Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
452 - Sampai di Lokasi


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Woooshhhh…..!!!!


Glory Land Warship menerjang memasuki medan kabut serbuk besi. Menandakan kelompok Bandit Serigala yang saat ini sedang berada diatas kapal perang, sebentar lagi akan sampai di lokasi tujuan mereka. Benteng kuno suku Osiris.


Dengan mekanisme pertahanan yang di miliki oleh Glory Land Warship, kapal melaju tanpa hambatan meski harus memasuki kabut serbuk besi tebal yang begitu berbahaya. Membuat setiap anggota kelompok Bandit Serigala yang ada diatas dek, saat ini menatap ngeri pemandangan diluar kubah pelindung yang penuh serpihan besi pekat.


Sementara sebagian besar anggota yang lain, dimana ditempatkan Sasi di dalam lokasi aman dunia kecil Istana Emas. Hanya bisa menunggu dengan cemas. Terus menatap sekitar sambil menajamkan telinga masing-masing.


Meskipun Sasi mengatasi lokasi mereka berada saat ini aman, namun tetap saja, suara-suara mengerikan para Demonic Beast penghuni dunia kecil yang terdengar dari kejauhan, memberi perasaan ngeri yang begitu menusuk jiwa. Setiap orang ingin agar perjalanan segera berakhir, sehingga bisa cepat keluar dari tempat menyeramkan tersebut.


"Menurut Tuan Goblin, sebentar lagi kita akan sampai! Apa Boss Besar belum keluar dari ruang perawatan?" Tanya Feizel. kepada beberapa wakil pemimpin Bandit Serigala lain yang ada di atas dek kapal.


"Belum! Bagaimanapun juga, kondisi Zota sangat parah! Normalnya butuh perawatan dengan waktu yang sangat lama hanya untuk menstabilkan luka-luka di tubuhnya!" Jawab salah satu wakil pemimpin tua dari divisi medis.


"Hmmmmm… Harus kuakui, sekarang aku punya pandangan agak berbeda kepada si Zota ini! Ia benar-benar Knight yang punya nyali!" Jawab Meirin. Sebagai orang yang bisa selamat dari sergapan Emperor Bandit Kumbang Gurun, dan juga sebagai satu-satunya saksi mata dari semua tindakan heroik Zota, Meirin diam-diam mulai kagum kepadanya.


"Sanir! Tempat seperti apa reruntuhan benteng suku Osiris ini?" Tanya Hereda tiba-tiba, kepada Sanir di sebelahnya yang dari tadi hanya diam menatap kedepan.


"Tempat yang tak bisa kau bayangkan akan eksis di wilayah Gurun East Region ini! Jika dibandingkan dengan semua reruntuhan yang pernah di temukan, Benteng suku Osiris tak bisa diungkapkan dengan kata-kata! Baik itu dari segi arsitekturnya, maupun dari mekanisme pertahanannya!" Jawab Sanir.

__ADS_1


Satu jawaban yang tentu saja menyebabkan setiap orang yang ada di sekitar, segera memasang ekspresi wajah tertarik.


"Ngomong-ngomong, hampir semua wakil pemimpin ada diatas dek, namun dari tadi aku tak melihat keberadaan Thomas dan Darsa!" Tanya Sanir. Sambil melihat menyapu sekitar.


"Darsa memerintahkan bawahannya untuk menghadap tuan Goblin sebelum pergi memasuki kapal perang!" Jawab Guan Zifei.


"Untuk si Gendut, aku tadi melihatnya tampak memiliki satu beban pikiran, sebelum tak lama setelah Darsa memasuki kapal perang, ia juga ikut masuk kedalam!" Sahut Zhou Kang.


"Ahhhh…. Kenapa juga mengurusi keperluan orang lain! Sebaiknya kau lanjutkan saja penjelasan tentang benteng kuno suku Osiris tadi!" Ucap Isaa. Tampak masih tertarik dengan cerita tentang benteng yang tadi di sampaikan Sanir.


Suara Isaa yang meminta Sanir melanjutkan Penjelasan, membuat Shadex yang dari tadi duduk bersila di salah satu sudut dek kapal perang, segera membuka mata.


"Gadis sialan! Lebih baik kau tutup mulut! Setiap kali mendengar suaramu yang melengking itu, tubuhku tak bisa berhenti bergetar! Ingin menghancurkan satu tubuh! Akan lebih baik bila itu adalah tubuh kerempengmu!" Gumam Shadex, sedikit aura membunuh, bocor dari dalam tubuhnya ketika menyampaikan kata-kata tersebut.


*Woooshhhh…..!!!!


Mendengar ucapan Shadex, Isaa tentu saja segera menoleh kearahnya. Aura membunuh tak tertahan, kini menyebar luas memenuhi dek kapal perang.


*Baaammmm….!!!


"Aku tak peduli jika kalian ingin bertarung atau saling bunuh sekalipun!" Ucap Sasi, suaranya menggema terdengar dari dalam ruang kendali Glory Land Warship.


"Tapi, lakukan itu nanti setelah kita telah sampai di tujuan! Jika ada yang berani membuat kacau di atas kapal perang, dimana menyebabkan satu kerusakan pada bagian kapal ini, maka tak peduli siapa, aku akan segera menghajarnya!"


"Walau aku tak bisa membunuh kalian, karena terikat oleh Kontrak Tuan-hamba, tapi jika hanya memutilasi bagian tubuh, aku masih cukup mampu!" Tutup Sasi, seraya melempar satu aliran Mana Besi padat berupa tongkat panjang dengan ujung lancip, tepat kearah kepala Isaa dan Shadex. Menyerempet pipi masing-masing dari kedua orang tersebut, sebelum mendarat dengan bunyi berdentang ketika membentur sisi-sisi kapal perang.


Aksi yang dilakukan oleh Sasi, segera membuat situasi diatas dek Glory Land Warship hening. Setiap orang menatap ngeri kearah bagian dalam kapal perang dimana ruang kendali berada.


Situasi hening ini bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian, Glory Land Warship yang masih melaju kencang, akhirmya keluar dari dalam kabut serbuk besi. Menyebabkan pemandangan di luar dek dimana sebelumnya hanya hamparan kabut putih metalik pekat, kini menjadi jelas dengan langit biru membentang di atas kapal.


Glory Land Warship sampai di lokasi sekitar reruntuhan kuno benteng suku Osiris, tepat ketika matahari berada di puncaknya.

__ADS_1


Setiap orang yang menyadari bahwa mereka telah keluar dari dalam kabut serbuk besi, seketika menoleh menghadap kedepan, dengan raut wajah penasaran, mencari keberadaan benteng kuno suku Osiris.


Dan begitu mereka mendapatkan visi tentang yang di carinya, ekspresi tertegun segera terpahat di wajah setiap orang.


"Luar biasa!" Gumam Feizel.


"Benar-benar mengagumkan!"


"Ini diluar ekspektasiku!"


Suara-suara kekaguman, kini terdengar diatas dek Glory Land Warship. Setiap orang menatap tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


"Sanir! Zhou Kang! Guan Zifei! Kenapa kalian juga terkejut? Bukankah sebelumnnya sudah pernah kesini bersama Boss?" Tanya Feizel, ketika melihat ekspresi wajah tertegun, juga menghiasi wajah tiga orang ini.


Mendengar pertanyaan Feizel, baik Sanir, Zhou Kang, ataupun Guan Zifei, tak segera memberi jawaban, hanya terus memandang kedepan. Dimana Benteng suku Osiris berada.


"Itu karena, ketika kami meninggalkan lokasi, mekanisme pertahanan dari benteng belum diaktifkan! Benteng ini hanya sekedar reruntuhan kuno yang tampak memiliki arsitektur indah! Sementara di bagian dalam, terdapat sangat banyak mekanisme formasi jebakan!" Ucap Hella, menggantikan Sanir, Zhou Kang, dan Guan Zifei menjawab pertanyaan.


"Dan saat ini, sepertinya seluruh mekanisme yang ada di dalam benteng telah aktif! Bisa ditempati kapan saja sebagai markas! Aku sendiri tak mengira, aktifnya mekanisme tersebut, akan membuat perubahan pada benteng menjadi semengagumkan ini!" Tambah Hella.


"Kurasa bocah Razak dan mainan Serigala kalengnya telah menjalankan intruksi dengan benar!" Sahut Gerel, gadis ini yang dari tadi hanya diam di salah satu pojok Glory Land Warship, ikut mengomentari perubahan pada benteng kuno suku Osiris.


"Mulut tajam dan tak punya sopan santun! Yang bersemayam di dalam Serigala itu adalah roh senior leluhur suku Osiris dengan tingkat kultivasi seorang Emperor! Lebih baik kau belajar untuk sedikit bersikap sopan!" Sahut Hella, saat mendengar kata-kata Gerel yang menyebut Tuan Leluhur sebagai mainan Serigala kaleng.


"Hmmmm… Dalam kelompok ini, selain orang itu, tak ada yang punya hak untuk mengaturku! Termasuk dirimu! Jadi, lebih baik tutup mulut! Jika tidak, aku yang akan membantumu untuk tutup mulut!" Dengus Gerel.


"Ohhh… Aku ingin lihat, bagaimana kau akan menutup mulutku!" Jawab Hella. Seraya akan mengeluarkan Tombak Es miliknya.


Namun….


*Baaammmmm….!!!

__ADS_1


Satu serangan aliran Mana Besi padat, menerjang diantara kedua gadis tersebut.


"Beberapa tambahan manusia berdarah panas! Merepotkan saja!" Dengus Sasi.


__ADS_2