
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Hmmmm??"
Mendengar jawaban Sasi, Theo segera mengerutkan kening. Ia mulai mendapat satu firasat buruk. Bagaimanapun juga, Sasi adalah orang yang memiliki sifat serius, tak suka basa-basi dan bermain kata. Jadi, ketika sang Goblin mengatakan bahwa situasi berkembang menjadi diluar kendalinya, maka itu pasti situasi yang cukup serius.
Tanpa menunda lebih lama lagi, Theo yang sebenarnya masih belum selesai memulihkan diri, dengan cepat melakukan satu lompatan lebar. Bergerak gesit menuju dek luar Glory Land Warship untuk segera memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
****
(Dek luar Glory Land Warship)
"Hmmmm…. Siapa orang-orang ini!" Gumam Theo. Saat melihat, ada beberapa wajah asing yang kini berdiri di dek luar Glory Land Warship.
Kelompok asing ini, tampak sedang memeriksa dan mengamati seluruh bagian dek luar Glory Land Warship dengan ekspresi wajah penasaran, cenderung kagum.
Dan yang membuat Theo menjadi begitu waspada adalah, 1 dari 6 orang yang saat ini berada di dek luar, merupakan Knight dengan kelas Emperor tahap awal. Sementara lima lainnya, adalah King tahap Surga puncak.
"Gaya pakaian dan juga lambang yang tersulam di lengan baju orang-orang ini, terlihat familiar!" Gumam Theo. Setelah mengamati orang-orang tersebut untuk beberapa saat dari dalam Glory Land Warship.
Sampai kemudian, setelah tampak berfikir untuk beberapa saat, Theo akhirnya ingat dimana ia pernah melihat lambang tersebut.
"Sekumpulan Hyena yang mencoba merebut mangsa orang lain!" Gumam Theo. Begitu telah menyadari, dari kelompok mana orang-orang yang saat ini sedang berada di dek luar Glory Land Warship.
*Woooshhhh….!!!
__ADS_1
*Tap….!!!
Dan tepat ketika Theo selesai bergumam, ia melakukan satu lompatan tinggi, keluar dari ruang bagian dalam Glory Land Warship, mendarat tepat pada puncak tiang layar kapal perang.
Kemunculan tiba-tiba Theo yang melompat keluar dari dalam kapal perang, tentu saja segera menarik perhatian setiap orang asing yang saat ini sedang berada di dek luar.
"Anak muda! Siapa kau? Apakah kau pemilik dari kapal perang yang begitu luar biasa ini?" Tanya salah satu orang asing. Pria ini memiliki perawakan tua, dan merupakan Knight berkelas Emperor yang ada di dek luar.
Pertanyaan dari pria tua berkelas Emperor tersebut, nyatanya diabaikan oleh Theo. Ia justru mulai memungguni sang pria tua, melihat ke wilayah bawah Glory Land Warship dimana seharusnya merupakan lokasi medan pertemuan antara kelompok Bandit Serigala dengan kelompok Bandit Kumbang Gurun berlangsung.
"Sebagai salah satu anggota kelompok Biggest Knight Group, kalian bisa dibilang cukup licik!" Gumam Theo. Saat menyadari di lokasi pertempuran, ada satu kelompok lain dengan gaya pakaian dan juga lambang yang sama dengan orang-orang yang sedang berada di dek luar Glory Land Warship, kini ikut meramaikan situasi pertempuran.
"Ohhh… Begitukah?" Ucap pria tua berkelas Emperor. Sambil mulai menaikkan salah satu ujung alisnya saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Theo.
"Ngomong-ngomong, kapal perang ini bukan tempat umum yang bisa seenaknya kalian kunjungi untuk sekedar melihat-lihat!" Tanggap Theo. Tanpa menoleh, masih dalam posisi memunggungi sang pria tua.
Bersamaan dengan selesainya kalimat yang ia ucapkan, Theo mulai melakukan satu gerakan mengibaskan tangan. Dan tepat setelah gerakan tangan mengibas tersebut, Glory Land Warship menyala dengan satu cahaya keemasan yang begitu menyilaukan.
*Wunggggg….!!!
Dengan satu suara dengungan keras, tubuh 6 orang asing yang sedang berada di dek luar Glory Land Warship, tiba-tiba terpental keras. Dilempar oleh satu energi tak kasat mata yang begitu dahsyat, menghujam keras tanah berpasir yang ada dilokasi bawah dimana Glory Land Warship sedang mengudara.
Tatapan mata Theo sendiri, saat ini masih fokus menyisir medan pertempuran. Sebelum akhirnya, pandangannya terhenti ketika melihat Gerel yang telah mengeluarkan Nagini, saat ini tampak sedang di sudutkan, terkepung sepenuhnya oleh beberapa orang anggota Barbarian Tribe.
Yang memimpin kelompok pengepung tersebut, tak lain adalah pria tua yang sebelumnya merupakan pengawal Gerel. Tetua kedelapan Barbarian Tribe. Seorang Knight berkelas Emperor tahap awal lainnya.
"Satu, dua, tiga!"
"Tiga orang Emperor tahap awal! Situasi yang cukup menyulitkan!" Gumam Theo, saat menyadari ada satu Emperor Barbarian Tribe lagi dimana kini sedang berada di lokasi yang tampaknya adalah gudang penyimpanan harta kelompok Bandit Kumbang Gurun.
'Sasi! Tolong beri sedikit bantuan pada Gerel!' Ucap Theo, menggunakan teknik transmisi suara.
'Oscana! Yahuwa! Jika urusan kalian telah selesai, segera atur kelompok untuk memberi perawatan pertama pada seluruh anggota kita yang terluka! Khususnya Zota! Ia harus segera mendapat perawatan!'
'Thomas! Darsa! Feizel, dan Guan Zifei! Kalian atur kelompok untuk mundur dan kembali naik ke kapal perang!' Tutup Theo. Memberi intruksi kepada beberapa orang sekaligus.
__ADS_1
'Boss! Bagaimana dengan gudang hartanya?' Tanya Thomas, tampak tak rela bila harus pergi meninggalkan seluruh harta milik kelompok Bandit Kumbang Gurun yang telah dengan susah payah mereka kalahkan, hanya untuk di jarah oleh Barbarian Tribe.
'Aku yang akan mengurusnya! Kau cukup laksanakan intruksi!' Jawab Theo, seraya memutus transmisi suara.
Bersamaan dengan terputusnya teknik transmisi suara, Theo segera melakukan lompatan kebawah, terbang bebas di udara. Namun, tepat sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Raja Naga Hitam dengan gerakan cepat, menerjang untuk menangkap tubuh Theo. Membuat Theo dengan anggun mendarat di punggungnya. Duduk diatas singgasana bagaikan raja dari segala raja.
*Woooshhhh….!!!
Theo yang kini telah menunggang Raja Naga Hitam, melaju kencang menuju gudang penyimpanan harta. Sebelum melakukan satu pendaratan keras menghadang kelompok Barbarian Tribe.
*Groooooaaaahhh….!!!!
Begitu telah selesai mendarat, Raja Naga Hitam berteriak liar dengan suara mengerikan yang membahana, menatap tajam setiap anggota Barbarian Tribe yang ada di hadapannya.
"Biar kutebak, kau adalah pemuda yang dalam beberapa waktu belakangan, hangat di perbincangkan! Boss Besar kelompok Bandit Serigala!" Ucap salah satu tetua Barbarian Tribe yang tentu saja, merupakan satu dari tiga pria dengan kelas Emperor tahap awal yang saat ini sedang memimpin penyerangan, begitu melihat sosok Theo.
"Hmmmm… Aku tau bahwa merampas dan di rampas, adalah hal yang cukup wajar di dunia Knight! Tapi, apa kau benar-benar berfikir aku akan membiarkan begitu saja kalian mendapat semua keuntungan?" Ucap Theo.
"Hahahahhhaa…..!!!"
Kata-kata Theo, segera di sambut tawa lantang oleh tetua Barbarian Tribe yang mendengarnya. Sang tetua tertawa lantang sembari melihat kearah Theo dengan tatapan remeh.
"Kau begitu muda! Tapi, dari kata-kata yang kau ucapkan, terlihat cukup matang!" Jawab tetua Barbarian Tribe.
"Merampas dan di rampas! Selain dua hal itu, ada satu lainnya yang cukup wajar terjadi di dunia Knight!" Tambah sang tetua.
"Hal tersebut adalah, siapapun yang terkuat, maka ia berhak untuk memutuskan apa itu yang benar! Dalam kasus kali ini, itu termasuk memutuskan siapa pemilik harta yang ada di dalam sana!" Tutup tetua Barbarian Tribe. Mengakhiri kata-katanya dengan satu senyum licik.
"Cukup logis! Aku juga sepakat!" Jawab Theo singkat.
"Ohhh… Begitukah?" Tanggap tetua Barbarian Tribe.
"Bila memang seperti itu, maka sebaiknya segera menyingkir! Kau hanya seorang King tahap Langit! Jangan buang tenaga untuk hal yang sia-sia! Itu hanya akan membuang waktuku dan mempersulit dirimu sendiri!" Tambah Sang Tetua, sembari melihat sekeliling.
Seolah ingin mengatakan, Theo sama sekali tak punya kesempatan untuk melakukan apapun. Karena bersama sang tetua, ia memimpin 10 orang anggota berkelas King tahap Surga.
__ADS_1
Kata-kata tetua Barbarian Tribe, nyatanya disambut Theo dengan mulai memasang satu senyum yang terlihat tak kalah licik.
"Premis baru! Yang terkuat, tak selalu merupakan yang terpintar!" Gumam Theo. Seraya mulai mengayunkan tangan. Dan bersamaan dengan ayunan tangannya tersebut, seluruh gudang besar tempat penyimpanan harta milik kelompok Bandit Kumbang Gurun, seketika menghilang.