
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Bagian dalam Hutan Pinus Beku, satu minggu kemudian.)
"Hahhh… hahh… hahhh… "
Theo bernafas dengan berat, dihadapannya saat ini, ada mayat seekor spirit beast berbentuk beruang berwana putih seperti salju.
"Terakhir kali aku melihat Beruang Beku, mereka tak sekuat ini." Kata Theo.
Di hadapannya adalah seekor Beruang beku yang pernah dia lihat ketika menemani kakaknya Gregoric melakukan perburuan keluarga beberapa tahun yang lalu.
"Hmm.. jangan samakan beruang beku kelas D dengan beruang beku kelas B tahap puncak." Kata Tiankong.
"Segera ambil Kristal Beast nya dan lanjutkan perjalanan."
Menuruti perintah masternya, Theo segera mengambil Kristal Beast dengan cepat, setelah beristirahat sejanak untuk menyerap Mutiara mana dan mengisi kembali Mana nya. Theo segera melanjutkan perjalanan. Dia tak berani berhenti terlalu lama. Beberapa hari belakangan ini, dia mendapat beberapa pengalaman buruk ketika berhenti terlalu lama untuk beristirahat.
Hutan Pinus Beku bagian dalam ternyata sesuai dengan desas-desus nya. Di dalamnya terdapat berbagai Spirit Beast kelas tinggi yang berkeliaran dimanapun berada, menyerang Theo kapanpun ketika Theo berhenti terlalu lama di satu tempat. Hal ini membuat Theo terus bergerak tanpa beristirahat dalam beberapa hari terakhir.
**
(Beberapa meter dari posisi Theo.)
Dalam beberapa hari belakangan ini, pasangan wanita muda dan tetua terus mengamati Theo. Mereka menjaga jarak aman agar Theo tak menyadari keberadaan keduanya.
"Sungguh pemuda yang luar biasa." Kata tetua takjub.
Tetua yang menemani wanita muda, dalam beberapa hari belakangan tak henti-henti nya memuji kemampuan Theo. Dia terus mengamati Theo menghabisi berbagai Spirit Beast dengan tingkat yang lebih tinggi dari kelasnya. Hal ini membuatnya tak bisa untuk tak kagum kepada Theo.
"Tak kusangkah, ada bakat muda yang sangat berbakat sepertinya dalam House Alknight. Sudah jelas tuan muda ketiga ini jauh lebih berbakat dari pada nona Issabela." Kata Tetua.
Dia kemudian mulai mengamati nona mudanya, yang dalam beberapa hari terakhir tak mengatakan apapun, hanya diam mengamati segala sesuatu yang dilakukan oleh Theo. Tetua ini terlihat sedang memikirkan sesuatu. Kemudian tiba-tiba mulai tersenyum.
Setelah diam sejenak, mereka kemudian mulai bergerak lagi mengikuti kearah Theo pergi sambil terus menjaga jarak.
**
"Master, apakah masih jauh?" Tanya Theo.
Tiankong yang mendapat pertanyaan Theo, tak memberi jawaban apapun, dia hanya terus mengamati wilayah sekitarnya. Setelah mengamati sebentar, Tiankong mulai terbang bergerak lagi.
__ADS_1
Theo yang sedikit kesal karena merasa di abaikan, hanya bisa menelan keluhannya. Dia kemudian bergegas mengikuti arah masternya pergi.
Tak lama setelah mereka bergerak, Theo mulai bisa merasakan aura mana petir kuno yang sangat kuat berasal dari suatu tempat di depannya.
"Master, aku bisa merasakannya!" Kata Theo. Dia mulai menambah kecepatan.
Namun ketika Theo merasa sudah dekat dengan posisi mana petir kuno yang pekat, Tiankong tiba-tiba menghentikan langkah nya.
"Master ada apa?" Tanya Theo.
"Jangan terburu-buru, aku bisa merasakan ada kelompok lain di depan yang telah menemukan lokasi tujuan kita lebih dahulu." Kata Tiankong.
Mendengar kata-kata masternya, Theo segera mengerutkan kening. Dia penasaran, kelompok mana yang telah mendahuluinya. Mereka kemudian menarik auranya, dan mulai bergerak secara perlahan mendekati wilayah tersebut.
Setelah sampai di lokasi dan mendapat posisi yang cocok untuk melakukan pengamatan, Theo bisa melihat sumber Mana kuno Petir yang kuat ternyata berasal dari sebuah pohon raksasa yang menjulang tinggi. Pohon ini memiliki diameter yang sangat besar, sehingga orang tak bisa melihat ujung-ujungnya. Sementara ketinggian pohon ini juga tak bisa dilihat, karena puncaknya tertutup oleh lautan awan di langit. Petir merah terus menerus menjalar di sekitar pohon kuno ini.
Tak jauh dari pohon kuno, Theo bisa melihat sekelompok Knight berjumlah 10 orang sedang mengamati pohon kuno. Dari seragam dan lambang di pakaian mereka, Theo bisa tahu bahwa kelompok ini adalah Knight dari House Ironhead.
"Hahhh, lagi-lagi sampah dari house Ironhead." Dengus Theo.
Theo segera merasa tuhan seperti terus menarik permainan agar dia terus menerus berurusan dengan orang-orang dari House ini.
"Begitu menyebalkan!" Theo kembali mengeluh.
"Master, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Theo.
Tiankong yang mendapat pertanyaan Theo, kembali mengabaikannya, dia hanya fokus melihat keatas puncak dari pohon kuno tersebut. Setelah hening sejenak, Tiankong mulai berbicara.
"Master?" Theo kembali bertanya, dia masih belum paham dengan kata-kata yang diucapkan oleh masternya.
"Dengarkan aku baik-baik." Kata Tiankong.
"Kelompok Knight yang ada di hadapanmu adalah kumpulan General tahap bumi, dan ada satu yang sepertinya pemimimpin kelompok yang merupakan seorang General tahap langit."
"Dari penjelasanmu tentang wilayah Glaire Empire, yang hanya memiliki General tahap surga sebagai eksistensi tertinggi, kurasa kelompok orang dihadapanmu adalah elite dari house Ironhead."
"Saat ini kau tak akan punya kesempatan bila harus menghadapi mereka secara langsung."
"Jadi apa yang harus kulakukan? Apa aku hanya harus menyerah dan kembali?" Tanya Theo memotong kata-kata masternya.
Bletaaaakkkkkkkk….
Sebatang kayu memukul kepala Theo.
"Sudah kubilang jangan pernah memotong penjelasanku!" Dengus Tiankong kesal.
Melihat masternya mulai marah, Theo hanya bisa diam sambil menggosok-gosok kepalanya yang sakit.
"Aku tak pernah bilang tak ada jalan!" Tiankong mulai kembali menjelaskan.
Dia kemudian menunjuk keatas, kearah puncak pohon kuno. "Diatas sana, aku bisa merasakan ada salah satu spirit beast legendaris yang jarang sekali terlihat."
__ADS_1
"Itu adalah ular petir ungu, Spirit Beast dengan garis darah kuno. Salah satu Ancient Beast kelas atas."
"Kelompok orang ini belum menyadari keberadaan Spirit Beast ini." Tiankong menutup penjelasannya dan mulai tersenyum dingin kearah Theo.
"Hehe, sudah cukup, aku tahu apa yang harus kulakukan." Theo menatap kearah Tiankong, dan juga mulai menyeringai seperti penjahat jalanan.
**
(Di depan pohon kuno.)
"Tetua, kali ini kita sangat beruntung. Pohon kuno ini pasti salah satu sumber daya kelas tinggi yang ada di dalam hutan pinus beku." Kata salah satu anggota house Ironhead.
"Ya, kali ini kita panen besar. Lihatlah Mana petir yang terasa kuno ini! Kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin." Kata anggota yang lain.
Ketika para anggota nya dimabukkan oleh keserakahan, tetua yang terlihat sebagai pemimpin rombongan, dari tadi hanya diam. Dia terus melihat keatas, kearah puncak pohon.
"Hmmm, akan sangat aneh bila sumber daya berharga tak memiliki Spirit Beast yang menjaganya." Kata tetua tersebut.
"Mungkin kita hanya beruntung." Kata salah satu anggota terlihat bersemangat.
"Hmmm, apa memang begitu?" Tetua pemimpin kelompok masih merasa ada yang janggal, dia tak bisa mengalihkan pandangannya dari puncak pohon yang tertutup awan.
Ketika semua anggota kelompok House Ironhead masih fokus melihat pohon kuno yang ada dihadapan mereka. Sekelebat bayangan putih meloncat keluar dari suatu sudut deretan pohon pinus.
Semua anggota seketika menoleh kearah bayangan putih tersebut. Mereka bisa melihat seorang pemuda berambut putih kini sedang berdiri didepan pohon kuno.
"Anak muda, siapa kau? Menjauh dari pohon itu!" Teriak salah satu anggota house Ironhead.
Theo yang mendengar teriakan itu, menoleh kearah kelompok house Ironhead. Senyum menyeringai seperti penjahat jalanan menghiasi wajahnya. Dia kemudian mengedarkan mana besi keseluruh tangannya. Dalam sekejap, Theo melancarkan pukulan teknik Ironfist kearah pohon kuno.
Boooooooommmmmm…!!!!!
Getaran hebat segera terjadi begitu pukulan Theo mendarat kearah pohon.
"Apa yang kau lakukan?" Tetua house Ironhead segera berteriak panik, perasaannya menjadi buruk seketika.
Theo tak menjawab pertanyaan tersebut, setelah melancarkan pukulan, dia dengan cepat pergi bergerak menjauh dari pohon, kabur dengan sangat cepat.
Anggota house Ironhead segera ingin mengejar Theo, namun sebelum mereka bergerak, mereka bisa merasakan aura yang sangat kuat bergerak dengan cepat turun dari puncak pohon kuno.
Boooommmmmmm…!!!
Suara keras lain terdengar. Sesuatu terlihat jatuh dari puncak pohon kuno.
----
Berikut merupakan gambar ilustrasi dari Lord Arduric Alknight.
(Note : Gambar ini bukan milik saya, saya cuma memilih dari beberapa referensi yang sesuai dengan imajinasi saya tentang gambaran Lord Arduric.)
__ADS_1