Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
219 - Rodric Alknight


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Medan pertempuran utara, House Wildbear+Bandit Lebah Hitam+House Braveheart, melawan House True Alknight)


"Halo sepupu, lama tak jumpa!" Kata Theo.


Dengan seringai lebarnya yang menyeramkan. Dan dengan seluruh cipratan darah lawan-lawannya yang masih segar menghiasi wajahnya, Sosok Theo saat ini bagaikan dewa kematian yang menatap tajam kearah Ioric.


Melihat Theo yang bagaikan iblis ini, Ioric segera ciut hatinya. Kakinya semakin bergetar hebat sebelum berakhir jatuh terduduk kebelakang. Menatap ngeri kearah Theo.


"Tuan muda!"


Rodric yang merupakan tetua pertama House True Alknight, pelindung pribadi Ioric dalam perang kali ini, segera berteriak khawatir ketika tuan mudanya jatuh terduduk.


"Hmmm… ada apa? Kenapa begitu ketakutan? Kau tak mengompol bukan?" Tanya Theo, dengan ekspresi wajah penuh penghinaan. Kemudian mulai memainkan pisau-pisau kecilnya. Melangkah maju satu langkah.


"Hentikan dia!"


Teriak Rodric begitu Theo mulai maju. Memberi intruksi pada pasukan elite yang ia pimpin untuk menghadang Theo.


Namun, bagaimanapun juga, meskipun mereka di sebut pasukan elite, dimana merupakan kumpulan Knight terkuat milik House True Alknight yang bukan seorang tetua. Tetap saja, para Knight ini hanya memiliki kelas Immortal surga.


Hal ini membuat Theo bisa dengan mudah dan santai, melempar-lemparkan pisaunya, menghabisi para Knight ini bahkan sebelum mereka bisa menyentuhnya.


"Jika saja kalian memilih pihak yang tepat, dan tak terjatuh dalam hasutan si Ivanovic itu, mungkin saat ini kalian semua akan menjadi pilar penting House!"

__ADS_1


"Dengan semua sumberdaya yang kupunya, itu tak akan sulit bagi kalian untuk naik ke kelas General, masuk ke dalam golongan eksistensi terkuat di wilayah Hutan Pinus Beku ini!" Kata Theo, dengan ekspresi agak menyayangkan.


*Jleeepppp….!!!!


*Woooshhh….!!!


Bersamaan dengan kata-kata Theo barusan, ia melempar Knight terakhir yang menghadangnya menggunakan salah satu pisau lempar Mammonnya yang memiliki atribut api. Pisau tersebut menancap tepat di tengah kening sang Knight, kemudian dengan cepat membakar tubuhnya ketika Theo yang memasang aliran Mana berbentuk benang pada setiap pisaunya, menarik kembali pisau tersebut.


Kini, yang tersisa melindungi Ioric hanyalah tetua pertama House True Alknight. Rodric Alknight, seorang Knight dengan kelas General langit. Sementara sisa pasukannya yang lain, yang bukan termasuk kelompok elite kecil yang ia pimpin, masih sibuk membuat barikade, menghadang gelombang besar pasukan House Braveheart yang masih berusaha menembus formasi bertahan.


"Hmmm… Master Rodric, mantan tetua ketujuh House! Dari semua orang yang membelot, itu hanya kau yang membuatku terkejut!"


"Sebelum aku membunuhmu, bolehkah aku bertanya, kenapa kau berkhianat?" Tanya Theo, sambil menatap tajam kearah Rodric.


Dari pengamatan Theo selama ini, setiap orang yang membelot mengikuti pamannya Ivanovic, akan selalu memiliki alasan pribadinya masing-masing, kebanyakan adalah orang-orang yang telah di kecewakan oleh aturan lama yang masih dipegang teguh oleh House Alknight seperti halnya Master Glaria. Bila tidak begitu, mereka yang membelot, adalah kumpulan penjahat atau orang-orang keji yang diasingkan dari House, seperti halnya Eric Alknight.


Namun, dari dua alasan tersebut, Rodric Alknight bukanlah orang yang bisa dimasukkan kedalam salah satu diantaranya. Ia adalah orang yang selama ini terkenal sangat teguh dalam menjalankan aturan-aturan lama. Dan ia juga bukan orang keji atau penjahat yang diasingkan oleh House. Melainkan justru tetua yang sangat disiplin serta selalu berperilaku adil penuh kehormatan.


Oleh karena itu, Theo sangat terkejut, cenderung menyayangkan saat mendengar Rodric Alknight adalah salah satu tetua yang ikut membelot bersama pamannya.


"Tuan muda Theo, dari caramu bertanya, dan dari perubahan ekspresimu yang menjadi sedikit lebih ramah saat menatapku, bisa kusimpulkan bahwa kau benar-benar menyayangkan keputusanku bergabung dengan faksi pemberontak." Kata Rodric, yang ternyata mampu membaca semua perubahan ekspresi Theo. Hal ini membuat Theo yang mendengarnya, menjadi semakin terkesan padanya.


Namun, mendengar kata-kata Master Rodric, Theo tak memberi tanggapan apapun, hanya mulai memasang senyum sederhana. Kemudian anggukan singkat agar Master Rodric meneruskan yang ingin ia ucapkan.


"Sebenarnya, alasanku cukup sederhana, itu adalah tetua pertama, paman anda Ivanovic Alknight!"


Setelah berkata demikian, Rodric membuat senyum kecil di wajahnya, kemudian mulai menatap kearah langit, terlihat larut dalam pandangan menerawang jauh. Mengingat peristiwa yang terjadi pada masa remajanya.


"Tak seperti kebanyakan tetua lain, asal kau tahu, aku bukanlah seorang Alknight sejak dari lahir!" Kata Rodric, yang segera disambut dengan kerutan kening oleh Theo.


Melihat ekspresi Theo, Rodric sejenak menghentikan ceritanya, memberi kesempatan pada Theo untuk mencerna kebingungannya. Dan setelah dirasa cukup, ia kembali meneruskan kisahnya.


"Aku lahir dipinggiran kota Alknight, dari dua orang tua yang merupakan keluarga cabang House! Hal ini tentu saja membuat diriku hidup penuh kemiskinan sepanjang aku dilahirkan!" Kata Master Rodric.


"Dan ketika sudah mulai remaja, orang tuaku meninggal, membuat aku yang hidup sebatang kara dan tak tahan dengan kemiskinan, memutuskan untuk pergi meninggalkan Alknight City."

__ADS_1


"Dari sini, aku kemudian singgah dan menetap di sebuah kota kecil yang tak terlalu jauh dari Alknight City. Di kota kecil ini, aku yang ternyata memiliki kualitas Element Seed diatas rata-rata atau bisa di bilang berbakat, mulai menemukan jati diriku."


"Mengumpulkan dan membentuk pasukan eliteku sendiri dari sesama pemuda yang tinggal di jalanan. Kemudian bersama-sama tumbuh berkembang melindungi kota dari berpuluh serangan kelompok Bandit!"


"Suatu ketika, kami menghadapi kelompok bandit yang terlalu kuat, dimana tak bisa diatasi oleh kelompok yang kupimpin. Oleh karena itu, Lord kota memutuskan untuk pergi ke Alknight City guna menaruh misi bagi House Alknight agar membantu menghadapi masalah bandit."


"Dan ketika pasukan Knight dari House Alknight akhirnya datang, itu adalah tetua Ivanovic muda yang memimpinnya!"


"Dengan bantuan kelompok Knight tersebut, para bandit akhirnya bisa di bantai habis, sehingga tak lagi menjadi ancaman bagi kota!"


"Disinilah awal dari perubahan nasibku di mulai, tetua Ivanovic yang melihat bakatku, terlebih setelah mengetahui bahwa aku adalah salah satu keturunan keluarga cabang dari Housenya, memutuskan membawaku pulang kembali ke Alknight city."


"Memperkenalkan aku sebagai keturunan salah satu keluarga utama House yang menikah dengan salah satu House kecil di luar wilayah Hutan Pinus Beku?"


"Setelah menyandang nama Alknight, dengan bakatku, aku memberikan semua yang kupunya untuk membantu House, menyelesaikan banyak misi penting, berusaha membalas kebaikan tetua Ivanovic sebaik yang kubisa dengan mengabdi pada House!"


"Kisah selanjutnya kau tahu sendiri, aku naik tinggi sampai pada posisi tetua ketujuh House!" Kata Master Rodric, menutup semua penjelasannya dengan senyum sederhana. Sambil menatap Theo dengan tatapan menyelidik.


Menunggu Theo menghujat dan menghinanya karena telah dengan sembarangan menyandang nama Alknight, padahal bukan seorang keturunan keluarga utama. Merusak batas-batas aturan lama yang selama ini dijaga House.


Namun, berkebalikan dari apa yang dipikirkan oleh Master Rodric, Theo bukannya menatap dengan tatapan hina, tapi masih dengan tatapan awalnya yang tajam. Senyum sederhana juga masih tersungging pada bibir Theo. Benar-benar tak menunjukkan perubahan ekspresi apapun. Tampak masih sedikit menghormati Master Rodric.


"Andai aku di posisi paman waktu itu, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama!" Kata Theo, setelah diam untuk beberapa saat.


Mendengar kata-kata Theo, Master Rodric sedikit melebarkan matanya untuk sesaat, sebelum mulai kembali melihat keatas langit.


"Sejujurnya, sangat di sayangkan House harus mengalami kejadian seperti ini, terpecah belah. Dengan adanya pribadi seperti mu yang mendukung House, aku yakin kau akan membuat banyak perubahan untuk kedepannya!" Kata Master Rodric.


"Namun, mohon maaf, aku harus mempertahankan prinsipku! Dari awal, aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk selalu mengikuti tuan Ivanovic, apapun yang terjadi!"


Mendengar itu, Theo yang masih mempertahankan senyum sederhananya, mulai memainkan pisau-pisau kecilnya lagi.


"Aku mengerti, dan aku juga sangat menghormati orang dengan pendirian teguh yang tahu bagaimana cara membalas budi seperti dirimu!"


"Jadi, mari bertarung dengan adil, setidaknya kau akan mati dengan membawa kehormatan!" Kata Theo, kemudian mulai maju menerjang kedepan.

__ADS_1


Melihat itu, Master Rodric segera mencabut pedangnya, berubah kedalam mode Soul Knightnya, dan ikut menerjang maju menyambut Theo.


__ADS_2