Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
412 - Menahan Nafas


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


'Sebagai permintaan maaf, aku mungkin bisa sedikit memberi petunjuk tentang kalimat dari leluhur suku Osiris yang sedang ingin kau pecahkan!' Tutup Ernesto.


Jawaban Ernesto, segera disambut oleh Theo dengan ia mengerutkan kening.


'Katakan!' Ucap Theo singkat.


Mendengar jawaban Theo, Ernesto yang masih mempertahankan senyum tipisnya, segera mulai menjelaskan.


'Kalimat yang tertulis di balik totem itu adalah sebuah frasa kuno! Sangat populer pada masaku dimana dijadikan acuan dalam membuat semua jenis seni sajak puisi!'


'Kalau boleh kutebak, leluhur suku Osiris yang menulis kalimat tersebut, pastilah seorang sastrawan yang mengidolakan peninggalan lama, sehingga mengetahui frasa ini!'


'Frasa kuno ini sebenarnya cukup sederhana, pesan utama selalu akan berada di akhir kalimat!' Ucap Ernesto.


'Tak berguna! Kalau itu aku juga sudah tau!' Jawab Theo.


'Aku belum selesai!' Sahut Ernesto.


'Kalimat terakhir berbunyi pergilah mencari matahari! Kau akan menemukan kehangatan disana! Nah, kebetulan kalimat ini berasal dari salah satu sajak puisi terkenal di jamanku!'


'Jadi?' Tanya Theo. Mulai tak sabar dengan sikap berbelit Ernesto.


'Hmmmm… Pergi mencari matahari! Kau hanya harus pergi kearah dimana matahari terbit!' Tutup Ernesto.


"Pergi kearah dimana matahari terbit?" Gumam Theo. Selesai mendengar penjelasan Ernesto. Kini aura membunuh pekat yang tadi sempat ia keluarkan, telah sepenuhnya mereda.


Bersamaan dengan gumaman Theo, Darsa yang menunggang Serigala metalik, tiba-tiba melompat dari suatu arah. Mendarat tepat tak jauh di hadapannya.


"Boss! Aku sudah memeriksa sumber aliran Mana Besi terdekat! Dan itu hanyalah satu sarang Spirit Beast!" Ucap Darsa.

__ADS_1


"Hmmmm… Apakah aku melewatkan sesuatu?" Tanya Darsa, begitu melihat situasi hening yang sedang terjadi. Sebelumya ia memang mendapat intruksi dari Theo untuk melakukan penyisiran dan melihat sumber aliran Mana Besi terdekat, oleh sebab itu, ia tak tahu apa yang baru saja terjadi.


"Terimakasih! Spirit Beast seperti apa?" Tanya Theo.


"Hanya sekumpulan Spirit Beast beratribut Besi yang tak terlalu kuat, namun karena mereka membuat satu sarang kolektif, menyebabkan aliran Mana Besi yang mengalir dari sarang tersebut cukup pekat!" Jawab Darsa.


"Ahhh… Jadi seperti itu! Tak perlu membuang tenaga untuk sumberdaya yang tak terlalu berharga!" Jawab Theo.


"Itu benar! Jadi, apa langkah kita selanjutnya? Memeriksa sumber aliran Mana Besi dilokasi lain?" Tanya Darsa.


"Tak perlu! Kita akan meneruskan pencarian kearah timur!" Jawab Theo. Memilih untuk mengambil saran petunjuk dari Ernesto. Kini memimpin tim ekspedisi kearah timur. Arah dimana matahari terbit.


***


(Beberapa hari kemudian)


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmmm…!!!


Pertempuran sengit terjadi ketika tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala, tiba-tiba mendapat satu serangan dari sekelompok anggota Bandit yang sepertinya juga sedang melakukan ekspedisi.


Oleh sebab itu, dalam beberapa hari terakhir, semakin tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang dipimpin Theo masuk kedalam wilayah Gurun Purba, semakin sering pula mereka harus bentrok dengan tim ekspedisi dari empat kelompok besar yang menguasai wilayah tersebut.


Selain sering terlibat bentrok, Theo dan kelompoknya juga beberapa kali secara tak sengaja menemukan reruntuhan kuno. Meskipun memang sebagian besar reruntuhan telah dalam keadaan kosong.


"Hmmmm… lambang di totem mereka berasal dari Kelompok Bandit Malam Berbintang! Sepertinya saat ini kita telah memasuki wilayah mereka!" Ucap Gerel.


"Sebaiknya kita lebih berhati-hati lagi! Jika dibandingkan dengan dua kelompok Bandit besar lain, Bandit Malam Berbintang cukup berbahaya!" Tambah Gerel.


Sebagai Nona muda Barbarian Tribe, Gerel tentu saja sudah tak asing dengan wilayah Gurun Purba. Karena memang ia tumbuh besar di wilayah tersebut. Faktor inilah yang menyebabkan Theo memilih Gerel menjadi salah satu orang yang ikut dalam ekspedisi kali ini.


"Nona Snakewoman, jangan memaksakan diri! Kau bisa duduk santai di belakang! Biar aku saja, Zhou Kang yang menumpas para musuh!" Ucap Zhou Kang. Tiba-tiba sudah berdiri di samping Gerel.


Dalam perjalanan tim ekspedisi, tuan muda kelima Zhou Klan ini setiap hari selalu bersikap layaknya kucing yang melihat ikan segar. Terus mengekor kemanapun Gerel pergi.


*Baammmm….!!!


Merasa risih dengan keberadaan Zhou Kang, Gerel segera memberinya satu pukulan keras. Yang mana sama sekali tak dihindari oleh Zhou Kang.

__ADS_1


"Uhuukkkk….!!! Pukulan cinta lagi! Benar-benar membuat dadaku berdebar kencang!" Ucap Zhou Kang. Seraya mengelus dada tempat dimana tadi Gerel mendaratkan pukulan. Kemudian melanjutkan aksi masokisnya dengan mulai mencium tangannya.


"Dasar sinting!" Ucap Sanir, dengan ekspresi wajah jijik begitu melihat tingkah Zhou Kang.


Meskipun memang tak menyukai Gerel, Sanir kini tampak mulai kasihan kepadanya. Sebagai sesama wanita, ia tentu punya dorongan untuk melindungi sesamanya dari seorang pria seperti Zhou Kang.


Disisi lain, Gerel yang juga melihat tingkah Zhou Kang. Kini segera berubah menyeramkan ekspresi wajahnya. Tampak tak bisa lagi menahan emosi.


"Kubunuh kau!" Dengus Gerel, dengan wajah penuh amarah.


Namun, sebelum Gerel yang kini sudah di selimuti aliran Mana lumpur pekat sempat maju menerjang kearah Zhou Kang, Theo tiba-tiba membuat gerakan cepat mendahului. Berdiri tepat di hadapan Gerel. Begitu dekat sampai Gerel bisa mendengar nafasnya.


"A-apa yang kau lakukan!" Ucap Gerel. Menjadi sedikit tergagap dengan aksi tiba-tiba Theo. Seketika menarik lagi semua aura yang tadi ia keluarkan.


"Diam! Kalian semua juga diam! Tarik aura masing-masing! Jangan biarkan bocor sedikitpun!" Ucap Theo.


"Ice Projection!"


Dibawah tatapan bingung setiap orang, Theo segera mengeksekusi teknik Ice Projection miliknya. Menyelubungi seluruh tim ekspedisi dalam kubah es transparan.


Dan bersamaan dengan aktifnya teknik Theo, satu aura kuat bergerak cepat mendekat. Satu aura yang menyebabkan setiap orang dengan tergagap menarik aura masing-masing sesuai intruksi Boss Besarnya.


*Bammmm….!!!


Tak berapa lama kemudian, pendaratan keras yang membuat tanah berpasir di sekitar berhamburan, kini terjadi di hadapan tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang telah sepenuhnya terselubung oleh kubah es transparan.


'Seorang Emperor!' Gumam Theo dalam hati.


Satu gumamam yang juga ada di benak setiap orang. Meskipun memang mereka tak bisa membaca tingkatan pasti pria tua yang baru saja mendarat, tapi merasakan aura mendalam yang terpancar dari tubuh pria tua tersebut, sudah bisa di pastikan bahwa orang ini adalah Knight berkelas Emperor.


Setiap anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala masih menatap dengan tatapan waspada serta nafas tertahan kearah pihak lawan ketika tak lama setelah pendaratan pria tersebut, beberapa Knight lain berkelas King tahap Surga, ikut mendarat dibelakang sang pria tua.


"Wakil ketua! Mereka adalah tim ekspedisi kelima dari divisi pelacak! Pergi meninggalkan kemah besar 2 minggu yang lalu untuk melakukan kegiatan rutin menyisir wilayah sekitar!" Ucap salah satu anggota yang baru datang, setelah memeriksa beberapa mayat yang ada di lokasi tersebut.


"Hmmmm… Dari bekas luka mereka yang masih baru, sudah sangat jelas pelaku semua ini masih berada di sekitar!" Ucap pria tua.


"Terlebih tadi aku juga sempat merasakan beberapa aura yang terpancar disini! Sungguh aneh ketika tiba-tiba lenyap begitu saja!" Tambah Sang pria tua berkelas Emperor. Sambil mulai melihat dengan tatapan tajam menyapu sekitar.


Satu tatapan yang menyebabkan tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang berada di balik kubah es transparan, kini menahan nafas masing-masing.


----

__ADS_1


"Kawan-kawan, saya kehabisan Mana untuk mengeksekusi segel mistis! Mohon bantuan jempolnya, beberapa chapter sebelum ini kayaknya tertinggal." Ucap Author.


__ADS_2