Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
236 - Jadilah Pendendam


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Glory Sky Warship! Satu dari Ancient Thing jenis ketiga! Tak kusangka hari ini aku berkesempatan untuk melihatnya!" Gumam Tiankong, sambil menatap penuh minat kearah kapal perang raksasa.


Kemudian dengan sekelebatan cepat, ia menghilang. Muncul kembali sepersekian detik berikutnya diatas langit, tepat menghadap ujung depan kapal perang raksasa.


"Sayangnya simpanan Manaku sudah sangat terbatas, andai aku punya hanya sedikit saja tambahan Mana, Glory Sky Warship ini sangat cocok sebagai hadiah perpisahan untuk si idiot itu!" Gumam Tiankong. Sebelum mulai mengarahkan telapak tangan kanannya pada ujung kapal. Sedikit menyentuhnya.


"Untuk kau yang ada di balik dimensi ruang, pengguna dari Space Fruit pada zaman ini! Aku ingin menyampaikan sedikit pesan!" Kata Tiankong, bersamaan dengan kata-kata nya tersebut, aliran ruang dan waktu di sekitar rohnya, kini juga mulai bergetar hebat.


"Sampaikan pesanku ini pada orang-orang kalian! Katakan pada mereka, untuk menunggu saja dengan tenang di tempat kalian saat ini berada, basuh dan bersihkan leher kalian setiap hari. Dan ketika pada saatnya muridku datang untuk mengetuk pintu gerbang kalian, itu adalah saat dimana leher kalian itu akan menjadi miliknya, saat dimana keberadaan Endless Heavens Sect, dimusnahkan dari Gaia Land ini!" Kata Tiankong.


Selesai ia mengatakan hal tersebut, aliran Mana kuno liar dari Ruang dan Waktu disekitarnya semakin bergerak tak beraturan untuk beberapa saat, sampai kemudian mulai terkompres masuk kedalam telapak tangan kanan Tiankong.


Dan tanpa memberi ucapan apapun lagi, Tiankong yang memasang tatapan tajam, memandang kearah bagian dalam dimensi ruang, kini sedikit menarik tangan kanannya yang masih menyentuh ujung kapal perang. Diakhiri dengan ia memberi satu hentakan kuat pada ujung kapal.


*Booooommmmm…..!!!


Hentakan kuat ini, kembali memicu badai ruang-waktu yang amat dahsyat. Segera mendorong kapal perang raksasa, masuk kedalam dimensi ruang.


Setelah kapal perang raksasa sudah sepenuhnya masuk kembali kedalam dimensi ruang, Tiankong mengibaskan tangan kirinya. Dengan paksa menutup portal dimensi ruang yang ada di hadapannya.


Kejadian ini, membuat setiap orang yang ada di medan pertempuran kembali termenung sambil menatap kearah langit, tempat Tiankong saat ini berada, dimana sebelumnya juga terdapat robekan ruang mengerikan dihadapannya. Namun saat ini, robekan ruang mengerikan tersebut, dalam sekejap telah benar-benar menghilang, menjadikan langit biru yang menenangkan kembali terpajang indah diatas langit.


"Hmmmm… kurasa pelajaran ini akan cukup untuk membuat mereka sedikit trauma, memberi Theo cukup waktu untuk berlatih dengan tenang kedepannya!" Gumam Tiankong, tampak tak memperdulikan ratusan tatap mata yang saat ini sedang memandang kearahnya. Kemudian kembali berubah menjadi sekelebat bayangan putih dan menghilang.

__ADS_1


***


(Didalam dimensi ruang)


Pada ujung kapal perang raksasa paling belakang, dimana tadi merupakan separuh bagian kapal yang masih berada di dalam dimensi ruang. Saat ini, tampak sesosok pria tua berpakaian serba putih, dengan ikat kepala dari kain berwarna emas di kepalanya, sedang duduk bersila.


Pria tua yang awalnya seperti bersemedi dengan tenang ini, segera membuka mata lebar menatap kedepan ketika hembusan badai ruang-waktu yang amat dahsyat, menghantam ujung lain kapal perang raksasa yang sedang ia kendalikan.


"Sungguh mengerikan! Pengendalian Mana kuno Ruang miliknya berada di kelas yang sama sekali berbeda denganku! Benar-benar tak terbayangkan!"


"Apakah ia adalah senior dari zaman kuno pemilik dari Space Fruit sebelum aku?" Gumam pria tua ini.


"Terlebih, selain Mana ruang, ia juga menguasai aliran Mana waktu! Ini benar-benar tak terduga! Sekarang aku mempunyai sedikit gambaran, tentang bagaimana bocah bernama Theo itu mampu mengembangkan Element Seed tipe Netral miliknya!"


"Hahhh…! Tidak baik! Kehadiran sosok Kuno ini bisa saja akan benar-benar mengacaukan rencana besar sekte!"


"Lebih baik aku segera memberi laporan pada panatua agung, agar kedepan bertindak lebih hati-hati dalam usaha merebut tubuh bocah ini!" Gumam pria tua, sebelum mulai mengendalikan energi ruang yang ada di sekitarnya. Membuka sebuah portal ruang, dan secara perlahan mengarahkan kapal perang raksasa memasukinya.


***


(Lokasi Theo)


"Uhhuuuuukkkk….!!!"


Setelah mendapat aliran Mana cahaya, Theo segera terbatuk keras, memuntahkan seteguk darah. Siuman dari kondisi tak sadarkan dirinya.


"Bagaimana kondisimu?" Tanya Tiankong.


"Hmmm… Master, apa yang terjadi? Dimana orang-orang brengs3k itu?" Tanya Theo balik, sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Pandangan matanya menyapu lingkungan sekitar.


"Aku sudah memusnahkan mereka semua!" Jawab Tiankong singkat


"Memusnahkan? Semua?"


Mendengar itu, Theo yang awalnya sibuk mencari keberadaan orang-orang Endless Heavens Sect, segera memfokuskan pandangan kearah dimana suara Masternya terdengar.

__ADS_1


"Master! Apa yang kau lakukan! Tidak! Jangan kau juga!" Kata Theo, dengan nada bergetar. Saat melihat roh Tiankong, yang saat ini tampak sangat tipis, hampir tak terlihat sama sekali. Bergoyang lembut diterpa angin.


"Nak, sebuah perjumpaan, pasti akan bermuara pada perpisahan! Jadi tak usah terlalu di risaukan!" Jawab Tiankong, sambil memasang senyum hangat sederhana.


"Kenapa? Kenapa begini? Bukankah kau ingin melihatku mencapai puncak dunia? Lalu kenapa?" Gumam Theo. Kini rasa sakit teramat sangat, yang bahkan lebih sakit dari semua luka yang sedang ia rasakan, tiba-tiba terasa di dalam hatinya. Perasaan sakit yang tak bisa di deskripsikan dengan kata-kata.


"Nak, berhenti bersikap cengeng! Bukankah kau selalu membanggakan usia mentalmu yang telah berumur ratusan tahun itu?" Kata Tiankong.


"Meskipun aku tak berada disisimu untuk kedepan, tapi takdir adalah suatu hal yang misterius, tak menutup kemungkinan mungkin kita akan berjumpa lagi!"


"Jadi, kau harus ingat, bahwa kau telah menjanjikan puncak tertinggi dunia padaku!"


"Itu normal untuk merasa sakit karena kehilangan! Karena memang kau telah kehilangan banyak dalam pertempuran kali ini!"


"Normal pula kau menyimpan dendam! Sejujurnya, aku malah menyukainya, karena dendam adalah satu dari beberapa hal yang akan membuat manusia menembus batas-batas dirinya sendiri, mencapai potensi terbaik yang mereka miliki!"


"Oleh sebab itu, aku sebagai Master, melarangmu untuk menjadi frustasi! Jika memang perlu, jadilah pendendam! Pertahankan dendam dalam hatimu untuk menjadi pendorong dalam latihanmu kedepannya!"


"Sehingga kau bisa mendapatkan pembalasan dari semua rasa sakit yang hari ini kau rasakan! Sehingga kau bisa memenuhi sumpah langit yang tadi telah kau buat! Musnahkan Endless Heavens Sect dari muka Gaia Land ini! Jadikan mereka pijakan untuk membuatmu melangkah kelevel selanjutnya dalam jalan Knightmu yang panjang!"


"Asal kau tahu, Gaia Land ini hanyalah debu di alam semesta yang maha luas! Jadi, untuk mencapai puncak tertinggi, tak cukup hanya menjadi Knight terkuat di Gaia Land yang kecil ini!"


"Terus tumbuh menjadi kuat, jangan pernah berpuas diri! Itulah pesan terakhir yang bisa kusampaikan saat ini!" Kata Tiankong, menutup semua petuahnya.


"Master…!" Theo yang tampak sangat terpukul, hendak menyampaikan sesuatu. Sampai tiba-tiba Tiankong memberinya satu pukulan keras. Membuat ia mulai kembali kehilangan kesadaran.


"Aku tak berharap kau bisa langsung mencerna kata-kata yang kusampaikan tadi, jadi lebih baik istrahat saja dulu! Dan ketika bangun, periksa kamar pribadi ku di dalam kastil gelang ruang-waktu, ada satu dua hal yang kutinggalkan disana untukmu!"


Kata-kata tersebut, adalah kalimat terakhir yang di dengar Theo sebelum ia kembali jatuh tak sadarkan diri.


Dan setelah Theo kembali tumbang, Tiankong membuat ayunan tangan ringan, merobek ruang yang ada di hadapannya. Dan tanpa menunda, melempar tubuh tak sadarkan diri Theo kedalamnya.


Bersamaan dengan terlempar masuknya tubuh Theo, portal ruang bergetar untuk beberapa saat, sebelum menutup kembali. Kejadian ini diakhiri dengan roh Tiankong mulai lenyap di terpa angin. Menghilang dalam ketiadaan.


-------

__ADS_1


Note :


Cuma mengingatkan, karena hari minggu, jadi hanya rilis satu chapter ^^


__ADS_2