
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Death Arena)
Pada bulan kedua, Theo kembali ke Death Arena untuk mengikuti pertandingan terakhirnya. Seperti biasa di tempat registrasi, Tetua Delario menyambutnya dengan tatapan kesal, namun kali ini ada setitik kelegaan pada tatapan matanya.
"Salam tuan muda! Kurasa inilah saatnya! Pertandingan terakhirmu di Death Arena!" Ucap Tetua Delario.
"Hahhaha…! Tetua, kau nampak lega!" Jawab Theo.
"Kalau boleh jujur, memang itulah yang kurasakan! Bagaimanapun juga, jika kau berada di posisiku, seharusnya juga akan merasakan hal yang sama!" Ucap Tetua Delario. Sambil memasang senyum kecut.
"Tetua, kau benar-benar membuatku jadi tak enak hati!" Jawab Theo singkat.
"Hmmm…. Apa yang kau katakan, berbanding terbalik dengan ekspresi wajah yang kau tunjukkan!" Dengus Tetua Delario, begitu melihat wajah Theo yang sangat riang.
"Mau bagaimana lagi, ini adalah sesuatu yang harus kulakukan!" Jawab Theo.
Mendengar kata-kata Theo, Tetua Delario segera menaikkan salah satu alisnya. "Kalau boleh tahu, sebenarnya apa yang kau ingin coba lakukan dengan begitu banyak Mutiara Mana?" Tanya Tetua Delario dengan ekspresi wajah penasaran.
"Tapi bila tak ingin menjawab juga tak masalah! Aku tau pertanyaanku terlalu tak sopan!" Tambah Tetua Delario dengan cepat sebelum Theo memberi tanggapan apapun.
"Tetua, tak perlu terlalu sungkan! Bagaimanapun juga, selama ini Dark Guild telah banyak membantuku!"
"Terlebih dengan status Godfather yang diberikan Brother Santiago padaku, bisa dibilang aku sudah setengah menjadi bagian dari Dark Guild!" Ucap Theo.
__ADS_1
"Aku memerlukan Mutiara Mana tersebut untuk kebutuhan Kultivasiku!" Jawab Theo.
"Kebutuhan Kultivasi? Sebanyak itu?" Gumam Tetua Delario dengan tatapan mata tak percaya.
Namun, setelah melihat dengan lebih teliti, kini ia tahu bahwa kultivasi Theo telah naik satu tingkat jika di bandingkan dengan terakhir ia bertemu dengannya.
"Tuan muda! Dengan jumlah Mutiara Mana Perunggu yang kau menangkan di pertandingan Death Arena bulan lalu, Itu jelas masih tersisa sangat amat banyak!" Tambah Tetua Delario. Menanggapi kenaikan Kultivasi Theo yang hanya satu tingkat.
"Bagaimana aku harus menjelaskannya? Secara garis besar, aku memiliki Element Seed khusus dimana memerlukan kebutuhan sumberdaya yang amat sangat banyak untuk di budidayakan!" Jawab Theo ringkas.
"Ohh… Seperti itu? Jadi kau mau bilang, Element Seed khusus milikmu itu, hanya bisa naik satu tingkat saja bahkan setelah menyerap ratusan juta Mutiara Mana Perunggu?" Tanya Tetua Delario.
"Kurang lebih seperti itu! Dan sekarang, aku memerlukan lebih banyak lagi! Karena kebutuhanku kali ini bukan cuma naik tingkat! Tapi mencoba menerobos ke kelas selanjutnya!"
"Aku perlu menjadi seorang King secepat mungkin!" Tutup Theo, dengan sorot mata tajam.
Mendengar nada bicara Theo yang sama sekali tak memiliki riak getaran, serta melihat tatapan matanya yang tajam penuh keteguhan. Tetua Delario bisa tau bahwa pemuda dihadapannya sedang tak membual.
Namun, tetap saja, memikirkan ratusan juta Mutiara Mana Perunggu hanya untuk naik satu tingkat, membuat ia begitu susah percaya. Bila memang yang dikatakan Theo adalah benar, maka pemuda dihadapannya tersebut pastilah seorang monster. Monster dengan volume penyimpanan Mana Element Seed yang sangat mengerikan.
Bagaimanapun juga, kondisi Element Seed adalah rahasia seorang Knight, itu sudah cukup murah hati Theo mau berkenan menjawab pertanyaan yang ia sampaikan sebelumnnya.
"Baiklah, bila sudah tak ada yang ingin kau tanyakan, aku akan segera memasuki ruang tunggu peserta Arena Pedang!" Ucap Theo.
"Dan seperti waktu terakhir, aku ingin minta tolong kepada Tetua untuk mendaftar sebagai penonton Arena dan bertaruh atas namaku!" Tambahnya kemudian.
"Tak masalah! Anggap ini sebagai hadiah penutup dariku sebagai pemimpin Dark Guild cabang kota Zordan untuk pertandingan terakhirmu di Death Arena!" Jawab Tetua Delario.
"Terimakasih banyak!" Balas Theo, sambil memberi salam tangan dan sedikit menundukkan wajah. Ingin menyampaikan bahwa ia benar-benar merasa berhutang budi pada Tetua Delario.
"Tuan muda! Tak perlu terlalu sungkan!" Jawab Delario, dengan senyum tipis di wajahnya.
"Ohhh… Ngomong-ngomong, pertandingan di Arena Pedang kali ini mungkin akan sedikit berbeda untukmu! Memenangkannya tak akan semudah Arena-Arena sebelumnnya!" Ucap Tetua Delario.
"Hmmm? Bisa jelaskan lebih lanjut?" Tanya Theo. Kini menjadi sedikit penasaran dan tertarik.
__ADS_1
"Malam ini, ada satu orang khusus yang ikut mendaftar di Arena Pedang. Ia memiliki tingkat kultivasi yang sama denganmu, yakni General tahap Surga!"
"Dan yang membuat orang ini sedikit spesial adalah, ia merupakan anggota baru dari Barbarian Tribe yang namanya sedang naik daun!" Tutup Tetua Delario.
"Barbarian Tribe? Cukup menarik! Terimakasih atas informasinya! Entah kenapa justru membuatku semakin bersemangat!" Jawab Theo. Kemudian tanpa menunda dan menanyakan lebih jauh lagi, pergi memasuki ruang tunggu peserta Arena Pedang.
**
(Ruang tunggu peserta Arena Pedang)
Begitu Theo memasuki ruang tunggu, ia bisa merasakan ada begitu banyak tatapan mata memandang kearahnya. Kejadian yang sebenarnya cukup biasa karena terjadi pada setiap ruang tunggu pertarungan Death Arena yang pernah ia ikuti sebelum.
Namun yang sedikit memberi perbedaan kali ini adalah, dari beberapa orang yang memberinya tatapan tajam, sedang mencoba memeriksanya, ada tiga tatapan orang yang menarik perhatian Theo karena ketiga orang ini, memiliki aura aliran Mana yang begitu dalam.
"Barbarian Tribe!" Gumam Theo, menatap dengan tatapan tajam balik pada tiga orang itu, begitu melihat simbol yang tersulam di baju masing-masing dari ketiga orang tersebut.
"Boss! Sepertinya ada satu mangsa besar ikut dalam pertarungan kali ini!" Ucap salah satu dari tiga anggota Barbarian Tribe. Kepada seorang yang berada di posisi tengah.
"Abaikan saja! Bagaimanapun juga, pemenang dari Arena Pedang sudah ditentukan!" Gumam pria yang dipanggil Boss oleh orang yang sebelumnya berbicara.
"Intruksi dari Khan sudah sangat jelas! Bila ingin bergabung dengan kelompok elite Barbarian Tribe, aku harus membawa pulang gelar Kaisar Pedang malam ini!" Tambahnya.
Dari ketiga orang anggota Barbarian Tribe yang ada di ruang tunggu. Pria ini adalah yang paling kuat dalam hal Kultivasi. Selain itu, ia juga tampak misterius dengan memakai jubah bertudung dimana membuat wajahnya tak bisa terlihat jelas.
"Pasti orang ini yang di maksud oleh Tetua Delario sebelumnnya!" Gumam Theo.
Ia tampak masih mempertahankan tatapan tajamnya kearah kelompok anggota Barbarian Tribe. Namun, kini ditambah juga dengan seringai lebar yang sangat memprovokasi bagi siapapun yang melihatnya.
*Braaakkk…!!!
Melihat Theo masih mempertahankan tatapan tajamnya, terlebih kini mulai memasang seringai lebar. Sosok berjubah yang awalnya masih bersikap tenang, mau tak mau menjadi terpancing. Ia menghancurkan beberapa perabot ruang tunggu dengan menggunakan senjatanya.
Sambil menggenggam dua pisau kembar yang terus mengeluarkan hawa aneh, ia menatap tajam kearah Theo dengan tatapan mematikan.
Disisi lain, Theo yang awalnya masih memasang seringai lebar, kini dalam sekejap menarik seringainya begitu melihat sosok tersebut mengeluarkan senjata. Ekspresi wajahnya berubah menyeramkan seketika. Tatapan matanya lekat melihat kearah dua pisau kembar yang ada ditangan lawannya. Diiringi dengan hawa membunuh intens, kini mulai keluar dari dalam tubuh Theo. Menyebar kesegala arah.
__ADS_1