
"Hmmm formasi jebakan kuno?" Theo mengerutkan keningnya mendengar kata-kata Tiankong.
Dihadapanya kini, dia bisa melihat area tanah lapang luas yang kosong, dipenuhi dengan rumput-rumput liar yang tumbuh tinggi di beberapa bagian. Bergoyang lembut diterpa angin.
"Yahh, area di depanmu penuh dengan berbagai Formasi jebakan kuno yang langka." Jawab Tiankong. Anehnya Ekspresi wajahnya terlihat antusias.
"Formasi-formasi jebakan ini adalah formasi yang lama tak terlihat, bahkan pada jamanku. Selain formasi jebakan, di area lebih depan lagi, aku melihat ada suatu formasi besar yang menutupi area sekitarnya."
"Sepertinya seseorang sengaja menempatkan formasi-formasi ini untuk melindungi dan menutupi sesuatu."
"Ini sungguh menarik." Kata Tiankong menutup penjelasannya.
"Jadi, master, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Theo.
"Itu mudah, ikuti intruksiku, kita hindari setiap formasi jebakan di depan, dan pecahkan kode segel untuk bisa masuk di area depannya lagi." Kata Tiankong.
"Baiklah.." Theo mengangguk mengerti.
Dia kemudian menjelaskan situasi kepada Aria yang masih belum mengerti alasan Theo menghentikan langkahnya.
Setelah mendapatkan penjelasan Theo, raut muka Aria sedikit berubah aneh. "Dari mana kau tau ada formasi jebakan di depan kita?" Tanya Aria ragu.
Aria merasa pendidikannya lebih tinggi dari Theo, itu tak terlepas dari fakta bahwa Aria berasal dari salah satu 10 Biggest Group Knight yang tentu saja memiliki simpanan pengetahuan dan banyak buku-buku panduan formasi dalam perpustakaan mereka melebihi yang dimiliki House kecil seperti House Alknight. Dan saat ini, Aria tak menemukan ada tanda-tanda formasi di hadapan mereka.
"Hemmmm…. Perhatikan ini baik-baik." Kata Theo.
Dia kemudian mengambil batu dan sesuai dengan intruksi masternya, melemparkan batu tersebut ke arah salah satu sudut area depan mereka.
*Boooommmmmm…..!!!
Ledakan keras segera berbunyi dan mulai menghancurkan area sekitarnya. Membuat tanah bergetar hebat.
Melihat hal itu, mata Aria mulai melotot, tak percaya ada formasi jebakan sebesar itu di hadapan mereka yang tak mampu ia deteksi keberadaanya.
Sementara Theo, mulai membuka mulutnya lebar, dia sendiri juga terkejut, ternyata formasi jebakan kuno yang di maksud oleh masternya memiliki daya ledak yang sangat mengerikan. Dia tak bisa membayangkan bagaimana bila dia tadi bergerak dengan sembarangan dan secara tak sengaja mengaktifkan formasi tersebut tepat diatasnya.
"Bagaimana kau bisa tahu keberadaan formasi itu?" Tanya Aria tak percaya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu, Theo hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, bingung harus menjelaskan seperti apa, karena dia sendiri juga tak tahu ada formasi ini bila masternya tak memperingatkan.
"Anuu, aku secara tak sengaja pernah menemukan dan membaca suatu buku kuno tentang formasi yang ciri-ciri nya hampir mirip dengan formasi didepan." Theo segera mengarang bebas untuk memberi penjelasan.
Sementara Theo menjelaskan kepada Aria, Tiankong mulai melayang maju kedepaan, meninjau setiap area untuk mencari jalan aman yang tak memiliki formasi jebakan.
Setelah meninjau sebentar, Tiankong memberi Theo tanda untuk mengikutinya. Tanpa menunda, Theo mengikuti intruksi masternya, Aria sendiri membuntuti Theo di belakangnya.
Perjalanan berjalan lancar untuk beberapa waktu, dengan langkah perlahan dan melompat kesana kemari, Theo dan Aria berhasil sampai di tengah Area yang penuh formasi Jebakan.
"Sampai sini kau harus lebih hati-hati, area di depan lebih berbahaya dari area sebelumnya." Kata Tiankong menjelaskan.
"Baik…!" Jawab Theo singkat.
Setelah memastikan bahwa Theo mengerti, Tiankong mulai melayang maju lagi untuk memimpin jalan.
Theo yang melihat masternya mulai bergerak lagi, segera akan mengikutinya, namun..
Tatto di punggung tangan Theo tiba-tiba mulai menyalah terang. Diiringi dengan nyala terang tersebut. Joy Kecil terbang keluar dengan cepat. Theo mulai tersenyum senang ketika melihat anaknya ini bangun kembali setelah lama tertidur.
Namun senyuman Theo hanya bertahan untuk sesaat, sebelum ekspresi ngeri mulai menghiasi wajahnya. Theo bisa melihat, Joy kecil yang awalnya terbang keatas, mulai mendarat turun dengan sembarangan.
"Ini gawat…." Tiankong berteriak lebih keras ketika melihat Joy Kecil mendarat tepat di salah satu formasi jebakan.
"Tuuuuuuu???" Sementara Joy Kecil yang tak memahami situasi menatap polos kearah Theo.
"Makhluk apa itu?" Berbeda dengan Theo dan Tiankong, Aria yang pertama kali melihat sosok Joy Kecil terlihat sangat antusias karena kelucuan ekspresinya.
Namun, bersamaan dengan pertanyaan Aria, area dibawah Joy Kecil yang dia injak mulai mengeluarkan cahaya terang.
Ekspresi antusias Aria ikut berubah ngeri ketika melihat hal tersebut. Ia akhirnya menyadari situasi berbahaya didepannya.
Ketika semua orang tertegun dan tak mampu bereaksi, bersamaan dengan munculnya cahaya terang, tanah di sekitar mulai bergetar hebat.
*Booooooooommmmmmmmmmm…..!!!!!!!!
Suara ledakan keras kembali terdengar.
__ADS_1
Kepulan debu berterbangan dimana-mana, bumi kembali bergetar hebat, area sekitar segera hancur bersama dengan ledakan hebat tersebut. Namun, ketika ledekan mulai mereda, dan kepulan debu mulai menghilang…
"Uhuukkk…. Uhuuukkkk…. "
Suara terbatuk Theo terdengar dalam kepulan debu, kini Theo bisa melihat area di sekitarnya terbakar hebat karena efek ledakan yang ternyata kali ini bercampur dengan Mana api yang sangat ganas.
"Apa yang terjadi, kita selamat!" Suara bergetar Aria terdengar. Dia tak percaya bisa selamat dari ledakan hebat itu.
Setelah debu benar-benar menghilang, Theo bisa memperhatikan lingkungannya dengan seksama. Di area sekitarnya, terlihat ada pelindung transparan yang membentuk sebuah kubah. Theo menyimpulkan, pelindung inilah yang menyelamatkan ia dan Aria dari ledakan dasyat barusan.
"Tuuuuu……"
Ketika Theo masih tertegun melihat pelindung transparan, dia mendengar suara Joy Kecil tepat di sebelahnya. Theo segera menoleh dan melihat Joy Kecil yang kini tengah duduk di pundak kanannya.
"Bagaimana kau bisa ada disini? Dan apakah kau yang membuat pelindung ini?" Tanya Theo.
"Tuuuuu…." Joy kecil mengangguk lucu.
"Hahhh, untung lah dia cepat tanggap." Tiankong melayang mendekati Theo.
"Sesaat sebelum ledakan terjadi, Joy Kecil yang merasakan bahaya, secara insting alami bergerak cepat melindungimu. Dan pelindung ini adalah salah satu kemampuan spesial yang hanya dimiliki Silver Turtle."
"Ini dinamakan Pelindung Aura." Tiankong mulai menjelaskan.
"Setelah ini, karena Joy Kecil telah bangun kembali dari tidurnya sehabis proses makan pertama, kedepan kau bisa memanggilnya semaumu selayaknya Spirit Beast kontrak milik True Knight."
"Kemampuannya ini akan sangat berguna dalam pertempuran. Kekuatan pelindung ini berkembang bersamaan dengan kualitas level Element Seedmu."
"Semakin tinggi kelasmu, semakin kuat pula pelindungnya." Tiankong menutup penjelasannya.
"Ini hebat..!!!!" Kata Theo bersemangat setelah mendengar penjelasan Masternya.
"Joy Kecil, kedepan aku akan mengandalkanmu." Theo mengelus kepala Joy Kecil.
"Tuuuuuuu….." Joy Kecil terlihat bersemangat saat mendengarnya.
"Lucuuu sekali!! Biarkan aku menyentuhnya." Teriak Aria di sebelah Theo, berusaha menyentuh Joy Kecil. Namun Joy kecil dengan sigap menghindarinya.
__ADS_1
"Ahhhh.. perintahkan dia untuk menurut." Teriak Aria kepada Theo. Terlihat sangat kesal.