
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Jangan ceroboh! Meskipun kau melakukan ini, tak ada jaminan bisa membunuhku! Masih ada kesempatan aku bertahan hidup walau terluka parah! Tapi kau, jelas akan mati!" Bentak Sirei. Mencoba menghentikan Gerel dengan permainan kalimat.
"Hhaahhaha…..!!!! Memangnya, jika aku mati, kau masih bisa terus hidup? Kau hanya akan menjadi wadah kosong yang tak memiliki tujuan hidup lagi! Itu sama saja, atau bahkan lebih parah dari pada mati!" Jawab Gerel.
"Kau….!"
Kalimat yang diucapkan Gerel, segera membuat mulut Sirei tercekat. Tak mampu memberi sanggahan apapun.
"Kau pikir aku tak tahu! Selama ini, sikap baik yang kau tunjukkan padaku, memiliki maksud tersembunyi! Semua itu hanya untuk memuluskan ambisi yang tak bisa kau gapai sejak masih muda!" Bentak Gerel.
"Ayah selalu memberiku nasehat untuk mengambil jarak denganmu! Khawatir kau akan meracuni otakku!"
"Pada awalnya aku tak mengerti, kenapa ia selalu saja mengatakan hal tersebut! Padahal kau adalah nenekku sendiri! Ibunda dari ayah! Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ketika sudah cukup dewasa, aku akhirnya mengerti!"
"Kau hanya ingin menggunakanku yang merupakan anak pertama Khan, dimana kebetulan seorang wanita, untuk memuluskan ambisi besar yang kau idam-idamkan!"
"Yakni merombak sistem dasar dari Tribe yang telah di jalankan secara turun-temurun! Sistem yang melarang seorang wanita untuk menjadi Khan! Kau berusaha menjadikanku seorang Khan!"
"Melihat diriku sebagai sosok dirimu di masa muda yang gagal merombak sistem tersebut!" Tutup Gerel.
Mendengar kata-kata Gerel, Sirie mulai menggertakkan gigi-giginya. Tampak benar-benar marah.
__ADS_1
"Memang apa yang salah dengan itu! Jika benar-benar terlaksana! Bukankah juga baik untukmu! Kau bisa menjadi pemimpin Barbarian Tribe! Memerintah dan membuat seluruh wilayah Gurun East Region bertekuk lutut di hadapanmu!"
"Sekali saja kau bilang bahwa kau mau! Maka seluruh tetua dan juga monster tua wanita yang telah kuhimpun selama puluhan tahun, dimana sepakat dengan perubahan yang kuperjuangkan ini, akan ikut berada di belakangmu untuk memberi dukungan!"
"Para wanita, tak semestinya terikat oleh takdir untuk terus bertekuk lutut dan menuruti semua kehendak lelaki! Kita bukan cuma makhluk yang berguna untuk keperluan berkembang biak!" Bentak Sirei. Sekarang tampak benar-benar kehilangan ketenangannya. Merasa sangat marah mendengar intonasi nada Gerel yang seolah menyepelekan ambisi yang menjadi satu-satunya tujuan hidupnya.
"Diam!" Bentak Gerel balik.
"Aku benar-benar tak peduli dengan urusan politik keluarga! Yang kuinginkan hanya kebebasan! Aku tak akan menjadi boneka bagi siapapun! Baik itu menjadi bonekamu, atau boneka ayah yang ingin membendung ambisimu!"
"Urusan politik keluarga ini benar-benar membuatku kesal! Itulah alasan kenapa dalam beberapa tahun belakangan, aku memutuskan untuk pergi keluar! Menjelajah wilayah Gurun lain! Berusaha menemukan tempat yang memberiku ketenangan!"
"Dan sekarang, dalam kelompok ini, ada satu orang yang membuat aku merasa mendapat rumah! Mendapat naungan! Untuk pertama kalinya, ada orang yang dengan tulus menerima keberadaanku! Tak menuntut aku untuk melakukan apapun!"
"Ia tetap menerimaku dan memberi tempat, meskipun orang-orang lain dalam kelompok, tak begitu menyukai keberadaanku!"
"Jadi, sangat lucu bila kau mengatakan ingin membawaku pulang! Memang pulang kemana? Disinilah rumah untuku! Jika harus pulang, maka aku sudah ada di tempat yang tepat untuk di sebut pulang!" Tutup Gerel. Seraya dengan sorot mata penuh ketajaman. Semakin menghimpun aliran Mana Lumpur di dalam Element Seednya.
*Woooshhhh….!!!
Dalam sekejap, Sirei menerjang maju, tampak berusaha mendahului Gerel yang ingin meledakkan Element Seednya. Ratusan jaring laba-laba terbuat dari aliran Mana Lumpur, secara tiba-tiba muncul dari udara kosong. Bergerak cepat mendahului Sirei untuk mengikat seluruh tubuh Gerel. Menyebabkan kompresi aliran Mana yang bergerak di dalam Element Seed Gerel, menjadi sedikit terhambat.
'Aku harus memberi serangan telak pada ranah jiwanya! Membuyarkan tekanan kompresi! Meskipun cukup beresiko menyebabkan Element Seednya terluka permanen, tapi tak ada pilihan lain! Lebih baik dari pada ia mati!' Gumam Sirei dalam hati. Kini menghimpun Aliran Mana Lumpur, untuk membentuk satu pisau terbuat dari lilitan jaring laba-laba pada ujung tangan kanannya. Mengarahkan pada dada Gerel.
"Aaaarrgghhhhh….!!!"
Disisi lain, Gerel yang seluruh tubuhnya telah terlilit jaring laba-laba, kini mulai berteriak lantang. Berusaha sekuat tenaga melepaskan jaring-jaring yang membelenggunya. Usaha Gerel untuk lepas, menyebabkan seluruh kulit tubuhnya yang memang tak banyak tertutup oleh pakaian, mulai berdarah-darah.
Perlombaan antara Gerel yang berusaha melakukan misi bunuh diri meledakkan Element Seed, dengan sang nenek yang mencoba menghentikan, untuk beberapa saat tampak akan di menangkap oleh Sirei. Ia telah berada di depan Gerel dan hendak menusuk dadanya. Sampai kemudian….
*Woooshhhh….!!!!
Dari arah belakang, kabut serbuk besi yang masih menyelimuti wilayah sekitar, secara tiba-tiba mulai bergejolak. Sebelum dengan cepat berputar dan dengan aneh membentuk sebuah kepalan tinju besi raksasa. Menerjang cepat dari arah samping, memberi pukulan pada sisi tubuh Sirei.
__ADS_1
*Baaammmmm….!!!
Pukulan tak terduga yang berasal dari peristiwa aneh dimana benar-benar tak terlintas dalam benak Sirei, menyebabkan sang nenek tua terdorong cukup jauh.
*Baaammmmmm…!!!
Sementara itu, satu pukulan lain mendarat di tubuh Gerel tepat ketika sang nenek telah terdorong cukup jauh dari posisinya. Pukulan pada bagian dada ini, menyebabkan upaya meledakkan Element Seed yang di lakukan Gerel. Seketika terhenti. Ia memuntahkan banyak darah segar.
Gerel yang merasakan sakit teramat sangat pada area dada, segera mulai buram pandangan matanya. Tak kuat menahan bobot tubuh. Ia tampak akan jatuh sampai pada detik berikutnya.
*Tap…!!
Theo tiba-tiba muncul dan menopang.
"Maaf, sebenarnya aku tak berniat mengganggu urusan keluarga yang terjadi antara kau dan nenek itu, tapi melihat perkembangan situasi, baik itu yang ingin kau lakukan, atau yang ingin di lakukan nenekmu, keduanya cukup berbahaya, jadi aku tak punya pilihan lain selain ikut campur!" Ucap Theo.
Bersamaan dengan selesainya kalimat yang disampaikan Theo, dari dalam kabut Serbuk Besi, sosok Razak yang sedang memakai sepasang Gauntlet di kedua tangannya, melayang perlahan menampakkan diri.
Aliran kabut Serbuk Besi yang terfokus pada sepasang Gauntlet di tangannya, mengelilingi Razak, menopang tubuhnya untuk terus melayang.
Sembari menatap tajam kearah Sirei, Razak mulai melakukan beberapa gerakan kuda-kuda teknik tinju. Dan beriringan dengan aksinya, kabut serbuk besi yang ada disekitar, mulai bergerak dan membentuk puluhan kepalan tinju besi raksasa. Seluruhnya terkunci kearah Sirei.
*Wuuungg….!!!
Razak masih menatap dengan tatapan tajam penuh ancaman kearah Sirei, tampak siap menyerang kapanpun jika nenek tua itu melakukan gerakan, sampai tiba-tiba, suara menderu terdengar dari arah lain kabut serbuk besi. Glory Land Warship yang megah, melayang perlahan keluar dari dalam kepulan kabut serbuk besi.
Diatas dek kapal perang, seluruh wakil pemimpin kelompok Bandit Serigala berdiri tegak ikut memandang kearah Sirei.
"Kami telah mendengar semua percakapan yang terjadi!" Ucap Hella.
"Sejujurnya, aku tak terlalu menyukai Snakewoman ini, yang ternyata identitas sebenarnya adalah Gerel Khan! Nona muda dari Barbarian Tribe!" Tambah Sanir. Yang berdiri di samping Hella.
"Namun meskipun begitu, sekarang ia telah menjadi bagian dari kelompok Bandit Serigala! Sebagai satu dari kumpulan Serigala liar, nenek tua! Kau harus bertanya dulu pada kawanannya jika ingin membawa satu diantara kami pergi dari sini!" Tambah Sanir. Dengan suara lantang.
__ADS_1