
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Woaahhh….! Akhirnya akan segera dimulai!"
Suara seruan riuh segera terdengar diseluruh tribun penonton, begitu para peserta dari lima Arena pertarungan, mulai memasuki tempat pertandingan.
Ditengah tribun yang disusun melingkar, dimana sekarang penuh sesak dengan penonton, terdapat 5 Ring pertarungan besar, 5 Ring berukuran besar ini, tak lain merupakan tempat akan di selenggarakannya lima sub kelompok pertarungan Death Arena.
Kelima sub pertarungan Death Arena memang selalu di selenggarakan secara serentak sebulan sekali. Dan akan berakhir dalam satu malam itu juga.
"Selamat datang para hadirin sekalian! Nama saya adalah Carlos Dark! Pembawa acara yang akan menemani kalian semua dalam menikmati sajian pertarungan Death Arena periode bulan ini!"
Saat suasana Tribun penonton masih riuh, sebuah suara keras tiba-tiba terdengar dari suatu tempat yang tampak disusun tinggi membentuk sebuah podium besar.
Diatas podium tersebut, seorang pria berambut tipis dan berkumis tebal, berdiri dengan raut wajah bangga, menatap dengan tatapan tajam menyapu seluruh tribun penonton.
Pria yang memperkenalkan dirinya dengan nama Carlos Dark ini, memakai sebuah alat berbentuk tongkat yang di tempelkan dilehernya. Tongkat dengan ukiran banyak formasi segel di permukaannya ini, tampaknya adalah suatu item yang berguna untuk membuat suara pemakainya terdengar lebih keras.
"Seperti biasa, sebelum pertarungan dimulai, saya akan menjelaskan kembali aturan yang berlaku di dalam Death Arena, agar mereka yang baru pertama datang, entah itu sebagai penonton atau peserta, bisa memahami aturan yang berlaku!"
Dibawah tatapan semua orang di tribun penonton yang saat ini seluruhnya melihat kearahnya, Carlos mulai membuka sambutannya dengan menyampaikan aturan dari pertarungan Death Arena.
"Aturan yang di tetapkan di dalam Death Arena sebenernya cukup sederhana. Kami menerapkan sistem battle royal! Dimana seluruh peserta di tiap Arena, akan naik keatas ring secara bersamaan!"
"Bagi siapapun orang terakhir yang berhasil bertahan diatas ring, maka dia akan dianggap sebagai pemenang! Memperoleh gelar Kaisar di tiap Arena yang mereka ikuti!"
"Untuk bagaimana kalian menyingkirkan lawan-lawan agar bisa menjadi yang terakhir bertahan diatas ring, ada dua pilihan! Pertama dengan cara melemparnya keluar dari ring, atau bisa memakai cara kedua yang pada umumnya lebih disukai oleh para penonton! Yakni dengan membunuh lawanmu di tempat!" Ucap Carlos, ekspresi wajahnya menjadi sangat antusias saat menyampaikan kalimat terakhirnya tentang membunuh di tempat.
"Bunuh…!"
"Bunuh…!"
"Bunuh…!"
Bukan cuma Carlos, seluruh penonton di tribun, kini juga mulai bersorak riuh, sambil menggemakan kata -bunuh- begitu Carlos menyampaikan opsi terakhir dari dua aturan tentang bagaimana peserta arena bisa menyingkirkan lawan-lawannya.
__ADS_1
"Hahhahaha… Semangat yang bagus! Membuat malam ini terasa lebih hidup!" Seru Carlos, ekspresi antusiasnya kini semakin menjadi.
"Baiklah! Setiap Ring berisi 100 peserta! Para penonton bisa bebas meletakkan taruhannya masing-masing dengan mencatat nomer peserta yang ia jagokan!"
"Jumlah uang taruhan yang di menangkan, akan tergantung seberapa lama jagoan yang mereka pilih bertahan di atas ring!"
"Dua puluh besar terakhir, maka para petaruh akan memenangkan 2 kali lipat dari uang yang mereka taruhkan!"
"Sepuluh besar terakhir, maka itu adalah kelipatan 3 kali! Dari total uang yang mereka jadikan taruhan!"
"Lima besar, mendapat kelipatan 4!"
"Dan tiga besar mendapat kelipatan 5!"
"Sementara bagi yang berhasil bertaruh untuk peserta yang bertahan paling akhir, dimana merupakan pemenang dari Arena yang akan di nobatkan sebagai Kaisar periode Death Arena kali ini. Akan memenangkan 10 kali lipat dari jumlah uang yang mereka taruhkan!"
Penjelasan terakhir mengenai hadiah taruhan yang di sampaikan oleh Carlos, kembali membuat suasana tribun Death Arena menjadi riuh.
"Tapi ingat! Bagi setiap pemenang taruhan, hadiah yang mereka dapatkan, akan di potong 20% untuk kami sebagai pihak penyelenggara, dan 10% lagi untuk jagoan mereka!" Kata Carlos.
"Dan terakhir, Bagi setiap petarung yang berhasil memenangkan Arenanya masing-masing, selain mendapatkan jatah 10% dari jumlah taruhan setiap orang yang bertaruh untuknya, mereka juga akan menerima hadiah tambahan dari kami sebagai pihak penyelenggara!"
"Hadiahnya adalah jumlah kelipatan dari uang pendaftaran 50.000 Mutiara Mana Perunggu yang mereka pakai untuk mendaftar, akan di kalikan menggunakan sistem yang sama dengan para penonton petaruh yang sebelumnya saya jelaskan!" Ucap Carlos, kini menutup semua penjelasan panjangnya, dengan kembali memasang ekspresi bangga. Menyapu seluruh tribun dengan tatapan tajam.
"Sekarang saatnya para penonton menentukan jagoan masing-masing! Amati setiap petarung yang berdiri di atas Arena baik-baik, kemudian tentukan pilihan kalian! Kuberi waktu 2 menit dari sekarang!"
Bersamaan dengan intruksi Carlos, seluruh tribun kembali riuh untuk sekali lagi, berbagai diskusi segera menggema disegala sudut tribun. Kini setiap orang sibuk mengamati setiap petarung yang ada di Arena. Kemudian saling bertanya pendapat dengan kawan di kanan-kirinya. Sebelum memutuskan pilihan. Peserta nomer berapa yang akan menjadi jagoan mereka.
"Baik, dua menit telah berakhir! Sekarang tulis nomer peserta jagoan kalian, sertakan juga berapa jumlah Mutiara Mana Perunggu yang ingin kalian pertaruhkan diatas kartu pengenal masing-masing!"
"Kalian boleh memilih lebih dari satu jagoan, asal jumlah Mutiara Perunggu yang kalian pertaruhkan, tak melebihi limit batas yang tertulis diatas kartu pengenal milik kalian! Karena jumlah yang tertulis disana, sama dengan jumlah modal Mutiara Mana Perunggu yang kalian serahkan pada kami sebagai pihak penyelenggara diawal proses registrasi sebelum memasuki tribun Arena!"
"Waktunya satu menit! Bila telah lewat satu menit, maka taruhan kalian akan dianggap hangus!"
"Oke, siap? Mulai!" Seru Carlos lagi.
Kini seruan Carlos, disambut dengan keheningan total seluruh tribun Arena. Para penonton sibuk mencatat nomer jagoan dan jumlah taruhan masing-masing diatas kartu pengenal khusus milik mereka.
Beberapa saat kemudian.
"Waktu satu menit telah habis!" Seru Carlos.
__ADS_1
"Tak menunda terlalu lama lagi, karena semua pertarung kini telah siap diatas Ring. Maka dengan ini aku, Carlos Dark, yang bertindak sebagai pembawa acara, menyatakan Death Arena periode ke 978 yang diadakan pada bulan ini, di mulai!" Seru Carlos lantang, kemudian segera melepas sebuah suar cahaya kearah langit. Pertanda pertarungan Death Arena dimulai.
*Woooshhhh…!!!
*Boommmm….!!!
*Booommmm….!!!
*Booommmm…..!!!
Dan begitu Carlos menyatakan bahwa pertarungan telah secara resmi dimulai, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Arena Tangan Kosong. Dimana saat ini seluruh petarung di Arena tersebut, tiba-tiba bergerak secara serentak, tampak bekerjasama secara terorganisir untuk menyerang satu orang peserta.
Lebih parahnya lagi, peserta malang yang menjadi target bersama tersebut, tak lain adalah seorang bocah kecil dengan tubuh kurus berambut hitam legam.
Bocah ini sempat memasang ekspresi sengit untuk sesaat, sebelum puluhan pukulan tinju bertenaga dahsyat, mendarat secara bersamaan di tubuhnya. Begitu kerasnya kombinasi pukulan yang dilakukan oleh 99 orang peserta Arena Tangan Kosong secara bersamaan ini, sampai-sampai membuat Ring raksasa tempat diadakannya pertandingan. Bergetar hebat.
"Bocah malang!"
"Sialan, dia pasti mati dengan tubuh pecah belah!"
"Benar-benar kejam!"
"Peserta Arena Tangan Kosong terlalu brutal dan tak tahu malu!"
"Hahhaha…! Begitulah harusnya pertarungan Death Arena berlangsung!"
"Bocah itu terlalu bodoh!"
"Itu salahnya sendiri untuk menjadi begitu tak tahu diri! Apa yang ada di dalam otaknya sampai-sampai ikut mendaftar sebagai peserta Death Arena!"
"Atau orang bodoh mana yang sudah mendaftarkan bocah kecil ini?"
Melihat kejadian mengejutkan yang terpampang dihadapannya, para penonton segera memberi beragam komentar. Sebagian besar prihatin dengan nasib sial sang bocah. Sebagian lain justru tampak sangat terhibur melihat bocah kecil tersebut di giling secara bersamaan.
Namun, disisi lain, Theo yang saat ini berada di Arena Tongkat, justru malah memasang senyum aneh saat melihat kejadian yang terjadi di Arena Tangan Kosong.
"Menyerang bocah itu secara bersamaan dengan tenaga fisik tanpa memikirkan langkah apapun untuk mempertahankan diri? Sungguh kumpulan orang idiot yang terlalu menganggap dirinya tinggi!" Gumam Theo. Masih dengan senyum anehnya.
------
Note:
__ADS_1
Karena hari minggu, satu chapter ya. Mulai besok akan kembali normal 2 chapter sehari ^^