
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Aku siap kapan saja!" Ucap Razak, begitu mendengar kata-kata Theo. Dengan sigap ia mengambil jarak dari beberapa lawan yang sebelumnya sempat ia hajar, kemudian menatap kemana Theo sedang mengarahkan pandangannya.
Dengan bentuk Meridian Knightnya yang begitu, gahar, Razak terlihat telah memasang kuda-kuda serangan, tak tampak sama sekali rasa takut pada sorot matanya saat ia menatap kelompok elite Bandit Tangan Besi yang jelas memiliki tingkat kultivasi jauh diatasnya.
Sementara itu, bersamaan dengan tatapan tanpa rasa gentar yang ditunjukkan oleh Razak, aliran Mana Besi yang ada di sekitar dimana ia berdiri, kini mulai bergerak dengan intens menyelimutinya. Seperti sedang menari riang memeluk tubuh Razak.
Disisi lain, Hella dan Gerel yang merasa pertarungan akan berlangsung berat, segera ikut menyiapkan kekuatan penuh masing-masing. Hella dengan sigap memberi intruksi pada White Fang untuk mengalirkan Mana Es disekitar. Kemudian memfokuskan kumpulan Mana Es tersebut pada Tombaknya.
Ia menatap teguh kearah pihak lawan saat aliran Mana Es intens, kini berderak pada ujung Tombaknya. White Fang sendiri yang menemani di depan Hella, didorong oleh insting buas, menampilkan wujud liar. Mengerang memamerkan taring-taring tajamnya.
Gerel, tak perlu ditanya lagi, ia sudah dalam Mode Meridian Knightnya. Berubah menjadi manusia setengah Ular Derik. Dengan dua cakram kembar di tangannya, Gerel berdiri diatas kepala Nagini yang diselimuti oleh aliran Mana Lumpur intens. Tampak bagaikan ratu ular yang legendaris.
*Booommmm….!!!!!
"Groooooaaaahhh…..!!!!!!"
Tak mau ketinggalan, Raja Naga Hitam yang merasa tuannya akan memasuki pertempuran sengit, segera melakukan pendaratan berat sambil berteriak liar tepat di depan kelompok.
Dengan sosoknya yang tampak sangat menyeramkan, ia mengeluarkan aura yang begitu mendominasi. Membuat ratusan manusia pasukan lawan yang masih ada di sekitar lokasi, segera mengambil beberapa langkah mundur kebelakang. Secara tak sadar membuat ruang pertarungan khusus antar dua kelompok elite yang sebentar lagi akan saling bentrok.
"Kalian semua dengarkan aku, kita kalah dalam hal jumlah 20 banding 7 jika menghitung Raja Naga Hitam, Nagini, dan White Fang yang akan ikut bertarung bersama!" Ucap Theo.
"Jadi, jangan ada yang bergerak sebelum ada intruksi dariku! Aku akan sedikit membuka celah!" Tambah Theo.
Mendengar kata-kata Theo, ketiga orang hanya memberi anggukan singkat tanda mengerti. Sangat terdorong oleh adrenalin yang memuncak karena akan segera bertarung dengan kelompok elite pihak lawan, di tengah lautan musuh.
*Woooshhhh…!!!
Dan tepat beberapa detik setelah Theo menyelesaikan kalimatnya, aliran hawa keberadaan yang sangat menekan segera di rasakan oleh kelompoknya saat 20 Knight berkelas tinggi, yakni King tahap langit, telah hampir sampai di hadapan mereka.
__ADS_1
Namun, tepat ketika kelompok elite ini telah sampai beberapa meter tak jauh di hadapannya kelompok Theo...
"Medan Gravitasi aktif!"
*Wunggggg….!!!
Theo segera mengeksekusi Medan Gravitasi. Mengatur Mana Gravitasi Kuno yang ada di sekitar, dimana hanya bisa dilihat olehnya sebagai pemakan Gravity Fruit, untuk berubah menjadi lebih berat bagi pihak lawan begitu mereka memasuki area jangkauan Medan Gravitasi.
"Apa ini?" Ucap salah satu wakil pemimpin Bandit Tangan Besi ketika merasa tubuhnya tiba-tiba menjadi lebih berat.
Sementara Shadex yang juga merasakan efek serupa, mulai mengerutkan kening seraya memperlambat laju terjangannya. Dengan sigap mengalirkan Mana Besi disekitar untuk membentuk suatu garis pertahanan.
"Cukup tanggap! Tapi percuma! Kau bahkan tak tahu eksistensi Mana Gravitasi! Jadi apapun langkah penanggulangan yang kau lakukan, akan sia-sia!" Gumam Theo. Kemudian mulai mengaktifkan Eye of Agamoto di keningnya.
"Celah sudah dibuat! Serang!" Ucap Theo. Memberi intruksi pada Razak, Hella, dan Gerel.
Mendengar intruksi tersebut, ketiga orang ini yang sebenarnya masih bingung dengan pergerakan ganjil yang terjadi pada pihak lawan, karena tak merasakan efek yang sama dengan mereka, mulai mengesampingkan pemikirannya. Memanfaatkan situasi menguntungkan tersebut untuk segera bergerak menerjang kedepan. Memilih lawan masing-masing.
"Tinju Dewa Besi!"
"Es Abadi!"
"Tornado Lumpur Kematian!"
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
Dalam sekejap, ketiganya melancarkan teknik terkuat andalan masing-masing. Bertempur dengan dua lawan sekaligus. Hella di temani White Fang, Gerel bersama Nagini, sementara Razak mendapatkan dukungan dari Raja Naga Hitam yang diperintahkan Theo menemaninya.
Sementara Theo sendiri, tampak menarik kembali Palu Besi raksasa Belphegor begitu melihat ketiga kawannya sudah mulai bergerak. Ia ganti memanggil pedang kembar Asmodeus. Menggunakan teknik kedua Dosa Nafsu. Theo berubah menjadi beberapa sosok, dan dengan cepat menghabisi beberapa lawan sekaligus.
Pertarungan yang diawal tampak akan lebih menguntungkan di pihak kelompok elite Bandit Tangan Besi, dimana memiliki jumlah yang lebih banyak, ternyata kini berkembang kesisi Kelompok elite Bandit Serigala.
Theo yang dalam beberapa langkah mampu menghabisi 10 anggota lawan, dengan gerakan tangkas kembali menarik pedang kembar Asmodeus. Sekali lagi mengeluarkan Palu Besi raksasa Belphegor. Kini tatapannya tajam menargetkan Boss Besar kelompok Bandit Tangan Besi, Shadex. Yang dari tadi tampak dengan tenang hanya mengamati situasi.
*Bammmm….!!!
Dengan bobot tambahan yang sangat berat dari Palu Besi raksasa ditangannya, Theo melakukan satu lompatan besar yang mengguncang area sekitar. Mengayunkan dengan sangat keras Palu Besi raksasa Belphegor tepat kearah Shadex berdiri.
Menyadari hal tersebut, Shadex yang masih mempertahankan aliran Mana Besi berbentuk kubah pelindung, hanya menatap Theo dengan pandangan dingin. Tampak sangat percaya diri dengan teknik pertahanannya.
__ADS_1
*BOOOOOOMMMMM….!!!!
Hentakan keras yang mengguncang area sekitar kembali terjadi saat Palu Besi Theo, menghujam kubah pelindung Shadex. Namun, meskipun mendapat hentakan keras yang meluluh-lantakkan lingkungan sekitar, kubah Mana Besi ciptaan Shadex, tampak masih bertahan walau memang bergetar cukup hebat.
"Seorang pengguna dual Element Seed Mana Besi, namun mengambil jalan Soul Knight, kau cukup unik!" Ucap Theo. Saat tatapan matanya yang begitu liar, bertemu dengan tatapan mata dingin Shadex.
"Berhenti mengucapkan basa-basi!" Jawab Shadex, seraya mengatur aliran Mana Besi berbentuk bilah pedang tajam dibelakang punggungnya untuk menebas Theo.
*Slasshh….!!!
*Slaaaassshhh….!!!
*Slaaaassshhh….!!!
*Dentang….!!!
Namun, berapa kalipun Shadex melancarkan serangan, Theo dengan sigap dapat menghindari serta menghalaunya. Medan Gravitasi yang mana membuat gerakan Shadex menjadi lebih lambat, ditambah dengan aktifnya Eye of Agamoto di kening Theo, membuat ia bisa dengan mudah menangkap arah pergerakan serangan lawannya. Sampai kemudian….
*BOOOOMMMM…..!!!
Theo yang selesai menghindari serangan-serangan Shadex, kembali mendaratkan satu pukulan keras pada kubah pelindung lawannya.
"Hmmmmm… Sudah kubilang, itu percuma! Kau dan aku, berada dalam posisi buntu satu sama lain! Jadi…."
Shadex yang merasa cukup percaya diri dengan teknik pertahanannya, hendak akan mengatakan sesuatu untuk melemahkan mental Theo. Namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya….
*BOOOMMMM….!!!!
*BOOOMMMM…..!!!!
*BOOOOMMMM….!!!
Puluhan serangan Palu Besi raksasa, bertubi-tubi tanpa jeda menghujam kubah pelindung Shadex. Aksi Theo ini, akhirnya mampu membuat beberapa retakan pada kubah pelindung. Menyebabkan Shadex yang merasa kubah pelindungnya tak akan bertahan terlalu lama lagi, kini kehilangan ekspresi wajah datarnya.
Ia mulai memandang Theo yang saat ini masih terus menghujamkan Palunya sambil memasang seringai lebar, dengan tatapan bergetar, seperti sedang melihat iblis.
"Dari mana semua tenaga itu datang? Apa staminanya tak terbatas? Jelas Palu Besi raksasa itu memiliki bobot yang diluar nalar!" Gumam Shadex.
"Tubuh fisik yang mengerikan!" Tambahnya. Sebelum sebuah suara keras dari pecahnya kubah besi, terdengar lantang.
Palu besi raksasa Belphegor, berhasil menerobos teknik pertahanan Shadex, kemudian tanpa ampun menerjang dadanya.
__ADS_1
*Boooommmm….!!!!