Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
226 - Akhir Medan Tempur Barat


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.


1.Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.



Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



Tambahan, karena sebentar lagi kita akan memasuki Arc 2, sebagai penghargaan bagi kawan-kawan semua yang telah setia membaca dan memberi dukungan kepada karya saya sampai sejauh ini, maka saya sebagai author akan memberi kesempatan bagi kawan-kawan untuk ikut andil, turut serta menyumbang idenya dalam cerita kedepannya.


Dengan cara menyumbang nama bagi tokoh-tokoh baru, yang nantinya akan keluar di Arc 2. Jadi, setelah ini, silahkan tinggalkan ide nama kalian di kolom komentar, dan saya yang selama ini secara rutin tiap hari membaca setiap komentar yang kalian tinggalkan, akan memilih nama-nama yang menurut saya cocok untuk saya pakai kedepannya.


Btw Arc 2 akan terfokus di East Region, dimana merupakan wilayah yang terdiri dari gurun pasir serta daerah lautan dengan berbagai kepulauan. Informasi ini mungkin bisa membuat kawan-kawan menentukan ide nama yang cocok.


_____________________________________________


(Medan tempur Barat, House Alknight+Bubu dan kawanannya V.S Kelompok Elite House Estrabat)


*Booommmm….!!!


*Booommmm….!!!!


*Booommmm…..!!!


Suara hancurnya bebatuan dan tanah terus menggema dimedan pertempuran saat Lord Arduric yang sudah dalam mode Soul Knightnya, terus memborbardir Bethany dengan serangan jarak jauh. Menggunakan aliran Mana berbentuk tombak air,


Lord Arduric yang menyerap kristal Beast dari Rusa Musim dingin, Spirit Beast dengan tingkat pertumbuhan Special, kini memiliki bentuk Soul Knight dengan aliran Mana air berbentuk rusa menyelubungi tubuhnya.


Yang paling mencolok adalah aliran Mana air berbentuk dua tanduk rusa raksasa yang ada di kepalanya. Dua tanduk raksasa ini membuat sosok Lord Arduric bagaikan seorang raja dengan mahkotanya yang berharga, tampak sangat berwibawa, menyebabkan setiap orang yang menatapnya, mempunyai dorongan dalam hatinya untuk segera menunduk. Memberi hormat padanya.


Dalam pertarungan melawan Bethany, Lord Arduric yang merupakan seorang Soul Knight, memanfaatkan kelebihannya dalam kontrol Mana, untuk melakukan berbagai serangan jarak jauh. Sementara rekan bertarungnya, yakni Lord Bernard yang merupakan seorang Meridian Knight, mengambil peran sebagai penyerang jarak dekat.


Menggunakan tangan kiri, Lord Bernard terus menghujamkan tinju berelemen api yang akan meledak begitu mendarat pada targetnya. Sementara di tangan kanannya yang telah buntung, ia membuat Mana api berbentuk pedang panjang yang di gunakan dalam serangan tebasan saat tinju peledaknya bisa di hindari oleh Bethany.


Kombinasi maut dua Lord tua yang saling melengkapi satu sama lain ini, mau tak mau membuat Bethany yang dari awal sudah menderita luka parah, dimana Element Seednya mendapat goncangan kuat akibat kematian Beast kontrak miliknya, kini tampak semakin menderita karena mendapat berbagai luka tambahan di tubuhnya.


Ditambah keputusannya untuk meminum racun penguat fisik sebelumnya, dimana ia gunakan untuk mengimbangi kondisi aneh yang terjadi pada Jasia, saat ini malah menjadi bumerang bagi Bethany, karena ketika efek dorongan adrenalin dari racun mulai berakhir, itu justru berganti memberi efek samping buruk yang mulai menggerogoti tubuhnya. Membuat situasinya menjadi semakin sulit dan tanpa harapan sama sekali.


*Boooommmm….!!


Saat ini, di medan pertempuran, Bethany tampak berhasil menghindari serangan jarak jauh yang dilontarkan Lord Arduric dengan lompatan mundur yang susah payah ia lakukan. Namun, belum sempat ia mendarat pada tanah setelah melakukan lompatan tersebut...

__ADS_1


*Boooommmmm…..!!!!


Lord Bernard bergerak cepat dan tanpa ampun mendaratkan tinju peledaknya tepat kearah wajah Bethany, membuat gadis ini terpental jauh dengan wajah penuh asap.


Bethany yang telah kembali kedalam kondisi normal, dimana racun berbahaya yang sebelumnya menyelimuti seluruh tubuhnya telah lenyap, membuat Lord Bernard kini dengan leluasa mendaratkan pukulan pada tubuh wanita ini.


*Gouccchhhhh….!!!


Dalam posisi terbang terpental, Bethany memuntahkan semburan darah segar dari dalam mulutnya.


*Slaaassshhh….!!!


Tapi, seolah belum puas, bagaikan hewan buas yang tak mempunyai perasaan, Lord Bernard tak memberi kesempatan bagi wanita ini mengambil nafas sama sekali dengan melepaskan serangan tebasan pedang api kearah lehernya.


Melihat hal itu, Bethany yang masih memiliki insting mempertahankan diri, segera melakukan gerakan menghindar kesamping.


*Slice…!!!


Bethany mampu menghindari tebasan tersebut agar tak mengenai lehernya, namun tebasan ini mendarat tepat mengenai lengan kanannya. Memotong putus lengan tersebut.


*Booommmm….!!!!


Seperti iblis, Lord Bernard lagi-lagi tak memberi kesempatan pada Bethany bahkan untuk merasakan rasa sakit dari lengannya yang terpotong. Ia memberi pukulan peledak pada perut wanita di hadapannya, membuat Bethany kembali terpental jauh, hanya berhenti saat menabrak tebing dengan keras.


"Aaarhhhhgggg…..!!!!!"


Suara tebing yang hancur, dibarengi dengan teriakan lantang penuh kesakitan, segera terdengar saat Bethany mendarat.


*Wunggg….!!!


*Woooshhhh….!!!


*Woooshhhh….!!!


*Wosshhh…..!!!


*Booommmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


*Booommmm….!!!


Seolah tak mau kalah dengan keganasan yang ditunjukkan oleh Lord Bernard, Lord Arduric yang melihat Bethany mendarat di tebing, segera memberi serangan tambahan jarak jauh secara beruntun kearah tubuh Bethany yang sudah tampak compang-camping, sangat mengenaskan.

__ADS_1


Serangan penutup yang di lakukan Lord Arduric tersebut, akhirnya membuat Bethany tak mampu lagi bertahan, ia jatuh kedepan dengan kepala membentur tanah terlebih dahulu. Kehilangan kesadaran.


"Hmmmm.. akhirnya tumbang juga!" Gumam Lord Arduric.


"Biar kuselesaikan, aku sudah sangat geram pada wanita iblis ini sejak pertama kali melihatnya!" Kata Lord Bernard. Kemudian mulai maju mendekati tubuh Bethany.


Lord Bernard sudah mengangkat tinjunya, berniat memberi pukulan penghabisan kearah kepala Bethany, tampak ingin menghancurkan kepala tersebut dengan sekali pukul, sampai tiba-tiba, rentetan senjata rahasia berbentuk tali, mengikat dan membelenggu tangannya, membuat langkah Lord Bernard terhenti seketika.


"Hmmm….??"


Lord Bernard yang langkahnya terhenti, tampak mendengus untuk beberapa saat, sebelum menoleh untuk melihat siapa yang dengan berani mencoba menghentikannya.


Dan begitu ia menoleh, tak jauh dari hadapannya, terdapat sekelompok Knight elite anggota House Estrabat yang saat ini di pimpin oleh Legalus, sedang bekerjasama memegang erat senjata rahasia berbentuk tali. Kelompok inilah yang menahan gerakan Lord Bernard.


"Kalian bertiga, tahan Lord satunya!" Kata Legalus, memberi perintah pada anggotanya yang lain untuk menghadang Lord Arduric.


"Ohhh… jadi bocah ini belum mati?" Kata Lord Arduric. Saat melihat sosok Legalus.


Meskipun tampak terluka parah di beberapa bagian tubuhnya, Legalus dan beberapa orang dari satuan Knight yang ia pimpin, ternyata masih bertahan hidup. Entah bagaimana, mereka berhasil lolos dari serangan ganas yang di lakukan Bubu sebelumnnya.


Sementara itu, melihat yang mencoba menghentikannya hanyalah kelompok General kelas Bumi, Lord Bernard segera mengerutkan kening, sebelum mulai menghimpun aliran Mana api pada pergelangan tangannya, berniat menghancurkan senjata rahasia berbentuk tali yang sedang menjeratnya, dengan cara membakar habis tali-tali tersebut.


*Booooommmm….!!!


Namun, belum sempat Lord Bernard mengeksekusi tekniknya, sebuah ledakan aura kegelapan dahsyat, tiba-tiba menyeruak dari arah medan pertempuran selatan. Ledakan aura kegelapan tersebut begitu dahsyat sampai-sampai bisa di rasakan oleh semua orang yang sedang berada di wilayah barat ini.


"Arthur!" Seru Lord Bernard, begitu merasakan ledakan aura kegelapan tersebut.


Setelah menyerukan nama putranya untuk sesaat, ekspresi wajah Lord Bernard juga mulai berubah cemas, tampak sangat khawatir. Karena menurutnya, ledakan aura kegelapan macam ini, hanya akan terjadi ketika putranya Arthur, sudah mulai lepas kendali dan mengamuk.


"Apa yang terjadi?" Gumam Lord Bernard. Sebelum mulai mengeksekusi teknik apinya, membakar habis tali-tali yang membelenggunya dalam sekejap.


Setelah lepas dari tali-tali tersebut, Lord Bernard tanpa menunda segera bergerak cepat, meninggalkan medan pertempuran. Menuju kearah sumber ledakan.


Sementara itu, Legalus yang melihat Lord Bernard tiba-tiba meninggalkan tempat, tanpa menunda segera memanfaatkan situasi. Ia bergerak cepat mengkoordinir pasukannya yang tersisa untuk membawa tubuh saudarinya Bethany yang sudah sekarat, untuk mundur. Meninggalkan medan pertempuran.


Disisi lain, Lord Arduric yang masih tampak sedikit bingung dengan pergantian situasi tiba-tiba tersebut, tampak bimbang untuk sesaat ketika melihat kelompok House Estrabat melakukan langkah mundur.


"Apakah harus dikejar?" Gumam Lord Arduric, sebelum mulai mengamati sekeliling.


Dan ketika ia melihat sekeliling, pemandangan memilukan segera tampak dihadapannya. Dimana banyak pasukannya yang merupakan anggota House Alknight, saat ini sedang mengerang kesakitan. Mendapat luka parah dari pertempuran yang baru saja mereka lewati.


Hal ini membuat Lord Arduric akhirnya memutuskan untuk tak melakukan langkah pengejaran kepada anggota House Estrabat yang baru saja kabur. Ia lebih memilih untuk mengkoordinir tim medis dari Housenya untuk segera memberi perawatan kepada mereka yang sedang terluka.

__ADS_1


Dengan ini, pertempuran di Medan tempur Barat, dimana House Alknight melawan pasukan elite House Estrabat, berakhir dengan kemenangan bagi pihak House Alknight.


__ADS_2