Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
232 - Frustasi


__ADS_3

Catatan Penulis :


Selamat malam kawan-kawan, sekali lagi penulis menyapa kawan-kawan pembaca semua. ^^


Dalam catatan kali ini, penulis ingin mengumumkan 3 besar rangking vote yang memenangkan jumlah vote terbanyak sehingga berhak menerima karya Spin Off eksklusif yang akan dikirim penulis melalui Email.


Selain itu, akan ada tiga pemenang tambahan yang penulis pilih secara acak dari mereka yang menurut penulis, paling sering nongol di kolom komentar dan serta vote.


Btw, karena penulis membutuhkan sarana komunikasi, maka bagi mereka yang memenangkan jumlah vote tertinggi, namun tak memfollow back penulis, maka mereka akan gugur dan di gantikan peringkat bawahnya.


Terakhir, penulis ingin kembali sedikit menjelaskan apa itu Karya "Spin Off", mungkin ada beberapa yang belum memahaminya, bila kawan-kawan sudah paham, silahkan skip saja.


Spin Off adalah chapter sampingan yang masih berhubungan dengan cerita utama, namun tidak di ceritakan dalam cerita utama tersebut. Sebagai contoh untuk memudahkan, pemenang minggu lalu mendapat karya Spin Off berjudul:


-Gregoric Alknight : Sang Perkasa


Dalam chapter tambahan tersebut, menceritakan kondisi Gregoric yang tengah melakukan Ujian penilaian akhir tahun di Akademi Surga, ujian ini dilaksanakan pada suatu tempat yang di sebut Menara Surga.


Spin off yang saat ini sudah tersedia ada tujuh, pemenang event bisa memilih satu diantaranya :


Issabela Alknight : Bertambah kuat.


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (1)


Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (2)


Desa Tersembunyi : Tim Penjelajah


Dark Guild : Keputusan Santiago


Issabela Alknight : Roh item (1)


Issabela Alknight : Roh item (2)


Oke, tak berlama-lama lagi, ini dia pemenang tiga besar vote tertinggi.


Medi aj (11.350 Vote).


Nadia (11.260 Vote).


Novian Wahyu S (9050 Vote).


Pemenang acak


Satia W (Vote minggu ini)


Fitry Rosavermalla (Vote minggu ini)


AM (Vote minggu ini)


Kodok Ijo (Kolom komentar)


rudeus (Kolom komentar)



Udo Chu Jin (Kolom komentar)



Sekian pengumuman hari ini, selamat bagi 9 orang yang memenangkan karya eksklusif Spin off minggu ini, selamat menikmati ^^


_____________________________________________

__ADS_1


"Ini berbahaya!" Seru Tiankong, saat melihat Element Seed dalam tubuh Arthur, siap meledak kapan saja.


Dengan gerakan cepat, menggunakan sisa simpanan Mana Ruang kuno di dalam Element Seednya, ia kemudian mulai merobek cela ruang dari udara kosong yang ada di hadapannya. Membuat dua portal ruang berukuran kecil.


Dalam hitungan detik, dua portal ruang yang telah terbentuk ini, segera di lemparkannya kearah tubuh Gregoric serta Issabela yang berada tak jauh dari lokasi. Melahap tubuh tak sadarkan diri keduanya dalam sekejap.


*Boooommmmmm…..!!!


Selesai melemparkan tubuh kedua kakak Theo kedalam portal ruang ciptaannya. Hal yang di khawatirkan Tiankong, akhirnya benar-benar terjadi. Element Seed dalam tubuh Arthur meledak, menimbulkan gelombang mengerikan yang sangat dahsyat. Mulai meluluh-lantakan daerah sekitar.


Melihat itu, tanpa menunda lagi, Tiankong kembali membuat portal ruang, dan dengan cepat melemparkannya kearah Theo yang saat ini tampak masih termenung, menatap kosong kearah langit, sambil memeluk tubuh Aria.


"Arthur!" Gumam Theo pelan, suaranya terdengar bergetar, sebelum portal ruang ciptaan Tiankong mulai melahapnya.


***


(Medan pertempuran utama wilayah selatan)


*Boooommmm….!!!


Suara ledakan dahsyat yang berasal dari meledaknya Element Seed Arthur, menggema dengan sangat keras, bahkan getaran dari ledakan itu, juga terasa sampai di wilayah medan pertempuran utama. Membuat setiap orang yang ada disekitar lokasi, saat ini menatap ngeri kearah wilayah perbukitan dimana menjadi sumber terjadinya ledakan tersebut.


"Baj1ngan! Lepaskan aku! Aku harus segera kesana!" Teriak Lucius, kemarahannya memuncak begitu melihat ledakan dahsyat terjadi di wilayah perbukitan, tempat dimana adiknya Aria berada.


"Apa yang sebenarnya terjadi disana? Ledakan dengan daya hancur sedahsyat itu, seharusnya hanya akan timbul dari meledaknya Element Seed seseorang!" Kata Rahu, Knight pemimpin tim inspeksi dari Endless Heavens Sect yang saat ini sedang menahan Lucius.


*Kraakkk….!!!


*Kraaaakkkk…!!!


*Krakkkk….!!!


Saat setiap orang masih termenung dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi sambil melihat kearah sumber ledakan, sebuah suara retakan yang keras, tiba-tiba terdengar di tengah wilayah medan pertempuran.


Ditengah tatapan heran setiap orang, udara kosong yang awalnya mengeluarkan suara retakan-retakan aneh, mulai membentuk sebuah robekan ruang. Fenomena yang terlihat sama persis dengan robekan ruang yang terjadi, ketika kapal perang aneh milik kelompok Endless Heavens Sect, pertama kali muncul secara tiba-tiba diatas langit.


Tak lama kemudian, setelah tiga robekan ruang yang tampak aneh dan tak stabil terbentuk. Beberapa sosok tubuh, terlempar keluar dari dalamnya.


*Buggg…!


*Buugg…!!


*Buggg….!


Suara gedebuk ringan dari tubuh yang jatuh segera terdengar begitu tiga sosok yang terlempar keluar ini mendarat diatas tanah. Tiga orang tersebut, ternyata adalah Issabela, Gregoric, serta Theo yang saat ini sedang memeluk Aria.


Gregoric dan Issabela terlihat masih tak sadarkan diri. Sedangkan Theo yang memeluk Aria, segera menoleh keatas langit, kembali melihat ledakan dahsyat. Tampak tak memperdulikan orang-orang disekitar yang saat ini sedang menatapnya dengan heran.


"Arthur!"


"Arthur!"


"Arthur!"


Sambil menatap langit, Theo terus menggumamkan nama Arthur berkali-kali, sedangkan ekspresi wajah, serta tatapan matanya, tampak kosong.


"Kenapa bisa begini?"


"Kenapa jadi begini!"


"Seharusnya semua berjalan sesuai rencana!"


"Kenapa? Kenapa? Kenapa?" Gumam Theo. Seperti sedang kehilangan akal.

__ADS_1


Sementara itu, Lucius yang saat ini juga melihat kearah Theo, sama seperti kebanyakan orang, mulai memasang ekspresi wajah tertegun saat menyadari siapa yang sedang di peluk Theo. Dalam pelukan Theo, Lucius bisa melihat, tubuh adiknya Aria, saat ini sedang bersimbah darah.


"Theo! Apa yang terjadi dengan Aria? Katakan padaku! Apa dia baik-baik saja!" Teriak Lucius kemudian, dengan nada bergetar dan wajah pucat pasih.


Bagaimanapun juga, Lucius adalah seorang Knight dengan kelas King, sehingga dengan tatapan sekilas, ia bisa memindai dan melihat kedalam Element Seed milik adiknya.


Dan begitu merasakan Element Seed milik adiknya sudah berhenti bekerja, Lucius yang terpukul, dan mencoba menolak percaya dengan apa yang terpampang dihadapannya, segera melontarkan pertanyaan menuntut penjelasan pada Theo.


Disisi lain, Theo yang mendengar teriakan Lucius, segera menoleh kearahnya, pertanyaan yang dilontarkan Lucius barusan, membuat Theo yang dalam sejenak melupakan tentang kematian Aria, karena merasa terpukul oleh kematian tiba-tiba Arthur, kembali teringat lagi tentang hal tersebut. Dengan mata bergetar, Theo menunduk, melihat wajah Aria yang ada di dalam pelukannya untuk sesaat. Sebelum kembali menoleh kearah Lucius.


Theo yang merasa sangat tertekan dan frustasi, masih kebingungan merangkai kata yang tepat untuk memberi penjelasan pada Lucius, sampai tiba-tiba…


"Ledakan apa itu?"


Suara berat yang bergetar, tiba-tiba terdengar dari arah belakang, membuat Theo yang mengenali suara tersebut, segera menoleh.


Kali ini, tak jauh dari hadapannya, Lord Bernard tampak sedang menatap nanar kearah sisa-sisa sumber ledakan, yang sampai saat ini masih meninggalkan beberapa percikan gelombang kegelapan.


Lord tua ini, dapat menduga bahwa ledakan kegelapan yang ada di hadapannya, berasal dari amukan Arthur. Namun, saat melihat daya ledaknya yang begitu dahsyat, tidak seperti amukan Arthur yang biasanya, dia dengan panik mulai berteriak keras, bertanya kepada orang-orang di sekitarnya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Theo, apa yang terjadi? Bagaimana kondisi Arthur?" Tanya Lord Bernard lagi, begitu melihat sosok Theo berada tak jauh di hadapannya.


Mendengar itu, Theo tak tahu lagi harus menjawab seperti apa, hatinya sangat tertekan. Ia mulai jatuh pada penyesalan mendalam. Merasa semua yang terjadi pada Aria dan Arthur adalah kesalahannya.


Dia kini hanya bisa menunduk menghadap tanah. Tak mampu bahkan untuk memandang kearah Lord Bernard ataupun Lucius.


"Hmmm… Jadi itu kau, Theodoric Alknight, anak dari Nona Alena. Knight muda yang mampu menumbuhkan Element Seed tipe Netral!"


"Kau adalah keturunan keluarga utama yang telah kami tunggu selama ribuan tahun!"


"Jadi, sekarang tolong dengan patuh, ikut bersamaku kembali ke sekte!" Kata Rahu, secara tiba-tiba. Memecah keheningan yang terjadi sejak Theo menundukkan kepalanya.


Mendengar kata-kata Rahu, Theo yang sebelumnya menundukkan kepala, dengan segera mengangkat wajahnya kembali, menatap tajam kearah Rahu.


"Endless Heavens Sect! Itu adalah kalian yang secara paksa, membawa ibuku pergi!"


"Dan itu adalah kalian, yang menyebabkan Aria dan Arthur…..!!!"


Sampai pada menyebut nama Aria dan Arthur, Theo tak mampu lagi meneruskan kata-katanya. Sambil menggertakkan giginya dengan sangat keras. Ia memberi tatapan sengit mematikan pada orang yang baru saja berbicara padanya.


*Boooommmmm…..!!!


Bersamaan dengan tatapan Theo, seluruh aura bergejolak yang dari tadi ia tahan, segera meledak keluar. Membuat berbagai atribut Mana dengan bermacam warna, kini menghambur keluar menyelimuti tubuhnya. Selain ledakan Mana, seluruh tatto segel yang berada di tubuh Theo, kini juga mulai menyala.


*Woooshhhh…!!!


*Woooshhhh….!!!


*Woooshhhh….!!!


Tiga senjata dosa terbang keluar dari tatto di lengan kiri Theo, melayang-layang diudara mengelilingi nya.


"Tuuuuu…..!!"


Hampir bersamaan dengan keluarnya ketiga senjata dosa, Joy kecil juga terbang keluar dari dalam tatto yang berada di punggung tangan kanan Theo. Mendarat tepat di bahunya. Kemudian, diakhiri dengan aktifnya Eye of Agamoto yang menyala di dahi Theo.


Kini, Theo yang tampak seperti perwujudan dewa surgawi, menatap tajam kearah Rahu untuk beberapa saat. Sebelum sosoknya tiba-tiba berubah menjadi sekelebat bayangan. Menghilang dari lokasinya semula.


Dan hanya sekejap Theo menghilang, ia dengan cepat muncul kembali. Namun kini berada tepat di hadapan Rahu.


*Booooommmmm….!!!


Tanpa peringatan apapun, Theo segera memberi pukulan yang mendarat tepat pada wajah Rahu. Membuat lawannya ini terpental jauh. Hanya berhenti saat menabrak dinding tebing yang berada di sekitar lokasi. Membuat Rahu memuntahkan banyak darah segar.

__ADS_1


__ADS_2