Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Mulai Membunuh


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Sesaat ketika Theo melangkahkan kakinya keluar dari dalam lorong sempit, dia mendengar teriakan seroang gadis kecil. Gadis tersebut terus berteriak lantang dengan suara serak.


Theo yang mendengar teriakan tersebut, segera menoleh ke arah sumber teriakan. Dia melihat seorang gadis kecil, dengan mata berurai air mata terus berteriak parau. Disekitar gadis tersebut, ada beberapa pria yang tengah memegang kedua tangannya.


Setelah memperhatikan gadis kecil sejenak, Theo melihat arah yang dilihat gadis tersebut. Kali ini, dia melihat ada seorang wanita muda terbaring penuh luka. Dikelilingi tiga pria dewasa.


Theo kemudian memperhatikan pakaian kelompok pria yang mengelilingi kedua gadis tersebut. Dia merasa pernah melihat pakaian, dan logo yang di sulam pada pakaian mereka.


Setelah berfikir sejenak, Theo akhirnya teringat dimana dia pernah melihat pakaian dan logo tersebut. Ekspresinya langsung berubah seketika. Menjadi penuh kebencian.


"House Ironhead..!!!"


Theo sekarang ingat, pakaian dan logo yang di kenakan oleh sekelompok pria ini, sama dengan yang di kenakan oleh tetua house Ironhead yang beberapa tahun lalu berusaha menculik dia dan kedua kakaknya.


Terlebih melihat kondisi gadis kecil yang terus berteriak parau dengan putus asa, memohon untuk kakaknya. Hal ini mengingatkan Theo pada kondisinya beberapa tahun yang lalu. Dia bisa memahami apa yang tengah di rasakan oleh gadis kecil tersebut dengan sangat jelas. Ini seperti dia dipaksa untuk sekali lagi, merasakan rasa putus asa yang pernah ia alami dulu.


Theo yang sudah berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak merasakan rasa putus asa yang sama, segera tersulut emosinya melihat kondisi gadis kecil tersebut.


Tanpa sengaja, ia mulai membocorkan auranya. Dengan ekpresi wajah penuh kebencian dan kemarahan, dia menatap tajam kelompok pria yang ada di hadapannya


"Lepaskan kedua gadis itu!" Kata Theo dingin.


Merasakan aura yang di keluarkan oleh Theo, kelompok house Ironhead saling berpandangan satu sama lain untuk beberapa saat. Mereka seperti memastikan bahwa bukan hanya diri mereka sendiri yang merasakannya.


Kelompok house Ironhead dapat merasakan, dari aura yang dikeluarkan oleh Theo, dia hanyalah Knight kelas D tingkat 8, atau biasa disebut Pioneer Tahap akhir.


Namun, entah kenapa mereka merasa ada yang aneh dari aura tersebut. Itu seperti mereka tengah berhadapan dengan lautan lepas. Auranya terasa begitu dalam dan mengerikan. Menginisiasi rasa dingin di hati mereka. Hal ini membuat setiap orang menjadi waspada, tak ingin bertindak gegabah.


"Anak muda, ku akui kau berbakat, bisa mencapai Pioneer tahap akhir di usiamu. Tapi, kuharap kau bisa bijaksana dengan tidak mencampuri urusan orang lain."


"Ketahui batasanmu, dan sayangi nyawamu!"


Salah satu anggota house Ironhead yang terlihat seperti pemimpin kelompok, mencoba membujuk Theo agar tidak ikut campur. Dengan bakat Theo di usia mudanya, dia beranggapan Theo pasti seorang tuan muda atau murid penting dari suatu kelompok Knight. Sebelum memastikan identitas pemuda dihadapannya ini, dia tak ingin bertindak gegabah, berakhir menyinggung kelompok yang mungkin berbahaya bagi housenya.


Mendengar ancaman berkedok nasehat yang dikatakan orang tersebut, Theo sama sekali tak memberi jawaban. Dia hanya mulai memperhatikan lagi gadis kecil yang masih berteriak parau. Dilengan baju gadis kecil tersebut, tersulam logo kepala serigala berwarna putih dengan tiga tanda cakaran. Theo langsung mengenali logo tersebut, karena tak lain adalah logo keluarganya sendiri, House of Alknight. Melihat logo tersebut, dia mulai tertawa dengan lantang.


"Hahhahahhaha….!"


"Hahahahhaha….!"


Bersamaan dengan tawa lantang Theo, auranya semakin kuat menyebar.


"Anak muda, apa kau sudah kehilangan akalmu?"


"Aku sarankan terima tawaranku dan segera pergi dari sini. Jangan mencoba bersikap pahlawan!"


"Ini bukan urusanmu!


Melihat Theo mengeluarkan auranya lebih kuat, sambil mulai tertawa lantang. Pria dari house Ironhead terlihat menjadi sedikit waspada. Namun, sebelum dia bertanya lebih lanjut..


"NAMAKU THEODORIC ALKNIGHT!!"


"DARI HOUSE OF ALKNIGHT!!"


"MEREKA ADALAH ANGGOTA DARI HOUSE KU!"


"JIKA INI BUKAN URUSANKU? LALU URUSAN SIAPA??"


Theo berteriak dengan lantang, terlihat sangat bangga ketika memperkenalkan dirinya. Dia seperti menumpahkan semua rasa frustasi yang dulu ia alami ketika melihat kedua kakaknya terluka melindunginya. Sementara dia tak berdaya melakukan apapun sama sekali.


Setelah mengetahui kedua gadis merupakan anggota house nya, Theo mendapat dorongan lebih untuk membantu kedua gadis tersebut. Ini seperti dewa telah mengatur semuanya. Begitu Theo keluar dari jurang misterius, dia di hadapkan pada peristiwa yang sama persis seperti yang di alaminya sebelum jatuh kedalam jurang.


Dewa seperti mengatur agar Theo medapat sarana untuk segera meluapkan rasa frustasi nya dulu. Seketika itu juga Theo tak bisa menahan tawanya. Apakah dewa sedang berusaha membuat suatu lelucon berkedok penebusan untuknya?


Mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Theo, sekelompok Knight dari House Ironhead mulai menatap satu sama lain lagi, sebelum terlihat sepakat mengambil keputusan.


"Kalau begitu, bisa dianggap kau adalah penyusup, sama seperti kedua gadis ini. Seandainya kau tak bersikap bodoh dan mengungkap identitasmu, kau mungkin bisa pergi dengan selamat tadi."


"Sekarang karena kau telah mengungkap identitasmu, jangan harap bisa pergi dari sini hidup-hidup!"


Setelah selesai berkata, pria tersebut segera memberi tanda pada salah satu anggotanya untuk maju menghabisi Theo.


Karena tahu bahwa Theo cuma Pioneer tahap akhir, dia hanya memerintahkan satu anggotanya untuk maju. Mereka adalah kelompok Knight yang terdiri dari kumpulan Immortal tahap awal. Jadi, dia berfikir satu orang saja sudah cukup untuk menghabisi Theo.


Meskipun aura yang di keluarkan oleh Theo sedikit aneh, tidak mungkin ada seorang Pioneer mengalahkan Immortal.


Orang yang mendapat perintah segera maju menerjang kearah Theo. Dia hanya mengeluarkan auranya yang seorang Immortal tahap awal, tanpa berubah kedalam mode afiliasi Knightnya. Terlihat sangat meremehkan Theo. Ia menerjang, berniat mendaratkan pukulan kearah wajah Theo. Ingin membunuh Theo dalam sekali pukul. Menyelesaikan masalah secepatnya.


Memang, meskipun hanya terpisah pada satu tingkatan, jarak antara seorang Pioneer dan Immortal pada umumnya sangatlah jauh. Perbedaan kelas tidak lah sama dengan perbedaan tingkatan.


Mungkin masih ada kesempatan untuk Knight dengan kelas yang sama, meskipun berbeda tingkatan, dapat menang melawan yang tingkat nya lebih tinggi. Namun tentu, mereka juga harus menggunakan berbagai trik, dan keberuntungan untuk melakukannya.


Contohnya Immortal tahap awal melawan Immortal tahap bumi, masih ada kesempatan kecil Immortal tahap awal menang melawan Immortal tahap bumi. Namun, tak akan ada kemungkinan seorang Pioneer tahap akhir menang melawan seorang Immortal tahap awal. Meskipun sama-sama cuma berbeda satu tingkat.


Seorang Immortal tahap awal pada umumnya akan mampu menghadapi puluhan Pioneer tahap akhir dalam satu waktu. Inilah jurang besar antara tiap kelas.

__ADS_1


Namun, Theo bukanlah seorang Knight yang bisa diukur dengan metode pertarungan pada umumnya…


Pukulan dari anggota house Ironhead terlihat akan segera mendarat di wajah Theo.


Boooooommmmmm!!!!!


Suara ledakan keras terdengar disertai dengan kepulan debu yang bertebaran.


"Hmm.. Seekor katak dalam tempurung. Pemuda ceroboh yang tak tahu batasannya sendiri."


Pemimpin kelompok segera berkomentar, ketika melihat pertempuran berakhir hanya dengan sekali pukul.


"Segera selesaikan urusan kita dengan gadis-gadis ini!" Perintahnya kemudian.


Namun, ketika kepulan debu mulai berangsur menghilang dari lokasi tempat anggota house Ironhead tadi melayangkan pukulannya kepada Theo. Terlihat pemandangan yang tak terduga dan membuat semua orang terkejut.


Debu yang menghilang membuat pandangan mereka sekarang menjadi jelas. Dilokasi tempat pertempuran, mereka bisa melihat tanah hancur dan retak dimana-mana. Yang mengejutkan mereka adalah, orang yang berdiri diatas tanah hancur tersebut adalah Theo, dia berdiri tanpa luka dengan senyum menyeringai. Sementara, anggota house mereka yang sebelumnya maju menerjang, justru berada dalam posisi terkapar. Sekarat, di pusat reruntuhan tanah.


"Bagaimana bisaa…"


Pemimpin kelompok kehabisan kata-kata, tak bisa memahami apa yang terjadi.


"Seekor katak dalam tempurung, yang tak mengetahui batasannya? Sungguh lucu! Hahahhaa…."


Theo mulai tertawa lantang setelah keluar dari kepulan debu. Dengan tatapan tanpa rasa takut sedikitpun, dia melangkah mendekati Knight yang terkapar di tanah.


Sorot matanya memancarkan ketajaman yang tak seharusnya di miliki oleh anak seusianya. Sambil memasang senyum menyeringai, ia menatap Knight yang ada di bawahnya.


"A.... apa yang coba kau lakukan?" Melihat senyum dan tatapan Theo, Knight yang terkapar segera bertanya ngeri sambil mengerang menahan kesakitannya.


Theo masih memasang senyum menyeringai khas penjahat jalanannya, tak menjawab pertanyaan orang itu, ia hanya terus menatap. Kemudian tanpa berkedip, ia menginjak leher Knight tersebut.


Krataaaakkkk!!!


Suara ringan yang renyah terdengar begitu Theo menginjak leher Knight tersebut. Dia mati dengan mata terbuka. Masih belum menerima kematian di tangan seorang junior.


"Kupikir, kalianlah katak dalam tempurung tersebut. Sekelompok badut menari yang tak tahu batasannya!"


"Sekarang siapa lagi yang mau maju?"


Theo bertanya, masih dengan sorot mata penuh ketajaman. Menginspirasi orang yang menatapnya untuk menundukkan kepala. Tak mampu menatapnya secara langsung.


"Bocah sombong! Kau mencari kematian!"


Pemimpin kelompok segera merasa marah, tak pernah dalam hidupnya dia di remehkan oleh seorang junior seperti ini. Apalagi bocah di hadapannya ini tak ragu membunuh anggota housenya.


"Kalian berdua! habisi pemuda sombong ini!"


Pemimpin segera memberi perintah pada dua orang tersisa dari tiga orang yang awalnya tengah memegang gadis kecil.


"Tunggu apa lagi? Habisi bocah tak tahu diri ini!"


Mendapat dorongan dari pemimpin kelompok mereka, kedua Knight ini hanya bisa menuruti perintah.


Mereka menerjang maju kearah Theo. Sama seperti Knight pertama, mereka hanya menggunakan aura mereka untuk menekan Theo, tanpa berubah dalam mode afiliasi Knightnya. Keduanya menganggap sudah berlebihan dua orang Immortal menyerang seorang Pioneer secara bersamaan. Oleh karena itu, mereka juga hanya menggunakan 50% kekuatannya.


Melihat hal tersebut, sudut-sudut mulut Theo mulai menyeringai lagi. Kelompok Knight ini benar-benar meremehkannya. Mereka adalah gambaran nyata dari istilah katak dalam tempurung.


Dalam sekejap, kedua Knight sampai di posisi Theo. Mereka mulai menyerang Theo dengan berbagai kombinasi serangan pukulan dan tendangan jarak dekat, bahkan tak menarik senjata yang mereka punya.


Theo justru merasa senang karena telah di remehkan, ia mulai bergerak menghindari semua serangan yang datang kearahnya.


Tubuhnya meliuk-liuk dengan manuver-manuver aneh, menghindari setiap serangan. Dia seperti mengetahui kemana serangan akan datang, menghindarinya sepersekian detik sebelum mendarat pada tubuhnya.


Theo saat ini menggunakan mana gravitasi. Memfokuskan kedalam tubuhnya, membuat tubuhnya lebih ringan dan mulai mengeksekusi teknik Langkah Siput.


Dia terus menerus meliuk-liuk dengan manuver yang aneh namun efisien, menghindari setiap serangan. Membuat kedua Knight yang tengah menyerangnya secara bersama, lama kelamaan menjadi frustasi. Berapa kalipun mereka melancarkan serangan dengan berbagai kombinasi teknik jarak dekatnya, tak satupun ada yang berhasil mendarat ke tubuh Theo.


"Teknik gerakan aneh sialan apa itu!" Salah satu Knight mulai frustasi dan memaki.


Di pertempuran pertama sebelum ini, ketika Knight pertama maju menerjangnya. Karena Knight ini terlalu meremehkan Theo, dia hanya menggunakan 30% tenaganya. Bahkan, tak menyalurkan mana pelindung sama sekali pada tubuhnya. Tak terlintas dalam pikiran sang Knight bahwa Theo akan selamat dari pukulannya, apalagi bisa memberi pukulan balasan.


Namun, sesaat sebelum pukulan mendarat di wajahnya, Theo mengeksekusi Teknik Langkah siput. Menghindar dengan gerakan tak terduga, dan ketika sang Knight terperangkap lengah karena terkejut. Theo menggunakan kekuatan tenaga fisiknya yang telah di tempa oleh ribuan listrik Ilahi serta dilebur lagi dengan menyerap mana besi kuno, memberi pukulan balik yang tak terduga, menghantam keras punggung Knight tersebut. Pukulan ini menghasilkan ledakan keras, menghancurkan tanah sekitarnya, dan berakhir membuat Knight tersebut terkapar sekarat.


Dan saat ini, menghadapi dua Knight di hadapannya, Theo mengeksekusi teknik langkah siputnya lagi. Membuat kedua Knight tersebut frustasi.


"Berhenti menghindar dan lawan kami dengan jantan!" Teriak salah satu Knight yang frustasi. Dan secara tak sengaja menurunkan kewaspadaannya.


Melihat hal itu, Theo yang dari tadi hanya menghindar, langsung mengubah manuver gerakannya, serta mulai mengeksekusi teknik Iron Fist. Otot-otot lengan tangannya membesar dialiri oleh mana besi. Dan dalam sekejap maju menerjang kearah Knight yang terperangkap lengah.


Booooommmmmmmm….!!!!!


Pukulan Theo tepat mengenai dada sang Knight. Membuatnya terbang terpental menabrak tebing tak jauh dari posisi nya berada. Kombinasi tenaga monster Theo dan teknik Iron fist membuat sang Knight mati seketika dengan tulang rusuk patah menonjol keluar. Knight ini terlalu meremehkan Theo sehingga tak memberi pelindung mana apapun pada tubuhnya. Berakhir mati seketika dengan tubuh mengenaskan.


"Saudaraku…!!!" Knight yang lain segera terkejut melihat hal ini. Menatap ngeri kondisi temannya.


Theo tak menyia-nyia kan momentumnya sama sekali, melihat Knight lain masih shock, ia yang masih mempertahankan teknik Iron Fistnya, mulai menginjak tanah di bawahnya. Menerjang maju menyerang kearah Knight yang lain. Terlihat akan melancarkan pukulan kearah dadanya.


Knight yang terkejut dan terperangkap lengah, tak punya kesempatan menghindar. Ia dengan panik memfokuskan seluruh mananya untuk melindungi area dada. Tak mau bernasib sama dengan temannya, mati mengenaskan dengan dada hancur.


Namun, tidak seperti dugaan Knight tersebut, sesaat sebelum pukulan Theo mendarat. Dia bermanuver dan mengganti arah pukulan, mengarahkan nya keatas. Pukulannya hanya menyusuri dada yang penuh dengan mana pelindung, kemudian tepat mendarat di dagu Knight tersebut.


Kraaaaakkkkkk….!!!


Suara tulang patah terdengar nyaring begitu Theo mendaratkan pukulannya. Karena lawannya dengan panik menyalurkan seluruh mana pada area dada, dia tak memberi pertahanan apapun pada kepalanya.


Di sertai dengan suara patah yang nyaring, kepala sang Knight mulai hancur, kemudian terputus, dan terbang tinggi meninggalkan tubuhnya.

__ADS_1


Knight kedua mati dengan cara yang lebih mengenaskan, tanpa kepala.


Perubahan situasi yang tiba-tiba ini mengejutkan semua orang.


Bukan hanya kelompok House Ironhead, kini kedua gadis juga menatap Theo dengan wajah ngeri. Mereka ketakutan.


"Hahahhahahhahah……!!!!"


"Siapa lagi sekarang?"


Theo tertawa nyaring, membersihkan tangannya dari bercak darah, kemudian menatap tiga orang yang tersisa dengan tatapan dingin.


"Bocah ini tidak normal!"


"Dia akan memberi masalah yang tak terduga bila di biarkan berkembang lebih lanjut!"


"Kita serang bersamaan dengan kekuatan penuh, habisi dia disini sekarang juga!" Kata pemimpin kelompok. Kemudian berubah dalam mode afiliasi Knight nya.


Setelah mendapat perintah, kedua Knight tersisa juga berubah kedalam mode afisiliasi Knight nya. Bersiap menyerang Theo bersamaan dengan kekuatan penuh, tak berani lagi meremehkannya.


Melihat hal itu, Theo yang masih tersenyum. Mulai meneriakkan sesuatu..


"Baal, aku memanggilmu!"


Asap kuning mengepul keluar dari lengan kiri Theo. Dari kepulan asap kuning, muncul sesosok kera kecil berbulu kuning, dengan dua tanduk besar dikepalanya.


"Master, kau memanggilku? Apakah sudah waktunya makan?"


Mendengar pertanyaan itu, senyum di wajah Theo semakin melebar.


"Benar.. saat nya makan!"


_______


Catatan :


Kelas Knight dan tingkatan nya :


1.Knight Kelas E (Pemula)


- Tingkat 1-2 : Pemula tahap awal


- Tingkat 3-4 : Pemula tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Pemula tahap langit


- Tingkat 7-8 : Pemula tahap surga


Knight Kelas D (Pioneer)


- Tingkat 1-2 : Pioneer tahap awal


- Tingkat 3-4 : Pioneer tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Pioneer tahap langit


- Tingkat 7-8 : Pioneer tahap surga


Knight Kelas C (Immortal)


- Tingkat 1-2 : Immortal tahap awal


- Tingkat 3-4 : Immortal tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Immortal tahap langit


- Tingkat 7-8 : Immortal tahap surga


Knight Kelas B (General)


- Tingkat 1-2 : General tahap awal


- Tingkat 3-4 : General tahap bumi


- Tingkat 5-6 : General tahap langit


- Tingkat 7-8 : General tahap surga


Knight Kelas A (King)


- Tingkat 1-2 : King tahap awal


- Tingkat 3-4 : King tahap bumi


- Tingkat 5-6 : King tahap langit


- Tingkat 7-8 : King tahap surga


Knight Kelas S (Emperor)


- Tingkat 1-2 : Emperor tahap awal


- Tingkat 3-4 : Emperor tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Emperor tahap langit


- Tingkat 7-8 : Emperor tahap surga

__ADS_1


__ADS_2