
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Medan pertempuran utara, House Wildbear+Bandit Lebah Hitam, melawan House True Alknight+House Ironhead)
*Kaboooommmm….!!!
Memanfaatkan Mana Gravitasi untuk meringankan tubuhnya, Theo yang bergerak lebih cepat dari rombongan para Bandit, menerjang maju dan sampai lebih dahulu di medan pertempuran. Kemudian tanpa memberi peringatan apapun, ia melakukan lompatan tinggi, menghujam dada Ivanovic dengan teknik Iron Fistnya.
Serangan menyelinap tiba-tiba ini, segera membuat Ivanovic yang tengah lengah, terpental cukup jauh, menabrak pepohonan pinus yang ada di sekitar lokasi.
"Gouuhhhggg…!!!" Ivanovic langsung terbatuk begitu ia mendarat. Kemudian menatap tajam kearah Theo yang baru saja memukulnya.
"Halo paman! Selamat sore!" Kata Theo, membalas tatapan tajam Ivanovic dengan salam santai. Salam yang dulu selalu ia ucapkan saat Ivanovic datang menjenguknya. Ketika kondisi Element Seednya sedang bermasalah.
"Bocah tengik!" Dengus Ivanovic geram, saat melihat sikap santai Theo.
"Hanya dalam beberapa tahun, peringaimu benar-benar telah berubah! Menjadi tak tahu aturan dan begitu sombong!"
"Jadi, biar pamanmu ini memberi sedikit pelajaran dan mendisiplinkanmu! Agar kau kembali sadar dimana posisimu! Agar kau tak lupa bahwa kau hanyalah sampah tak berguna dalam keluarga kita!" Kata Ivanovic, kemudian mulai mengeluarkan aliran Mana berbentuk arus air intens dalam tubuhnya. Selain itu, pedang kuno yang sedang ia pegang, juga mulai bergetar hebat.
Mendengar kata-kata Ivanovic, Theo segera mengerutkan keningnya, sambil memandang hina kearah Ivanovic. Kemudian mulai tertawa lantang.
"Hahahhaha…! Kenapa marah begitu? Itu sungguh berbeda dengan dirimu yang kukenal! Bukannya dulu kau selalu memasang wajah ramah kesetiap orang?" Kata Theo, dengan nada riang gembira.
"Dan ada apa dengan makianmu barusan? Kau menyebut peringaiku berubah menjadi tak tahu aturan dalam beberapa tahun terakhir? Jika aku tak tahu aturan, lalu bagaimana denganmu? Bagaimana dengan peringaimu?"
"Dasar munafik!" Maki Theo balik, nada riang gembiranya seketika menghilang, digantikan dengan nada dingin yang mencekam. Bersamaan dengan itu, ia juga mulai membocorkan auranya.
"Mammon, keluarlah!"
*Wuuushhhh…..!!!
Tatto kuno di lengan kiri Theo menyalah untuk beberapa saat setelah ia memanggil Mammon. Dan tak begitu lama, enam cahaya yang memiliki enam warna berbeda, melompat keluar dari dalam tatto, terbang bergerak melingkar dipinggang Theo. Membentuk enam buah pisau lempar.
"Hmmmm… kau pikir akan bisa melawanku?" Dengus Ivanovic, saat melihat Theo mengeluarkan seperangkat senjata aneh dari dalam tatto nya yang juga tampak sangat aneh. Dimana terus mengeluarkan aura kuno.
__ADS_1
"Hmmmm… kau pikir aku tak bisa?" Tanya Theo balik. Kemudian tanpa basa-basi, segera melempar salah pisau dipinggangnya kearah Ivanovic.
*Taanggggg…..!!!
Dalam gerakan gesit, menggunakan pedang kunonya, Ivanovic berhasil menangkis pisau tersebut dengan mudah. Ivanovic yang merasa serangan Theo sangat lemah, segera hendak menghinanya. Namun, belum sempat ia mengucapkan sepatah katapun….
*Booooommmmm…..!!!
Tanpa di duga oleh Ivanovic, begitu pisau lempar berwarna coklat yang dilempar Theo tadi menyentuh tanah, ledakan elemen bumi dahsyat tiba-tiba mengguncang area di sekitar Ivanovic berdiri.
Ledakan ini meluluh-lantakkan daratan yang di pijak oleh Ivanovic menjadi reruntuhan, kemudian diatas reruntuhan, mulai timbul garis-garis formasi aneh yang dengan cepat membentuk sebuah kubah tanah raksasa, kubah ini secara otomatis untuk sementara menjebak Ivanovic di dalamnya.
Serangan elemen tanah yang dilepaskan Theo pada Ivanovic barusan, tak lain merupakan salah satu segel formasi milik klan Agila yang berhasil ia pelajari dari perpustakaan desa tersembunyi.
Sebuah segel formasi penjebak elemen tanah yang di sebut kubah bumi. Segel formasi kubah bumi sendiri, seperti namanya, memerlukan pengguna elemen tanah untuk mengaktifkannya. Dan berhubung Theo bisa mengontrol elemen tanah, ia memanfaatkan pisau lempar Mammon dengan jenis atribut yang sama, sebagai perpanjangan tangan untuk mengaktifkan segel formasi ini.
"Hmmm… itu akan menahannya untuk beberapa menit, meskipun tak terlalu lama, kurasa sudah cukup!" Gumam Theo, kemudian mulai berbalik arah, melihat kearah pasukan House True Alknight yang ada di sekelilingnya.
Karena ia tadi melompat maju langsung kearah Ivanovic, yang mana sedang memimpin pasukannya, otomatis Theo sekarang berada tepat di jantung formasi pasukan House True Alknight. Dengan kata lain, sedang di kepung oleh lawan-lawannya.
Theo yang saat ini sedang terkepung, mulai menyapu melihat pasukan yang ada di sekitarnya dengan sorot mata penuh ketajaman. Setelah itu, masih dengan sorot mata tajam, sebuah seringai lebar, mulai menghiasi wajahnya.
"Eye of Agamoto aktif!"
Bersamaan dengan seringai ini, Theo dengan cepat mengaktifkan dua teknik miliknya. Dilanjutkan dengan menarik lima pisau lempar lain yang ada dipinggangnya, menempatkan masing-masing pada setiap sela jari-jarinya.
*Wuuushhhh….!!!!
*Slaaasshhh….!!!
*Slaaassshhh….!!!
*Slaaassshhh….!!!
*Jleep….!!!
*Jleeeppp....!!!
Tanpa menunda, memanfaatkan Eye of Agamoto untuk melihat segala cela dalam setiap gerakan dari ratusan orang yang sedang mengepungnya, di tambah dengan Mana Gravitasi yang membuatnya mampu bergerak cepat, Theo mulai bergerak lincah.
Ia melompat dari satu tempat ketempat lainnya, menebas serta melemparkan senjata rahasia Mammon miliknya kearah ratusan pasukan yang ada di sekitar. Secara resmi membuka pesta pembantaiannya.
"Sialan...! Hentikan dia!"
Melihat Theo dengan santai sambil memasang seringai lebar mulai melakukan pembantaian, Glaria Alknight yang ada dilokasi, segera berteriak lantang, memerintahkan siapapun untuk menghentikan aksi keji Theo.
__ADS_1
"Banyak omong! Jangan hanya mengoceh dan memberi perintah! Memang kau punya cara untuk menghentikan bocah ini?" Bentak Master Eric. Pria tua ini yang sudah frustasi melihat aksi Theo, semakin kesal begitu mendengar kata-kata perintah dari wanita di hadapannya.
"Hmmm….!!! Ini tak akan terjadi bila Lord tak jatuh pada perangkapnya!" Dengus Eric kemudian.
Mendengar itu, Glaria langsung menoleh kearah kubah tanah yang menjebak Lordnya, merasa menemukan sesuatu untuk menyelesaikan situasi yang sedang mereka hadapi.
"Majuu….!!! Serang! Jangan biarkan tuan muda Theo beraksi seorang diri di garis depan!"
Sementara itu, dari arah belakang, Master Dario segera berteriak keras memberi intruksi pada pasukannya begitu melihat barisan formasi rapat pasukan House True Alknight dihadapannya, mulai terpecah karena aksi pembantaian Theo.
Mendengar ini, pasukan House Wildbear dan juga kelompok Bandit yang telah bergabung dalam kelompok, segera menerjang maju, menerobos barisan pertahanan House True Alknight.
*Boooommmm….!!!
Pasukan aliansi House Alknight serta Theo masih sibuk melakukan serangan, saat tiba-tiba sebuah ledakan dahsyat menggema dari arah kubah formasi yang menjebak Ivanovic.
Mendengar ledakan ini, Theo secara reflek segera menoleh kearah kubah, kemudian mulai mengerutkan keningnya saat melihat Ivanovic melompat keluar dari dalamnya.
"Kenapa secepat ini? Harusnya kubah itu bisa menahannya selama satu menit lagi!" Gumam Theo. Dengan ekspresi wajah sedikit kesal.
Perbedaan satu menit menurut Theo masihlah sangat menguntungkan baginya, karena dengan itu, ia bisa membantai puluhan lagi pasukan House True Alknight yang sedang kehilangan pusat kekuatannya.
Namun, setelah memperhatikan dengan lebih teliti, Theo akhirnya menemukan alasan kenapa Ivanovic bisa keluar lebih cepat. Tak lain adalah Glaria Alknight yang saat ini sedang berdiri disamping Ivanovic yang ternyata membantu Lordnya dengan serangan dari luar, ketika Ivanovic sendiri, melakukan serangan dari dalam.
*Wiiiingggg….
*Booommmm….!!!!
Ketika Theo masih memikirkan langkah selanjutnya yang harus ia ambil, Ivanovic tiba-tiba melakukan satu hal aneh, yakni menyalahkan sebuah benda yang tampaknya adalah suar isyarat.
Tak lama setelah menyalahnya suar ini, sekitar seratus orang Knight, mulai bergerak keluar dari dalam Basecamp House True Alknight.
Yang memimpin mereka tak lain adalah Rodric Alknight, tetua pertama House True Alknight. Dibelakang Rodric, juga tampak seorang pemuda, yang mana merupakan anak pertama Ivanovic, atau dengan kata lain merupakan tuan muda pertama House True Alknight. Ioric Alknight.
"Hmmm… pantas saja aku merasa ada yang aneh dengan jumlah mereka! Ternyata sengaja menyimpan pasukan untuk melakukan langkah menyergap!" Gumam Theo, saat melihat pasukan tambahan House True Alknight mulai bergabung dalam formasi garis depan, menghujam keras pasukan House Wildbear dari arah samping.
Sementara itu, dari arah reruntuhan kubah bumi, Ivanovic kini menunjukkan ekspresi puas, merasa rencananya berjalan lancar. Karena berhasil menyergap lawannya.
"Hahhaha… kau pikir hanya dirimu yang bisa mempermainkan musuh-musuhmu?" Kata Ivanovic, menatap kearah Theo dengan tatapan penuh kemenangan.
Mendengar ini, Theo tak memberi jawaban apapaun, hanya mulai melihat ke suatu arah. Seperti sedang mengharapkan sesuatu.
Dan setelah itu, bertepatan dengan selesainya kalimat yang dilontarkan Ivanovic, dari arah yang di lihat Theo, suara terompet yang melengking tinggi, tiba-tiba terdengar lantang. Suara terompet ini, dilanjutkan dengan munculnya sekelompok Knight yang saat ini sedang bergerak cepat menerjang maju menuju medan pertempuran.
"Sungguh waktu yang sangat sempurna!" Gumam Theo kagum, setelah melihat panji-panji dengan lambang Hati berbentuk baja, yang saat ini di kibarkan oleh kelompok yang baru datang.
__ADS_1