
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aku adalah suara dari jubah itu sendiri!" Jawab Suara tua ringkih misterius.
Satu jawaban yang segera membuat Theo mengerutkan kening. Sebelum dengan raut wajah cemas, berusaha melepas jubah merah darah yang sedang terpasang di tubuhnya.
Namun, sekuat apapun Theo berusaha melepas ikatan-ikatan tali jubah yang terpasang di area dada dan perutnya, ia tetap tak bisa melepasnya, jubah merah darah seperti seorang makhluk menyeramkan yang memeluk erat tubuh Theo.
"Kikikikikii….! Anak muda! Itu percuma! Sekali hasrat di dalam tubuhmu menerima energi yang kupancarkan! Maka saat itu juga aku akan selamanya terpasang di dalam tubuhmu!" Ucap suara ringkih, saat Theo tampak mulai berusaha melepas jubah.
"Apa maksudmu!" Bentak Theo, segera memasang ekspresi wajah marah. Aliran enam atribut Mana, mulai kembali menyala dan berderak di sekitar tubuhnya.
"Kikikikikii…!!! Anak muda! Kenapa begitu marah? Bukankah tadi kau tampak begitu senang saat merasakan efek dari mengenakanku?" Tanya suara ringkih.
"Diam! Itu sudah cukup ada satu roh asing yang kini terikat denganku! Aku tak butuh ada parasit lain yang mengambil keuntungan dari tubuhku!" Dengus Theo.
"Parasit? Kikikikikii….!!!"
"Bagaimana kau bisa menyebutku parasit saat kita saling berbagi keuntungan!" Jawab suara ringkih.
"Lagipula, aku bisa merasakan ada salah satu dari keturunanku yang saat ini bersemayam di dalam ranah jiwamu!" Ucap Suara ringkih. Sebelum satu hawa berat yang begitu mendominasi, mulai merasuk kedalam tubuh Theo.
Bersamaan dengan munculnya hawa berat tersebut, tatto pentagram di kening Theo tiba-tiba menyala terang. Disertai dengan formasi segel berbentuk yang sama, yakni lingkaran pentagram, terbentuk d bawah kakinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, satu sosok melompat keluar dari dalam formasi lingkaran pentagram yang baru saja terbentuk. Bersama dengan keluarnya sosok tersebut, aliran Mana Kegelapan intens, menyebar luas tak terbendung.
"Hmmmmm… Siapa itu yang memaksaku keluar!" Gumam sosok tersebut. Yang tak lain adalah Gusion. Iblis keempat dari Hell Orb yang terikat kontrak dengan Theo.
Gusion yang merupakan ras iblis dengan bentuk tubuh manusia berkepala An.jing. Dimana memegang tongkat besar dengan ujungnya terdapat potongan besi berbentuk segitiga dengan simbol sebuah mata tepat di bagian tengah, kini segera menatap Theo tajam. Menatap kearah jubah merah darah yang masih mengeluarkan satu hawa menekan aneh nan misterius.
"Kikikikikii….! Gusion ya! Aku yang memaksamu keluar!" Ucap Suara ringkih misterius.
Satu suara yang segera membuat Gusion tampak mengerutkan kening. Entah kenapa, ada satu hal di sudut hatinya yang membuat ia merasa dekat ketika mendengar suara tersebut. Namun, ia tak bisa mendapat satu penjelasan apapun kenapa merasakan hal tersebut.
"Siapa kau?" Tanya Gusion pada akhirnya.
"Hmmmmm… Kalau kubilang bahwa aku adalah ayahmu, apa kau percaya?"
"Kikikikikii….!!!!" Tanya suara misterius, sekali menutup dengan satu tawa menyeramkan.
"Omong kosong! Mustahil! Kami, ras iblis! Lahir dari api kegelapan yang murni! Tak memiliki orang tua!" Jawab Gusion.
Gusion yang menerima kilatan cahaya tersebut, segera memasang ekspresi wajah termenung. Ia tiba-tiba diam seolah mendapat beberapa informasi tambahan yang dengan paksa di masukkan kedalam otaknya. Satu hal yang sama dimana terjadi pada Theo dan Arthur ketika dulu pertama membuat kontrak dengan iblis Hell Orb.
Sampai kemudian, setelah beberapa waktu termenung, Gusion yang terlihat kembali mendapatkan kesadarannya, dengan tiba-tiba mengambil sikap berlutut. Memandang dengan tatapan mata bergetar kearah Theo. Lebih tepatnya kearah jubah merah darah yang sedang ia kenakan.
"Gusion memberi hormat kepada Lord Satan!" Gumam Gusion lirih. Entah kenapa membuat Theo yang mendengar kata-katanya, bisa merasakan ada nada ketakutan dari suara Gusion.
"Bagus bila sudah kembali ingat!" Ucap suara ringkih misterius yang tadi dipanggil Lord Satan oleh Gusion.
"Maafkan hamba karena tak bisa segera mengenali anda! Dan terima kasih telah membuka formasi tabir yang menutup informasi penting ini di otakku!" Jawab Gusion.
"Kikikikikii….!!! Tak masalah! Yang lebih penting sekarang adalah, aku tak bisa merasakan hawa keberadaan istriku di Gaia Land ini! Apa kau punya jawabannya?" Tanya Lord Satan.
"Ahhhh…. Beberapa waktu yang lalu, aku sempat merasakan satu energi kegelapan pekat dari tubuh seorang bocah penghuni Gaia Land! Kurasa nyonya besar bersemayam di dalam ranah jiwanya!" Jawab Gusion.
"Hmmmmm…. Terus?" Gumam Lord Satan.
__ADS_1
"Itu, ada satu peristiwa ketika Nyonya besar menampakkan dirinya! Dan waktu itu, Barbatos yang juga tersegel di dalam tubuh sang bocah, dimana sama sepertiku belum terbuka formasi tabir di dalam otaknya, berusaha menghadang nyonya!"
"Nyonya dan Barbatos bertempur untuk beberapa saat, sampai kemudian, Barbatos tampak sadar. Tapi kejadian selanjutnya, tubuh bocah itu meledak. Nyonya menghancurkan Element Seednya!"
"Bersamaan dengan meledakkannya tubuh sang bocah, hawa keberadaan nyonya dan Barbatos juga ikut menghilang!"
"Maafkan aku! Karena waktu itu belum menyadari bahwa beliau adalah nyonya besar, aku tak melakukan tindakan apapun!" Tutup Gusion. Dengan intonasi nada bergetar hebat.
"Ahhhh… Jadi seperti itu!" Gumam Lord Satan.
"Kikikikikii….!!! Itu bagus! Dengan kata lain, istriku telah menemukan tubuh yang tepat setelah menunggu selama jutaan tahun!"
"Sekarang ia telah memulai rencana yang telah kami susun jutaan tahun yang lalu!"
"Gusion! Aku akan meminjam kekuatanmu! Kedepan, terus salurkan energi iblismu padaku! Aku perlu terus aktif dan mengkonsumsi banyak hasrat agar bisa segera bangkit!"
"Ketika saatnya tiba, begitu aku serta istriku telah bangkit, maka saat yang di tunggu-tunggu ras iblis semakin dekat! Kita akan segera melancarkan balas dendam kepada Salomon sialan itu!" Tutup Lord Satan. Dengan intonasi nada yang begitu dalam dan menyeramkan.
"Baik tuan!" Jawab Gusion cepat, tanpa berfikir sama sekali, seraya mulai mengalirkan Mana kegelapan dalam tubuhnya, menuju kearah Jubah merah darah.
Namun, tepat ketika aliran Mana tersebut akan mencapai jubah, Theo yang melihatnya, dengan cepat mengambil beberapa langkah mundur kebelakang. Aliran berbagai atribut Mana kini meledak keluar dari dalam tubuhnya. Ia mengeksekusi teknik rage buatan. Menahan dan menolak balik aliran Mana Gusion.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Gusion, dengan nada dingin saat melihat aksi yang di lakukan oleh Theo.
Meskipun dalam Kontrak Hell Orb telah jelas bahwa Gusion terikat dengan Theo sebagai hamba, tapi dari sorot mata dan nada dingin yang ia ucapkan, sepertinya Gusion lebih takut kepada Lord Satan yang saat ini sedang dalam bentuk jubah merah darah daripada Theo yang merupakan tuannya.
"Ras iblis! Lord Satan! Nyonya besar! Atau apapun itu!" Gumam Theo. Menatap tajam kearah Gusion.
"Sejujurnya, aku tak peduli dan benar-benar tak ingin tahu!" Tambah Theo.
"Tapi, jika kalian pikir aku akan membiarkan begitu saja saat kau dan suara aneh ini bertindak semaunya, memakai tubuhku untuk keperluan pribadi yang bahkan tak sesuai kehendakku, camkan baik-baik, itu tak akan pernah terjadi!" Tutup Theo. Dengan sorot mata penuh ketajaman. Tampak tak takut sama sekali kepada Gusion yang merupakan iblis terkuat keempat dari Hell Orb.
Ia justru kini semakin menambah intensitas aliran Mana yang menyembur keluar dari dalam tubuhnya.
__ADS_1