintu masuk. Namun baru beberapa langkah diambil kelompok ini, tiga orang tiba-tiba muncul dan menghadang.
"Mohon maaf! Tapi kusarankan tuan-tuan sekalian kembali ke dalam kamar masing-masing!" Ucap salah satu dari tiga orang penghadang.
Disisi lain, melihat kehadiran 3 sosok ini, kelompok yang berniat mendobrak masuk ruang Kultivasi segera memasang ekspresi wajah terkejut.
Itu wajar mereka terkejut, karena ketiga orang ini sangat terkenal di kalangan kelas atas kota Gurun Zordan. Tak lain adalah tetua tertinggi dari masing-masing tiga bisnis besar Gaia Son Paviliun cabang kota Zordan.
Pria muda yang baru saja berbicara tak lain adalah Tetua Gaia Inn tempat mereka menginap. Sementara dua orang di belakang, salah satunya adalah Liu Kang, Tetua Gaia Treasure, dan seorang lagi wanita tua sepuh pemimpin Gaia Mercenaries.
"Mohon maaf tetua sekalian! Kami tak berniat membuat keributan! Hanya memastikan identitas dari orang yang ada di dalam sana!" Ucap tuan muda dari salah satu Tribe besar yang tadi memberi saran awal.
"Itu benar! Takutnya ia adalah anggota dari kelompok Bandit!" Sahut pria sepuh yang tadi memimpin kelompok.
__ADS_1
"Hmmm… Siapapun dia, yang perlu kalian tahu adalah, orang yang ada di dalam ruangan adalah tamu penting Gaia Son Paviliun!" Jawab wanita sepuh pemimpin Gaia Mercenaries.
"Kusarankan turuti intruksi awal yang kami berikan! Kembali ke kamar masing-masing! Kuharap kalian bisa bersikap bijak dengan tak membuat masalah dengan seorang yang memegang satu dari 99 token anggota eksklusif Gaia Son Paviliun!" Tambah Tetua Liu Kang. Dengan sorot mata penuh ancaman.
"Anggota Ekslusif Gaia Son Paviliun?"
Mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Tetua Liu, pria sepuh yang sebelumnya akan memimpin dobrakan masuk, segera mengambil satu langkah mundur kebelakang.
Merasa menyinggung siapapun orang yang ada di dalam ruang Kultivasi pasti akan berujung pada konflik dengan Gaia Son Paviliun, pria sepuh segera memerintahkan kelompoknya untuk pergi meninggalkan tempat, kembali ke kamarnya. Tak ingin sama sekali menyinggung Gaia Son Paviliun.
Langkah kelompok pria sepuh, diikuti oleh kelompok orang lainnya. Tidak ada dari mereka yang cukup bodoh untuk menyinggung Gaia Son Paviliun. Organisasi besar yang menguasai berbagai sektor penting di muka Gaia Land.
Melihat para pengacau sudah meninggalkan tempat, ketiga pemimpin Gaia Son Paviliun cabang kota Zordan kini dalam diam memandang kearah pintu masuk ruang Kultivasi.
"Benar-benar luar biasa! Pantas saja saudari Xiao Shiu begitu tertarik kepadanya!" Ucap Tetua muda pemimpin Gaia Inn. Memecah keheningan.
"Begitulah! Sempatkan mengobrol dengannya bila ada waktu luang, maka kujamin kau juga akan tertarik padanya!" Jawab Tetua Liu.
"Bila sudah tak ada urusan, aku pergi dulu!" Ucap wanita sepuh pemimpin Gaia Mercenaries, tampak tak begitu tertarik dengan topik pembicaraan, sebelum dengan cepat tanpa menunggu jawaban dari dua tetua lainnya, pergi meninggalkan tempat.
***
Sementara itu, diluar Gaia Inn.
Riak Mana yang menerobos keluar dan menyebar disekitar, ternyata juga menarik perhatian beberapa Knight kelas tinggi lain yang berada di luar Gaia Inn.
Hampir seluruh Knight yang kini bergerak di sekeliling Gaia Inn ini adalah kelompok Bandit yang kebetulan ada di sekitar lokasi.
Seperti halnya kelompok Tribe yang ada di dalam penginapan, mereka juga penasaran dan ingin memastikan siapa orang di balik menyebarnya aliran Mana murni tersebut.
Namun, langkah orang-orang ini yang berniat menunggu diluar untuk memastikan dan menyergap siapapun orang tersebut saat keluar dari penginapan bila ia adalah musuh, harus terhenti ketika sekelompok Assassin dari Dark Guild yang dipimpin langsung oleh Delario membuat pergerakan.
__ADS_1
Kelompok Dark Guild menyapu sekitar Gaia Inn. Mengusir atau membunuh siapapun itu Knight kelas tinggi yang tak mengindahkan intruksi mereka.