Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
229 - Kemunculan Barbatos


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v


_____________________________________________


"Hmmm… hanya kutinggal tidur sebentar, dan kau sudah hampir mati lagi! Terikat kontrak denganmu benar-benar adalah sebuah musibah!" Dengus Barbatos. Sambil menatap kesal kearah Arthur begitu keluar dari dalam lingkaran pentagram.


"Ohhh… Seekor iblis! Jadi itu kau, kegelapan asing yang selama ini terus memperbaiki dan memperkuat segel pengekang di dalam Element Seed bocah ini! Hihihihihi….!" Kata Jiwa Element Seed. Saat melihat sosok Barbatos.


Mendengar Jiwa Element Seed tersebut berbicara padanya, Barbatos segera memasang wajah tertarik.


"Sungguh tak terduga! Sebenarnya siapa dirimu? Dari awal, sudah aneh seorang manusia memiliki jiwa Element Seed bersemayam di dalam tubuhnya!"


"Dan sekarang, lebih aneh lagi saat melihatmu bisa mengambil bentuk fisik, ditambah dengan ternyata kau memiliki kemampuan berkomunikasi, ini benar-benar pengalaman pertama bagiku!" Kata Barbatos. Dengan nada penasaran yang penuh minat.


"Hihihihi….! Apa begitu penting mengetahui identitas ku yang sebenarnya?" Kata sang Jiwa Element Seed, menjawab pertanyaan Barbatos dengan pertanyaan lain.


Setelah mengatakan itu, Jiwa Element Seed tampak merapalkan sesuatu, mulutnya bergerak cepat, khas seperti seorang nenek sihir yang sedang membaca mantra.


*Wunnggg…..!


Begitu mantra yang di rapalkan jiwa Element Seed selesai, sebuah aura yang terasa ringan, menyebar untuk sementara waktu, sebelum mulai tertarik lagi kearah tubuhnya. Dan bersamaan dengan tertariknya lagi aura tersebut, kedua mata Jiwa Element Seed yang saat ini tertutup jubah bertudung hitam, mulai memancarkan cahaya kemerahan.


Proses aneh ini bertahan hanya untuk sesaat, sebelum cahaya kemerahan yang di keluarkan sang Jiwa Element Seed, perlahan mulai redup dan akhirnya menghilang. Kembali menyembunyikan kedua matanya di balik tudung hitam yang misterius.


"Hmmmm… jadi kau adalah Barbatos, salah satu dari 10 iblis terkuat yang di segel Salomon dalam Hell Orb!"


"Iblis kedelapan ya! Sungguh merepotkan! Dari semua iblis, kenapa itu harus kau yang terikat kontrak dengan bocah ini! Hell Firemu itu akan menyusahkanku!" Dengus Jiwa Element Seed, sambil sedikit membocorkan aura kegelapan pekat dari dalam tubuhnya.


Barbatos yang mendengar kata-kata tersebut, kini kembali di buat terkejut oleh makhluk aneh di hadapannya ini. Bagaimana mungkin makhluk asing tak jelas yang semula hanyalah Jiwa Element Seed, dapat mengetahui identitas nya.


"Hmmmm… Menarik! Kalau kau memang tak berniat memberi tahu siapa dirimu yang sebenarnya, maka akan kubuat kau mengatakannya setelah menghajarmu!" Dengus Barbatos, bersamaan dengan itu, aura kegelapan pekat yang bercampur dengan Hell Fire, kini mulai menyebar keluar dari dalam tubuhnya.


"Hihihihi…! Begini saja, kalau kau memang ingin tahu, maka biarkan aku menyelesaikan urusanku dahulu dengan bocah ini, setelah itu baru kita mengobrol lebih jauh lagi!" Jawab Jiwa Element Seed, masih dengan selingan tawa melengkingnya yang khas.


"Menyelesaikan urusanmu dengan bocah ini? Urusan apa? Percobaan dalam meledakkan Element Seed miliknya yang tadi kusela?" Dengus Barbatos.

__ADS_1


"Hihihihi… Sudah tahu, kenapa masih bertanya?" Jawab Jiwa Element Seed.


Mendengar itu, aura Barbatos menyebar semakin liar lagi. Ekspresi wajahnya seketika menjadi kesal.


"Jangan konyol! Kau pikir aku akan membiarkan mu melakukan itu disaat aku sendiri terikat kontrak dengan bocah ini? Mati saja kau!" Bentak Barbatos, kemudian tanpa menunda lagi, segera maju menerjang kedepan.


Jika Arthur cuma mati dalam kondisi normal, itu masih dapat di terima oleh Barbatos, karena paling dirinya hanya akan tertarik lagi pada segel yang ada di dalam Hell Orb. Kembali tertidur, menunggu ada orang lain yang punya kualifikasi untuk mengontraknya.


Kemungkinan seperti itupun, sebenarnya masih sangat tidak disukai oleh Barbatos, karena ia tak mau harus kembali terkekang di dalam Hell Orb. Setidaknya, saat terikat kontrak dengan Arthur, Barbatos masih memiliki beberapa kehendak bebas, mampu menjaga kesadarannya. Sehingga bisa menggunakan waktu luang untuk memikirkan cara memutus kontrak yang mana memungkinkan dirinya bisa lepas dari kengkangan Hell Orb.


Oleh sebab itu, ia beberapa kali muncul ketika Arthur sedang dalam situasi sulit, mencoba membantu agar bocah ini tak sampai mati. Selian itu, Barbatos bahkan rela meminjamkan teknik andalannya yakni Hell Fire kepada Arthur agar pemuda ini bisa melindungi dirinya sendiri.


Dan sekarang, mendengar makhluk misterius berbentuk jiwa Element Seed yang ada di hadapannya mengatakan ingin meledakkan Element Seed milik Arthur, yang merupakan tempat dimana Barbatos terikat segel kontrak, tentu saja hal ini membuat Barbatos menjadi marah.


Barbatos layak marah, karena bila benar-benar terjadi, maka itu sama saja dengan kematian bagi dirinya. Dengan hancurnya Element Seed Arthur, ia tak akan lagi kembali pada Hell Orb, melainkan akan ikut hancur bersama Element Seed tersebut.


*Woooshhhh….!!!


*Wooooshhhh….!!!


*Wooooshhhh…..!!!!


Sementara itu, Jiwa Element Seed yang melihat Barbatos mulai melancarkan serangan kearahnya, segera kembali mengalirkan kegelapan pekat pada tubuh Arthur. Mengendalikan tubuh pemuda ini untuk bergerak menghalau serangan dari Barbatos.


*Booooommmmm…..!!!


*Boooommmmm….!!!


*Boooommmmm…..!!!


Ledakan-ledakan liar, efek dari terjangan Hell Fire yang membentur tubuh Arthur, segera terdengar lantang di medan pertempuran. Dengan serangan pembuka tersebut, secara resmi pertarungan antar dua itentitas menyeramkan, yakni Barbatos sang iblis kedelapan dari Hell Orb, melawan Jiwa Element Seed kegelapan yang ganas, akhirnya dimulai.


Disisi lain, Beladro serta anggota Assassin Dark Guild tersisa yang melihat kejadian tersebut, kini mulai memasang wajah terkejut untuk beberapa saat. Kelompok ini sama sekali tak menduga, bahwa bocah ingusan yang dari tadi mereka incar, ternyata memiliki Barbatos sebagai iblis Kontraknya.


"Untungnya tadi kita di sela oleh kelompok Endless Heavens Sect, bila tidak, itu akan menjadi bencana bila Barbatos benar-benar keluar dan membantu bocah ini!" Kata tetua Dark Guild yang sebelumnya sempat terus mempersulit Arthur.


"Sudahlah! Berhenti termenung! Ini kesempatan bagus! Lebih baik segera tinggalkan tempat ini sekarang juga!" Kata Beladro, menangkap cela untuk bisa kabur.


*Boooommmm…..!!!

__ADS_1


Namun, belum sempat Beladro mengambil langkah kabur, sebuah serangan Elemen cahaya, menerjang kearahnya. Dan begitu Beladro yang berhasil menghindari serangan tersebut melihat siapa yang baru saja menyerang, sudut-sudut matanya segera berkedut. Ia tampak sangat kesal dan gemas dengan lawan yang ada di hadapannya saat ini.


"Hmmmm…. Mau pergi kemana!" Dengus Knight berkelas King tahap Langit dari Endless Heavens Sect. Satu-satunya orang dari kelompoknya yang saat ini masih bertahan hidup.


Tampaknya, meskipun situasi sudah berkembang menjadi sangat tak menentu seperti saat ini, dimana 2 makhluk kegelapan tingkat tinggi tiba-tiba muncul dan saling bertarung satu sama lain, ia masih saja mempertahankan prinsipnya untuk tak melepaskan orang-orang dari Dark Guild.


"Baj1ngan! Serang secara bersama orang menjengkelkan ini!" Bentak Beladro.


Bersamaan dengan intruksi Beladro tersebut, seluruh anggota Dark Guild yang masih bertahan, secara serentak menerjang kedepan.


Saat kelompok Dark Guild masih di sibukkan dengan lawannya, Sirius yang saat ini juga masih berada di lokasi, tampak mulai melangkah secara perlahan mendekati tubuh Aria yang sudah terkapar berlumuran darah. Pada sisi tubuh Aria sendiri, saat ini tampak dinding Es tebal yang terbentuk dengan sempurna.


Sebelumnya, Aria yang sudah sekarat, menggunakan simpanan Mana terkahir yang ia miliki, untuk membuat dinding es yang berhasil melindungi tubuhnya, serta tubuh Gregoric dan Issabela dari ledakan elemen kegelapan dahsyat milik Arthur, ketika awal ia berubah dan lepas kendali.


Sirius masih mempertahankan langkah perlahannya, sampai mulai menghentikan langkah tersebut, ketika sudah sampai di lokasi Aria. Dalam posisi berdiri, ia memandang adik tirinya yang sedang terkapar meregang nyawa, dengan tatapan datar. Tak ada titik-titik kecemasan atau kesedihan apapun yang tampak dari sorot matanya.


Setelah memandang Aria untuk beberapa saat, Sirius ganti mengalihkan pandangannya pada dua pisau kecil kesayangan Aria yang saat ini tengah tergeletak tak jauh dari posisinya terkapar.


Kemudian, tanpa mengatakan apapun, Sirius mulai melangkah meninggalkan Aria, memungut dua pisau kembar milik adik tirinya, lalu pergi begitu saja. Memimpin orang-orangnya untuk bergerak cepat meninggalkan lokasi.


Melihat itu, Aria yang dari tadi masih mempertahankan kesadarannya, segera memerah kedua matanya saat Sirius mengambil dua pisau kecil kesayangannya. Ia beberapa kali tampak ingin berteriak mengatakan sesuatu, namun tak mampu melakukannya. Semua kalimat makian yang ingin ia lontarkan, tercekat dalam tenggorokan. Membuat ia malah muntah darah segar dalam percobannya tersebut.


*Woooooshhhhh…..!


*Tap…!


Saat Aria masih memandang dengan tatapan penuh amarah kearah dimana Sirius dan kelompoknya pergi, suara pendaratan yang lembut tiba-tiba terdengar tak jauh dari lokasinya.


"Tidak mungkin! Apa yang terjadi!"


"Hei… Aria! Apa yang terjadi!"


Theo yang baru mendarat, segera memasang wajah kacau saat melihat kondisi Aria. Kemudian dengan langkah bergegas, ia bergerak cepat untuk memeriksa kondisinya.


-------


Note :


Jangan lupa sabtu besok, pemenang event spin off dua mingguan akan kembali saya umumkan, jadi ditunggu komen dan vote nya ^^

__ADS_1


(Sekali-kali minta vote, siapa tau bisa 10 besar wkwkwk)


__ADS_2