Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
342 - Betapa Benci!


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Bentrokan antar dua teknik dahsyat yang dilancarkan oleh dua orang yang sedang bertempur, membuat area lokasi tempat terjadinya pertarungan hancur berantakan. Tak hanya itu, bahkan wilayah perkemahan Bandit Serigala yang berlokasi cukup jauh, juga menerima imbas dari gelombang kejut benturan tersebut. Menyebabkan banyak kemah kini hancur berserakan.


"Mengerikan!" Gumam Thomas. Meskipun berlokasi cukup jauh, ia masih bisa melihat ledakan dahsyat yang menyebabkan kepulan asap membumbung tinggi tersebut.


"Apa Boss Besar baik-baik saja? Lawannya adalah seorang Emperor!" Sahut satu dari tiga wakil pemimpin tua, dengan tatapan bergetar.


"Perlu kesana untuk memeriksa?" Jawab salah satu wakil pemimpin tua.


"Silahkan pergi sendiri! Aku tak ingin setor nyawa!" Tanggap wakil pemimpin tua lainnya.


"Yang di katakan pria ini benar! Tidak bijak untuk pergi kesana! Kita hanya akan mengantar nyawa! Lebih baik menunggu disini! Meskipun memang itu juga langkah yang cukup beresiko! Namun, kita jelas tak bisa kabur dan meninggalkan Boss Besar kita begitu saja!" Jawab Sanir Khan.


"Pergi kesana hanya akan menambah beban Boss! Lagipula itu adalah level pertarungan yang benar-benar diluar jangkauan kita!" Tambah Thomas.


***


(Area pertempuran)


Kepulan debu masih membumbung tinggi dan menyelimuti seluruh area sekitar pasca bentrokan antar dua teknik dahsyat yang terjadi.


Selain debu yang menyebar di seluruh area, imbas dari benturan tersebut juga menyebabkan hancurnya bentuk muka bumi di wilayah tersebut. Lubang raksasa kini tercipta. Sementara batu-batuan dengan berbagai ukuran, dimana berasal dari bekas tebing-tebing yang hancur, berserakan di sekitar sekitar lubang.


Saat kepulan debu berangsur menghilang di terpa angin, pemandangan dilokasi justru tampak semakin mencekam ketika kini bisa terlihat dengan jelas banyak area dalam lubang telah sepenuhnya membeku.


Bongkahan-bongkahan es raksasa, membekukan hampir sebagian besar area dalam lubang. Menghembuskan aliran hawa dingin yang begitu menusuk tulang.


"Benar-benar tangguh!" Ucap pria tua, ia saat ini berdiri ditepi lubang raksasa sambil melihat kearah bawah. Masih dalam bentuk Soul Knightnya.

__ADS_1


Namun, meski pria tua ini masih mempertahankan wujud Soul Knightnya, terlihat jelas intensitas dari aliran Mana Es berbentuk Ice Griffin yang menyelimuti tubuhnya telah berkurang drastis.


Kedua kepalan tangannya kini juga meneteskan beberapa darah segar. Ia terluka. Seorang Emperor, yang mana merupakan eksistensi puncak di Gaia Land, terluka secara fisik setelah beradu teknik dengan seorang generasi muda kelas General tahap langit.


Disisi lain, Theo yang saat ini berada di dalam lubang raksasa, tampak telah kembali kewujud normal. Ia masih berdiri tegak meskipun memang tubuhnya terluka parah. Dengan tubuh penuh lumuran darah, ia menatap tajam kearah pria tua misterius dengan pandangan tanpa rasa takut sedikitpun.


Sementara di belakangnya, Raja Naga Hitam berdiri gagah merentangkan sayap berduri disekitar tubuh Theo. Tampak sedang melindunginya. Dengan derakan listrik merah yang masih menyala menyelimuti seluruh tubuhnya, Raja Naga Hitam mengeram liar, memamerkan gigi-gigi metalik sambil memandang tajam pria tua dengan tatapan penuh ancaman.


"Begitu sombong! Apa kau masih berfikir bisa kabur dariku?" Gumam pria tua, saat melihat tatapan tajam yang diarahkan Theo padanya.


"Dari awal aku sedang tak bersikap sombong! Aku hanya benar-benar tahu kedalaman kemampuan, serta batasan yang kumiliki!" Ucap Theo.


"Tak pernah sekalipun aku mengatakan sesuatu yang sekiranya memang tak mungkin! Jadi, bila kubilang bisa kabur, maka itu adalah fakta!" Tambah Theo. Seraya kemudian mengayunkan tangan kedepan.


Bersamaan dengan ayunan tangan Theo, seluruh Boneka Bernyawa Serigala Metalik yang tersimpan di dalam Gelang ruang-waktu melompat keluar.


"Grrr…..!!!!"


"Grrrr….!!!!"


"Grrrr…..!!!"


"Seperti tak ada habisnya! Berapa banyak trik rahasia yang kau simpan di balik lengan bajumu?" Ucap pria tua, ekspresi wajahnya kini tampak semakin antusias. Titik-titik kekaguman mulai terpancar dari sorot matanya.


"Cukup banyak bila hanya untuk sekedar bisa kabur darimu!" Jawab Theo dingin.


"Kalau memang seperti itu, dengan senang hati aku akan menikmati hidangan yang akan kau sajikan! Cobalah untuk kabur! Hahhahah….!" Ucap pria tua, seraya kemudian mulai melompat masuk kedalam lubang.


"Serang!" Gumam Theo. Memerintahkan seluruh Serigala metalik maju menyerang secara serentak begitu melihat pria tua akhirnya mengambil inisiatif serangan.


"Ggrrr….!!!!"


"Grrraaaahhhhh….!!!!"


Mendengar intruksi Theo, puluhan Serigala metalik menyalak untuk beberapa saat, sebelum menerjang kearah lawannya.


Sementara Theo sendiri, dengan langkah kaki berat, melakukan lompatan keatas, kembali menaiki punggung Raja Naga Hitam.


*Woooshhhh….!!!

__ADS_1


Begitu Theo telah naik ke punggungnya, Raja Naga Hitam mulai mengepakkan kedua sayap. Terbang keatas. Dan hampir secara bersamaan dengan Raja Naga Hitam mulai terbang, bentrokan antar puluhan Serigala metalik dengan pria tua dimulai.


Pria tua tampak unggul dalam pertarungan tersebut, melancarkan pukulan-pukulan yang membuat beberapa dari Serigala metalik terpental kesegala arah dan membentur dinding lubang raksasa.


Namun, meskipun puluhan kali terpental, gerombolan Serigala Metalik ini seperti tak kenal rasa takut dan sakit. Dalam sekejap kembali berdiri, menerkam kearah pria tua.


Bagaimanapun juga, para Serigala metalik adalah boneka bernyawa. Jadi, selama simpanan Mana cahaya di dalam tubuh mereka yang berwujud roh masih bertahan, gerombolan ini tak akan pernah bisa di hentikan.


Hal itu membuat pria tua yang sebenarnya sama sekali tak di rugikan dalam pertarungan, harus tertahan, sedikit melirik kearah Theo yang kini mulai terbang.


"Listrik merah!" Gumam Theo, saat Raja Naga Hitam sudah terbang cukup tinggi.


Mendengar kata-kata Theo, Raja Naga Hitam mengayunkan kedua sayap berdurinya dengan sangat keras. Memberi hentakan dahysat derak aliran Listrik merah di seluruh tubuhnya, terhujam seluruhnya kearah pria tua di dalam lubang raksasa.


*Blaaazzztttt….!!!!


Serangan listrik merah, segera menderu dengan suara derakan yang memekakkan telinga begitu mendarat di dalam lubang. Menjilat liar kesegala arah.


Selesai melancarkan serangan, Theo dengan cepat mengayunkan tangan, menarik semua Serigala metalik kembali kedalam Gelang ruang-waktu, kemudian tanpa menunda memberi perintah pada Raja Naga Hitam bergerak terbang menjauh. Meninggal lubang raksasa dengan kecepatan penuh.


"Hmmmm…. Kau pikir bisa kabur?"


Namun, diluar dugaan Theo, di dalam lubang raksasa, pria tua yang telah mendapat serangan dahsyat listrik merah, ternyata masih berdiri tegak.


Ia menatap tajam kearah Theo dengan senyum lebar, sementara pada tangan kirinya, kini terpasang sebuah perisai emas, sedangkan ditangan kanan, tergenggam erat Tombak Emas yang sangat panjang.


Aliran Mana Es bergerak liar menyelimuti Tombak saat tiba-tiba pria tua mengambil posisi seperti akan melempar Tombak Emas.


Disisi lain, Theo segera menghentikan langkah kaburnya begitu merasa tekanan kuat saat ini tengah mengunci tepat pada punggungnya. Raja Naga Hitam dengan cepat kembali berbalik menghadap kearah pria tua.


"Betapa benci!" Gumam Theo, mulai menggertakkan gigi-giginya dengan keras saat menyadari pria tua benar-benar tak ingin melepaskan dirinya.


Dalam sekejap, ia membuat gerakan menarik tangan. Membuat Istana Emas terbang cepat dan berhenti tepat di hadapannya. Theo terlihat ingin menggunakan formasi pelindung Istana Emas untuk menahan serangan.


Namun, ketika pria tua sudah akan melempar Tombaknya….


*Wunggggg….!!!


Suara dengungan keras tiba-tiba terdengar. Portal ruang Istana Emas mulai menyala, diiringi dengan satu sosok melangkah keluar.

__ADS_1


__ADS_2